Sabtu Mendatang, 784 Mahasiswa UNISI Akan di Wisuda

wisuda unisiTEMBILAHAN (detikriau.org)- Bertempat di Venue Futsal, Sabtu (24/5/2014) yang akan datang direncanakan sebanyak 784 mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI) Tembilahan akan mengikuti rapat senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana strata satu (S1) tahun 2014.

Wisuda sarjana ini nantinya juga akan dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina dan Pendiri Universitas Islam Indragiri (Unisi), H Indra M Adnan, Ketua Yayasan Tasik Gemilang, H Edy Syafwannur, perwakilan Kopertis Wilayah X Padang, UNRI, UIR dan UIN Suska Riau, serta seluruh civitas akademika Unisi Tembilahan akan .

Rektor Unisi Tembilahan melalui Pembantu Rektor I, Edi Susrianto mengatakan, wisuda akan diikuti sekitar 784 mahasiswa dari seluruh fakultas di Unisi Tembilahan, diantaranya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi (Fekon), Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Fakultas Hukum (FH), serta Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI).

“Wisuda ini untuk membuktikan eksistensi Unisi. Kita berharap agar setiap lulusan universitas ini mendapat tempat di dunia kerja,” tutur Edi saat ditemui di sela-sela penutupan Pemilihan Bujang Dara 2014, di Gedung Puri Cendana Tembilahan, Sabtu (17/5) malam.

Selain itu, lanjut Edi, melalui wisuda tersebut diharapkan dapat menjadi ajang promosi di tengah-tengah masyarakat. Sehingga ke depan universitas ini akan lebih dikenal dan bisa bersaing dengan universitas lainnya, baik di tingkat daerah maupun nasional, serta sekaligus untuk menepis isu dan keragu-raguan di masyarakat bahwa Program Studi (Prodi) di Unisi Tembilahan tidak terakreditasi.

“Saat ini, jumlah mahasiswa kita sudah lebih dari 6.000 orang. Sumber daya yang sebesar ini kita harapkan dapat bersaing di semua sektor dan diterima di semua bidang pekerjaan, sesuai dengan jurusannya masing-masing,” terang Edi.

Kemudian, Edi juga menjelaskan bahwa prosesi wisuda tersebut akan kembali dilaksanakan pada Bulan November dan Desember mendatang. Oleh karena itu, ia berharap jumlah mahasiswa Unisi Tembilahan dapat terus meningkat setiap tahunnya dalam upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan siap pakai. (dro)




Dewan Hakim MTQ Ke 24 di Keritang Diminta Berikan Penilaian Secara Jujur dan Profesional

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

Keritang (detikriau.org) — Bupati Inhil, HM Wardan meminta Dewan Hakim MTQ Ke 24 di Kecamatan Keritang kiranya bekerja secara jujur dan profesional dalam memberikan penilaian.

Permintaan ini disampaikan Bupati saat membuka secara resmi MTQ ke 24 di Kecamatan Keritang, Jum’at (16/5/2014) malam.

“Dengan memberikan penilaian secara profesional dan jujur kita harapkan akan didapatkan qori dan qoriah yang benar-benar berkualitas dan bisa di didik untuk berprestasi ke ajang yang lebih tinggi,” Ingatkan bupati.

Selain itu mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini menganjurkan agar dalam menghadapi MTQ tingkat Kabupaten dan provinsi yang akan di laksanakan Inhil hendaknya menggunakan putra-putra asli Inhil. Dengan cara ini, Bupati meyakini akan mampu meraih prestasi terbaik dalam MTQ asalkan di lakukan dengan sungguh-sungguh.

“Di Inhil bagian selatan ini merupakan lumbungnya para qori dan qoriah. Ada banyak para qori qoriah yang handal dan berkiprah di tingkat provinsi, nasional bahkan tingkat Internasional yang berasal dari daerah selatan seperti Musdalipah, nuraini, usman, helmi dan masih banyak lagi,” kata Bupati.

Oleh karena itu bupati mengjak kepada semua kalangan terlebih LPTQ sebagai lembaga terkait agar lebih konsisten melakukan pembinaan terhadap qori dan qoriah, apalagi menjalang pelaksanaan MTQ tingkat provinsi yang akan dilakukan di Kabupaten Indragiri Hilir, Bupati optimis Inhil akan keluar sebagai juara umum.

