RLH untuk korban bencana alam telah diajukan Bupati Inhil ke Gubri

Santunan anak yatimMandah (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) M Wardan melakukan Safari Ramadhan ke Desa Bekawan Kecamatan Mandah sekaligus mengunjungi para korban Puting Beliung yang terjadi pada Sabtu (14/6/14) yang lalu.

Kunjungan kali pertama dilakukan oleh mantan Kadisdik Provinsi Raiau ini sekaligus memberikan bantuan kepada korban. pada kesempatan tersebut Bupati Inhil juga menyampaikan bahwa dirinya telah menyampaikan bahwa para para telah diajukan untuk mendapatkan Rumah Layak Huni (RLH) kepada Gubernur Riau (Gubri).

“Dengan adanya bantuan ini bisa meringankan para korban bencana putting beliung,” sebut Wardan di hadapan para korban bencana alam tersebut dihari ke sembilan bulan Ramadhan

Pemkab Inhil kali ini memberikan beberapa kebutuhan yang sangat diharapakan oleh para korban yakni perlengkapan masak dan peralatan daput, beras sebanyak 1 ton, uang tunai sebesar 3 Juta dan beberapa kebutuahn lainnya.

Tidak hanya memberikan bantuan saja, Wardan juga menyampaikan ke hadapan masyarkat bahwa dirinya telah mengajukan RLH untuk para korban bencana alam ini.

“Saya sudah sampaikan kepada Gubri mengenai bantuan RLH untuk para korban dan kita mendapatkan respon yang sangat positif dari Gubri,” imbuh pria kelahiran Pasar Kembang Kecamatan Keritang ini.

Sambungnya lagi, RLH ini dianggarkan perunitnya sebesar 80 Juta dan saya tentunya mengharapkan bantuan ini bisa terealisasi secepatnya sehingga para korban bisa menikmati RLH tersebut.

Untuk diketahui, bencana puting beliung yang menimpa 96 Kepala Keluarga ini tepat terjadi pada Milad Inhil. Sebanyak 76 rumah rusak berat, 20 rusak ringan.

Pada kunjungan safari ramadhan tersebut tampak beberapa pejabat eselon lingkungan Pemkab Inhil ikut mendampingi orang nomor satu di Negri Seribu Parit ini. (Adv/ Ahmad Tarmizi)




Teluk Sungka, Jokowi raup suara terbanyak

Gaung Anak Serka (detikriau.org) – Semarak pesta demokrasi di Desa Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) pada Rabu (9/7/2014) berlangsung tertib dan aman, antusias ratusan masyarakat di Desa bersejarah ini cukup tinggi karena terlihat saat dimulainya pemilihan pada pukul 07.00 Wib, masyarakat berbondong-bondong datang kelokasi TPS untuk menggunakan hak pilih mereka, namun pada pukul 09.30 Wib lokasi TPS terlihat sudah sepi pasalnya dari empat tempat pemungutan suara (TPS) dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 1118, hanya 662 DPT yang menggunakan hak pilihnya, sedangkan sisanya yang berjumlah sebanyak 456 DPT tidak menggunakan hak pilih, hal ini disampaikan oleh Asropin sebagai ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) desa Teluk Sungka kepada detikriau.org .Rabu malam (9/7/2014)

“Kita bersyukur pesta demokrasi didesa ini berjalan dengan aman dan tertib”. Ujarnya

Menurut penuturannya, hanya 3 suara yang dinyatakan hangus atau tidak sah dari total jumlah suara yang telah menggunakan hak pilih

Sedangkan untuk suara tertinggi diraup oleh kubu Jokowi Jk dengan total suara sebanyak 456 suara dan disusul oleh kubu Prabowo Hatta dengan raupan suara sebanyak 203 suara

Direncanakan pada Kamis pagi (9/7/2014) seluruh anggota PPS dan saksi dari kedua kubu peserta capres akan melaksanakan rapat pleno penghitungan suara tersebut yang akan dilaksanakan dikantor desa Teluk Sungka

“Kita jadwalkan besok (Kamis 9/7/2014 red) mengadakan rapat pleno dikantor desa”. Tandasnya (Ahmad Tarmizi)




Mahfud MD: Rakyat Ditipu Opini dan Rekayasa Cyber

“Kita menang telak di Jawa Barat. Sumatra Utara dan Barat kita menang”

255168_laskar-hary-tanoesoedibjo-dukung-prabowo-hatta_663_382Jakarta – Ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD, mengatakan tim Jokowi-JK telah melakukan kecurangan. Deklarasi kemenangan yang mereka sampaikan, lanjut Mahfud, merupakan sebuah upaya mengecoh masyarakat.

“Rakyat ditipu oleh opini. Kami tidak melakukan itu. Kami menang telak di Jawa Barat. Sumatera Utara dan barat kami menang. Kami siap mengadu data C1 tiap TPS,” kata Mahfud di Jl. Kertanegara nomer 4, Jakarta, Rabu, 9 Juli 2014.

Mahfud menjelaskan Jokowi-JK mengumumkan kemenangan pada posisi suara masuk 73 persen. Sedangkan Prabowo-Hatta mengumumkan pada posisi 90 persen.

“Dari malam kami mendengar strategi licik mereka yang akan mengumumkan pada posisi selisih 5 persen. Kami merasa dicurangi. Bisa saja kami umumkan lebih awal saat suara 65 persen. Kami pasti menang,” katanya.

