IRAN KRITIK NEGARA ISLAM YANG TAK BERUPAYA HENTIKAN AGRESI ISRAEL

dubes-iran-300x259Beirut– Duta Besar Iran untuk Tunisia, Peyman Jebelli, mengkritik negara-negara Islam tertentu yang tidak berupaya menghentikan agresi Israel ke Jalur Gaza, karena takut pada negara-negara barat dan Israel. Kamis (31/7/2014)

Ia mendesak negara dan umat Islam di seluruh dunia untuk tidak pernah berhenti mendukung Palestina, mendukung warga Gaza yang sedang diperangi Israel.

“Isu Palestina dan dukungan bagi bangsa Palestina harus menjadi prioritas utama dari dunia Muslim,” kata Jebelli seperti dilaporkan Islamic Republic News Agency(IRNA)  dan dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis.
Ia mengecam pembantaian besar-bearan yang berlangsung di Jalur Gaza yang sejauh ini, mengakibatkan sekitar 1.400 orang tewas dan 8.000 terluka.
Ia mendesak terutama kepada negara-negara Muslim untuk bersatu mendukung Palestina melawan kekejaman yang dilakukan  Zionis.
“Dukungan untuk perlawanan Palestina adalah merupakan kewajiban kemanusiaan, kewajiban moral dan di atas semua masalah nasional dan etnis, adalah kewajiban atas nama Islam,” kata diplomat Iran itu

.
Jebelli mengkritik pimpinan negara muslim tertentu yang tidak ada upaya untuk menghentikan agresi Israel karena takut pada barat dan takut pada zionis.
Israel memulai serangan biadab terhadap Jalur Gaza sejak 8 Juli. Selama  tiga minggu agresi itu telah menewaskan lebih dari 1.300 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, termasuk anak-anak,  melukai lebih dari 8.000 orang dan mengakibatkan ribuan orang mengungsi.




Pendukung Capres Harus Terima Hasil Putusan MK

2123878Jakarta – Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro menilai gugatan yang diajukan oleh pasangan Prabowo-Hatta ke Mahkamah Konstitusi (MK) dapat meredam gejolak akibat ketidakpuasan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

“Kalau ini tidak dituntaskan sekarang, maka akan jadi tragedi. Sama seperti 2009, akan dapat menyebabkan mosi tidak percaya yang terpendam pada peserta pemilu dan ini tidak boleh terjadi kembali,” kata Siti saat dihubungi wartawan, Kamis (31/7/2014).

Menurutnya, kecurigaan atas hasil Pilpres 2104 harus diselesaikan agar hasil tersebut benar-benar sah di depan hukum.

“Namanya kompetisi pemilu benar-benar substansi. Harus dibenahi lewat hukum dan bukti-bukti atau tidak terbukti harus diterima. Jika diproses berarti menerima banyak fakta hukum yang mendukung adanya kecurangan di sejumlah titik-titik wilayah yang diduga dan ada fakta hukum,” paparnya.

Untuk itu, dia mengimbau agar pendukung calon presiden dapat menerima apapun hasil putusan MK nantinya.

“Apapun hasilnya kedua belah pihak harus bisa menerimanya. Bila ada bukti hukum maka keduanya harus menerima. Sedangkan untuk pendukungnya tidak boleh murka jika calon yang diusung kalah, baik untuk pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo,” ungkapnya.

“Yang terpenting adalah bukti konkret, dan masyarakat harus mengetahui itu. Untuk menetralisir survei-survei yang selama ini membuat bingung masyarakat,” tandasnya.(*)

http://nasional.inilah.com/read/detail/2123878/pendukung-capres-harus-terima-hasil-putusan-mk#.U9pV-qNuGQE




Bupati Inhil Silaturahmi Dengan Alumni IPDN Angkatan 9 di Pekanbaru

Foto bersama Alumni APDN angkatan ke-9 termasuk Bupati Inhil H.M.Wardan. Agustan/humas pemkab inhil
Foto bersama Alumni APDN angkatan ke-9 termasuk Bupati Inhil H.M.Wardan. Agustan/humas pemkab inhil

Pekanbaru (detikriau.org) – Hari ke-4 Idul Fitri 1435 H, Bupati Inhil H.M.Wardan selain melaksanakan Open House juga melakukan silaturahmi dengan APDN Angkatan 9 di rumah kediaman jalan Labuai Pekanbaru. Pada silaturahmi ini di hadiri dari berbagai instansi baik yang ada di Propinsi Riau maupun dari Luar Propinsi Riau. Acara temu kangen yang menjadi agenda rutin tahunan ini juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti; nyanyi dan foto bersama. Kamis (31/7/2014)

