Bupati Sidak dan Silaturrahmi ke Dinas PU

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan silaturrahmi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Inhil, Selasa (1/7/2014) kemaren.

Sidak yang dilakukan pada hari ketiga di Bulan Ramadhan 1435 H ini, turut didampingi oleh Sekda, H Alimuddin RM dan para Asisten Setdakab Inhil.

Pada kesempatan itu, Bupati mengatakan, sidak sekaligus silaturrahmi ini dutujukan dalam rangka mengevaluasi program dan kinerja SKPD. Dalam kesempatan itu Bupati mengumpulkan para pegawai, mulai dari Kepala Dinas hingga Kepala Bidang dan pelaksana kegiatan untuk diminta menyampaikan proggres, kendala dan permasalahan yang dihadapi di lapangan.

“Saya memberikan target agar program yang sudah tersusun pada tahun anggaran 2014 ini dapat terlaksana dengan baik. Jadi, mereka harus membuat time scedule yang benar untuk mengejar proggres kegiatannya,” tutur Bupati, Wardan.

Kepala Dinas PU Kabupaten Inhil, H Fauzar mengakui, hingga minggu pertama triwulan ketiga tahun 2014 ini, progress kegiatan di DPU masih relatif kecil. Hal ini dimaklumi, karena kegiatan di DPU cukup banyak.

“Insya Allah, dalam satu bulan ke depan, kita sudah mulai bisa bekerja dan mudah-mudahan tidak ada halangan. Sehingga, semua pekerjaan dapat kita realisasikan dalam tahun anggaran 2014 ini, sesuai dengan keinginan kita bersama,” Sampaikan mantan Asisten III Setdakab Inhil ini.(adv pemkab inhil)




Bagaimana dengan ramdhan kita meraih derajat taqwa

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

ramadhan-1(detikriau.org) – Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ [البقرة/183]
“Wahai kaum Mukmin, kalian diwajibkan shoum, berpuasa sebagaimana yang diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertaqwa, sanggup menahan hawa nafsu.” (QS Al-Baqarah: 183).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan, Allah berfirman yang ditujukan kepada orang-orang yang beriman dari umat ini, seraya menyuruh mereka agar berpuasa. Yaitu menahan dari makan, minum dan bersenggama dengan niat ikhlas karena Allah Ta’ala. Karena di dalamnya terdapat penyucian dan pembersihan jiwa. Juga menjernihkannya dari pikiran-pikiran yang buruk dan akhlak yang rendah.

Allah menyebutkan, di samping mewajibkan atas umat ini, hal yang sama juga telah diwajibkan atas orang-orang terdahulu sebelum mereka. Dari sanalah mereka mendapat teladan. Maka hendaknya mereka berusaha menjalankan kewajiban ini secara lebih sempurna dibanding dengan apa yang telah mereka kerjakan.(Tafsir Ibnu Katsir 1/313).
Imam As-sa’di dalam tafsirnya menjelaskan, lafal { لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ } agar kamu bertaqwa, karena puasa itu merupakan satu penyebab terbesar untuk taqwa. Karena shiyam itu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Di antara cakupan taqwa adalah bahwa shiyam itu meninggalkan apa-apa yang diharamkan Allah berupa makan, minum, jima’ (bersetubuh) dan semacamnya yang nafsu manusia cenderung kepadanya. Itu semua untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan meninggalkan hal-hal (yang biasanya dibolehkan itu) adalah dengan mengharap pahala-Nya. Itulah di antara amalan taqwa.

Dan di antaranya bahwa orang yang shiyam itu melatih diri untuk menyadari pengawasan Allah Ta’ala, maka ia meninggalkan apa yang dicenderungi nafsunya pada masa dirinya mampu melakukannya (melanggarnya), (namun hal itu tidak dilakukannya) karena kesadarannya terhadap pengawasan Allah atasnya. Dan di antaranya, bahwa shiyam itu mempersempit laju peredaran syetan, karena syetan beredar pada anak Adam (manusia) dalam aliran darah, maka dengan shiyam itu melemahkan operasinya dan mengurangi kemaksiatan. Diantaranya pula bahwa orang yang shiyam pada umumnya banyak taatnya, sedang taat itu adalah bagian dari taqwa. Dan diantaranya bahwa orang kaya apabila dia merasakan perihnya lapar maka mendorong dirinya untuk menolong orang-orang fakir lagi papa, dan ini termasuk bagian dari taqwa. (Tafsir as-Sa’di, juz 1 halaman 86).