“Saya optimis qori dan qoriah kita bisa menjadi yang terbaik dalam pelaksanaan MTQ tingkat provinsi nanti,” Tandas Bupati. (dro/adv humas pemkab inhil)




Dahlan: Kemauan Itu Seperti Emas

080523_440789_dahlan_iskan1MALANG – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tampaknya sudah mendapat tempat di hati mahasiswa. Untuk kesekian kalinya mengisi kuliah tamu di Malang, Dahlan kembali mendapat sambutan hangat dan dielu-elukan mahasiswa.

Hal ini sebagaimana yang tersaji kemarin (17/5) di Universitas Brawijaya (UB), Dahlan berhasil memberi motivasi di dua seminar yang dia hadiri yakni seminar tentang kelautan di Widyaloka UB, dan seminar tentang menyongsong generasi emas di Fakultas Teknologi Pertanian.

Dalam seminar kedua ini, hadir juga 150 santri dari Malang Raya yang sedang mengikuti pelatihan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UB.

Dahlan mengisi seminar terlebih dahulu di Widyaloka dengan ditemani Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Agus Suherman dan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB Prof. Dr. Ir. Diana Arfiati, MS.

Dahlan mengatakan, untuk menjadi sukses, yang dibutuhkan mahasiswa hanyalah kemauan. Jika mempunyai kemauan, semua orang mempunyai hak yang sama untuk sukses.

“Kemauan ini seperti emas, ada yang 24 karat, 22 karat sampai 18 karat, kalau ada yang belum sukses padahal punya kemauan, mungkin kadar emasnya yang kecil,” kata Dahlan disambut tepuk tangan sekitar 500 peserta seminar yang hadir.

Antusiasme peserta dalam seminar itu terlihat dalam proses tanya jawab. Bahkan, Dahlan memberi uang Rp500 Ribu kepada seorang mahasiswi bernama Trisolia, karena pernyataan mahasiswa ini yang dianggap hebat oleh Dahlan.

Trisolia mengatakan kalau menjadi mahasiswa perikanan itu adalah istimewa.”Karena jika fakultas lain mencari kerja, kita menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya. Mendapat jawaban, Dahlan langsung meminta uang kepada stafnya dan memberikannya ke Trisolia.

Sebelum mengisi seminar di Fakultas Teknologi Hasil Pertanian, kemarin mantan wartawan ini sempat melihat pameran yang sudah disediakan oleh panitia. Dalam kunjungan pamerannya itu, Dahlan sempat melihat olahan hasil pertanian yang dikemas sedemikan rupa oleh para mahasiswa.

Salah satunya Dahlan menyicipi pentol yang dimasak dengan cara Vacuum Frying, diolah dengan teknologi yang masih langka ini, Dahlan memuji rasa pentol yang kering menyerupai keripik. Dengan menggunakan Vacuum Frying, pentol yang diciptakan bisa semakin awet.

“Enak, bagus ini,” kata Dahlan. Selain itu, Dahlan juga melihat kue olahan non beras dan jus kreasi mahasiswa fakultas tersebut.

Di hadapan Rarusan mahasiswa FTP dan santri Se-Malang Raya, kemarin Dahlan menekankan pentingnya mahasiswa pertanian menguasai teknologi. Kemarin Dahlan juga mengajak mahasiswa untuk memikirkan pembuatan alat untuk menanam padi.

“Kita ini lima tahun mendatang akan menjadi sepuluh negara maju di dunia. Jangan sampai negara kita maju tapi petani kita tradisional,” kata pria yang juga pemenang konvensi Partai Demokrat ini.(jpnn)




Bujang Dara, Duta Wisata Kabupaten

rudiansyahTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bujang dan dara yang keluar sebagai pemenang secara otomatis akan menjadi duta wisata Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

“Jika mereka terpilih menjadi bujang dara ada beberapa tugas yang akan mereka emban nantinya. Antara lain, mereka akan menjadi duta Kabupaten Inhil pada ajang-ajang tertentu. Pemenang bujang dara tingkat Kabupaten selanjutnya akan mengikuti bujang dara tingkat Provinsi.” sampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil, H Rudiansyah, kemaren

Bujang dara yang menjadi duta secara aktif dapat mempromosikan ke unikan dan aneka ragam wisata yang terdapat di daerah Inhil agar dapat lebih dikenal oleh daerah lainya.

Disampaikan Rudiansyah kembali, ajang pemilihan bujang dara yang sedang berlangsung berdampak terhadap para peserta untuk pengembangan pola pikir menjadi lebih maju. Mereka dituntut mengenal dan mengerti tentang potensi daerah serta lebih mengenal identitas daerah secara umum.

