Ringankan Beban Masyarakat, Pemkab Diminta Gelar Operasi Pasar

Tembilahan (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir diminta untuk segera mengadakan operasi pasar. Hal ini dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat khususnya selama bulan ramadan dan menjelang hari Raya Idul Fitri.

Permintaan ini disampaikan anggota DPRD Inhil, Herwanissitas Senen, (30/6).” Menurutnya, operasi pasar sudah merupakan kegiatan tahunan. Selama ramadan dan menjelang tibanya hari raya idul fitri, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat dan sudah lajim diiringi dengan kenaikan harga. “Saya rasa ini waktu yang tepat untuk melaksanakan operasi pasar,” Nilai Herwanissitas.

Kegiatan ini menurut Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Inhil ini dilaksanakan oleh Bagian Ekonomi Setdakab Inhil bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Ia berharap kedua satker ini segera melaksanakan tugas yang sudah diamanahkan kepadanya dalam rangka membantu masyarakat.

”paling tidak dengan operasi pasar akan dapat membantu masyarakat mendapatkan beberapa kebutuhan pokok mereka dengan harga yang relative terjangkau.”Pungkasnya.

Pantauan lapangan, memasuki bulan Ramadan, beberapa kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan. Kebutuhan seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam termasuk beberapa jenis sayur mayur mengalami peningkatan harga yang cukup tinggi. Kenaikan harga seperti ini tentunya akan semakin membebani masyarakat khususnya bagi yang berada dalam taraf ekonomi menengah kebawah. Perhatian pemerintah untuk segera mengambil kebijakan tentunya menjadi sesuatu yang sangat diharapkan agar umat muslim dapat menjelankan ibadah puasa Ramadan dengan lebih khusyuk. (dro)




Malam Ke dua, Bupati Inhil Taraweh di Masjid YAMP

oto: way/humas pemkab inhil
oto: way/humas pemkab inhil

Tembilahan (detikriau.org) –Bupati inhil, HM Wardan melaksanakan sholat taraweh sekaligus menjadi imam dan penceramah di masjid yayasa amal bhakti muslim pancasila (YAMP) dilingkungan komplek gedung perkantoran Bupati Inhil. Turut hadir Sekda, H ALimuddin RM, para Asisten beserta beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), ahad (29/6/2014)

Dalam tausiyahnya, Bupati Mengajak kepada kaum muslimin dan muslimat untuk dapat memanfaatkan sepuluh hari pertama ramadan yang dikenal sebagai hari pemberian rahmat dengan cara memperbanyak amal ibadah kepada Allah Swt. seperti mekakukan sholat malam berjama’ah serta memperbanyak imfak dan sedekah.

Bupati juga menghimbau kepada kaum muslimin dan muslimat untuk terus meramaikan masjid dan mushola sampai akhir Ramadan. ” kepada para mubalig dan mubalighah saya berharap agar dapat terus meningkatkan siraman rohani yang menunjukkan dalam berdakwah yang menyangkut ahlak maupun sosial lainya.” Pesan Bupati.(adv pemkab Inhil)




Survei LSN: Capres Militer Lebih Diminati Masyarakat

Sebanyak 64,5 persen menginginkan kombinasi pemimpin militer dan sipil

Prabowo - Jokowidetikriau.org – Sebuah survei menunjukkan bahwa calon presiden berlatar belakang TNI masih lebih diminati ketimbang dari warga sipil. Jajak pendapat ini dilakukan oleh Lembaga Survei Nasional (LSN) berdasarkan hasil survei pada tiga putaran debat kandidat.

“Publik lebih membutuhkan Capres yang diasosiasikan tegas daripada capres yang dipersepsikan merakyat dan sederhana,” kata Direktur Eksekutif LSN, Umar S Bakry di Jakarta, minggu 29 Juni 2014.

Hasil survei menunjukkan sebesar 64,5 persen menginginkan kombinasi capres dan cawapres TNI dan sipil. Sementara yang menginginkan capres-cawapres sipil-sipil hanya 30,5 persen dan lima persen mengaku tidak tahu.

Ditanya apakah setuju dengan capres berlatar belakang TNI, sebanyak 80 persen mengaku setuju. “Jadi hanya 15,2 persen saja yang menyatakan tidak setuju, dan sisanya menyatakan tidak tahu,” katanya.

Survei ini dilaksanakan pada 23-26 Juni di 34 Provinsi dengan 1070 responden menggunakan tekhnik rambang berjenjang (Multistage random sampling), tingkat kesalahan (Margin Of Error) sebesar 3,0 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

 

© VIVA.co.id




Memasuki Ramadan, Omset Pedagang Busana Muslim Mulai Meningkat

Tembilahan (detikriau.org) — Datangnya bulan suci Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi sejumlah pedagang busana muslim di pusat kota Tembilahan. Melonjaknya pembeli busana muslim selama bulan puasa membuat jumlah omzet pedagang setiap harinya cenderung semakin mengalami kenaikan sejalan dengan semakin mendekatnya perayaan Idul Fitri.

Busana muslim yang ditawarkan di Pasar Tembilahan sangat bervariasi, mulai dari baju koko, mukena, kopiah, sajadah, baju gamis dan lain-lain.

“Biasanya peningkatan pembeli akan semakin meningkat seiring dengan mendekatnya perayaan Idul Fitri nanti,” ujar Andri, salah satu pemilik toko dipasar Tembilahan.

Untuk harga busana muslim sangat bervariasi, tergantung kualitasnya. Untuk baju koko dengan kualitas sedang, ditawarkan Rp 100.000, sedangkan untuk kualitas terbaik mencapai harga Rp 400.000 an.

