Jadwal Lengkap Tahapan Pilpres 2014

pilpres-2014detikriau.org – Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2014 tentang tahapan, program, dan jadwal pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2014, proses pemilihan presiden terbagi dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian. Berikut jadwal lengkap pencalonan, kampanye, hingga rekapitulasi hasil penghitungan suara:

PENCALONAN
1. Pendaftaran pasangan capres-cawapres: 18- 20 Mei 2014.
2. Pemeriksaan kesehatan pasangan cawapres-cawapres: 20 – 23 Mei 2014.
3. Verifikasi kelengkapan dokumen persyaratan pasangan cawapres-cawapres: 18- 23 Mei 2014.
4. Pengumuman verifikasi kelengkapan persyaratan pasangan cawapres-cawapres: 22- 24 Mei 2014.
5. Perbaikan kelengkapan persyaratan pasangan cawapres-cawapres: 24 – 26 Mei 2014.
6. Penyerahan perbaikan kelengkapan persyaratan pasangan cawapres-cawapres: 25 – 27 Mei 2014.
7. Verifikasi hasil perbaikan kelengkapan pasangan cawapres-cawapres: 26 – 29 Mei 2014.
8. Pengumuman hasil verifikasi perbaikan kelengkapan persyaratan pasangan cawapres-cawapres: 28 – 30 Mei 2014.
9. Pengusulan bakal pasangan cawapres-cawapres pengganti: 29 Mei – 5 Juni 2014.
10. Pemeriksaan kesehatan pasangan calon pengganti: 30 Mei – 8 Juni 2014.
11. Verifikasi kelengkapan dokumen pasangan cawapres-cawapres pengganti: 29 Mei – 8 Juni 2014.
12. Pengumuman hasil verifikasi dokumen pasangan cawapres-cawapres pengganti: 2 – 9 Juni 2014.
13. Penetapan nama-nama pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden: 31 Mei 201414. 14. Pengambilan nomor urut serta penetapan nomor urut dan pengumuman pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden: 1 Juni 2014.

KAMPANYE:
1. Pertemuan antar-pasangan capres dan cawapres atau tim kampanye tentang
pelaksanaan kampanye: 2 Juni 2014.
2. Deklarasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Berintegritas: 3 Juni 2014.
3. Kampanye: 4 Juni – 5 Juli 2014.
4. Masa tenang: 6 – 8 Juli 2014.
5. Laporan dana kampanye.
a. Laporan rekening khusus: 7 Juni 2014.
b. Laporan penerimaan dana kampanye periode I: 3 Juni 2014.
c. Pengumuman penerimaan dana kampanye periode I: 4 Juni 2014.
d. Laporan penerimaan dana kampanye: 6 Juli 2014.
e. Pengumuman penerimaan dana kampanye periode II: 7 Juli 2014.
f. Laporan penerimaan dan penggunaan dana kampanye: 18 Juli 2014.
g. Penyampaian laporan penerimaan dan penggunaan dana kampanye ke kantor akuntan publik: 24 Juli 2014.
h. Audit dana kampanye: 24 Juli – 6 September 2014.
i. Penyampaian hasil audit dari KAP kepada KPU: 6 September 2014.
j. Pemberitahuan hasil audit dana kampanye kepada pasangan calon dan tim kampanye: 13 September 2014.
k. Pengumuman hasil audit dana kampanye: 16 September 2014.

PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN HASIL SUARA
1. Pemungutan dan penghitungan suara di TPS: 9 Juli 2014.
2. Pemungutan suara di TPS luar negeri: 4 – 6 Juli 2014.
3. Penghitungan suara di TPS luar negeri: 9 Juli 2014.
4. Penyusunan berita acara dan sertifikat hasil penghitungan suara di TPS/TPSLN: 9 Juli 2014.
5. Pengumuman hasil penghitungan suara di TPS/TPSLN: 9 Juli 2014.
6. Penyampaian hasil penghitungan suara dan alat kelengkapan di TPS/TPSLN.
kepada PPS/PPLN di setiap TPS/TPSLN: 9 Juli 2014.

REKAPITULASI HASIL PENGHITUNGAN SUARA
1. PPS: 10 – 12 Juli 2014.
a. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penyusunan berita acara.
b. Pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat desa/kelurahan.
c. Penyampaian berita acara, rekapitulasi hasil penghitungan suara dan alat kelengkapan suara.

