Isu Gorengan Berbahan Plastik dan Lilin, Disperindag Inhil Gelar Sidak

Kadisperindag Inhil, Fahrolrozy (berpeci putih) saat melakukan sidak
Kadisperindag Inhil, Fahrolrozy (berpeci putih) saat melakukan sidak

Tembilahan (detikriau.org) – Menanggapi isu dikalangan masyarakat akan maraknya penjualan gorengan yang mengandung bahan campuran plastik dan lilin yang digunakan oleh para pedangan gorengan yang berada di Kota Tembilahan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Inhil melakukan inspeksi mendadak (Sidak). Senin (2/6/2014)

Pelaksanaan sidak yang juga melibatkan Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil tersebut, sebanyak 12 sample diambil dari pedagang sebagai bahan uji keterkandungan zat-zat yang membahayakan bagi konsumen.

“Sehubungan dengan isu itu (gorengan berbahan campuran plastik dan lilin red) malam hari ini kita bersama Dinas Kesehatan langsung melakukan sidak kelapangan dan ada 12 sample yang sudah kita ambil untuk kita uji apakah benar ada mengandung zat yang berbahaya tersebut atau tidak”. sampaikannya Kadisperindag Inhil, Fahrolrozy kepada wartawan

Sidak tersebut sengaja dirahasiakan agar sidak bisa berjalan maksimal, disamping itu mantan Kadishub ini juga menyampaikan bahwa ada dua tahap pengujian untuk mengetahui jenis gorengan yang mengandung zat plastik dan lilin tersebut

“gorengan yang mengandung zat plastik apabila dibakar akan mudah menyala sedangkan untuk gorengan yang mengandung bahan campuran lilin akan meleleh saat dibakar, namun untuk menguji hal seperti itu kita juga harus memastikan bahwa gorengan tersebut sudah kering atau tidak baru digoreng karena kalau habis digoreng langsung dilakukan uji seperti itu sudah pasti akan cepat menyala karena kandungan minyaknya masih ada”. Jelasnya
Sambungnya lagi”jadi sample gorengan yang sudah kita amankan ini akan kita lakukan pengujian atau penelitian pada besok pagi (Selasa 3/6/2014)”. Imbuhnya

Terkait dengan sanksi yang akan diterima oleh para pedagang gorengan yang terbukti melanggar peraturan atau yang menggunakan zat-zat berbahaya tersebut, ia menyebutkan ada dua kategori sanksi yang akan dijatuhkan yaitu sanksi pidana dan sanksi perdagangan
“Kalau dari sample ini terbukti ada yang mengandung zat yang berbahaya seperti yang dimaksud maka kita akan berikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku, apakah kita proses secara pidana atau kita proses sesuai dengan undang-undang jual beli atau perdagangan”. Sebutnya
Terakhir ia menyebutkan bahwa operasi seperti sidak ini akan terus dilakukan karena menurutnya operasi yang digelar pertama kali ini belum menyeluruh, hal tersebut diduga ada kebocoran informasi operasi sidak sehingga ada beberapa pedagang gorengan yang lari saat operasi digelar.
“ditaman kota dan dipasar pagi sudah kita tandai khusus kemudian yang jual ayam Kentucky yang tidak jauh dari rumah makan Mak Icun, namun hal ini baru sekedar praduga dan kepastiannya bisa diketahui setelah pengujian dilakukan”. Tandasnya
Sementara itu, salah satu pedagang gorengan yang biasa berjualan didaerah Pasar Pagi yang enggan menyebutkan namanya menyatakan bahwa dirinya tidak pernah melakukan hal tersebut dan ia juga tidak keberatan untuk di cek semua barang dagangan tersebut
“Kita lebih memilih jalan yang halal pak, untuk apa melakukan hal seperti itu untuk kebutuhan hidup dan kalau mau dicek silahkan saja pak saya tidak keberatan”. Tuturnya. (Ahmad Tarmizi)




Sekda Buka FGD KLHS Untuk RPJM Inhil 2014-2019

Sekda, H Alimudin RM saat menyampaikan sambutan. Foto: Agustan, Humas Pemkab Inhil
Sekda, H Alimudin RM saat menyampaikan sambutan. Foto: Agustan, Humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil, H alimuddin RM membuka secara resmi Forum Group Discussion (FGD) Kajian Lingkungn Hidup Strategies (KLHS) untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Inhil 2014-2019 yang diselenggarakan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil. Selasa (3/6/2014) di Aula Bappeda Inhil.
Dalam sambuatnnya, Sekda mengatakan bahwa tujuan pelaksana FGD ini guna memestikan keterlibatan stakeholder atau prinsip partisiptif telah dilaksanakan dalam pelaksanaan KLHS.
“hasil akhir dari proses KLHS ini diharapkan mampu memberikn perumusan alternatif penyempurnaan dalam memberikan rekomendasi perbaikan untuk RPJM Kabupaten Inhil, sehingga prinsip pembangunan berkelanjutan telah diintegrasikan,” jelas Sekda.
Ditambahkannya pula,kegiatan ini penting agar pemerintahan daerah selain dapat mencapai prioritas dan sasaran pembangunan daerah dalam upaya mewujudkan visi, misi dan program kepala daerah terpilih.