Selain itu mantan ketua MK ini mengatakan timnya menemukan seprti adanya upaya rekayasa cyber dalam penghitungan cepat ini.

“Kami menduga ada upaya untuk merekayasa hitung cepat ini,” tegasnya.

Sementara itu sekertaris tim pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon, mengatakan adanya upaya licik yang disampaikan oleh pihak Lawan terhadap Prabowo-Hatta. Upaya ini sudah diketahui langsung oleh tim.

“Saya baru telepon Gubernur Jawa Barat, kami menang 61 persen. Sumatera Utara, kami menang 62 persen. Sumatera Barat, kami unggul 79 persen. Pak De Karwo terakhir dihubungi, dia bilang Prabowo-Hatta menang di Jawa Timur 51 persen,” jelasnya.

Oleh karena itu tim Prabowo-Hatta meminta semua anggota tim koalisi melakukan pengetatan pengawalan suara mulai dari C1 ditiap TPS.

“Kami nanti akan buka semua di KPU. Kami menang dan akan diputuskan KPU tanggal 22 Juli,” kata dia.

 

©VIVA.co.id




Bupati dan Wakil Bupati Inhil Doakan Pilpres Berjalan lancar dan Aman

WebBanner_Pilpres2014Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan didampingi Istri, Hj Zulaikah memberikan hak suaranya pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 di TPS 12 Jalan Pangeran Hidayat Tembilahan. Usai melakukan pencoblosan Bupati di dampingi Kapolres, beserta beberapa Pejabat melakukan peninjauan di 6 TPS yang ada di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu.

Usai melakukan peninjauan, kepada wartawan Bupati mengatakan bahwa suasana pemilu presiden dan wakil presiden sejauh ini berjalan lancer sebagaimana yang menjadi harapan. Hingga pukul 11.30 Wib, partisipasi pemilih baru berada pada kisaran 50 persen.

“Mungkin saja ini disebabkan suasana bulan puasa dan hujan gerimis. Tapi saya berharap sebelum ditutupnya nanti masyarakat akan berbondong-bondong ke TPS untuk memberikan hak suaranya,” Ujar Bupati.

Bupati Inhil H.M.Wardan di dampingi istri memasukkan surat suara di kotak suara usai melakukan pencoblosan di  TPS 12IMG_8516 - CopySementara itu, Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo dan Istri, Hj Bungatang Rosman memberikan hak suaranya di TPS 03 Jalan Diponegoro Tembilahan. Kepada awak media Wabup juga menyampaikan harapan agar pelaksanaan Pilpres ini dapat berjalan lancer dan aman dan terpilihnya pemimpin yang akan membawa kebaikan bagi Rakya, Bangsa dan Negara.

Pantauan lapangan, sejak pagi, khususnya di kota Tembilahan disirami dengan hujan rintik. Tertutupnya pancaran sinar matahari memang membuat suasana menjadi sejuk. Dibeberapa TPS, tidak tampak atrian pemilih. Pemilih yang datang tidak perlu menunggu lama untuk memberikan hak suaranya. (dro)




Saling Klaim, Presiden SBY Minta Prabowo dan Jokowi Menahan Diri

sbyJAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghimbau kepada pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo untuk menahan diri. Kedua calon presiden itu saling klaim kemenangan versi quick count.

“Pasangan pak Prabowo dan Pak Hatta dengan tim, maupun pak Joko Widodo dan pak Jusuf Kalla bisa menahan diri untuk tidak memunculkan ketegangan yang berlebihan diantara kedua massa pendukung apalagi gerakan-gerakan di lapangan yang sangat rawan terhadap konflik horizontal,” kata SBY di Puri Cikeas, Rabu (9/7/2014).

SBY menilai selama ini dua kubu capres saling klaim berdasarkan hasil quick count dari lembaga survei yang berbeda. Untuk itu, SBY mengingatkan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan menyerukan kedua kubu untuk menunggu hasil hitung resmi dari KPU.

“Kalau itu yang dirujuk maka kedua-duanya menyatakan menang berdasarkan hasil pengitungan cepat, bukan berdasarkan hitung resmi KPU,” kata SBY.(kompas)




Prematur, Deklarasi Kemenangan Jokowi-JK

imagesJakarta –Deklarasi kemenangan pasangan Jokowi-JK dengan hanya berdasarkan hasil perhitungan cepat (quick count) Indicator 78 persen suara masuk, disayangkan pengamat politik Herdi Sahrasad. Herdi menilai deklarasi kemenangan itu terlalu awal dan riskan.

“Deklarasi pada saat suara masuk baru 78 persen, dengan hanya satu lembaga survei saya kira terlalu awal,” kata Herdi saat dihubungi Inilahcom. “Selain itu, deklarasi terlalu awal juga riskan disikapi secara salah oleh masyarakat akar rumput,”tambahnya.

Cara tersebut dianggap Herdi riskan karena bila terjadi pembalikan hasil hitung cepat karena masih adanya data yang belum masuk, di akar rumput bisa terjadi bentrokan.

Sementara itu Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Bara Hasibuan menganggap deklarasi kemenangan itu prematur alias terlalu awal. “Penghitungan cepat sendiri masih berlangsung. Itu terlalu awal. Prematur,” kata dia.(inilah.com)