Kecamatan Mandah Inhil akan Galakkan Kesenian Beredah.

Tembilahan(detikriau.org) – Sesuai dengan permintaan Bupati Inhil HM Wardan yang meminta setiap Kecamatan di Inhil harus memiliki ciri khas sendiri seperti kebudayaan-kebudayaan. Oleh Karena itu, Kecamatan Mandah akan kembali menghidupkan kesenian khas melayu yaitu Beredah.

Hal tersebut disampaikan Camat Mandah Drs Nursal kepada detikriau.org, Jum’at (9/5/14) melalui pesan elektroniknya. Dikatakannya, Beredah tersebut merupakan kesenian khas melayu yang bernuansa islami.

“Beredah ini seperti Rebana, tetapi dia lebih besar dari pada Rebana,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa ini dimainkan sambil melantunkan puji-pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW.

Beredah saat ini pemainnya hanya dikuasai oleh orang-orang tua saja, karena anak-anak muda tidak lagi begitu suka dengan musik-musik seperti ini. Oleh karena itu mantan Camat Gaung ini akan kembali menggalakan Beredah ini di Kecamatan Mandah.

“Kita akan coba untuk menghidupkan kembali kesenian khas melayu Beredah yang hampir tidak diminati kaum muda ini,” paparnya.

Kesenian ini sangat perlu di lestarikan dan pembinaan kita dari pemerintah.

“Jangan sampai nanti diakui Malaysia pula kesenian kita ini, nanti seperti reog pula sudah begitu baru ribut untuk melestarikan. Jadi kita harus lebih dini melestarikan kesenian-kesenian kita ini,” imbuhnya.

Camat berencana untuk menjadikan kesenian beredah sebagai salah satu event tahunan di Mandah yang akan dirangkai dalam kegiatan Milad Kecamatan Mandah setiap tahunnya. Milad Mandah jatuh pada tgl 27 September.

“Kemaren Kecamatan Gaung kite angkat menjadi Negeri Selodang, mudahan Mandah bisa kita sebut nanti dengan Bumi Beredah,” tandasnya. (Ahmad Tarmizi/ adv humas pemkab Inhil)




Prabowo Berjasa di Era Militer Anti-Islam

prabowoJakarta – Aktivis 98 yang juga Ketua Umun PB HMI 1999-2001, Fakhrudin, mengatakan sebaiknya umat Islam tidak gampang terprovokasi gencarnya pemberitaan yang menyudutkan capres dari Gerindra, Prabowo Subianto. Bagaimanapun ada peran besar Prabowo saat militer Indonesia cenderung anti-Islam.

“Jangan gampang dikecoh,” kata Fakhrudin. Menurut dia, umat Islam Indonesia sejatinya berutang budi kepada Prabowo. “Prabowo adalah prajurit yang secara terbuka berani berhadapan dengan faksi militer yang fasis dan anti Islam, di bawah mendiang Benny Moerdani.”

Prabowo-lah, kata Fakhrudin, yang berani mengambil risiko di saat kelompok Moerdani tengah kuat-kuatnya. “Dia tak rela umat Islam terus dikorbankan demi kepentingan politik mereka,” kata dia.

Berkenaan dengan penculikan sejumlah aktivis, Fakhrudin juga yakin segala sesuatu harus dilihat dalam kontek kekuasaan saat itu. “Ada dua faktor; pertama karena pesanan rezim yang berkuasa, kedua karena adanya pertarungan di elite militer. Jadi faksionalisasi di internal militer menjadi pemicu untuk saling mendiskeditkan sesama mereka.”

Keyakinan Fakhrudin bahwa isu HAM sudah jadi sekadar dagangan politik, karena waktu Megawati berkuasa, toh soal itu tak dimasalahkan. Ia menilai, mungkin karena Megawati pun tak lepas dari kedekatan dengan militer. Sayangnya, kata dia, Megawati lebih akomodatif kepada sayap militer yang anti-Islam. “Lihat figur-figur tentara yang di lingkaran Mega. Hampir sebagian besar loyalis Beny ada di sana. Ini menunjukkan bahwa PDIP kurang sensitif terhadap perasaan ummat Islam,” kata dia.

