Bupati Inhil Jadi Narasumber Seminar Sehari DMIJ

IMG_1631TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan membuka sekaligus menjadi narasumber seminar sehari Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ), yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), Senin (28/4)
Tampak hadir saat itu, Wakil Bupati, H Rosman Malomo, Unsur Muspida, para Kepala Dinas, Badan, Kantor dan Kepala Bagian di lingkungan Pemkab Inhil, serta Camat, Lurah, Kepala Desa dan tokom masyarakat di Kabupaten Inhil.
Dalam sambutannya Bupati mengatakan, titik berat dalam pelaksanaan Program Desa Maju Inhil Jaya ini adalah kepada Kepala Desa, yang merupakan pelaksana, penanggung jawab dan penerima dana tersebut. Untuk itu, diharapkan program unggulan ini dapat dikelola secara baik dan benar, agar pengalokasian dananya tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan.
Selain itu, yang penting melalui program ini adalah apa yang menjadi keinginan dan aspirasi masyarakat dalam rangka mempercepat pembangunan di daerahnya dapat tercapai.
“Harus ada sinkronisasi program antar desa, seperti untuk membuka akses isolasi dengan membangun jalan dan jembatan. Sehingga, nantinya antara desa satu dan desa lainnya sudah terhubung dengan baik,” tutur Bupati, Wardan.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Inhil, H Yulizal menjelaskan bahwa seminar sehari tersebut mendatangkan narasumber dari perwakilan Direktorat Jendral PMD dengan materi pemberdayaan masyarakat dalam rangka pembangunan desa, serta Dosen Universitas Andalan Padang, Edy Indrizal dengan materi penentuan indikator tingkat perkembangan desa.
“Kegiatan ini juga diisi dengan stimulasi pengisian tabel indikator tingkat perkembangan desa oleh Bupati Inhil. Sedangkan para pesertanya berjumlah sebanyak 290 orang, terdiri dari 236 Kades dan Lurah, 20 Camat, 22 perwakilan Dinas dan Instansi, serta 12 tokoh masyarakat di Kabupaten Inhil,” imbuhnya.(dro/Adv Humas Pemkab Inhil)




Ketua TP PKK Inhil Kunker Ke Gaung

Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikah Wardan. Foto: Way Humas Pemkab Inhil
Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikah Wardan. Foto: Way Humas Pemkab Inhil