“Ajang tersebut memberi ruang dan peluang mereka berinovasi dan berkreasi dalam uapaya menemukan jati diri tanpa keluar dari lingkar budaya dimana mereka berasal,”pungkasnya menjelaskan.(dro/adv pemkab inhil)




Jika Ketua PBNU Dukung Prabowo, Suara NU Akan Ikut

ketua-umum-pbnu-kh-said-aqil-siroj-_140424175912-191Depok – Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, telah menyatakan dukungannya terhadap Calon Presiden (Capres) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Agung Suprio, menyatakan dukungan ini akan menggembosi suara pemilih terhadap capres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo (Jokowi).

“Dukungan Kiai Said kepada Prabowo dapat menyebabkan gembosnya dukungan massa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kepada Jokowi, terutama warga NU, basis massa PKB,” tutur Agung, Jumat petang (16/5).

Ikatan patron – klien di lingkungan warga NU sangat kuat, ujar Agung, seperti pengaruh kiai yang sangat kuat atas santri-santrinya. Sementara sang kiai menjadi klien dari kiai-kiai di atasnya.

Apalagi, papar Agung, masing-masing kiai memiliki lebih dari seribu santri. Hitung saja perkalian pemilih NU dari pola patron klien ini.

Kiai Said, jelas Agung, merupakan patron dari sejumlah kiai yang memiliki banyak santri, begitu pula kiai-kiai klien Kiai Said yang merupakan patron dari klien-klien kiai dibawahnya.

Jadi, ungkap Agung, Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), jelas dirugikan jika kiai said mendukung Prabowo.

Dukungan terhadap Jokowi akan semakin gembos jika kiai-kiai NU yang ada di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memilih Prabowo. Bahkan, pungkas Agung, jika Prabowo memilih calon wapres dari kalangan NU, kemungkinan Jokowi hanya membeli gerbong kosong bernama PKB.(republika)




Adakah Kyai Penyebar Dosa?

akhir-zamanPertanyaan semacam itu mungkin dianggap seperti mengada-ada. Di samping itu di Indonesia ini apa yang tidak ada ? Sampai yang benar-benar tidak patut terjadi pun bisa dilakukan orang.

Dan kadang justru kemudian dipopulerkan oleh orang-orang yang tidak waras tapi menguasai media atau sarana lainnya. Anda masih ingat orang yang memakan mayat? Bagaimana dia? Justru dipopulerkan oleh orang-orang tidak waras dan dikenal di seluruh Indonesia.

Kalau hanya bertanya tentang kyai yang menyebar dosa, ya tidak usah djawab. Mungkin ada, mungkin bahkan banyak. Persoalannya bukan masalah ada atau tidak, namun jangan-jangan masyarakat tidak menyadarinya, bahkan pelakunya juga tidak merasa. Padahal dampak pengrusakannya sangatlah dahsyat. Itu yang jadi masalah.

Suatu gambaran, Seorang kyai, dulu waktu remajanya merupakan anak kyai yang dihormati mayarakat. Anak kyai ini biasa manja dan tidak pernah dimarahi oleh siapapun, bahkan ayahnya juga tidak pernah memarahinya. Tidak seperti kepada anak-anak yang lain.

Perlu diingat, seorang anak kadang jadi manja dan tidak pernah dimarahi, berbeda dengan anak-anak yang lain, karena ada beberapa kemungkinan. Mungkin anak itu punya karakter rawan, misalnya dimarahi langsung sakit, maka orang tuanya tak lagi memarahinya walau bersalah.

Mungkin karena anak pertama, atau terakhir, atau pertama laki-laki dari anak-anak perempuan, atau pertama perempuan dari anak-anak laki- laki dan berbagai sebab lainnya. Atau yang terburuk adalah karena anak itu pandai berpura-pura di depan orang tuanya hingga kelihatannya benar terus atau baik terus. Itu sebanding buruknya dengan yang pintar berdusta dan beralasan logis (walau isinya dusta) di depan orang tuanya.

Nah, gambaran anak kyai yang masih remaja ini adalah anak yang tidak pernah tampak salah di depan orang tuanya. Tampak tunduk, bahkan cium tangan kepada ibu bapaknya. Suaranya lembut dan sebagainya. Tetapi di balik itu dia menyembunyikan kenakalannya bahkan kebangkangannya.