Menurut salah seorang alumni yang kini menjabat sebagai Kepala BPMPD Propinsi KEPRI, Buralimar mengatakan bahwa angkatan 9 berjumlah 30 orang. 7 orang yang bertugas di propinsi KEPRI dan sisanya ada di Propinsi Riau Sendiri dengan berbagai jabatan seperti, Sekda Kab. Bungkalis, serta H.M.Wardan sebagai Bupati Inhil dan lain sebagainya. Kedepan, beliau berharap kegiatan ini tetap bisa di laksanakan setiap tahunnya. (gus/adv pemkab inhil)

 

 

Para Alumni APDN Angkatan ke-9 nyanyi bersama
Para Alumni APDN Angkatan ke-9 nyanyi bersama




PRESIDEN BOLIVIA SEBUT ISRAEL TERORIS

Presiden Bolivia, Evo Morales sebut Israel sebagai rezim teroris (Foto: Dok/coha.org)
Presiden Bolivia, Evo Morales sebut Israel sebagai rezim teroris (Foto: Dok/coha.org)

Cochabamba – Bolivia telah menyatakan Israel adalah negara teroris dan mencabut perjanjian pembebasan visa dengan Tel Aviv, sebagai protes atas serangan Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza Palestina yang terkepung. Kamis 931/7/2014)

“Ini langkah penting, dengan kata lain, kita menyatakan (Israel) sebagai negara teroris,” kata Presiden Bolivia, Evo Morales selama pembicaraan dengan sekelompok pendidik di kota Cochabamba, seperti dilansir Press TV yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis.

Morales menambahkan, serangan Israel menunjukkan “bahwa Israel bukanlah penjamin prinsip-prinsip yang menghormati kehidupan dan ajaran hak dasar yang mengatur hidup berdampingan secara damai dan harmonis komunitas internasional.

Bolivia merupakan negara di benua Amerika bagian selatan ini, pada tahun 1972 telah menandatangani perjanjian pembebasan visa yang memungkinkan warga Israel untuk melakukan perjalanan secara bebas ke Bolivia tanpa visa.

Awal bulan ini, Presiden Bolivia meminta Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia agar menuntut Israel atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Tindakan itu dilakukan sebagai tanggapan atas serangan udara Israel di sebuah pasar yang ramai di dekat Kota Gaza dan menewaskan sedikitnya 17 orang serta melukai puluhan lainnya pada hari sebelumnya.

Sementara itu, lima negara Amerika Latin juga telah memutuskan untuk menarik duta besar mereka di Tel Aviv sebagai pernyataan rasa tidak senang atas invasi Israel ke Jalur Gaza sejak tiga pekan lalu.

El Salvador pada Rabu menjadi negara Amerika Latin kelima yang menarik duta besarnya dari Israel. Sebelumnya Brazil, Chili, Ekuador dan Peru lebih dahulu telah menarik duta besar mereka. Langkah negara-negara Amerika Latin ini membuat negara zionis Israel sangat kecewa.

Lebih dari 1.300 warga Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka oleh serangan rezim Israel terhadap pesisir sejak 8 Juli.

Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Palestina Hamas, telah melancarkan serangan balasan terhadap Israel.(dro)




PBB: SERANGAN ISRAEL PERMALUKAN DUNIA

sekolah-UNRWA22-300x193Gaza – Komisaris Jenderal Badan Bantuan PBB, Pierre Krahenbuhl, mengutuk pembunuhan anak-anak dalam tidur mereka dan mengatakan serangan tersebut mempermalukan dunia. kamis (31/7/2014)

“Anak-anak tewas dalam tidur mereka. Ini merupakan penghinaan bagi kita semua dan mempermalukan dunia. Hari ini dunia dipermalukan Israel.”

“PBB mengutuk pemboman tempat penampungan di mana 15 anak-anak yang sipil syahid, dan ini adalah “pelanggaran serius hukum internasional,”  kata pejabat tinggi PBB itu seperti yang diberitakan Middle East Monitor (MEMO) dan dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Ia mengatakan, PBB sebelumnya telah 17 kali memberitahu militer Israel tentang lokasi-lokasi tempat-tempat penampungan warga sipil termasuk anak-anak yang dikelola PBB, malahan peringatan terakhir diberikan hanya beberapa jam sebelum serangan terakhir pada hari Rabu.

