Bupati Tutup MTQ Ke 44 Inhil

“Kecamatan Pelangiran Kembali Raih Juara Umum”

Bupati Inhil menyerahkan tropy piala bergilir kepada Camat Pelangiran sebagai peraih juara umum pada MTQ Ke 44 Inhil. Foto: Way/ humas pemkab inhil
Bupati Inhil menyerahkan tropy piala bergilir kepada Camat Pelangiran sebagai peraih juara umum pada MTQ Ke 44 Inhil. Foto: Way/ humas pemkab inhil

Tembilahan (detikriau.org) — Bupati Inhil HM.Wardan menutup secara resmi helat religi MTQ ke- 44 Kab. Inhil bertempat di Venue Futsal Jalan Baharudin Yusuf Tembilahan. Dalam MTQ kali ini, Kecamatan Pelangiran kembali berhasil meraih juara umum, Selsa (24/6/2014) malam
Dikatakan Bupati suudah sepatutnya kita semua menjadikan Musabaqah Tilawatil Qur’an yang diselanggarakan secara berkala dan berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hilir, menjadi sebuah sarana dan wahana peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan jalan mengamalkan seluruh isi ajaran Al-Qur’an.

Oleh karenanya, menurut Bupati semua pihak diharapkan agar dapat menjadikan kegiatan MTQ dari tahun ketahun sebagai momentum evaluasi Ummat Islam atas apa-apa yang telah dicapai melalui kegiatan MTQ tersebut, baik dari aspek peningkatan jumlah dan mutu kemampuan dalam menguasai seni-baca dan ilmu Al-Qur’an,

”yang paling utama dari semua itu adalah sejauhmana pengaruh kegiatan MTQ terhadap sikap dan prilaku masyarakat Islam, dalam menjalankan kehidupan beragama di tengah-tengah keluarga dan masyarakat.”Ujar Bupati

sambutan BupatiDitambahkan mantan Kadisdik Provinsi Riau ini, Meskipun MTQ merupakan salah satu dari sekian banyak kegiatan Syi’ar Islam dan Program Pembangunan Ummat, akan tetapi MTQ haruslah ditempatkan secara utuh dalam kegiatan membangun kesadaran ummat menuju jalan keselamatan dan kebahagiaan hidup, baik untuk kehidupan di dunia ini, apa lagi untuk di akhirat kelak.

Melalui pemahaman yang sedemikian mendasar seperti disebutkan itulah, maka kita ummat Islam yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir tambah Bupati, dari waktu ke waktu dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari Syi’ar Islam yang kita laksanakan di daerah ini.

Sebagai ummat yang bersatu-padu, dan terbaik di bumi ini, kita seharusnya mampu membuktikan jati diri ummat Islam di tengah-tengah kehidupan yang kini cenderung semakin menjauh dari nilai-nilai peradaban dan kehidupan masyarakat madani, sebagaimana yang telah di bangun oleh Rasulullah SAW di Madinah 14 abad yang silam.

Kini ketika sebagian masyarakat Islam di sibukkan dengan berbagai kegiatan Syi’ar Islam dan kegiatan Ibadah lainnya, pada waktu yang bersamaan, juga berlangsung pula kegiatan yang mengarah kepada kemaksiatan dan kedzoliman.

”Saya mengajak semua ummat Islam yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, untuk bersama-sama memperkokoh tekad dan memperluas Ikhtiar untuk memajukan kehidupan masyarakat, baik dalam bidang keagamaan, kesejahteraan sosial, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. Ummat Islam harus mampu membebaskan diri dari kebodohan dan kemiskinan, meskipun kita tahu bahwa kemiskinan bukan berarti sama dengan kehinaan.” Wejang Bupati

Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepadanya seluruh masyarakat dan panitia MTQ, yang telah memberikan sarana dan prasarana, serta sumbangsih pemikiran, tenaga, dana serta do’a untuk penyelenggaraan MTQ Ke-44 ini. Demikian pula halnya kepada seluruh Kecamatan yang telah berperan aktif mengikutsertakan warga masyarakatnya dalam MTQ Ke-44, dan kegiatan-kegiatan lainnya berkenaan dengan pelaksanaan MTQ ini.

