Katanya Tawas Habis, Pasokan Air PDAM TI Mampet. Pengusaha Loundry Merugi

DSC_0423Tembilahan (detikriau.org) — Macetnya pasokan air PDAM Tirta Indragiri tidak hanya menyusahkan masyarakat rumah tangga. Kondisi ini juga menyebabkan beberapa usaha loundry kehilangan penghasilan.

“Ini hari ketiga kita tidak mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan. sebabnya karena ketiadaan pasokan air PDAM,” Ujar Diana, pemilik Mama Loundry Jalan Gunung Daek kepada detikriau.org di Tembilahan. rabu (21/5/2014)

Diakui Diana, untuk memenuhi kebutuhan air bersih usahanya, sejak dulu ia hanya mengandalkan pasokan air dari PDAM. dengan terhentinya pasokan, pastinya juga akan menghentikan penghasilan yang didapatnya.

“Kita hanya menuntut keadilan saja. sebagai pelanggan, kami taat aturan. berapa pemakaian air, setiap bulannya kita bayar dan bahkan karena sesuatu hal kadang terlambat, PDAM pastinya mengenai kami denda. Bagaimana kalau PDAM yang tidak memenuhi kewajiban? tentunya adil jika kami juga menuntut PDAM didenda,” Kesal Diana.

Pemilik usaha loundry lainnya di Kota Tembilahan, Risma juga mengeluhkan hal yang sama. bahkan pengusaha yang meminta agar nama usahanya tidak dipublikasikan ini mengajak seluruh pelanggan, hususnya pengusaha yang dirugikan akibat pelayanan PDAM menuntut keadilan.

“kami akan coba komunikasikan dengan kawan-kawan pengusaha lainnya. mungkin semacam pembelajaran, kita akan tuntut PDAM untuk bekerja profesional serta tidak hanya pandai menuntut hak tetapi tidak mampu memenuhi kewajiban,” Kecamnya dengan nada pedas.

Kata Risma, sejak terputusnya pasokan air PDAM, setidaknya setiap hari ia harus menanggung kerugian hingga ratusan ribu. Ia sangat berharap agar hal ini segera disikapi pemerintah dengan cepat dan bijak. “Kita gaji karyawan dengan upah bulanan. sekarang kami tidak bisa mendapatkan penghasilan. kami pasti merugi. dalam dua hari ini saja, ratusan pelanggan terpaksa kami tolak.” Sampaikan Risma

Terkait persoalan ini, detikriau.org mencoba mendapatkan komfirmasi ke kantor PDAM TI di Jalan M Boya Tembilahan. sayangnya saat itu tidak ada satupun pihak manajemen yang bisa dimintai keterangan. Dipintu masuk hanya tertempel secarik kertas yang bertuliskan, “sehubungan dengan keterlambatan pasokan bahan kimia (tawas/ aluminium sulfat) maka aliran air kerumah pelanggan mengalami gangguan/mati total.

Diakhir kata pengumuman diatas secarik kertas putih itu, PDAM TI hanya menyatakan permintaan ma’af. tidak ada sedikitpun penjelasan kapan pasokan air dapat kembali disalurkan normal ke rumah pelanggan.

Namun dari sumber yang tidak bersedia namanya dipublikasikan menyatakan bahwa terhentinya pasokan air PDAM TI bukan semata ketiadaan tawas. persoalan lainnya disebabkan terjadinya kerusakan pompa utama dan belum terbayarkannya gaji karyawan.(dro)




Sekda Inhil Pantau Gemmar Mengaji di Kecamatan Kemuning

Sekda Kab. Inhil H.Alimuddin Memberikan arahan pada peninjauan magrib mengaji di Kecamatan KemuningKemuning (detikriau.org) — Tim Safari Magrib Mengaji yang di pimpin Sekda Kab. Inhil H.Alimuddin didampingi beberapa pejabat eselon II dan III di lingkungan PEMKAB Inhil melakukan peninjauan Magrib Mengaji di Masjid Al-Muttaqin Desa Batu Ampar dan mesjid Pancasila Kelurahan Selensen Kecamatan Kemuning. Selasa (20/5/2014)

Dalam arahannya Sekda menyatakan ungkapan rasa syukur dalam kesempatan ini dapat bertatap muka secara langsung dengan masyarakat dan anak-anak Desa Batu Ampar. Sekaligus Sekda mengungkapkan perasaan haru menyaksikan pelaksanaan magrib mengaji. Oleh karena itu, ia berharap kepada masyarakat untuk terus menggalakkan Magrib Mengaji agar masjid tidak sampai kosong.

