Bupati Inhil Hadiri Pencanangan HUT RI Ke 69

Bupati Inhil melepas peserta gerak jalan santai dalam rangka HUT RI ke 69. Foto: Agustan/Humas Pemkab Inhil
Bupati Inhil melepas peserta gerak jalan santai dalam rangka HUT RI ke 69. Foto: Agustan/Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati dan Wakil Bupati Inhil menghadiri kegiatan pencanangan HUT RI ke 69 Tahun 2014. Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan jalan Gadjah Mada Tembilahan ini juga dihadiri oleh Sekda, Muspida Inhil, pejabat esselon dan Pegawai dilingkungan Pemkab Inhil. Rabu (13/8/2014)

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan banyak cara untuk memberikan penghargaan bagi para pejuang kemerdekaan yang telah berkorban harta hingga nyawa demi kemerdekaan.

Bangsa yang besar dikatakan Bupati adalah Bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Moment seperti ini menjadi sangat krusial mengingat generasi muda kita semakin hari semakin kehilangan rasa kebangsaan dengan masuknya tren budaya asing.

Untuk membentengi generasi – generasi muda maka harus diisi dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang mengandung nilai-nilai nasionalisme.

“Saya berharap dengan pelaksanaan perayaan HUT Proklamasi RI yang ke-69 ini, generasi muda kita bisa membangun kembali semangat nasionalisme agar cinta tanah air akan semakin terpupuk dan benar-benar terpatri di sanubari mereka.”Harap Bupati

Diakhir kalimatnya Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta untuk selalu menjaga dan mawas diri dalam mengikuti kegiatan ini, mengingat tujuan utama dari olahraga adalah untuk menjaga kesehatan.

Usai di laksanakan apel pencanangan HUT Proklamasi yang ke 69 TH 2014 Bupati Inhil melepas Lomba Tri Juang, gerak jalan 8 km yang di tandai dengan pengangkatan Bendera star tanda di mulainya lomba. (gus/ adv pemkab inhil)




Hj Zulaikah Wardan : Bazar Jadi Ajang Pomosi dan Saling Tukar Informasi

Ketua TP.PKK Kab. Inhil Hj.Zulaikhah Wardan beserta rombongan menghadiri acara Pembukaan Rakon dan Jambore Kader PKK tingkat provinsi Riau yang dilaksanakan di gedung wanita Pekanbaru. Foto; Humas Pemkab Inhil
Ketua TP.PKK Kab. Inhil Hj.Zulaikhah Wardan beserta rombongan menghadiri acara Pembukaan Rakon dan Jambore Kader PKK tingkat provinsi Riau yang dilaksanakan di gedung wanita Pekanbaru. Foto; Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) — Ketua TP.PKK Kab. Inhil Hj.Zulaikhah Wardan beserta rombongan menghadiri acara Pembukaan Rapat Konsultasi (Rakon) dan Jambore Kader PKK tingkat provinsi Riau yang dilaksanakan di gedung wanita Pekanbaru. Rabu (13/8/2014)

Pada acara yang dibuka secara resmi oleh Asisten II Sekda provinsi Riau, Wan Amir Firdaus ini juga disejalankan dengan kegiatan Bazar stand yang diikuti oleh Masing-masing TP.PKK Se Kab/Kota se propinsi Riau.

Disela kegiatan, Ketua TP.PKK kab. Inhil Hj.Zulaikhah Wardan menyampaikan bahwa Bazar ini merupakan kesempatan yang baik bagi masing-masing TP PKK untuk menampilkan Produk-produk unggulan daerahnya dan mempromosikan produk tersebut ,termasuk Kab.Inhil.

Dengan mengikuti kegitan ini, peserta dari masing-masing Daerah akan dapat mengetahui sejauhmana keunggulan dan kekurangan produk daerahnya. Kekurangan tentunya harus dilakukan pembenahan kedepannya agar mampu bersaing dalam merebut potensi pasar yang ada.