Ketika seseorang meningkat kesadarannya dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya, dan meningkat kesadarannya bahwa dirinya senantiasa dalam pengawasan Allah, maka saat itulah dia dalam kondisi mendekat pada Allah. Lantas disertai pula kesadaran untuk menolong orang-orang yang kesulitan hidupnya, maka berarti meninggikan tingkat kasih sayangnya kepada makhluk. Yang hal itu akan menjadikan dia disayangi oleh Allah. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أَهْلَ الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ »
Orang-orang yang menyayangi (penduduk bumi) maka mereka disayangi Ar-Rahman (Allah). Sayangilah penduduk bumi maka kalian akan disayangi Yang di langit. (HR Abu daud dan At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani).

Ketika seorang hamba menjalankan shiyam Ramadhan dengan penuh ketaatan kepada Allah, menyadari pengawasan Allah, dan menyadari perihnya penderitaan manusia miskin lagi sengsara hingga menyayanginya dengan menolongnya, maka di situlah puncak ketaatan manusia sebagai hamba Allah. Yakni taat kepada Rabbnya, dan kasih sayang pada manusia lemah.

Lafal { لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ } agar kamu bertaqwa, insya Allah dapat diraih oleh hamba Allah yang seperti itu.

Untuk meraih derajat taqwa seperti itu, tentunya perlu menghindari hal-hal yang menghalanginya. Baik itu yang bersifat godaan hawa nafsu, godaan syetan, maupun hilangnya kasih sayang terhadap manusia. Dan yang paling menonjol perusakannya terhadap ibadah puasa adalah hal yang sekaligus merusak hubungan kedua-duanya, yakni merusak hubungan terhadap manusia dan sekaligus merusak hubungan kepada Allah Ta’ala. Di antaranya adalah berkata dusta dan pratek dusta. Sehingga shiyam Ramadhan yang nilainya sangat tinggi itu langsung rusak gara-gara dusta.
Nabi bersabda:
(( مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِيْ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ )) رواه البخاري.
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh dengan puasanya.” (HR. Al Bukhari).

Mari kita sadari, bagaimana Allah akan menerima shiyam orang yang berkata dan berbuat dusta alias bohong. Shiyam adalah mendekatkan diri dengan taat, sampai mau untuk meninggalkan hal-hal yang aslinya boleh dilakukan ketika tidak berpuasa, seperti makan, minum, dan jima’. Ketaatan meninggalkan hal yang aslinya bukan haram, ketika ada perintah wajib ditinggalkan, maka ditinggalkan. Ini mestinya diikuti dengan sikap, bahwa yang mubah (boleh) saja harus ditinggalkan, apalagi yang haram, maka lebih harus ditinggalkan. Namun ketika yang haram tetap dilakukan padahal sudah payah-payah meninggalkan yang mubah, itu sikap yang tidak tahu diri. Merusak pekerjaan diri sendiri.

Kenapa?
Karena yang mubah saja harus ditinggalkan. Mestinya yang haram lebih ditinggalkan. Lha kok malah dikerjakan, itu namanya tidak tahu diri. Maka tepat sekali ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh dengan puasanya.” (HR. Al Bukhari).
Satu hadits yang singkat, “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh dengan puasanya.” (HR. Al Bukhari) itu mengandung makna yang sangat luas. Coba kita bayangkan. Ketika kita shiyam Ramadhan, namun makan dan minum kita, bahkan pakaian yang kita pakai untuk berpuasa maupun untuk shalat; bila hal itu dihasilkan dari perkataan dan perbuatan dusta, maka jelas tidak akan diterima oleh Allah Ta’ala. Bahkan do’a kita pun tidak dikabulkan-Nya.
Di hari-hari biasa selain Ramadhan pun, masalah makanan dan minuman haram itu sangat harus dijauhi. Baik haram karena dzat barangnya, maupun haram karena cara menadapatkannya ataupun mengolahnya (memprosesnya).

