Peringatan Isra’ dan Mi’raj Jadikan Wahana intropeksi Diri

Tembilahan (detikriau.org) — Bupati Inhil diwakili staf Ahli Bidang Pembangunan H. Sar’ie menghadiri acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1435 H di Majelis Ta’lim Miftaahusa’adah Jalan H. Arief Tembilahan. Peringtan ini menghadirkan penceramah Al-ustadzSa’durrahma dari Kuala Tungkal provinsi jambi. Jum’at (2/5/2014)

Bupati Inhil dalam sambutannya yang dibacakan oleh staf ahli Bupati menyambut baik dan sangat mendukung upaya masyarakat dalam meningkatkan syi’ar Islam melalui pelaksanaan peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW. Isra’ dan Mi’raj merupakan peristiwa yang amat penting dan monumental dalam sejarah Islam. Sebagai salah satu mukjizat Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah mengubah wajah peradaban ummat manusia.

“Sesungguhnya dari peristiwa Maha Agung itu, banyak hal yang dapat kita ambil makna dan hikmahnya yang dapat dijadikan bahan renungan dan pemikiran kita dan diterapkan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.” Ujar Bupati

Kesemuanya itu sekaligus dapat dijadikan sebagai pedoman untuk memajukan kehidupan masyarakat dan daerah kabupaten Indragiri Hilir melalui pembangunan di segala bidang. Melalui peringatan Isra’ dan Mi’raj dapat meningkatkan amal ibadah dengan menjalankan syariat Islam dengan sebenar-benarnya. Yang paling penting dalam peringatan Isra’ Mi’raj ini adalah introspeksi dan koreksi diri, tentang sejauh mana kita telah melaksanakan perintah Allah SWT, terutama Ibadah Shalat, baik untuk diri sendiri maupun terhadap orang-orang yang berada dalam tanggung jawab kita.

“Peringatan Isra’ dan Mi’raj ini dapat pula kita jadikan sebagai media untuk mencermati bagaimana kondisi ummat Islam saat sekarang ini, dan bagaimana pengaruh Ibadah Shalat dalam membentuk kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, di tengah-tengah upaya pembangunan di segala bidang yang kita laksanakan pada saat ini.” Tandas Bupati. (dro/adv humas pemkab inhil)




Prabowo-Ical

ical-prabowoJakarta – Pertemuan calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan capres yang diusung Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) disepakati bakal dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya.

Pembicaraan dalam rangka menjalin koalisi terus diperdalam oleh kedua pihak. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Martin Hutabarat mengaku sangat mendorong agar kedua partai jadi berkoalisi.

Martin menilai koalisi Prabowo dan Ical merupakan duet yang ideal dan diharapkan bisa terwujud. Bahkan Martin mengaku ia sudah sejak lama mengamati kalau Prabowo dan Ical bisa berduet maka akan sangat bagus.

“Sejak dua tahun lalu saya sudah pernah bilang bahwa Prabowo dan Ical itu pasangan yang pas untuk saling mengisi dan membangun bangsa ini,” ungkap Martin ketika berbincang dengan detikcom, Sabtu (3/5/2014).

Soal bagaimana dengan partai lain yang juga tengah menjajaki koalisi dengan Gerindra terkait posisi cawapres, menurut Martin hal itu bisa dibicarakan sesama mitra koalisi. “Itu nanti bisa dibicarakan, yang jelas dua tahun lalu saya sudah menyebut soal duet Prabowo dan Ical,” tutur anggota Komisi Hukum DPR ini.(detik.com)




Anwar Ibrahim: Indonesia Harapan Baru Kebangkitan Dunia Islam

anwar-ibrahimJAKARTA — Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan, Indonesia telah muncul sebagai harapan baru bagi kebangkitan dunia Islam di masa datang. Ia melihat proses demokratisasi di negeri ini menunjukkan perkembangan yang kian mengagumkan.