“Namun bukan hanya di Masjid, tidak ada larangan kalau masyarakat ingin mengadakannya di rumah ataupun mushola disekitar lingkungan mereka masing-masing,” Kata Sekda.
Menurut Sekda, dengan kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi terbuangnya waktu secara percuma khususnya kepada anak-anak. Dalam kesempatan ini Sekda juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada kepala Desa dan guru ngaji khususnya bagi desa Batu Ampar. “Mudah-mudahan kegiatan serupa ini dapat lebih ditingkatkan,” Harap mantan kadis pertambangan Inil ini.

Usai melaksanakan peninjau Magrib mengaji Sekda melanjutkan dengan mengikuti kegiatanperingatan Isra’ Mi’raj di mesjid Pancasila kelurahan Selensen Kecamatan Kemuning.

Pada Peringatan isra mi’raj Sekda menyampaikan beberapa program-program yang telah dicanangkan Bupati Inhil, salah satunya pembangunan infrastruktur. Kata Sekda, di Kecamatan kemuning akan masuk kegiatan TNI manunggal yang di tempatkan di Desa Kemuning Muda. Beliau juga menyampaikan beberapa kegiatan yang akan di lakukan di Ibu Kota Kabupaten salah satunya sebagai tuan rumah MTQ TH 2014 Tingkat Propinsi Riau.

Pada peringatan isra miraj ini menghadirkan penceramah al-ustadz Rukhiat, S. Ag. dalam tausiahnya mengatakan Kita harus mensyukuri nikmat Allah SWT, karena apabila kita mensyukuri nikmat Allah SWT kita akan mendapatkan keberkahan yang berlipat ganda dan beliau juga berpesan supaya Memaknai peringatan Isra’ Mi’raj ini dengan sungguh-sungguh. (dro/adv pemkab inhil)




MPI: Bebaskan Icung !

Saat Icung meminta pendapat kepada pendamping hukumnya, Zainuddin AcangTembilahan (detikriau.org ) — Juru Bicara Masyarakat Peduli Inhil (MPI), Tengku Suhandri meminta agar Pengadilan Negri (PN) Tembilahan memberikan sanksi hukum seringan-ringannya hingga bebas kepada Suryono alias Icung warga parit Surau Kelurahan Sapat Kecamatan Kuindra. Tuduhan pelanggaran Pasal 69 huruf h Undang-undang Lingkungan Hidup jucto Pasal 118 Undang-undang Perkebunan dinilai sangatlah tidak tepat. Kasus Icung menurutnya bukan pembakaran lahan tetapi sebatas pembakaran sampah.

“Icung bukan membuka lahan dengan cara membakar sebagaimana bunyi UU yang dituntutkan, tetapi membersihkan lahan, mengumpulkan ranting dan daun dan kemudian dibakar,” Ujar Comel panggilan akrabnya usai menghadiri sidang perdana Icung di PN Tembilahan, rabu (21/5/2014)

Penegasan ini menurut Comel bukan sebatas dugaan. Kesimpulan ini diambil setelah ia turun langsung ke TKP bersama aktifis MPI dan masyarakat Inhil lainnya yang perduli atas kesusahan yang dialami Icung.

Sejak jaman dahulu, ditambahkan Comel, sudah menjadi kebiasaan masyarakat membersihkan lahan dengan cara ditebas mempergunakan parang. Sisa tebasan kemudian ditumpuk. setelah kering barulah dibakar. Abu dari sisa pembakaran, dipergunakan masyarakat untuk menetralkan PH tanah agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan subur.

“Semua ini juga terbunyikan dalam replik tuntutan jaksa. apakah kebiasaan atau apa yang menjadi kearifan lokal ini bisa disamakan dengan kasus pembakaran lahan?” tanya Comel.

Tengku Suhandri bersama istri dan 2 anak tersangka, seorang putri umur 3 tahun 4 bulan, dan 1 putra kelas 6 sd di TKP
Tengku Suhandri bersama istri dan 2 anak tersangka, seorang putri umur 3 tahun 4 bulan, dan 1 putra kelas 6 sd di TKP

Kondisi rumah istri tersangka yang sangan memprihatinkan.
Kondisi rumah istri tersangka yang sangan memprihatinkan.