GAUNG (detikriau.org) — Ketua TP.PKK Kab. Inhil Hj. Zulaikhah Wardan beserta pengurus melakukan Kunjungan Kerja ke Kecamatan Gaung dalam rangka pembinaan Administrasi 10 Program PKK yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Gaung. Hadir pada kesempatan itu Ketua TP.PKK Kec. Gaung beserta pengurus serta Pengurus TP PKK Desa/Kelurahan se Kecamatan Gaung.
Dalam sambutannya, Hj. Zulaikhah Wardan menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pengurus Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan yang hadir pada kesempatan ini. Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa dalam pelaksanaannya, prioritas 10 program pokok PKK diserahkan kepada daerah disesuaikan dengan situasi, kondisi dan kemampuan yang ada, sehingga tidak merupakan “paksaan” dari “atas” melainkan “kesadaran” dalam membangun dirinya/daerahnya. Keberadaan kelompok-kelompok PKK dan Dasawisma menjadi sangat penting dan lebih strategis, karena Dasawisma adalah unit terdepan dalam gerakan PKK.
“Perhatian khusus perlu diberikan kepada Posyandu sebagai wadah terdepan dalam pemberian pelayanan kesehatan dasar. Posyandu tidak hanya bekerja satu kali dalam satu bulan, tetapi 30 hari, hanya saja hari buka Posyandu satu kali dalam satu bulan.” Kata Hj Zulaikah
Kelompok Dasawisma dan Posyandu merupakan salah satu Institusi yang sangat potensial yang ada diakar rumput. Istri Bupati Inhil sangat berharap kepada seluruh jajaran Tim Penggerak PKK di semua jenjang, agar segera membentuk dan menghidupkan kembali Kelompok Dasawisma dan Posyandu sertakepada jajaran Tim Penggerak PKK untuk betul-betul meningkatkan penyuluhan tentang masalah ini, baik yang sifatnya umum, maupun pelaksanaan kegiatan 10 program pokok PKK lainnya.
Zulaikhah berharap untuk meningkatkan dan mengembangkan Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang merupakan Program Pemerintah “Desa Maju Inhil Jaya” yang pada saat ini yang wajib ada disetiap desa, dimana pada tanggal 26 april 2014 yang lalu telah dilantik Bunda Paud Kabupaten, Kecamatan dan Desa/Kelurahan se Kabupaten Indragiri Hilir. Pelaksanaan kegiatan PAUD ini dapat diintegrasikan dengan kegiatan BKB dan Posyandu, juga perlu diperhatikan peningkatan ekonomi keluarga melalui Up2k PKK, pemahaman tentang pangan yang beragam, bergizi dan berimbang, serta disebarluaskannya pengertian “Hatinya PKK”.
“Kita menyadari bahwa keberhasilan pelaksanaan program-program kesejahteraan keluarga sangat ditentukan oleh adanya keterpaduan antara gerakan keswadayaan dan partisipasi masyarakat dengan bimbingan dan fasilitasi teknis dari berbagai instansi/lembaga terkait, yang terwadahi dalam dewan pembina tim penggerak PKK.” tandasnya.
Pada acara pembinaan ini juga diisi dengan sosialisasi tentang pemanfaan halaman pekarangan yang disampaikan pemateri dari Dinas Pertanian H.Syamsudin dan tentang Pengorganisasian PKK yang disampaikan oleh dr.Hj. Raihana Ara.(dro/Adv humas)




Bupati Inhil Hadiri Istighosah

Bupati Inhil menyampaikan Sambutan pada acara Istighosah MIlad Gaung. Foto: Agustan Humas Pemkab Inhil
Bupati Inhil menyampaikan Sambutan pada acara Istighosah MIlad Gaung. Foto: Agustan Humas Pemkab Inhil

GAUNG (detikriau.org) — Bupati Inhil, HM Wardan menghadiri pelaksanaan istighosah sempenan peringatan Milad Ke 18 Kecamatan gaung. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Desa Kuala Lahang Kecamatan GAS ini selain dihadiri Bupati juga tampak dihadiri oleh Wakil Bupati, H Rosman Malomo, Beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Inhil, Camat, Unsur Kecamatan GAUNG dan tokoh masyarakat setempat. Ahad (27/4/2014)
Selain pelaksanaan Istighozah, panitia Milad 18 Kec GAUNG juga melaksankan berbagai kegiatan lainnya seperti perlombaan olahraga, Merangkai Bunga, Perkemahan ibu-ibu dan lomba pacu selodang. Perayaan ini juga diselaraskan dengan peringatan hari kartini 2014.
Dalam sambutannya Bupati memberikan apresiasi positif atas pelaksanaan istighozah sebab melalui kegiatan ini dapat menanamkan dan memperkuat keimanan. dan Bupati juga mengharapkan kepada Pejabat dan seluruh masyarakat untuk mengawali setiap kegiatan dengan salawat Nariah yang terdapat banyak fadilah.
“Saya juga berharap sempena peringatan milad akan lebih mempererat persatuan dan kesatuan dan meningkatkan layanan kepada masyarakat untuk membawa Inhil lebih maju dengan Slogan Spirit Baru Inhil.,” Pesan Bupati.
Pelaksanaan Istighosah Milad Kec GAS ini diisi dengan siraman rohani oleh Ustdz Rukhiat.
Dalam kehadirannya pada peringatan Milad Kec GAS ini, orang nomor satu di Kabupaten Inhil ini juga berkesempatan membuka lomba pacu sampan selodang.
Sampan selodang merupakan salah satu alat tranportasi masyarakat setempat. Perlombaan pacu sampan selodang yang dilaksanakan kali ini merupakan kegiatan yang ke empat kalinya. Setiap sampan diisi oleh sebanyak 7 orang pendayung.
Bupati berharap kegiatan serupa ini dapat dikemas agar menjadi iven wisata tahunan. setiap Kecamatan yang ikut menjadi peserta diminta untuk mengias selodangnya dengan ciri khas masing-masing kecamatan di Inhil. (dro/adv pemkab Inhil)