Pada kesempatan itu Bupati mengucapkan selamat dan sukses kepada peserta yang telah meraih prestasi terbaik pada masing-masing cabang MTQ Ke-44, yang selanjutnya akan menjadi bagian utuh Kafilah Kabupaten Indragiri Hilir dalam mengikuti Pelaksanaan MTQ ke-33 tingkat Provinsi Riau, yang Insya Allah akan diadakan di Kabupaten Indragiri Hilir.

”Selamat untuk Kecamatan Pelangiran yang kembali berhasil meraih predikat Juara Umum,” Tutup Bupati. (adv pemkab inhil)




Jurnalis Diminta Berikan Saran dan Kritikan Kebijakan Pemerintah

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan mengajak kalangan jurnalis untuk turut memberikan peran aktif dalam rangka membangun kabupaten Inhil. Saran dan kritikan juga dimintakan untuk dijadikan bahan evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah.
Permintaan ini disampaikan Bupati Inhil dalam kata sambutannya saat menghadiri kegiatan sunatan massal tajaan PWI Kabupaten Inhil, rabu (25/6/2014)

Saya berharap kalangan jurnalis dapat memberikan kritikan dan saran terhadap berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah. Hal ini pastinya akan menjadi bahan evaluasi terhadap suatu kebijakan dan program yang telah dicanangkan pemerintah,” Pinta Bupati.

Disamping saran dan kritikan, Bupati juga memintakan agar jurnalis memberikan solusi untuk melakukan perbaikan atas suatu kebijakan yang dinilai kurang atau belum tepat. (dro)




Lima Tokoh Terima PWI Inhil Awards 2014

Bupati Inhil Apresiasi Kegiatan Sunatan Massal PWI Inhil
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Inhil menganugerahkan PWI Inhil Award 2014 kepada lima tokoh masyarakat di Inhil.

Pemberian anugerah ini sempena kegiatan Sunatan Massal dalam rangka HUT PWI ke-68, HPN Tahun 2014, Milad Inhil ke-49 dan menyambut bulan suci Ramadhan 1435 H, Rabu (25/6) bertempat di Kantor PWI Inhil di Jalan Telaga Biru Kecamatan Tembilahan Hulu.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Inhil, HM Wardan didampingi isteri Hj Zulaikhah, Kadisdik Inhil, Helmi D, Kadishubkominfo Inhil, Thantawi Jauhari dan para pejabat Pemkab Inhil lainnya serta kalangan tokoh masyarakat setempat.

Adapun mereka yang mendapatkan anugerah ini, yakni Drs H Darussalam dan Dani M Nursalam, S.Pi (tokoh eksekutif dan legislatif yang memiliki hubungan baik dan komunikatif dengan pers), H Syamsuddin Uti (tokoh pengusaha peduli pembangunan daerah), Muhammad Khalid (tokoh pejuang Lingkungan Hidup) dan Muhammad Fadli, S.Pd.SD (tokoh pendorong Keterbukaan Informasi Publik di Inhil).

Ketua PWI Inhil, Muhammad Yusuf menyampaikan, penganugerahan ini merupakan bagian upaya PWI, khususnya Kabupaten Inhil untuk memberikan ruang bagi para tokoh masyarakat dan segenap elemen Inhil berbuat yang terbaik bagi publik.

“Kami sangat mendukung dan mendorong terjalinnya sinergi yang baik antara PWI dengan segenap elemen, baik eksekuti, legislatif, dan masyarakat, peduli pembangunan daerah, pejuang lingkungan hidup dan pendorong Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Maka, mereka yang layak dan memenuhi kategori tersebut dianugerahi PWI Inhil Award 2014,” sebut Yusuf.