Yaitu sering-sering tidak ikut shalat berjamaah ke masjid. Dan itu dilakukan dengan berbagai cara, hingga tidak begitu ketahuan, karena bapaknya yang jadi imam masjid pun tidak mungkin setiap waktu menengok apakah anaknya ada atau tidak. Karena jamaahnya cukup banyak.

Ketika anak kyai ini sudah nikah, kebiasaan tidak shalat berjamaah ke masjid makin menjadi-jadi. Karena rumahnya sudah tidak menyatu lagi dengan rumah orang tuanya walau masih di lingkugan masjid. Ketika kyai sepuh wafat, sang anak ini pun menggantikan orang tuanya sebagai kyai untuk memimpin masjid. Tetapi tampaknya justru yang lebih sering datang ke masjid dan mengimami shalat berjamaah adalah asistennya.

Pada awal-awalnya jamaah masjid tidak mempersoalkannya, dan kegiataan shalat berjamaah pun berlangsung biasa saja. Tetapi dalam jangka sekian waktu, tahu-tahu jamaah masjid semakin surut, mempreteli satu persatu bagai daun berguguran di musim kering.

Lingkungan masyarakat diseputaran masjid itu kemudian tampak sulit melangkahkan kaki ke masjid. Imam shalat kadang sudah menunggu-nunggu setelah adzan, tapi jarang orang masuk ke masjid. Kenapa jadi begini? Apakah mereka tidak giat ke masjid lagi itu gara-gara mengikuti jejak kyai muda yang malas ke masjid? Atau memang hati mereka masing-masing tertutup oleh godaan dunia yang lebih mereka anggap lebih menjanjikan?

Persoalannya bukan hanya sampai di situ. Gambaran kyai muda malas ke masjid itu ternyata dampaknya merambat ke mana-mana. Masjid-masjid kosong. Di mana-mana dikeluhkan seperti itu.

Kenapa?

Karena tipe seperti gambaran kyai muda itu tidak hanya ada di satu tempat, tetapi ada di berbagai tempat. Dan celakanya, ketika kyai-kyai muda itu merupakan pengganti kyai-kyai besar di pusat-pusat pendidikan Islam. Maka akibatnya ditiru oleh orang-orang yang belajar di situ dari berbagai daerah.

Sehingga secara serempak terjadilah peristiwa kosongnya masjid-masjid dari jamaah di berbagai tempat akibat pengaruh kyai-kyai muda yang malas ke masjid yang mereka sudah menggantikan para kyai tua, yakni orang tua mereka yang telah meninggal.

Ada juga yang jadi politikus namun lebih kental hubungannya dengan orang-orang kafir bahkan dikenal sebagai pengkhianat dan sulit dipercaya. Ada juga yang jadi penggerak untuk menjaga tempat-tempat persembahan orang-orang kafir terutama di hari-hari raya mereka.

Bahkan tidak malu-malu mengadakan perayaan agama orang kafir di kantor mereka, hingga orang kafir pemilik hari raya kekafiran itu justru jadi para tamu. Padahal sudah ada ancamannya dalam Hadits :

“Kiamat tidak akan terjadi hingga sekelompok kabilah diantara umatku mengikuti orang-orang musyrik dan sampai-sampai berhalapun di sembah”. (HR : Ibnu Hiban).

Ya Allah, kenapa di bumi-Mu ini gejala banyaknya pengganti-pengganti para penolong agama-MU justru menjadi penggembos bahkan perusak agama-MU, ya Allah…

Ya Allah, kenapa gejala para pengganti dari para pemakmur masjid-masjid-Mu kini banyak yang menjadi peroboh masjid-masjid itu dari hidayah-Mu walau tampaknya bangunan-bangunan masjid justru megah-megah ya Allah…

Firman Allah :

“Apakah ini merupakan salah satu bentuk dari musibah yang telah Engkau kisahkan adanya kejadian zaman dahulu, ya Allah …” (QS : Maryam : 56)

” .. Ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi ” (QS : Maryak m : 57)

“Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (QS : Maryam : 58)

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, Yaitu Para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis” (QS : Maryam : 59)

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan,kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, Maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun”. (QS : Maryam: 60)

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dan dosa orang tua kami. Sayangilah kami sebagaimana orang tua kami mengelola kami waktu kecil. Ya Allah Yang Maha membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami atas agamaMU.

Ya Allah tunjukkanlah kami kebenaran itu benar dan berilah rizqi kami untuk mampu mengikutinya, dan tunjukkanlah kami kebatilan itu batil, dan beri rizki kami untuk mampu menjauhinya.(dro/voa-islam.com)