“Bila dibandingkan dengan negara-negara mayoritas Islam lainnya, Indonesia jauh lebih aman. Kebebesan untuk mengeluarkan pendapat pun di sini dijamin, termasuk DPR, DPD, dan MPR,” kata Anwar saat menyampaikan ceramah bertajuk ‘Kebangkitan Asia dalam Dinamika Integrasi Global’ di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (2/5).

Tak hanya itu, tokoh oposisi negeri jiran itu juga memuji upaya pemberantasan korupsi yang berlangsung di Tanah Air. “Saya kadang bingung, sampai-sampai ada ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang ditangkap gara-gara korupsi. Tapi ini hanya terjadi di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, gambaran tersebut menunjukkan lembaga-lembaga negara di Indonesia memang menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Hal ini, kata Anwar lagi, menjadi kelebihan tersendiri bagi Indonesia dibandingkan negara-negara mayoritas Islam lainnya, termasuk Malaysia.

“Harus diakui, Indonesia telah muncul sebagai harapan bagi dunia Islam di masa datang, seperti halnya Turki. Namun demikian, problem besar yang dihadapi Indonesia saat ini tetap ada. Yaitu, korupsi yang masih merajalela dan kesenjangan sosial,” aku Anwar.(republika)

 

 




Operasi Senyap Polisi Penerima Pungli

PEBALIK DIALIHKANJAKARTA – Kegiatan “bersih-bersih” pelayanan lalu-lintas yang berujung diperiksanya sejumlah perwira di lingkungan Direktorat Lalu-lintas (Ditlantas) Polda Jatim terus berlanjut. Kapolri mengacam akan mengevaluasi sejumlah pejabat di Ditlantas jika memang terbukti itu melakukan pembiaran adanya pungutan di luar ketentuan.

Hal itu disampaikan Sutarman pada wartawan Jumat(2/5). Saat ditanya perihal “Operasi Senyap” di lingkungan Ditlantas Polda Jatim dan Metro Jaya.

“Kita sudah perintahkan untuk tidak ada pungutan di luar ketentuan. Kalau itu masih dilanggar, ya kita tangkap dan orang-orangnya kita ganti semua,” ujar mantan Kabareskrim Mabes Polri itu.

Sutarman mengancam tidak hanya menangkap dan mengganti personel di bawah yang terbukti melakukan pungli. Namun dia juga akan meminta pertanggungjawaban perwira di lingkungan Ditlantas, mulai dari level kasubnit, kanit, kabag, wadir dan termasuk juda direktur.(jpnn)




Kado hardiknas, Pendidikan di Inhil masih Terbaui Pungli

“Wali murid SMPN 4 Teluk Sungka Keluhkan pungutan uang perpisahan”

sisi-kelam-sekolah2_fullGaung Anak Serka (detikriau.org) – Sejumlah orang tua (ortu) siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Desa Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) mengeluhkan pungutan uang perpisahan yang mencapai Rp 450.000 per siswa kelas tiga yang akan melaksanakan acara perpisahan

Samsul salah satu wali murid menyatakan bahwa pungutan seperti itu sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu hingga sekarang namun ia tidak mengetahui kemana saja uang tersebut digunakan

“Pungutan seperti itu sudah bertahun-tahun sejak Pak Wahab jadi kepala sekolah, tapi saya tidak tahu untuk apa saja uang sebanyak itu digunakan”. Ujarnya

Sambungnya lagi,”Bayangkan saja untuk murid kelas tiga saja 450.000 per siswa dengan jumlah murid 37 orang, ditambah lagi dengan jumlah murid kelas satu dan dua berapa banyak uang yang terkumpul”. Sampainya kepada detikriau.org Jumat (2/5/2014) melalui sambungan telepon

Menurut keterangan Samsul yang akrab disapa Uwak ini, jumlah uang yang dibayar oleh siswa kelas satu dan dua tidak sama dengan kelas tiga
“Saya kurang tahu berapa jumlah pungutan untuk kelas satu dan dua tapi yang jelas ada dengan jumlah lebih rendah dibandingkan siswa kelas tiga”. Imbuhnya