Ummat Islam wajib berhati-hati terhadap makanan, minuman, dan apa saja yang diharamkan. Lebih-lebih mengenai makanan dan minuman haram. Karena dampaknya sangat fatal, di antaranya ketika di dunia, do’a dari orang yang makan dan minumnya serta pakaiannya haram maka tidak diterima oleh Allah Ta’ala. Sedang di akherat, daging yang tumbuh dari yang haram itu nerakalah yang lebih berhak atasnya.

Dalam hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
(كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ). (رواه أحمد والترمذي والدارمي)
Setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih utama dengannya.(HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ad-Darimi).
وعن أبي هريرة – رضي الله عنه – قال : قال رسولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – : (( أيُّهَا النَّاسُ ، إنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إلاَّ طَيِّباً ، وإنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِينَ . فقالَ تعالى :{ يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً } [ المؤمنون : 51 ] ، وقال تعالى : { يَا أيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ } [ البقرة : 172 ] . ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أشْعثَ أغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إلَى السَّمَاءِ : يَا رَبِّ يَا رَبِّ ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، ومَلبسُهُ حرامٌ ، وَغُذِّيَ بالْحَرَامِ ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ؟ رواه مسلم .
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shalllahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: Wahai manusia, sesungguhnya Allah Maha Baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan apa yang diperintahkan oleh para rasul. Maka Allah Ta’ala berfirman:
{ يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً } [ المؤمنون : 51 ]
Hai para rasul, makanlah kalian dari karunia Allah yang halal lagi baik. Lakukanlah amal shaleh untuk mensyukuri karunia-Ku kepada kalian (QS Al-Mukminun: 51). Dan Allah ta’ala berfirman:
{ يَا أيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ } [ البقرة : 172 ]
Wahai kaum Mukmin, makanlah sebagian dari karunia Allah yang halal yang Kami berikan kepada kalian. (QS Al-Baqarah: 172).

Lalu Rasulullah menuturkan tentang seorang lelaki yang pergi mengembara hingga rambutnya kusut berdebu, lalu dia mengangkat tangan ke arah langit sambil berdo’a: Ya Rabbi, ya Rabbi, berilah aku sesuatu, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, dan pakaiannya haram, dan dimakani dengan yang haram pula. Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan karena demikian. (HR Muslim).

Diriwayatkan bahwa pada suatu malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sulit tidur. Kemudian isteri beliau bertanya, “apa yang membuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak bisa tidur?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
« إِنِّى وَجَدْتُ تَحْتَ جَنْبِى تَمْرَةً فَأَكَلْتُهَا وَكَانَ عِنْدَنَا تَمُرٌ مِنْ تَمْرِ الصَّدَقَةِ فَخَشِيتُ أَنْ تَكُونَ مِنْهُ »
“Sesungguhnya saya menemukan di bawah bahu saya sebutir kurma, maka saya makan, sedangkan di sisi kami ada kurma-kurma dari kurma sedekah (zakat), maka saya takut jika kurma tersebut adalah kurma dari sedekah.” (HR Ahmad dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma).
عن عائشة رضي الله عنها ، قالت : كَانَ لأبي بَكر الصديق – رضي الله عنه – غُلاَمٌ يُخْرِجُ لَهُ الخَرَاجَ ، وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ يَأكُلُ مِنْ خَرَاجِهِ ، فَجَاءَ يَوْماً بِشَيءٍ ، فَأكَلَ مِنْهُ أَبُو بَكْرٍ ، فَقَالَ لَهُ الغُلامُ : تَدْرِي مَا هَذَا ؟ فَقَالَ أَبُو بكر : وَمَا هُوَ ؟ قَالَ : كُنْتُ تَكَهَّنْتُ لإنْسَانٍ في الجَاهِلِيَّةِ وَمَا أُحْسِنُ الكَهَانَةَ ، إِلاَّ أنّي خَدَعْتُهُ ، فَلَقِيَنِي ، فَأعْطَانِي لِذلِكَ ، هَذَا الَّذِي أكَلْتَ مِنْهُ ، فَأدْخَلَ أَبُو بَكْرٍ يَدَهُ فَقَاءَ كُلَّ شَيْءٍ فِي بَطْنِهِ . رواه البخاري .
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Abu Bakar mempunyai budak sahaya yang mengeluarkan kharaj (sesuatu yang diwajibkan tuan atas budaknya untuk dibayar/ ditunaikan tiap hari) untuknya, dan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu memakan dari kharajnya itu. Tiba-tiba budak itu pada suatu hari membawa makanan, maka dimakan oleh Abu Bakar, kemudian budak itu bertanya: “Tahukah kau, apa ini?” Abu Bakar berkata:”Apa dia?” Budak itu berkata: “Pada masa jahiliyah dulu saya pernah berlagak jadi dukun, padahal saya tidak mengerti perdukunan, hanya semata-mata mau menipu. Maka kini dia bertemu padaku mendadak memberi padaku makanan yang kau makan itu.” Maka segera Abu Bakar memasukkan jarinya dalam mulut, sehingga memuntahkan semua isi perutnya. (Shahih Al-Bukhari nomor 3842, dan di Kitab Riyadhus Shalihin bab Wara’ dan meninggalkan syubhat).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohi, bukan di bulan Ramadhan saja sebegitu hati-hatinya terhadap makanan. Hingga hanya karena khawatir yang dimakan itu satu butir kurma yang dikhawatirkan termasuk kurma sedekah (karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak dibolehkan menerima sedekah) maka beliau jadi sulit tidur karena menggelisahinya.