Sedangkan Bupati Inhil, HM Wardan memberikan apresiasi atas kegiatan Sunatan Massal yang ditaja PWI Inhil ini.”Saya atas nama pribadi dan Pemkab Inhil memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan ini,” sampainya.

Terkait penganugerahan PWI Inhil Award 2014 kepada para tokoh masyarakat Inhil ini, sebut merupakan hasil karya dan kreatifitas yang dilakukan penerimanya selama ini, sehingga dipandang layak menerimanya. “Ini menjadi motivasi, khususnya bagi penerimanya untuk lebih meningkatkan karya dan kreatifitasnya,” imbuhnya.

Penyerahan anugerah PWI Inhil Award 2014 ini dilakukan Bupati Inhil, HM Wardan dan Ketua PWI Inhil, Muhammad Yusuf. Sebelumnya bupati dan rombongan sempat meninjau pelaksanaan Sunatan Massal di dalam ruangan Kantor PWI Inhil.

Untuk diketahui, pada hari ini sebanyak 30 anak mengikuti kegiatan Sunatan Massal hasil kerjasama dengan RSUD Puri Husada Tembilahan.(rls)




Bupati hadiri Dzikir dan Istighotsah dalam rangka Milad ke – 49 Kab. Inhil

Bupati saat menyampaikan sambutan. Foto, Way/humas pemkab Inhil
Bupati saat menyampaikan sambutan. Foto, Way/humas pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan didampingi Istri, Hj Zulaikah menghadiri kegiatan Dzikir dan Istighotsah dalam rangka Milad ke – 49 Kab. Inhil. Kegiatan religi yang dilaksanakan di lapangan upacara jalan Gadjah Mada Tembilahan ini juga turut dihadiri oleh Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo beserta Istri, Hj Siti Bungatang, Unsur Muspida beserta istri, pejabat dilingkungan Pemkab Inhil serta ribuan masyarakat Inhil serta undangan lainnya. Rabu (25/6/2014)

Kegiatan Dzikir dan Istighosah tahun 2014 sekaligus disejalankan dalam rangka menyambut tibanya bulan suci ramadhan ini menghadirkan penceramah Buya Cep Fakhrurrazi, Da’i Muda Damai Indonesiaku Jakarta.

Dalam amarannya Bupati Inhil berharap kegiatan ini akan dapat menjadi media dan wahana yang efektif serta bermanfa’at dalam menebarkan pesan, syi’ar agama dan memperkokoh ummat Islam dalam upaya mempertahankan Inhil sebagai daerah yang agamis dan harmonis.

“ istiqosah merupakan kegiatan yang dilaksanakan dengan harapan dapat mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu wata’ala, serta memohon keberkahan atas negeri yang kita cintai ini supaya kedepan makin berjaya bermarwah dan bermartabat,” kata Bupati.

IMG_0286Dalam kesempatan itu bupati juga mengajak kepada masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir agar senantiasa menjalankan apa yang diperintahkan dalam agama dan menjauhi segala laranganNya, apalagi untuk mengembalikan citra Kabupaten Indragiri Hilir sebagai kota ibadah diperlukan masyarakat yang agamis dan mengamalkan sendi-sendi keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“ jika kita berima dan bertaqwa kepada Allah, maka keberkahan akan meliputi Indragiri Hilir sebagaimana janjinya, oleh karena itu saya selalu menekankan kepada masyarakat agar dapat mengamalkan apa yang diperintah dalam Al- Qur’an salah satu kegiatan yang mengupayakan membumikan Al- Qur’an adalah program maghrib mengaji yang saat ini masih perlu dievaluasi lagi dalam pelaksanaannya,” tendasnya.(adv pemkab Inhil)




Mencukur Bulu Alis, Bolehkah?

indexdetikriau.org – Dalam beberapa adat pernikahan yang ada di Indonesia, kita mungkin pernah atau bahkan sering menjumpai pengantin wanita mencukur habis alisnya karena harus menyesuaikan dengan riasan pengantin di wajahnya.