“disamping bazar ini dapat dijadikan ajang berpromosi, yang tidak kalah penting juga akan menjadi ajang silaturahmi antar kader PKK se Provinsi Riau untuk saling bertukar informasi,” Sampaikan H Zulaikah

Dalam kesempatan ini, Ketua TP.PKK Provinsi Riau, HJ.Latifah Hanum Annas berkesempatan mengunjungi stand bazar Kab. Inhil setelah melakukan pengguntingan pita tanda dibukanya Stand bazar jambore kader PKK. (wai/adv pemkab Inhil)




MD Kabarnya Ngaku Jual Daging Manusia Ke Warung Tuak

gbr ilustrasi
gbr ilustrasi

SIAK (detikriau.org)  – Tidak cukup hanya dimutilasi, MD, pelaku utama kasus pembunuhan berantai di Kabupaten Siak Provinsi Riau dikabarkan juga mengaku bahwa daging korbannya dijual kepedagang tuak untuk dijadikan tambul (panganan dari daging untuk menemani minum tuak. Red)

Bahkan menurut kabar pengakuannya juga, hanya bagian kemaluan korban yang dibawa pulang untuk dijadikan sop dan digoreng. Katanya untuk penambah kejantanan pria.

Menurut kabarnya juga, setelah membunuh korban, dia mengulitinya. Daging  korban kemudian dicincang dengan parang. Untuk kemaluan korban, dia memotongnya dengan pisau carter.

Kapolres Siak AKBP Dedi Rahman Dayan, Sik Msi mengaku pihaknya tengah melakukan penelusuran akan kebenaran terkait isu perdagangan daging manusia dari tubuh korban mutilasi tersebut.

“Kita tidak pernah memberikan pernyataan pengakuan tsk tentang daging korban yang dijual ke lapak tuak. Kita minta waktu untuk mengungkap kasus ini,” Jawab mantan Kapolres Inhil ini melalui sambungan selular

Kabar keterangan MD soal menjual daging manusia ini juga dibantah oleh Wakapolres Siak, Kompol Arief Fajar. Menurut Arief keterangan MD tidak bisa sepenuhnya dipercaya.

“Jangan percaya omongan dia (menjual daging manusia ke warung tuak-red). Hari ini ngomongnya gini, besok sudah berubah. Jadi jangan percaya soal jual daging manusia itu,” kata Arief Fajar

Korban yang telah dibunuh MD sebanyak 6 orang. Dari jumlah itu 5 di antaranya anak-anak usia 9 dan 10 tahun. Dan satu orang dewasa usia 40 tahun. (dro)




PALESTINAKU, AKU INGIN MENYUSUL

Oleh : An-Nisa Fathimatuzzahra binti Ahmad Zubaidi Ardhani*

puisis-dari-anak-indonesia-199x300Aku, merintih, menjerit, dan meronta
Melihat, mendengar dan merasakan nyata
Penderitaan teman-temanku sebaya
Bocah-bocah di Jalur Gaza
Aku ingin menyusul kalian ke Gaza
Kalaupun tidak fisik, adalah jiwa
Menemani teman-temanku yang terluka
Ditinggal syahid bapak-ibunya
Aku ingin menghibur, mengobati, dan menyuapi  mereka
Teman-temanku di Jalur Gaza
Penderitaan kalian pasti berakhir segera
Karena kebrutalan pasti ada batasnya
Zionis Israel durjana
Amerika Serikat penjajah serakah lagi haus darah
pasti musnah atas Adzab Allah
Tenanglah kawan-kawanku
Doa dan dana seluruh anak-anak di dunia
Dan yang pasti dari Indonesia
Menyertai kalian semua anak-anak Palestina
Adzab Allah….
Turunkan dan hancurleburkan Israel terlaknat
Goncangkan tentaranya
Mereka maju perang
menyongsong Jahannam
Kuatkan saudara-saudaraku
melawan musuh-musuh-Mu, ya Allah
Sabarkan,
Palestinaku pasti menang
Hidup mulia atau mati syahid
Akupun menyusul kalian
Kalaupun tidak fisik, adalah jiwa
Mendampingi kalian
Allahu Akbar !
Allahu Akbar !
Allahu Akbar !
Atas nama anak-anak Indonesia

Jakarta, 14 Syawwal 1435/10 Agustus 2014

*Puisi ini dibacakan pada Aksi Solidaritas Gaza, Palestina, di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Ahad (14 Syawwal 1435/10 Agustus 2014), di hadapan ribuan kaum muslimin dan muslimat Jakarta dan sekitarnya, yang dikoordinir oleh Jama’ah Muslimin (HIzbullah) berpusat di Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Indonesia.  