“Ini juga dapat mengantisipasi munculnya rencana program yang tidak tepat sasaran, serta dapat menyelaraskan aspek sosial, ekologi dan ekonomi dalam penyelenggaraan pemerinthan di Kabupaten Inhil 5 tahun kedepan dan diharapkan seluruh peserta FGD dapat mengikuti rangkaian acara hari ini sampai penyepakatan hasil akhir,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BLH, Encik Kamal Syahindra menambahkan manfaat yang diperoleh dengan melakukan KLHS untuk RPJM adalah untuk mencegah kesalahan investasi dengan mengingatkn para pengmbil keputusan akan adanya peluang pembangunan yang tidak berkelanjutn sejak tahap awal proses pengambilan keputusan.

Peserta sendiri adalah dari SKPD terpilih, kelompok kerja pengendalian lingkungan, stakeholder terpilih, kalangan dunia usaha, kalangan akademisi, dan LSM serta narasumber yang merupakan tenaga ahli yang ditunjuk dari Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerin dalam Negeri yaitu Adhi Wiyana dn Dwi Nurcahyadi.(dro/adv humas pemkab inhil)




Ini Jadwal Debat Capres dan Cawapres

 253432_pengambilan-nomor-urut-calon-presiden-dan-wakil-presiden-pemilu-2014_663_382detikriau.org – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar debat calon presiden dan wakil presiden yang akan disiarkan secara langsung dan tidak langsung di sejumlah stasiun televisi nasional. Debat mengenai visi-misi capres dan cawapres itu akan dilaksanakan mulai 8 Juni hingga 5 Juli 2014.

“Debat capres dan cawapres akan ditayangkan oleh sejumlah televisi nasional,” kata Komisioner KPU Arief Budiman, di kantornya, Jakarta, Selasa, 3 Juni 2014 sebagaimana yang dilansir vivanews.com

Arief menjelaskan, mekanisme dalam debat capres yang telah ditetapkan tanpa menghadirkan panelis untuk memberikan pertanyaan kepada para peserta. Namun acara debat menggunakan moderator sebagai orang yang akan memandu acara dan memberikan pertanyaan kepada para kandidat.

“Sama seperti debat capres ketika Pemilu 2009, hanya pakai moderator. Kalau pakai panelis waktunya tidak efektif karena nanti panelis sibuk sendiri dengan argumen-argumen dan pertanyaan-pertanyaannya,” kata Arief.

Menurut Arief, alasan KPU tidak menggunakan panelis dalam debat kali ini berkaca dari debat capres Pemilu Presiden 2004 silam. Ketika itu, durasi debat menghabiskan waktu yang cukup lama, serta keterlibatan panelis tidak fokus pada substansi debat.

“Belajar dari debat capres terdahulu memakan waktu lama dan tidak ada esensinya,” katanya.

Arief menambahkan, dalam acara debat nanti, KPU telah menyiapkan moderator yang akan memandu selama debat berlangsung. Moderator yang dipersiapkan KPU meliputi, akademisi, profesional dan ada juga dari presenter televisi yang menayangkan acara tersebut.

“Durasi debat capres akan berlangsung selama 90 menit. Peserta debat akan diberi waktu untuk istirahat setiap 30 menit,” terangnya.
Berikut jadwal debat capres yang telah ditetapkan KPU:

8 Juni 2014

Debat capres diselenggarakan dan ditayangkan oleh SCTV dengan tema Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan Bersih dan Kepastian Hukum.

15 Juni 2014

Debat cawapres diselenggarakan dan ditayangkan oleh Metro TV dengan tema Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.

22 Juni 2014

Debat capres diselenggarakan dan ditayangkan oleh TV One dan ANTV dengan tema Politik Internal dan Ketahanan Nasional.

29 Juni 2014

Debat cawapres diselenggarakan dan ditayangkan oleh RCTI dan MNC dengan tema Pembangunan Sumber Daya Manusia dan IPTEK.

5 Juli 2014

Debat pasangan capres dan cawapres diselenggarakan dan ditayangkan Kompas TV dan TVRI dengan tema Pangan, Energi, dan Lingkungan.(dro)




Wakil Ketua TP PKK Inhil Buka Stand Bazar MTQ Kec Kateman

Wakil Ketua TP PKK Kab Inhil, HJ Bungatang Rosman memotong pita tanda diresmikannya stand bazar MTQ Kec kateman. Foto: Way, Humas Pemkab inhil
Wakil Ketua TP PKK Kab Inhil, HJ Bungatang Rosman memotong pita tanda diresmikannya stand bazar MTQ Kec kateman. Foto: Way, Humas Pemkab inhil

Kateman (detikriau.org) – Wakil Ketua TP PKK Kab. Inhil Hj Siti Bungatang Rosman beserta jajaran pengurus dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Kateman juga berkesempatan untuk membuka secara resmi stand bazar sempena MTQ ke – 46 kecamatan kateman. Ahad (1/6/2014)

Stand bazar ini dipusatkan di lapangan Upacara Kecamatan Kateman yang ditandai dengan pemotongan pita Oleh Wakil Ketua TP.PKK Kab. Inhil Hj.Siti Bungatang Rosman.