Dalam tuntutan yang dibacakan, masih menurut Comel, luasan areal yang dituduhkan sebagai pembakaran lahan dibunyikan seluas 0,36 Ha. kata Comel, itu seluruh luasan lahan garapan yang menjadi sandaran Icung untuk menafkahi istri dan 2 orang anaknya yang masih kecil. bukan areal yang dibakar.

Dalam tuntutan juga dibunyikan bahwa Icung membersihkan lahan, kemudian menumpukkan sampah dan ranting menjadi 8 tumpukan dan kemudian membakarnya. saat dibakar, ia meninggalkan pulang kerumah yang tidak berada jauh dari lokasi. namun anehnya, dalam tuntutan itu malah dibunyikan akibat perbuatan ini, icung dituduhkan menjadi penyebab pencemaran udara dan kerusakan lingkungan.

“Apanya yang rusak? yang jelas, kenapa tidak mempertimbangkan kearifan lokal?. Tanaman yang ditanam adalah tanaman lokal untuk penghidupannya, apa yang salah? kita minta kasus ini dinilai arif oleh dewan hakim yang terhormat. bebaskan Icung dari tuntutan hukum,” Mohon Comel

Diakhir kalimatnya, Comel sempat menceritakan keadaan istri dan 2 anak yang kini ditinggal Icung. Anak tertua Icung menurut Comel, jika tidak ada belas kasihan pihak sekolah dan masyarakat setempat, hampir saja harus putus sekolah. untuk menafkahi kedua anaknya, kini istri Icung terpaksa harus bekerja apapun untuk sekedar mempertahankan hidup dua buah hatinya.

Mantan guru SD tersangka Suryono, Sudjamaluddin juga meminta majelis hakim dapat bersikap arif atas kasus ‘kecil’ yang menjerat muridnya ini.

“Saya minta hakim dapat arif menyikapi kasus ini, dia (Suryono) membakar tebasan, bukan merusak, dia bekerja untuk menghidupi keluarganya,” katanya kepada wartawan usai sidang dengan mata berkaca-kaca.

Saat itu Suryono (ditangkap) menurutnya, hanya bersamaan dengan masalah besar (isu nasional Karhutla). “Dia hanya keserempet, saat ada kasus besar,” cetusnya.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan kasus Nomor 92/PID.SUS/2014/TBH oleh JPU ini digelar di Ruang Candra PN Tembilahan, dipimpin hakim ketua Dedy Hermawan didampingi hakim anggota Budi Setyawan, Lukmanul Hakim dan Panitra Pengganti Zulfayanti.

Tersangka Suryono yang hadir mengenakan baju koko warna coklat kusam, celana kain lusuh dan berkopiah, didampingi penasehat hukum Zainuddin Acang. Hadir juga Sudjamaluddin, mantan guru SD tersangka Suryono yang bersimpati dengan nasib mantan muridnya itu. JPU mendakwa Suryono melanggar Pasal 69 huruf h Undang-undang Lingkungan Hidup jucto Pasal 118 Undang-undang Perkebunan.

“Berdasarkan fakta di lapangan, tersangka hanya membersihkan tebasan dan tumpukan daun ranting bekas tebasan. Saat itu, datang patroli Karhutla dan ia mengaku membakarnya,” sebut JPU dalam dakwaannya. Atas dakwaan JPU, penasehat hukum tersangka tidak mengajukan eksepsi, ia hanya menyampaikan pembelaan dalam pledoi nantinya.

Sidang lanjutan kasus Suryono alias Icung dilanjutkan pada Rabu (28/5/2014) mendatang.

Untuk sekedar mengingatkan, tim gabungan yang dipimpin Kaporles Inhil membekuk Suryono alias Icung bin Ngadiman warga parit Surau Kelurahan Sapat Kecamatan Kuindra ini pada Sabtu (15/3/2014) yang lalu. (dro)




Warga Mengeluh, Sudah Dua Hari Air PDAM TI Berhenti Mengalir

pdamTembilahan (detikriau.org) — Sudah dua hari belakangan ini pasokan air PDAM Tirta Indragiri macet total. Warga mengeluh. Memenuhi kebutuhan air bersih, warga dengan terpaksa harus memanfaatkan air hujan dan sumur. Mereka berharap persoalan ini dapat segera diatasi.