Contoh lainnya, Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu sampai memuntahkan isi perutnya semua karena ada makanan yang terlanjur masuk dikatakan budaknya sebagai hasil praktek perdukunan sang budak.

Itu semua tidak diriwayatkan berkaitan dengan Ramadhan, artinya di hari-hari biasa. Itupun makanan yang dikhawatirkan tidak halal, sangat dijauhi. Karena memang ancamannya, di samping ibadah dan do’a akan tertolak, masih pula diancam neraka. Maka bagaimana pula bila berpuasa Ramadhan, mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan bekal makanan dan minuman yang haram? Baik dzatnya maupun cara memperolehnya ataupun memprosesnya?

Semoga kita dihindarkan dari aneka cara tipu daya yang hanya akan merugikan kita sendiri.

Apabila kita dapat lulus dari aneka keharaman, dusta, tipuan, tingkah palsu dan semacamnya, dan beribadah ikhlas untuk Allah, maka insya Allah amaliyah Ramadhan akan mendapatkan berkah. Karena sebenarnya Ramadhan adalah bulan yang diberkahi, yakni banyak kebaikannya.
كَانَ رَسُوْلُ الله – صلى الله عليه وسلم – يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ يَقُوْلُ: (( قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، كَتَبَ الله عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، فِيْهِ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوِابُ الجَحِيْمِ، وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ، فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ )) رواه أحمد والنسائي. تحقيق الألباني ( صحيح ) انظر حديث رقم : 55 في صحيح الجامع .
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para syetan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa.”( H.R. Ahmad dan An Nasa’I, shahih menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ nomor 55).

Ramadhan, bulan yang mulia, bulan al-Qur’an, bulan shiyam, bulan bertahajjud dan qiyamullail, bulan kesabaran dan takwa, bulan yang terdapat di dalamnya suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan di mana syetan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka.

Bulan saat amal kebaikan dilipat gandakan dan penuh berkah dalam ketaatan, bulan pahala dan keutamaan yang agung. Maka seyogyanya setiap yang mengetahui sifat-sifat tamu ini untuk menyambutnya sebaik mungkin, mempersiapkan berbagai amal kebajikan agar memperoleh keberuntungan yang besar dan tidak berpisah dengan bulan itu, kecuali ia telah menyucikan ruh dan jiwanya. Allah Ta’ala berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا(9)
artinya, “Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu” (QS.asy-Syams: 9)
Kaum salaf, pendahulu Ummat ini telah memahami betapa tinggi nilai tamu tersebut (Ramadhan). Oleh karena itu, diriwayatkan, bahwa mereka berdo’a kepada Allah agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya, dan apabila mereka mengakhirinya, mereka menangis dan berdo’a kepada Allah agar amal mereka pada bulan-bulan yang lain diterima, demikian seperti dinukil Ibnu Rajab rahimahullah. (Nasyarah,”Kaifa nastaqbilu Ramadhan” (Abu Mush’ab Riyadh bin Abdur Rahman al-Haqiil).