Disamping itu Samsul juga sempat menyampaikan bahwa ia dan wali murid lainnya pernah mendatangi kepala sekolah tersebut karena anak-anak mereka selalu tidak mendapatkan pelajaran saat jam belajar yang dikarenakan para guru PNS disekolah tersebut tidak datang mengajar selama seminggu dengan alasan tidak jelas

“Kemarin kita dengan wali murid lainnya pernah datang kesekolah itu untuk bertanya kepada kepala sekolah karena anak-anak kita tidak belajar karena gurunya tidak datang, namun kepala sekolahnya tidak memberikan jawaban yang jelas seolah-olah bukan tanggung jawannya”. Sebutnya dengan nada kesal

Sementara itu, Latif yang juga sebagai wali murid membenarkan adanya pungutan dengan jumlah tersebut dan ia juga tidak mengetahui rincian penggunaan uang tersebut

” Memang ada pungutan uang perpisahan itu namun saya juga tidak tahu digunakan untuk apa saja”. Paparnya

Menanggapi hal tersebut kepala sekolah SMPN 4 Abdul Wahab melalui wakil kepala sekolahnya Nafsiah mengatakan bahwa ia tidak mengetahui dengan jelas rincian penggunaan uang tersebut namun ia membenarkan jumlah pungutan uang perpisahan sebesar Rp 450.000 tersebut

“Untuk kelas tiga setahu saya 450,000, tapi saya kurang tahu rinciannya, tanyakan saja dengan kepala sekolahnya langsung”. Jelasnya

Saat dihubungi detikriau.org beberapa kali melalui sambungan telepon, Kepsek SMPN 4, Abd Wahab tidak menjawabnya. (Ahmad Tarmizi)




Bupati Tekat Kembalikan Inhil Sebagai lumbung Padi Riau

Bupati, Sekda dan Muspida Inhil melaksanakan panen raya TH 2014. Foto: Agustan, humas Pemkab Inhil
Bupati, Sekda dan Muspida Inhil melaksanakan panen raya TH 2014. Foto: Agustan, humas Pemkab Inhil

Reteh (detikriau.org) — Bupati Inhil menghadiri kegiatan panen raya di Desa Sanglar Kecamatan reteh. selain Bupati, kegiatan ini juga dihadiri Muspida, Sekda dan beebrapa pejabat esselon dilingkungan Pemkab Inhil. Kamis (1/4/2014)

Dalam sambutannya Bupati Inhil, HM.Wardan mengatakan Dulu Kabupaten Indragiri Hilir terkenal sebagai lumbung padi di Riau namun kini produksi padi di Inhil telah merosot jauh, mengingat hal ini Bupati betekad untuk mengembalikan Kabupaten Indragiri Hilir sebagai lumbung padi di Riau.

“Upaya peningkatan produktivitas padi itu dapat saja di lakukan dengan mempercepat musim panen menjadi 2 kali dalam setahun, selain itu teknologi terapan yang dapat menunjang kemajuan dalam pertanian perlu lebih di galakan lagi oleh penyuluh lapangan supaya hasil panen padi bagi para petani dapat meingkat,” kata Bupati.

Ditambahkan Bupati, dari data tahun 2012 di peroleh hasil penen padi berupa gabah kering giling 112 ton setara beras 72,918 ton sementara jumlah kebutuhan pasar untuk konsumsi 74,458 ton jadi Inhil masih kekurangan sekitar 2 ton.

Kekurangan inilah kedepan harus diupayakan dengan di lakukannya penggarapan lahan potensial untuk pertanian. Bertolak ke masa lalu di mana padi Pulau Kijang sangat terkenal rasanya enak dan harum, Kecamatan Reteh dan Keritang menjadi lumbung padi di Inhil dan Riau. Evaluasi mengenai hal ini kata bupati perlu di lakukan.

“Jika dulu kita bisa menjadi lumbung padi Riau sekarang kenapa tidak, oleh karena itu pernan teknologi dan cara pengolahan padi terbaru perlu di terapkan kepada petani agar produktivitas petani kembali meningkat hingga Inhil kembali dapat menjadi lumbung padi di Provinsi Riau.” Tandas Bupati.(dro/adv pemkab inhil)