“Sejak senin (19/5), pasokan air kerumah kami mati total. ketiadaan air bersih pastinya sangat merepotkan,” Ujar Ina, warga jalan Batang Tuaka Tembilahan kepada detikriau.org

Bukan hanya Ina, keluhan senada juga terlontar dari warga kota Tembilahan lainnya.

Toni, pelanggan PDAM TI di Kecamatan Tembilahan Hulu katakan, meski selama ini kualitas air PDAM belum maksimal, ia tidak terlalu mempersoalkan. Namun mereka sangat kerepotan kalau sumber air PDAM mengalami gangguan distribusi apalagi macet total seperti saat ini.

Akibat mampetnya suplai air PDAM, warga harus melungkan waktu lebih untuk menutupi kebutuhan air keperluan rumah tangga mereka. Warga harus rela mengangkut air dari rumah tetangga yang memiliki sumur bahkan tempat ibadah seperti masjid dan musholah.

“Repotnya rumah saya hanya mengandalkan air PDAM sebagai satu-satunya sumber air bersih. Kita tak miliki sumur. untuk kebutuhan MCK saja kita sudah repot. Kami berharap persoalan ini dapat segera diatasi.”Pintanya

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum mendapatkan keterangan resmi dari manajemen PDAM Tirta Indragiri(dro)




Pemkab Inhil Peringati Harkitnas Ke 106

Bupati Inhil Menjadi IRUP pada upacara Hari Kebangkitan NasionalTembilahan (detikriau.org) — Pemkab Inhil melaksanakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 106. Peringatan yang bertemakan “Maknai kebangkitan Nasional melalui kerja nyata dalam suasana keharmonisan dan kemajemukan Bangsa”, disejalankan dengan upacara 17 hari bulan. Selasa (20/5/2014)

Bupati Inhil H.M.Wardan yang bertindak selaku infektur upcara membacakan Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Dalam sambutan Menkominfo terdapat beberapa poin penting yakni menurutnya jika di dilihat dari titik Awal kebangkitan Nasional TH 1908, maka TH 2014 ini kita sudah lebih dari seratus tahun berproses. Saat ini sudah selayaknya Bangsa Indonesia mejadi bangsa yang berdaulat dan memiliki jati diri di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Momentum 1908 dan 1928 merupakan momentum kaum muda yang bercita-cita indonesia meredeka. Sejalan dengan semangat dan jiwa kebangkitan nasional tersebut, maka peringatan hari kebangkitan nasional yang ke 106 TH 2014 ini mengambil tema “Maknai kebangkitan Nasional melalui kerja nyata dalam suasana keharmonisan dan kemajemukan Bangsa”.

“Dengan hari kebangkitan nasional ini kita menginginkan sebuah keharmonisasian dalam prilaku kehidupan masyarakat.” Bacakan Bupati

Harkitnas juga memberi rujukan bahwa kekuatan sebuah Bangsa tercirikan dari bagaimana perbedaan dan kemajemukan dapat terkelola menjadi kekuatan. Dengan momentum hari kebangkitan nasional ini juga dapat dimaknai dengan karya nyata yang dilandasi rasa nasionalisme yang sugguh-sungguh.

“Melalui momentum peringatan hari Kebangkitan Nasional yang ke 106 TH 2014 ini, dengan spirit baru saya mengajak masyarakat dalam membangun inhil ini secara bersama dan kompak.” kata Bupati usai melaksanakan upacara Bupati Inhil kepada awak media.(adv pemkab inhil)




Pesan Moral dari Mahfud MD dan Muhaimin

2102431Jakarta – Langkah politik Mahfud MD dalam Pilpres 2014 mengejutkan. Ia ditunjuk sebagai ketua umum pemenangan pasangan capres/cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Bergabungnya Mahfud tentu menjadi vitamin bagi duet koalisi “Merah-Putih” ini.

Posisi Mahfud MD ini kembali ditegaskan Prabowo Subianto saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama pendampingnya Hatta Rajasa. “Beliau sudah minta izin kepada kia-kiai besar dan alhamdulillah beliau bersedia,” ujar Prabowo usai mendaftar di KPU, Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Nama Mahfud MD tidak kali ini saja disebut. Saat deklarasi pasangan capres Prabowo-Hatta, namanya juga disebut oleh Prabowo Subianto. Selain Mahfud, saat itu, Prabowo juga menyebut nama raja dangdut Rhoma Irama dan pentolan Dewa 19 musisi Ahmad Dhani.