Apabila kita mempersiapkan diri untuk ibadah kepada Allah Ta’ala di bulan yang diberkahi yakni Ramadhan dengan menghindari aneka hal yang haram dan membatalkan pahala, maka insya Allah derajat taqwa akan kita raih. Sedang Allah telah memberi pujian kepada orang yang taqwa:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ [الحجرات/13]
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al-Hujurat/ 49: 13).
Dan semoga kita terhindar dari ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوع
“Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan bagian apa-apa dari puasanya, kecuali lapar”. (HR. Ahmad dan terdapat dalam Shahih Al Jami’ No. 3490).
Ancaman itu benar-benar penting untuk kita perhatikan degan mencermati hal-hal yang diuraikan tersebut di atas.
Semoga tulisan singkat ni bermanfaat dan diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.
– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/07/01/bagaimana-dengan-ramadhan-kita-meraih-derajat-taqwa.html#sthash.fbiD4bUr.dpuf




Tarif Baru Listrik Mulai 1 Juli 2014

imagesdetikriau.org – Pemerintah memastikan tarif dasar listrik untuk enam golongan akan naik bertahap setiap 2 bulan, mulai senen (1/7/2014).

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman, mengatakan, hal ini sudah diatur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014.

“Enggak bisa mundur lagi, tinggal tunggu revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2014 yang akan keluar sebelum 1 Juli 2014,” kata Jarman kepada wartawan di kantornya, Kamis (26/6/2014).

Berikut tarif baru berdasarkan data Kementerian ESDM:

(1). Untuk golongan I-3, tarif semula Rp 864 per kWh akan naik menjadi Rp 964 per kWh. Pada 1 September 2014, tarif akan naik lagi menjadi Rp 1.075 per kWh, dan per 1 November 2014 kembali naik menjadi Rp 1.200/kWh.

(2). Untuk golongan R-2 dengan 3.500 VA hingga 5.500 VA, tarif semula Rp 1.145 per kWh akan naik menjadi Rp 1.210 per kWh. Per 1 September 2014 tarif ini akan naik lagi menjadi Rp 1.279/kWh, dan per 1 November 2014 kembali naik menjadi Rp 1.352/kWh.

(3). Untuk golongan R-1 dengan kapasitas 2.200 VA, tarif semula Rp 1.004 per kWh akan naik menjadi Rp 1.109/kWh. Lalu, per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp 1.224/kWh, dan per 1 November 2014 kembali naik menjadi Rp 1.353/kWh.

(4). Untuk golongan R-1 dengan kapasitas 1.300 VA, tarif semula Rp 997 per kWh akan naik menjadi Rp 1.090/kWh. Per 1 September 2014, tarif ini naik lagi menjadi Rp 1.214/kWh, dan kembali naik pada 1 November 2014 menjadi Rp 1.352/kWh.

(5). Untuk golongan P-3, dari Rp 864 per kWh naik menjadi Rp 1.104/kWh. Per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp 1.221/kWh, lalu per 1 November 2014 kembali naik menjadi Rp 1.352/kWh.

(6). Untuk golongan P-2 dengan kapasitas di atas 200 kVA, tarif semula Rp 1.062 per kWh naik menjadi Rp 1.081/kWh. Per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp 1.139 per kWh, lalu per 1 November 2014 kembali naik menjadi Rp 1.200 per kWh.

Khusus periode kenaikan tarif untuk industri golongan I-3 dan I-4 sudah dimulai pada 1 Mei 2014. Golongan I-3 adalah adalah industri dengan kapasitas daya listrik terpasang menengah dan non-perusahaan terbuka. Adapun golongan I-4 adalah pengguna listrik tegangan tinggi.