Tidak hanya itu, mencukur alis sampai habis pun sering kali dilakukan oleh banyak wanita yang bekerja di luar rumah untuk mempercantik diri, dengan alasan penampilan adalah penunjang keberhasilan karir mereka.

Padahal, sesungguhnya perbuatan mencukur alis ini adalah salah satu perbuatan yang dilarang dan diharamkan dalam syariat Islam.

Nabi Muhammad SAW melaknat wanita yang menghilangkan bulu alis dan yang meminta dihilangkan bulu alisnya.” (HR Abu Dawud, dan terdapat hadits pendukung yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim).

Menghilangkan bulu alis maksudnya adalah mencabut bulu alis atau mencukur bulu alis atau mengerik bulu alis, dan bisa saja dilakukan sendiri baik itu sebagian maupun seluruhnya, dengan alat ataupun dengan tanpa alat.

Dalam laman Fiqihwanita.com disebutkan, perbuatan menghilangkan bulu alis ini termasuk perbuatan merubah ciptaan Allah. Karena itu, hendaknya setiap wanita menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Namun, bila seorang wanita menemukan rambut atau bulu yang seharusnya tidak tumbuh pada wajah seorang wanita, seperti kumis dan jenggot, maka ia boleh menghilangkannya karena kumis dan jenggot tadi dapat memberikan mudharat dan memperburuk rupanya.

Kodrat seorang wanita adalah ingin selalu tampil cantik, namun tampil cantiknya seorang wanita haruslah dalam koridor syariat. Dimana kecantikan seorang wanita adalah hak suaminya, dan hanya boleh dilihat oleh orang-orang yang menjadi mahramnya.

Dan seorang wanita mukminah adalah wanita yang selalu menjaga kehormatan dirinya dan menjaga hak-hak suaminya.(dro/rol)




Jelang Ramadan, Masyarakat Pinta Pemda Tertibkan Tempat Berbau Maksiat

imagesTembilahan (detikriau.org) – Masyarakat kota Tembilahan mendesak agar pemerintah Kabupaten Inhil untuk segera menutup atau membatasi tempat-tempat berbau maksiat menjelang tibanya bulan suci ramadan. Hal itu dirasakan sangat penting untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.

“Kita minta pemerintah daerah untuk serius menyikapi permintaan ini. Apalagi tibanya bulan Ramadan hanya tinggal hitungan hari,” ujar Amrullah, warga Kecamatan Tembilahan hulu kepada detikriau.org. selasa (24/6/2014)

Senada dengan Amrullah, ibu rumah tangga jalan batang tuaka Tembilahan, Risma juga menyampaikan permintaan senada. Menurutnya, diluar bulan Ramadan saja praktik maksiat dirasakan sudah menggangu ketentraman masyarakat. Dibulan suci bagi umat islam ini, ia berharap agar praktik itu benar-benar dapat dikawal dengan ketat untuk menjaga ketentraman masyarakat.

“Setiap tahun masyarakat selalu menyampaikan permintaan ini. Dimasa kepemimpinan pak Wardan yang dikenal agamis, kami berharap harusnya dapat lebih ditertibkan,” Pinta Risma.

Ditambahkan Risma, ia merasa tidak perlu menunjuk satu persatu apa saja praktik maksiat yang dimaksudkan. Setiap warga Inhil apalagi warga Tembilahan pastinya sudah mengetahui dengan jelas termasuk dimana praktik-praktik maksiat itu kerap terjadi.

“Tinggal mau atau tidak. Kita harap permintaan ini dapat segera ditindaklanjuti,” Tandasnya.

Selain itu, Udin, warga Tembilahan lainnya juga menyampaikan permintaan agar pemerintah menertibkan pengusaha rumah makan disaat siang hari dibulan Ramadan. “Yang terpenting harus ada ketegasan. Jika dilarang, ya harus ditutup. Jangan setengah hati sebagaimana yang terjadi dibulan-bulan ramadan sebelum tahun  ini,” Harapnya. (dro)