Menurutnya, kalau Megawati konsisten dengan penegakan HAM, kenapa dia tidak tampil untuk menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM saat mendapat mandat dari rakyat. “Jangankan pelanggaran HAM, penculikan, kasus priuk, tragedi lampung, kejadian di Aceh dan lain lain, kasus 27 Juli saja dia tidak bisa selesaikan dengan tuntas.”(inilah.com)




Mahrum: Apakah di Inhil Masih Ada Hukum dan Keadilan ?

ilustrasiTembilahan (detikriau.org) — Ketua Koordinator aksi massa demontrans Desa Gembira dan Teluk Kabung, Mahrum menuntut Pemerintah kabupaten Indragiri Hilir untuk tidak berpangku tangan menyikapi perselihan antara warga 2 Desa di Kecamatan Gaung dengan PT Bina Duta Laksana (BDL). Mahrum berteriak, mereka ditindas, diberlakukan tidak adil dan dijajah diatas tanah warisan nenek moyang mereka sendiri.

“Kalau memang masih ada keadilan dan hukum di Bumi ini, tolong tegakkan. Kami hanya masyarakat kecil yang mengais hidup dari tanah warisan nenek moyang kami. Kini kami terinjak-injak oleh keserakahan. Jangan jajah kami diatas tanah impian keluarga dan saudara kami yang tidak seberapa ini, “Pekik Mahrum melalui sambungan telepon selularnya dengan nada suara berapi-api kepada detikriau.org, Kamis (8/5/2014)

Dalam kesempatan ini Mahrum membenarkan bahwa sehari sebelumnya (rabu, 7/5/2014.red) mereka telah melakukan aksi unjuk rasa ke PT BDL. Mereka menuntut kejelasan persoalan kerusakan perkebunan kelapa warga akibat serangan hama kumbang beberapa waktu lalu yang hingga hari ini menurut Mahrum tidak pernah ada kejelasan. Disamping hal itu, warga juga menuntut untuk dilakukan pengukuran ulang letak tapal batas antara lahan milik perusahaan dengan tanah warga.

Menurut Mahrum, warga meyakini berdasarkan berbagai bukti dilapangan, perusahaan telah mencaplok tanah milik masyarakat termasuk mereka juga menuntut kejelasan status akses jalan aktifitas perusahaan yang menurut warga juga berada diatas tanah milik masyarakat.

“Akses jalan yang dipergunakan perusahaan adalah milik masyarakat. kita juga menuntut kejelasan hal ini,” Sampaikan Mahrum

Dalam aksi unjuk rasa itu kata Mahrum tidak ada seorangpun perwakilan perusahaan yang bersedia menemui masyarakat. Seluruh asset perusahaan menurutnya dikawal ketat oleh petugas kepolisian.

Namun, kata mahrum lagi, kuasa hukum masyarakat mengaku sudah dihubungi pihak perusahaan dan direncanakan pada hari jum’at (9/5/2014) akan diadakan pertemuan di Pekanbaru membicarakan persoalan ini.

“Kita menunggu hasil pertemuan itu. jika tidak ada kesepakatan yang kami nilai menguntungkan masyarakat, kita akan kembali lakukan aksi. pastinya dengan jumlah massa yang lebih besar,” Ancam Mahrum

Dalam kesempatan komfiramsi ini, Mahrum juga meminta agar pihak pemerintah kabupaten turun tangan membantu mencarikan penyelesaian persoalan antara masyarakat dengan PT BDL. Malah saat itu Mahrum mempertanyakan apakah masih ada keadilan dibumi yang dijuluki seribu parit ini.

“Tolong pemerintah jangan hanya berpangku tangan. kami ditindas dan dizholimi. Bantu kami.” Pinta Mahrum (dro)




KPU Inhil Klaim Partisipasi Pileg 2014 Capai 76 Persen

Ketua KPU Inhil, Suhaidi
Ketua KPU Inhil, Suhaidi

Tembilahan(detikriau.org) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhil mengklaim bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu legislatif 9 April yang lalu mencapai 76 persen.

“Partisipasi ini pastinya cukup menggembirakan,” kata Ketua KPU Inhil Suhaidi kepada detikriau.org melalui sambungan telpon genggamnya, rabu (7/5/14).