Periode lanjutan periodisasi kenaikan tarif untuk kedua golongan industri akan sama dengan lima kelompok lain yang baru dimulai pada 1 Juli 2014, yaitu 1 Juli-31 Agustus 2014, 1 September-31 Oktober 2014, dan 1 November 2014.
(dro/kompas.com)




HUT Bhayangkara Ke 68, 60 Perwira Diberi Angurah Kenaikan pangkat

Kapolres Inhil memberikan sucapan selamat kepada Kompol Sangkut Suryadinigrat, satu dari 60 personil Polres Inhil yang menerima anugrah kenaikan pangkat
Kapolres Inhil memberikan sucapan selamat kepada Kompol Sangkut Suryadinigrat, satu dari 60 personil Polres Inhil yang menerima anugrah kenaikan pangkat

Tembilahan (detikriau.org) – Sempena peringatan HUT Bhayangkara Ke 68, Polres Inhil melaksanakan upacara korp raport kenaikan pangkat personil periode 1 juli 2014. Upacara pemberian penghargaan ini diikuti oleh sebanyak 60 perwira. Selasa (1/7/2014) sore.

Dalam amarannya, Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi menyatakan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan dari Dinas yang diberikan kepada personel yang telah memenuhi kreteria, baik itu kreteria kelengkapan administrasi maupun kretaria kemampuan perorangan.

Kapolres (kanan) didampingi Wakapolres (kiri) memotong tumpeng syukuran peringatan HUT Bhayangkara ke 68. Foto: Syahrul Badrin
Kapolres (kanan) didampingi Wakapolres (kiri) memotong tumpeng syukuran peringatan HUT Bhayangkara ke 68. Foto: Syahrul Badrin

Selain pemenuhan kreteria tersebut, dalam proses kenaikan pngkat juga disertai dengan penilaian kenerja dengan sistem manajemen kinerja dengan yang mengacu pada peraturan kapolri no.16 thn 2011. Penilaian kinerja tersebut sangat berpengaruh terhadap penentuan kenaikan pangkat personel. Jika pejabat menilai disatuannya memberikan nilai dibawah kreteria maka yang bersangkutan dapat dipastikan tidak akan mendapatkan kenaikan pangkat.

“Saya sangat berharap hal tersebut tidak terjadi pada anggota saya, oleh karena itu jika ingin mendapatkan penghargaan dalam bentuk kenaikan pangkat maka bekerjalah sesuai dengan ketentuan.” Ingatkan kapolres

Dijelaskan Kapolres, jumlah personel polres inhil yang dinaikan pangkat periode 1 juli 2014 berjumlah sebanyak 60 personel. 2 pamen sebelumnya telah dilantik di Mapolda Riau yakni kabagren polres inhil, Kompol Sangkut Suryaningrat.S.Sos dan Kapolsek Kateman Kompol Asmar.

58 personel yang dilantik dimapolres inhil saat ini terdiri dari 44 personel yang dinaikan pangkat atas prestasi dan dedikasi yang tinggi serta memiliki kemampuan sehingga kepadanya diberikan kepercayaan untuk menduduki jabatan perwira dan atas kemampuan tersebut kepadanya diberikan kenaikan pangkat 2 periode lebih dulu dibandingkan teman seangkatannya.

“Saya berharap semua ini dapat dijadikan motivasi bagi seluruh personil untuk meningkatkan prestasi yang lebih baik.”Ujar kapolres.

Dengan dinaikannya pangkat, pesan Bupati lagi, maka sudah seharusnya kemampuan serta tanggung jawab juga ditingkatkan. berikan dedikasi yang tinggi pada kesatuan ini dan jadilah personel polri yang dapat menjadi panutan baik bagi rekan sejawat maupun masyarakat.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran hut bhayangkara ke-68, berbuka puasa bersama dan pemotongan tumpeng oleh kapolres inhil didampingi wakapolres, perwakilan termuda, Bripda Rivai Muhammad dan tertua Brigadir H.Amir Hayat. (sahrul)




Bupati Inhil Hadiri Upacara Peringatan HUT Bhayangkara Ke 68

IMG_0787Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil turut menghadiri Upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-68. Kegiatan yang dilaksanakan bertempat di halaman kantor Mapolres Inhil, Jalan Gadjah Mada, Tembilahan ini juga tampak dihadiri oleh Ketua DPRD Inhil, Unsur Muspida, beberapa pejabat dilingkungan pemkab Inhil serta undangan lainnya, selasa (1/7/2014)

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo, Sik Msi dalam amarannya berharap kedepannya kepolisian Inhil dapat menunjukkan prestasi yang lebih baik. Baik dari segi personil maupun sumberdaya organisasi.