Informasi masuknya nama Mahfud MD dalam tim pemenangan Prabowo-Hatta ini memang mengejutkan. Karena sebagaimana maklum, Mahfud merupakan calon presiden yang digadang-gadang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun kenyataannya, PKB justru pagi-pagi mendukung Jokowi sebagai capres dengan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, Partai NasDem dan Partai Hanura.

Ketika dikonfirmasi tentang masuknya Mahfud MD masuk dalam tim Prabowo-Hatta, Direktur Eksekutif MMD Initiative Masduki Baedlowi mengatakan hingga saat ini pihaknya masih meminta pertimbangan para kiai Nahdlatul Ulama (NU). “Kita masih minta pertimbangan para kiai-kiai NU,” ujar Masduki saat dihubungi INILAHCOM di Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (20/5/2014).

Masduki mengatakan, dalam waktu dekat Mahfud MD akan menyampaikan ke publik tentang sikap politiknya tersebut. Ketika ditanya soal pro kontra di publik tentang pilihan politik Jokowi, Masduki mengatakan pro dan kontra biasa. “Pro kontra biasa. Ada yang kontra ada juga yang pro,” kata Masduki yang mengaku saat dihubungi akan bertemu kiai di Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur.

Mahfud yang mendapat dukungan dari kalangan kiai-kiai NU memberi dampak yang tidak kecil atas keberhasilan PKB meraih dukungan sebesar 9,04 persen dalam Pemilu Legislatif lalu. Mahfud disebut sebagai perekat antara NU dan PKB, tak terkecuali menyolidkan warga NU memilih PKB.

Karena sebelumnya, sejak konflik almarhum Gus Dur dan Muhaimin Iskandar, suara PKB jeblok. Warga NU yang cinta dengan Gus Dur tidak lagi memilih PKB. Namun Pemilu 2014 menjadi titik balik warga NU. Salah satu penyebabnya faktor Mahfud MD.

Sementara Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding mengklaim pihaknya sejak awal hingga akhir menyorongkan Mahfud MD sebagai cawapres Jokowi. Karding memaklumi bila Mahfud kecewa. “Mungkin di situ ada kekecawaan, Cak Imin menjelang penentuan wapres masih membawa nama Mahfud ke Pak Jokowi, Pak Mahfud terus kami sorongkan,” kata Karding di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Apa betul klaim PKB tersebut? Jika merujuk ke belakang, di publik memang PKB menyodorkan nama-nama yang selama ini dimunculkan seperti Rhoma Irama dan Mahfud MD. Namun, di saat bersamaan PKB juga menyorongkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Seperti disampaikan Ketua DPP PKB Helmy Faishal Zaini tiga hari setelah pileg yang memunculkan nama Muhaimin Iskandar. “Selain beberapa nama yang familiar dengan PKB akan di-Capreskan, ada perkembangan baru yang mengusulkan nama Muhaimin Iskandar. Muhaimin diminta untuk menjadi Cawapres,” kata Helmy saat itu.

Desakan di detik-detik akhir penentuan cawapres Jokowi, elit PKB juga masih berusaha mendorong nama Muhaimin Iskandar sebagai cawapres. Ketua Garda Bangsa Hanif Dhakiri empat hari menjelang penetapan cawapres Jokowi mengusulkan nama Muhaimin sebagai cawapres. “Cak Imin itu memenuhi kriteria untuk mejadi pendamping Jokowi di Pilpres. Visioner, muda, punya rekam jejak yang baik dan pengalaman baik di eksekutif maupun legislatif,” kata Hanif, Kamis (15/5/2014).

Jika melihat kondisi tersebut, besar kemungkinan nama Muhaimin lebih disorongkan sebagai cawapres Jokowi ketimbang tokoh yang selama ini dikampanyekan sebagai capres PKB seperti Mahfud MD dan Rhoma Irama. Bahkan sumber INILAH.COM, Muhaimin juga sempat bertemu dengan Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, kabarnya PKB juga menyorongkan namanya menjadi cawapres.

Tahun politik 2014 ini pada akhirnya publik dapat memetik pelajaran moral yang dipertontonkan Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD.(*)

Sumber: inilah.com