Hati-hati, Picky Eater Berdampak Pada Pertumbuhan IQ Anak

083559_anakdepresiJakarta, Picky eater adalah kelompok anak-anak yang selalu memilah milih makanan. Anak-anak picky eater cenderung susah makan sehingga menyebabkan badan mereka kurus dan kurang gizi.
Prof. Dr. dr. Hananto Wiryo, SpA (K), dokter spesialis anak di RS Bedah Asri Jakarta dan konsultan nutrisi dan metabolik, menyatakan bahwa picky eater biasanya terjadi pada anak-anak yang ditinggal bekerja oleh orang tuanya sehingga urusan pemberian makan sehari-hari ditangani oleh baby sitter atau pengasuh. Akibatnya, asupan pada anak pun menjadi berantakan sehingga menghambat pertumbuhan IQ-nya.
“Picky eater itu bisa terjadi di usia berapa saja. Bila picky eater terjadi pada anak di bawah usia 3 tahun, dipastikan pertumbuhan IQ anak menjadi terhambat dan tidak optimal,” papar Prof Hananto saat ditemui pada acara Parenting Class ‘Anak Susah Makan Sayur’ yang diadakan di RS Bedah Asri, Jl. Duren Tiga, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Minggu (27/4/2014).
Lebih lanjut, Prof Hananto menjelaskan bahwa usia 3 tahun merupakan golden age, di mana semua pertumbuhan yang seharusnya optimal akan terjadi ketika usia mencapai masa golden age itu. Oleh karena itu, jika pertumbuhan IQ terhambat sebelum usia 3 tahun, maka hal tersebut akan berdampak pada kecerdasan anak. “Akibatnya anak bisa-bisa jadi kurang cerdas kan,” imbuhnya.
Tidak hanya itu saja, menurut Prof Hananto, picky eater juga akan berdampak buruk pada mudahnya anak terinfeksi penyakit. Hal ini bermula pada malnutrisi (kurang gizi) sehingga akhirnya berdampak pada infeksi penyakit.
“Malnutrisi itu bisa menyebabkan penyakit, seperti batuk, pilek, diare berulang, TBC anak, hingga infeksi saluran kemih,” terang Prof Hananto.
Maka dari itulah Prof Hananto sangat menyarankan kepada para orang tua untuk secara serius menangani permasalahan anak yang masuk dalam kelompok picky eater ini. Prof Hananto sangat menyayangkan bahwa masih ada masyarakat yang menilai picky eater merupakan sesuatu yang sepele, padahal menurut Prof Hananto, dampak yang ditimbulkan dari masalah picky eater ini sangatlah luas.(detik.com)




Tawarkan Jalan Tengah Antara Hisab dan Rukyat

121305_783157_Bulan_sabitSURABAYA – Ramadan baru jatuh pada Juni mendatang. Meski demikian, masalah hisab dan rukyat sudah mulai diperbincangkan.

Kemarin (26/4) ribuan peserta menghadiri workshop astrofotografi atau teknik memotret bulan untuk menentukan awal dan akhir Ramadan, di JX International, Surabaya. Agus Mustofa, penggagas acara, memberikan jalan tengah an­tara hisab dan rukyat.