Adapun mukena dijual mulai harga Rp 150.000 hingga Rp 175.000. Baju gamis pendek dibanderol mulai Rp 80.000 an dan untuk baju gamis panjang mulai Rp 150.000 an.

“Pembeli sudah ada yang mulai beli grosiran. Biasanya untuk didagangkan lagi di Daerah. tapi banyak juga yang eceran.,” tambah dia.

Untuk mengantisipasi tingginya permintaan busana muslim di bulan Ramadhan, Andri mengaku telah menyediakan stok busana muslim sejak sebelum memasuki bulan ramadan.(dro)




Bupati Inhil Ikuti Tarawih Pertama di Masjid Al Huda

Foto: Syahrul badrin, Humas Pemkab Inhil
Foto: Syahrul badrin, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil melaksanakan tarawih pertama bulan Ramadan di Masjid Agung Al Huda Tembilahan. Kegiatan ini juga diikuti oleh Sekda, H Alimuddin RM, Unsur Muspida, staff ahli Bupati dan beberapa pejabat esselon termasuk anggota DPRD Inhil, ketua MUI beserta masyarakat kota Tembilahan

Dalam sambuannya, dalam rangka mensyiarkan bulan suci Ramadan Bupati mengajak kepada semua masyarakat inhil untuk bersama-sama meramaikan masjid dan surau. Bupati berharap sejak malam pertama hingga berakhirnya Ramadan jamaah tetap meramaikan rumah-rumah ibadah.

“Jadikan bulan Ramadan sebagai ladang untuk berbuat amal sholeh. Terus tingkatkan amal ibadah agar mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat,”Pesan Bupati

Diakhir pidatonya Bupati juga mengingatkan warganya untuk selalu berhati-hati terutama dalam mengantisipasi penyebab timbulnya bahaya kebakaran yang sudah cukup banyak menimbulkan kerugian masyarakat inhil. (rul/adv pemkab inhil)




9 Makna Penting Ramadan

Oleh: Muhbib Abdul Wahab

indexdetikriau.org – Kata “Ramadhan” merupakan bentuk mashdar (infinitive) yang terambil dari kata ramidhayarmadhu yang pada mulanya berarti membakar, menyengat karena terik, atau sangat panas. Dinamakan demikian karena saat ditetapkan sebagai bulan wajib berpuasa, udara atau cuaca di Jazirah Arab sangat panas sehingga bisa membakar sesuatu yang kering.

Selain itu, Ramadhan juga berarti ‘mengasah’ karena masyarakat Jahiliyah pada bulan itu mengasah alat-alat perang (pedang, golok, dan sebagainya) untuk menghadapi perang pada bulan berikutnya. Dengan demikian, Ramadhan dapat dimaknai sebagai bulan untuk ‘mengasah’ jiwa, ‘mengasah’ ketajaman pikiran dan kejernihan hati, sehingga dapat ‘membakar’ sifat-sifat tercela dan ‘lemak-lemak dosa’ yang ada dalam diri kita.

Ramadhan yang setiap tahun kita jalani sangatlah penting dimaknai dari perspektif nama-nama lain yang dinisbatkan kepadanya. Para ulama melabelkan sejumlah nama pada Ramadhan.

Pertama, Syahr al-Qur’an (bulan Alquran), karena pada bulan inilah Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kitab-kitab suci yang lain: Zabur, Taurat, dan Injil, juga diturunkan pada bulan yang sama.

Kedua, Syahr al-Shiyam (bulan pua sa wajib), karena hanya Ramadhan me ru pakan bulan di mana Muslim diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Dan hanya Ramadhan, satu-satunya, nama bulan yang disebut dalam Alquran. (QS al-Baqarah [2]: 185).

Ketiga, Syahr al-Tilawah (bulan membaca Alquran), karena pada bulan ini Jibril AS menemui Nabi SAW untuk melakukan tadarus Alquran bersama Nabi dari awal hingga akhir. Keempat, Syahr al-Rahmah (bulan penuh limpah an rahmat dari Allah SWT), karena Allah menurunkan aneka rahmat yang tidak dijumpai di luar Ramadhan. Pintu-pintu kebaikan yang mengantarkan kepada surga dibuka lebar-lebar.

Kelima, Syahr al-Najat (bulan pembebasan dari siksa neraka). Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa dan pembebesan diri dari siksa api neraka bagi yang berpuasa karena iman dan semata-mata mengharap ridha-Nya. Ke enam, Syahr al-’Id(bulan yang berujung/ berakhir dengan hari raya). Ramadhan disambut dengan kegembiraan dan diakhiri dengan perayaan Idul Fitri yang penuh kebahagiaan juga, termasuk para fakir miskin

Ketujuh, Syahr al-Judd (bulan kedermawanan), karena bulan ini umat Islam dianjurkan banyak bersedekah, terutama untuk meringankan beban fakir dan miskin. Nabi SAW memberi keteladanan terbaik sebagai orang yang paling dermawan pada bulan suci.

Kedelapan, Syahr al-Shabr (bulan kesabaran), karena puasa melatih seseorang untuk bersikap dan berperilaku sabar, berjiwa besar, dan tahan ujian.

Kesembilan, Syahr Allah (bulan Al lah), karena di dalamnya Allah melipatgandakan pahala bagi orang berpuasa.

Jadi, Ramadhan adalah bulan yang sangat sarat makna yang kesemuanya bermuara kepada kemenangan, yaitu: kemenangan Muslim yang berpuasa dalam melawan hawa nafsu, egositas, keserakahan, dan ketidakjujuran. Sebagai bulan jihad, Ramadhan harus dimaknai dengan menunjukkan prestasi kinerja dan kesalehan individual serta sosial.(dro/republika)