2. PPK: 13 – 15 Juli 2014.
a. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penyusunan berita acara.
b. Pengumuman salinan sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kecamatan.
c. Penyampaian berita acara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kecamatan kepada KPU kabupaten/kota.

3. PPLN: 10 – 14 Juli 2014.
a. Penghitungan suara melalui pos dan drop box.
b. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penyusunan berita acara.
c. Pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan suara di PPLN.
d. Penyampaian berita acara, rekapitulasi hasil penghitungan suara dan alat kelengkapan suara.

4. KPU Kabupaten/Kota: 16 – 17 Juli 2014.
a. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penyusunan berita acara.
b. Pengumuman salinan sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota.
c. Penyampaian berita acara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota kepada KPU provinsi.

5. KPU Provinsi: 18 – 19 Juli 2014.
a. Rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penyusunan berita acara.
b. Pengumuman salinan sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat provinsi.
c. Penyampaian berita acara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat provinsi kepada KPU.

6. KPU: 20 – 22 Juli 2014.
a. Rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat provinsi dan PPLN.
b. Penyusunan berita acara.

PENETAPAN HASIL PEMILU
Penetapan dan pengumuman hasil pemilu secara nasional: 21 – 22 Juli 2014.

sumber: http://pemilu.seruu.com/read/2014/05/21/214543/nih-jadwal-lengkap-tahapan-pilpres-2014#sthash.aqeCzAab.dpuf




MEMBUKA TABIR KEGAIBAN (Ajaran Ke Empat)

sholat malam

“Syaikh Abdul Qadir Jailani”

detikriau.org – Bismillah hirrahmanirrahim. Apabila kamu “mati” dari mahluk, maka akan dikatakan kepada kamu, “Semoga Allah akan melimpahkan rahmatNya kepada kamu.” Kemudian Allah akan mematikan kamu dari nafsu-nafsu badaniyyah. Apabila kamu telah mati dari nafsu badaniyyah, maka akan dikatakan kepada kamu “Semoga Allah akan melimpahkan rahmatNya kepada kamu.” Kemudian Allah akan mematikan kamu dari kehendak-kehendak dan nafsu. dan apabila kamu sudah mati dari kehendak-kehendak dan nafsu, maka akan dikatakan kepada kamu “Semoga Allah akan melimpahkan rahmatNya kepada kamu.” kemudian Allah akan menghidupkan kamu di dalam suatu kehidupan yang baru.

Selain itu, kamu akan diberikan “hidup” yang tidak akan ada “mati” lagi. kamu akan dikayakan dan tidak akan pernah miskin lagi. kamu akan diberkati dan tidak akan dimurkai. kami akan diberikan ilmu sehingga kamu tidak akan pernah bodoh lagi. Kamu akan diberikan kesentosaan dan kamu tidak akan merasakan ketakutan lagi. kamu akan maju dan tidak akan pernah mundur lagi. nasib kami akan baik dan tidak akan pernah buruk lagi. kamu akan dimuliakan dan tidak akan dihinakan. kamu akan didekati oleh Allah dan tidak akan pernah dijauhi lagi. martabat kamu akan tinggi dan tidak akan pernah turun lagi. kamu akan dibersihkan sehingga tidak lagi kamu merasa kotor. ringkasnya, jadilah kami seorang yang tinggi dan memiliki kepribadian yang mandiri. Dengan demikian, maka kamu boleh dikatakan sebagai orang yang luar biasa.

Jadilah kamu ahli waris para Rasul, para Nabi dan orang-orang yang shiddiq. Dengan demikian kamu akan menjadi titik akhir bagi segala kewalian dan wali-wali yang masih hidup akan datang menghampiri kamu. melalui kamu, segala sesuatu akan dapat diselesaikan, dan melalui shalatmu, tanaman-tanaman dapat ditumbuhkan, hujan dapat diturunkan dan malapetaka yang hendak menimpa umat manusia dari seluruh tingkatan dan lapisan dapat dihindarkan.

Orang-orang akan mendatangi kami dari tempat yang dekat dan jauh dengan mwmbawa hadiah, oleh-oleh serta memberikan khidmat kepadamu. Semua ini semata karena izin Allah yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa. Lisan manusia tiada henti-hentinya menghormati dan memuji kami. Tidak ada dua orang yang beriman yang bertingkah kepadamu.