Selain Agus, hadir pula pakar astrofotografi dari Prancis Thierry Legault, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan Kepala Lab Astronomi Bosscha ITB Mahasena Putra. Ketua Umum PB NU Said Aqil Siradj berhalangan hadir karena sedang sakit. Mendikbud M. Nuh juga ikut hadir untuk membuka acara tersebut.

Din meyakini, jika mengacu pada ilmu pengetahuan, akan ada kebersamaan dalam penentuan hari besar agama Islam. Ada tiga hal yang akan dihasilkan dari kebersamaan itu. Yakni, yang mengikuti hisab akan ikut rukyat, yang mengikuti rukyat akan ikut hisab, dan yang ketiga adalah jalan tengah di antara keduanya.

Jalan tengah itu diharapkan menjadi solusi. “Kami sangat mendukung acara ini,” terang Din. Namun, yang menjadi pertanyaan, kata dia, apakah hasil dari ilmu pengetahuaan itu bisa diterima pemerintah?

Agus mengatakan, solusi yang ditawarkannya adalah metode penyatuan hisab dan rukyat dengan rukyat qabla ghurub (RQG). Yaitu teknik merukyat hilal sebelum waktu magrib tiba.

Dengan cara tersebut, terang dia, pembuktian hadirnya bulan sabit awal Ramadan ataupun Syawal tidak perlu menunggu saat matahari tenggelam alias magrib. Tapi bisa dilakukan pada siang hari ataupun pagi hari. (jpnn)

 




Mendikbud Ancam Laporkan Kepala Daerah ke KPK

“Jika Daerah tidak bayarkan TPG pegawai negeri sipil daerah (PNSD) triwulan I tahun 2014 dan kurang bayar tahun 2010-2013 hingga akhir bulan Ini”
m nuhdetikriau.org — Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia memberikan tengat waktu hingga akhir bulan ini kepada Daerah untuk menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Jika tidak dipatuhi, M Nuh akan akan melaporkan pimpinan tertinggi di Daerah itu ke pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Sebagaimana yang diberitakan situs JPNN.com, ancaman ini dilontarkan Kemendikbud karena enggan dikambinghitamkan atas keterlambatan pencairan TPG pegawai negeri sipil daerah (PNSD) triwulan I tahun 2014 dan kurang bayar tahun 2010-2013
Kemendikbud menyebutkan bahwa Rp 2,6 triliun dana tunjangan guru itu masih ditahan oleh pemerintah daerah. M Nuh mengatakan ada beberapa pemda yang sengaja menunda dengan berbagai alasan, misalnya belum adanya SK yang dikeluarkan oleh Kemendikbud. Padahal, kata dia, SK sudah dikeluarkan pihaknya sejak lama.
“Kami tidak akan segan-segan melaporkannya ke aparat penegak hukum. Ya bagaimana, semua elemen pencairan telah terpenuhi tapi tidak mau mencairkan,” katanya di Jakarta, kemarin.
Nuh menuturkan, dana sebesar Rp 2,6 triliun itu berada di kas 355 kota/kabupaten di Indonesia. Dana tersebut diketahui masih berada di kas Pemda usai diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Dalam laporan BPKP itu juga disampaikan ada sebanyak 122 kota/kabupaten yang justru kekurangan dana untuk pembayaran tunjangan guru tersebut. “Bagi yang kurang tentu akan ditambahi oleh pusat. Tapi yang sisa lebih itu ya tolong segera dibayarkan,” tandas mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) itu.
Sementara, mengenai “bunga” atas dana yang lama di-endon pemda itu, ia mengatakan bahwa uang tersebut masuk dalam anggaran negara. Namun jika ternyata pihak Pemda enggan menyerahkan uang negara itu, maka akan menjadi bukti temuan KPK.
“Biar hukum yang berjalan. Kita kan tidak mungkin datangi, bongkar satu-satu. Jadi pasti jalur hukum yang akan kita ambil,” tutupnya.(dro)