Khusus masalah personil, kapolres menekankan harus memiliki kkualitas yang lebih baik. Dengan kualitas personil yang baik tentunya akan dapat melaksanakan pekerjaan secara optimal. “Dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan mengayomi masuarakat tentunya kepolisian juga harus dapat lebih bertindak professional,”Pesan kapolres.

Dalam kesempatan ini Kapolres juga menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan masih ada sebahagian kecil oknum kepolisian yang masih berprilaku kurang baik. Dengan peringatan hari bhayangkara ke 68 ini, Kapolres berharap agar setiap kekurangan itu dapat terus diupayakan untuk diperbaiki. Caranya adalah dengan melakukan pengawasan, pengendalian, motivasi serta spirit oleh masing-masing pimpinan kepada anggotanya.

Terkait dengan kemitraan yang selama ini dijalin dengan masyarakat juga diharapkan kedepannya dapat terjalin dengan lebih baik. Yang terpenting menurut Kapolres adalah mengurangi atau meminimalisir Publik Komplain atau keresahan dari masyarakat atau masukan tentang hal-hal yang kurang baik dari sikap dan tingkah laku personil kepolisian.

Atas nama pemerintah Bupati Inhil, HM Wardan usai upacara menyampaikan ucapan selamat ulang tahun bhayangkara ke-68. semoga polri kedepan dapat lebih eksis dan dapat bersama-sama dengan pemerintah kabupaten inhil dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Tugas yang dijalankan kepolisian selama ini pastinya sangat banyak membantu pemkab terutama dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan. Saya berharap, semoga pelaksanaan Pilpres, Ramadan dan perayaan Idul Fitri nantinya juga dapat terselenggara dengan aman dan tertib,” Harap Bupati. (adv pemkab inhil)




malam Ketiga, HM Wardan Sekeluarga Taraweh di Masjid Raudhatul Muslimin

Bupati Inhil salami anak - anak Usai melaksanakan Shalat sunnat tarawih berjamaah
Bupati Inhil salami anak – anak Usai melaksanakan Shalat sunnat tarawih berjamaah

Tembilahan (detikriau.org) – Bertepatan pada malam ke 3 Bulan Ramadhan, Bupati Inhil H.M.Wardan beserta keluarga dan beberapa pejabat di lingkungkungan PEMKAB Inhil melaksanakan Shalat isya yang di lanjutkan dengan shalat sunnat tarawih berjamaah di Masjid Raudhatul Muslimin Jalan Trimas Tembilahan. Kegiatan ini juga turut di hadiri oleh suluruh masyarakat dilingkungan sekitar mesjid. Senin (30/6/2014)

Dalam sambutannya Bupati mengatakan apabila berada di Mesjid Raudhatul Muslimin ini beliau merasa bernostalgia mengingat dimana beliau pernah menjadi ketua Mesjid ini, dan atas Nama Pemda Kab. Inhil, Bupati mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Puasa 1435H
“semoga kita mendapat Rahmat dari Allah SWT. Kepada seluruh jamaah saya berpesa untuk saling menghormati dalam melaksanakan ibadah Puasa.”Pesan Bupati
Dalam kesempatan ini Bupati juga menyampaikan harapan kepada generasi Muda untuk ikut menyemarakkan kegiatan-kegiatan selama Bulan Puasa seperti Shalat Sunnat Tarawih berjamah dan tadarus Al-Qur’an dalam rangka menegakkan syiar-syiar Agama Islam.

sebelum melaksanakan shalat sunnat tarawih berjamaah juga diisi dengan ceramah Oleh Al-ustadz Drs.Syaifuddin yang dalam tausiahnya mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur dalam melaksanakan Ibadah Puasa.(adv pemkab inhil)