Wahai mereka yang baik-baik, yang tinggal di tempat-tempat ramai dan mereka yang mengembara, inilah karunia Allah. Dan Allah memiliki kekuasaan yang tiada terbatas.
Sumber: diterjemahkan oleh Asep Kamal dari kitab Futuhul Ghaib, Karya Syaikh Abdul Qadir Jailani
Dituliskan kembali oleh : Muhammad Faisal




Akbar Tandjung: Golkar Satu Suara, Tidak Pecah

“Akbar tak menampik bahwa ada beberapa kader yang punya sikap berbeda”
244349_kampanye-partai-golkar-di-gor-ciracas_663_382Jakarta – Merapatnya Partai Golkar ke Koalisi Merah Putih yang mengusung kandidat calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, membuat kader-kader Partai Golkar kini tidak lagi satu suara dalam menentukan pilihannya pada Pilpres mendatang.

Sebagian kader ada yang mengikuti sikap resmi partai itu dengan mendukung pasangan Prabowo-Hatta, namun sebagian lagi lebih memilih untuk mendukung pasangan Jokowi-JK, karena ada sosok Jusuf Kalla, mantan ketua umum Partai Golkar.
Meski demikian, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menegaskan, hal tersebut bukanlah sebuah indikasi bahwa partainya pecah. Menurut dia, secara formal, kader-kader partai berlambang pohon beringin itu masih memiliki satu suara yang sama.
“Tidak ada perpecahan di Partai Golkar. Secara formal kami tentu satu suara, namun secara faktual, mungkin ada 1 atau 2 orang yang mempunyai sikap berbeda,” ujar Akbar saat ditemui di kediamannya di Jakarta, Minggu, 25 Mei 2014.
Akbar menyebutkan, partainya mengizinkan para kader untuk memiliki aspirasinya sendiri secara pribadi, asal aspirasi itu tidak dinyatakan secara terbuka dan demonstratif. “Sejauh tidak dilakukan secara terbuka, secara demonstratif, saya kira Golkar juga bisa memberikan kesempatan pada mereka untuk mengeluarkan aspirasinya,” ujarnya.
Namun demikian, Akbar juga menyarankan kepada kader partainya yang memiliki suara berbeda itu agar bersedia meninggalkan jabatan strukturalnya di Partai Golkar. Bagi pengurus yang mempunyai pendapat yang berbeda, kata dia, tidak perlu dipecat atau diberhentikan.
“Tetapi mereka juga harus mau melakukan sesuatu langkah sebagai konsekuensi terhadap sikapnya itu. Langkahnya yaitu bersedia meninggalkan jabatan strukturalnya yang ada di partai. Saya pikir ini solusi yang baik,” ucapnya.
Namun demikian, apa pun aspirasi yang dimiliki oleh kadernya, Akbar tetap berharap bahwa semua kader itu tetap memiliki aspirasi yang menghormati keputusan resmi yang telah ditetapkan oleh partainya.
“Tetapi, tentu aspirasi-aspirasi itu harus tetap dalam semangat menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh Partai Golkar, yaitu secara resmi mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa,” ujarnya. (vivanews.com)



5 parpol pengusung Jokowi dan Jusuf Kalla Targetkan 70 Persen Suara Pemilih Inhil

IMG_2527-1Tembilahan(detikriau.org) – Dalam rangka memperkukuh komitmen dalam pengusungan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla, 5 parpol menggelar deklarasi komitmen kerja sama pada Ahad (25/5/2014) dikantor Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) jalan Batang Tuaka Tembilahan. Dalam acara tersebut tampak hadir ketua DPC dan DPD dari kelima parpol beserta puluhan jajarannya.