24 persen pemilih yang tidak menggunakan hak pilih menurut Suhaidi disebabkan beberapa faktor, seperti diantaranya tidak berada ditempat saat pemilihan dan berbagai kendala lainnya “jadi tidak seluruhnya disebabkan golput,” terang Suhaidi.

Ia juga berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 9 Juli mendatang akan semakin membaik.

“Semoga pada Pilpres partisipasi masyarakat semakin tinggi,” harap Suhaidi. (Ahmad Tarmizi)




Rosman Buka Seminar dan Work Shop PPNI

Foto: Way, humas Pemkab Inhil
Foto: Way, humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil H. Rosman Malomo membuka secara resmi acara Seminar dan Workshop Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kab. Inhil bertempat di Gedung Daerah Engku Kelana jalan baharuddin jusuf Tembilahan, Kamis (8/5/2014)

Dalam sambutannya Wabup mengatakan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih merupakan program yang baru, terutama bagi masyarakat pada umumnya. JKN yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Nasional (BPJS) perlu diketahui dan dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Untuk itu tentu perlu dilakukan penyebarluasan informasi melalui sosialisasi kepada semua pemangku kepentingan dan masyarakat pada umumnya,” kata Wabup

JKN bertujuan untuk menjamin pemenuhan harapan rakyat agar mereka mendapat perlindungan resiko ekonomi, baik karena sakit, kecelakaan kerja, memasuki hari tua, dan pensiun.

Melalui Sistem Jaminan Sosial Nasional inilah, diharapkan keinginan rakyat dapat dipenuhi khususnya dalam pembiayaan kesehatan secara lebih merata, lebih adil dan dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh rakyat Indonesia pada umumnya dan masyarakat inhilkhususnya.

Penyebarluasan informasi JKN melalui sosialisasi sangat perlu dilakukan secara maksimal mengingat geografis Kabupaten Indragiri Hilir sendiri yang sebagian besar terdiri dari daerah perairan dan daerah pelosok yang sulit dijangkau, sehingga perlunya dukungan dari semua pihak yang terkait khususnya tenaga kesehatan terutama Perawat yang berada di tingkat Kecamatan dan Desa yang dapat memainkan peranan penting dalam mensukseskan Program JKN ini.

“Perawat sebagai tenaga kesehatan hampir 24 jam berada di sisi pasien dengan memberikan pelayanan yang komprehensif (biologis, psikologis, sosial dan spritual) dengan ini diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara perawat dan pasien dan tentunya informasi tentang JKN dapat diberikan kepada pasien dan keluarga pasien secara efektif.” Imbuh Wabup

Melalui moment Seminar dan Workshop Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Indragiri Hilir ini Wabup mengajak untuk meningkatkan kinerja sebagai tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara prima dan ikut mensukseskan Program JKN.” Tandas Wabup. (dro/adv humas pemkab inhil)




Kodim Inhil Ramah Tamah Bersama Muspida dan Tokoh Masyarakat

Foto Bersama Siswa SESKOAD dengan Komandan KODIM 0314 Inhil, Ass III Setda Kab. Inhil, dan Muspida Inhil
Foto Bersama Siswa SESKOAD dengan Komandan KODIM 0314 Inhil, Ass III Setda Kab. Inhil, dan Muspida Inhil

Tembilahan (detikriau.org) — Kodim 0314 Inhil menggelar ramah tamah dan cofee Morning dengan unsur Muspida dan tokoh masyarakat Inhil. Kegiatan ini dilaksanakan guna mempersiapkan diri dalam menerima kunjungan dan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Pembinaan satuan (Binsat) dan KKL Wilhan Pasis Dikreg LII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) 2014. kamis (8/5/2014)

Kegiatan yang diadakan di Graha Bhakti Makodim 0314 Inhil Jalan Ahmad Yani Kecamatan Tembilahan Hulu ini dihadiri oleh Asisten III Setdakab Inhil, Fauzar, Sekretaris Kesbangpol Inhil, Sugiyanto, perwakilan instansi pemerintah, sekolah serta tokoh masyarakat.

Ramah Tamah ini di terima langsung Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan dan beberapa Staff Makodim 0314 Inhil. Pada Ramah tamah ini di akhiri dengan Foto bersama.(dro)