Pada kesempatan itu, istri Wakil Bupati Inhil ini, didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Kateman juga melakukan peninjauan ke beberapa stand bazar yang menampilkan beraneka jenis panganan, kerajinan tangan dan hasil perkebunan.

“Saya berharap agar kiranya pada bazar ini produk yang dianggap menpunyai nilai seni dan nilai jual lebih dapat ditampilkan pada ajang yang lebih tinggi lagi seperti di tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan tingkat Internasional.” Pesannya singkat. (adv pemkab inhil)




Jangan Gunakan Informasi Kesehatan dari Wikipedia

2104370North Carolina — Anda pengguna Wikipedia? Jika ya, hati-hati karena sembilan dari sepuluh entri kesehatan di ensiklopedia online ini mengandung kesalahan.

Kesimpulan ini muncul setelah sejumlah ilmuwan AS membandingkan entri kesehatan di ensiklopedia cetak — misal soal penyakit jantung, kanker paru-paru, depresi, dan diabetes — dengan yang ada di Wikpedia. Hasilnya, keterangan di Wikipedia banyak salahnya.

Wikimedia UK, ensiklopedia di Inggris, mengatakan orang-orang yang memiliki masalah dengan kesehatan sebaiknya menghubungi dokter ketimbang mencari informasi di Wikipedia.

Ensiklopedia online adalah situs amal, dengan 30 juta artikel dalam 285 bahasa. Siapa pun dapat mengedit. Namun banyak relawan dari profesi medis memeriksa halaman, dan menemukan ketidak-akuratan.

Journal of Osteopathic Association menulis sebagai akses terbuka, Wikipedia menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter. Terutama tentang keandalan informasi yang disajikan. Terlebih 70 persen mahasiswa kedokteran menggunakan Wikipedia sebagai gudang informasi.

Sepuluh peneliti di AS melihat artikel kesehatan tentang osteoarthritis dan asma. Mereka mencetaknya pada 25 April 2012, dan menganalisis isinya. Ternyata, 90 persen artikel itu memuat pernyataan yang bertentangan dengan penelitian medis terbaru.

Dr Robert Hasty, dari Wallace School of Osteopathic Medicine di North Carolina, mengatakan Wikipedia mungkin perangkat yang nyaman untuk penelitian. Namun, dari sudut pandang pasien dan masyarakat umum, jangan pernah menggunakan informasi tentang penyakit dari Wikipedia karena tidak ditulis seperti yang tertera di jurnal medis.

“Sumber terbaik tentang kesehatan adalah dokter, bukan Wikipedia,” ujar Dr Hasty.(inilah.com)




Amankan Pilpres 2014, Polres Inhil Siagakan 527 Personil

TEMBILAHAN (detikriau.org)- Mengamankan penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014, Kepolisian Resor Indragiri Hilir menyiagakan sebanyak 527 personil, untuk .

Pernyataan ini disampaikan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kabag Ops, Kompol Kurnia Setyawan usai Gelar Apel Pasukan Operasi Mantab Brata tahun 2014, Senin (2/6).

Apel Pasukan Operasi Mantab Brata yang dipusatkan di Lapangan Gajah Mada Tembilahan ini, turut dihadiri oleh Bupati Inhil, HM Wardan diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, H Eddiwan Shasby, Unsur Muspida, sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil dan seluruh jajaran Polres Inhil.

Kabag Ops Polres Inhil, Kompol Kurnia Setyawan mengatakan, 527 personil yang telah disiapkan tersebut, terdiri dari berbagai satuan yang nantinya akan ikut dan terlibat langsung dalam pengamanan jalannya berbagai tahapan Pilpres.

“Pengamanan ini dilakukan mulai dari tahapan kampanye, distribusi logistik, pemungutan suara hingga proses penetapan hasil perolehan suara pasangan presiden dan wakil presiden terpilih, yang dilakukan oleh Komisi Pemiluhan Umum (KPU),” tutur Kurnia.

Sementara itu, terkait pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS), dijelaskan Kurnia bahwa hingga saat ini pihak Polres masih menunggu keputusan dari KPU, tentang berapa banyak jumlah TPS yang disiapkan dalam pelaksanaan Pilpres nanti.

“Dari jumlah TPS yang akan ditetapkan KPU, barulah kita bisa mengetahui berapa jumlah personil yang disiagakan untuk pengamanan pemugutan suara di masing-masing TPS,” terangnya.

Selanjutnya, ia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, untuk mendukung dan ikut berpartisipasi dalam mensukseskan pelaksanaan pesta demokrasi ini, dengan menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.

“Jangan Golput, mari gunakan hak pilih kita dengan sebaik-baiknya, untuk menentukan pemimpin kita ke depan, yang bisa membawa Indonesia menuju ek arah yang lebih baik,” imbuhnya.(Ahmad Tarmizi)