Dalam sambutannya, ketua DPC PDIP, Maryanto mengatakan bahwa masing-masing partai pengusung telah sepakat untuk mendukung dan memenangkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Seluruh kader partai diminta untuk turut membesarkan partainya

“Mudah-mudahan kita semakin solid memberikan dukungan kepada Jokowi dan Jusuf Kalla”. Ujarnya

Selain itu ketua DPC PKB Inhil, Dani M Nursalam menyebutkan ego-ego politik harus di kesampingkan, hal Ini tidak hanya sebatas perjanjian tertulis saja dan diharapkan dapat diimplementasikan agar 70 persen suara dukungan di Kabupaten Inhil yang menjadi target kelima kualisi parpol tersebut bisa dicapai

” Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada kita berharap bisa mencapai target 70 persen (suara dukungan red) di Kabupaten Inhil”. Tegasnya

Pada akhir acara, kelima perwakilan parpol yaitu H. Maryanto (PDIP), Zulkarnain, SE (Nasdem), Dani M Nursalam (PKB) dan Gusti Desriansyah (Hanura) serta Drs Mas’ud (PKPI) berphoto bersama sebagai tanda kesepakatan untuk menyusun kekuatan dan sebagai lambang koalisi parpol yang berkomitmen dalam pemenangan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai capres dan cawapres. (Ahmad Tarmizi)




Arah Politik PKB Salah Arah

2103738Jakarta – Arah politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dinilai telah melenceng dari keinginan pendirinya yakni KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Partai politik (parpol) kaum nadhliyin itu terlalu pragmatis.

Hal ini dikatakan oleh loyalis Gus Dur, Adhie M Massardi. Menurutnya, desain PKB adalah sebagai incubator serta alat perjuangan gagasan kebangsaan Gus Dur.

Namun setelah Gus Dur ‘dihardik’ Muhaimin Iskandar cs hingga akhirnya terusir, PKB lebih kental pragmatismenya. “Hanya cari kekuasaan dan uang belaka,” tegas Adhie kepada INILAHCOM, di Jakarta, Sabtu (24/05/2014).

Gambaran pragmatisme di PKB, lanjut mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu, juga tergambar dalam dukungan terhadap Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Kami himbau, Gusdurian tetap menjaga nalar dan hati. Jangan gampang terpukau oleh janji yang dikemas dalam figur yang seolah-olah lugu,” tukas Adhie yang juga Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB).

Selanjutnya dia berpesan agar Gusdurian teliti sebelum menentukan pasangan capres pilihan. Jangan pilih orang-orang yang suka menghardik orang miskin dengan kebijakan sesat.

“Jauhilah orang yang begitu,” tegasnya.(*)




Lulusan UNISI diterima di BNI dan Mahkamah Agung Jakarta

“Dua lulusan lainnya jadi PNS di Departemen Pertanian (Deptan)”

IMG_2087Tembilahan (detikriau.org) — Sarjana S1 lulusan Universitas Islam Indragiri (UNISI) berhasil bersaing memperebutkan lapangan pekerjaan dengan predikat seleksi terbaik pada Bank Negara Indonesia (BNI) dan Mahkamah Agung RI di Jakarta.

“Alahamdulillah, dengan keberhasil Alumni UNISI ini pastinya membantah rumor yang mengatakan ijajah kita tidak diterima ditingkat Nasional. mereka berhasil dan diterima, artinya tidak ada masalah dengan ijajah kita sebagaimana fitnah yang disebar oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mendiskreditkan UNISI selama ini,”  Ungkap ketua yayasan tasik Gemilang (YTG), H Edy Syafwannur usai acara Wisuda 773 Mahasiswa UNISI di Venue Futsal, sabtu (24/5/2014) kemaren

Menurut Edy, sebagaimana ia akrab disapa, Jumiati, Mahasiswa S1 UNISI yang mengikuti seleksi penerimaan karyawan BNI di Jakarta berhasil lulus dengan predikat terbaik. sedangkan Syarifuddin, Alumni Fakultas Hukum UNISI, lulus pada penerimaan pegawai Mahkamah Agung di jakarta.

UNISI tidak akan mau lagi kasak-kusuk untuk memberikan keyakinan kepada setiap orang. cukup dengan kerjakeras dan bukti lulusan. “Capek kita meladeni fitnah, lebih baik kita tunjukkan dengan bukti. masyarakat juga sudah pintar untuk memberikan penilaian,” Tandas Edy.

Disamping kedua lulusan UNISI yang berhasil lulus pada seleksi penerimaan pegawai pada BNI dan Mahkamah Agung di Jakarta ini, Menurut sumber detikriau.org, dua lulusan UNISI lainnya juga berhasil lulus sebagai PNS Departemen Pertanian RI di Jakarta. (dro)