Di bagian awal pernyataannya itu, hari Rabu, Komisaris Jenderal Badan Bantuan PBB  mengatakan, “Semalam, anak-anak dibunuh saat mereka tidur di samping orang tua mereka di lantai ruang kelas di tempat penampungan yang diadakan PBB di Gaza.”

Ia mengatakan, sebanyak  3.300 jiwa berlindung di Sekolah Dasar Jabalia ketika terkena tembakan artileri Israel. Puluhan orang terluka dalam serangan itu.

“Peristiwa ini kembali memanggil masyarakat internasional untuk mengambil tindakan politik internasional bersama guna segera mengakhiri pembantaian yang terus berlangsung,” tambah Krahenbuhl.

Lebih dari 182.600 orang telah mengungsi di 82 tempat penampungan darurat yang ditunjuk PBB di semua lima wilayah Gaza, kata PBB.

Hingga berita ini diturunkan Pasukan Israel menewaskan 10 anak-anak Palestina dan melukai 45 orang lain, meningkatkan jumlah syahid 1.296 orang dan 7.200 luka-luka.

Perang Israel juga menyebabkan kerusakan 2.330 unit rumah dan menyebabkan kerusakan parsial untuk 23,160 unit lainnya, 2.080 unit diantaranya menjadi tidak layak huni, menurut informasi awal yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum Palestina.

Pihak Hamas mengklaim telah menewaskan 120 anggota tentara Israel.

Israel mengatakan 48 tentara serta tiga warga sipil telah tewas sejak awal operasi pada tanggal 7 Juli, sedangkan sayap militer Hamas mengatakan telah menewaskan 110 tentara Israel dan menahan seorang tentara sebagai sandera.(*)

http://mirajnews.com/id/palestina/pbb-serangan-israel-permalukan-dunia




Negara Amerika Latin Tarik Duta Besarnya dari Israel

situasi-gaza-saat-diserang-israel-_140727165101-413TEL AVIV -– Karena ulah yang tak terpuji, kini Israel menghadapi tekanan diplomatik dari berbagai negara. Saat ini, beberapa negara Amerika Latin telah menarik duta besarnya dari Tel Aviv sebagai protes atas serangan Israel ke Gaza.

Peru adalah salah satu negara yang telah menarik duta besarnya dari Israel. Para pejabat Israel dikabarkan tidak senang dengan gerakan ini.  “Israel menyatakan kekecewaan atas keputusan ini, dibuat oelh sebuah negara yang ramah yang dengannya kita berbagi setengah abad membina hubungan yang baik,” bunyi salah satu dokumen resmi yang dirilis Israel, baru-baru ini.

Pesan tersebut juga mengingatkan tentang pengalaman kedua negara menghadapi terorisme. “Israel selalu bersimpati dengan Peru. Selama bertahun-tahun mereka berjuang melawan terorisme. Terlepas dari kedekatan antara kedua negara, hari ini kita terkejut bahwa Peru tidak mendukung Israel dalam upaya melindungi warganya.”

“Jika ekstremis menyerang Peru dengan 3.000 roket dan rudal dalam satu bulan, tanpa keraguan pemerintah Peru akan bereaksi dengan cara yang sama dengan yang dilakukan Israel sekarang, untuk melindungi kehidupan semua warga Peru. Itu adalah komitmen dari semua negara bebas dan demokratis,” kata memo tersebut.

Negara-negara Amerika Latin lain juga menarik duta besarnya dari Israel beberapa hari terakhir. Chili dan El Salvador juga melakukan hal yang sama. Keputusan ini tampaknya didorong oleh keputusan yang sama dari Brasil yang telah terlebih dahulu menarik duta besarnya.

The Jerussalem Press mengutip pernyataan Menteri Luar Negri Israel, Yigal Palmor. Ia mengatakan bahwa keputusan Chili, El Salvador, dan Peru merupakan dukungan terhadap kelompok Hamas, yang telah diakui sebagai negara teroris oleh banyak negara di seluruh dunia.

Palmor juga menyarankan agar ketiga negara ini mempromosikan gerakan internasional utnuk membantu Israel berupaya mempertahankan warga sipil tak berdosa dan menghantikan demiliterisasi Gaza.