KISAH 29 PEJUANG GAZA MELIHAT KEKUASAAN ALLAH DALAM PERUT BUMI

Laporan Khusus Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza

pasukan-al-qassam-2-300x196Gaza – Sejumlah pasukan elit Brigade Izzudin Al-Qassam telah kembali dari misi jihad mereka melawan penjajah Zionis Israel, musuh nyata umat Islam. Mereka mengisahkan kejadian-kejadian yang tidak masuk akal yang mereka sebut sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah.

Perjuangan yang terjadi pada bulan Ramadhan penuh keberkahan itu disajikan langsung dari tanah yang penuh berkah dan medan jihad bernama Gaza.

Suatu ketika di sebuah medan pertempuran dahsyat di Al-Ghawafir, timur distrik Al-Qararah, selatan Jalur Gaza, melalui terowongan bawah tanah, sejumlah 29 mujahid dari pasukan elit Al-Qassam turun ke medan pertempuran terbuka yang sesungguhnya untuk mengejutkan musuh dengan kedatangan yang tak terduga.

Dengan tenang, salah seorang dari mereka berusaha mengingat-ingat dan menceritakan apa yang terjadi padanya dan saudara-saudaranya serta pasrah pada pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala selama berhari-hari di bawah tanah terowongan.

Seorang mujahid berinisial “A.S.” berkata: “Ketika itu misi kami adalah meringkus sekelompok tentara Zionis yang berusaha melakukan penyerangan ke dalam perbatasan Gaza serta memukul mundur konvoi tentara Zionis dengan berbagai cara.”

“Di antara kelompok kami terdapat beberapa anggota satuan khusus terowongan yang misinya mempersiapkan terowongan dan jalan keluar agar bisa digunakan oleh para anggota elit. Pada saat itu, para mujahidin berada dalam kondisi siap siaga di posisi mereka sebelum dimulainya pertempuran darat.”

Dia menambahkan, “Di awal-awal pertempuran darat terjadi baku tembak antara kami dengan tentara Zionis di mana saat itu para mujahdin berhasil melakukan beberapa aksi yang sangat berani, diawali dengan aksi  meledakkan tank dan buldozer dari jarak nol, kemudian berbagai operasi lainnya terus berlangsung dengan berbagai jenis operasi yang terbagi ke beberapa mujahidin.”

Masing-masing bergerak sesuai spesialisasinya, dan sesuai rencana yang telah dibuat oleh saudara-saudara kami di ruang komando operasional untuk kami.

Sang mujahid kemudian memulai menceritakan salah satu operasi terbesarnya. Saat itu, dua orang mujahid yang saat ini telah syahid -Basim Al-Agha dan Fadi Abu Auda- keluar membawa beberapa ranjau bernama “Syuadz” (ranjau lokal buatan Al-Qassam), kedua mujahid tersebut meledakkan bom ranjau tersebut dalam operasi bom syahid ke sebuah buldoser dan tank Zionis dari jarak nol yang menyebabkan beberapa tentara Zionis tewas dan terluka.

Sang mujahid menyebutkan bahwa saat itu semua berjalan mudah dan sesuai yang direncanakan. Saat itu, para mujahidin sangat bersemangat dan selalu yakin bahwa Allah bersama mereka dalam pertempuran tersebut, mereka menghabiskan waktu menunggu mereka dengan berzikir, istighfar, doa dan shalat.

Dia melanjutkan : “Ketika musuh memasuki wilayah Al-Qararah, mereka mulai menghancurkan beberapa lubang terowongan dengan meledakannya dan mengancurkannya melalui serangan pesawat tempur F-16 milik Zionis yang menyebabkan terutupnya jalan keluar yang tertimbun sedalam 25 meter di bawah tanah.

Kejadian tersebut terjadi pada 19 juli 2014 2014 lalu, hari kedua sejak dimulainya serangan darat dan terputuslah komunikasi antara kami dan ruang komando.

Komandan lapangan “W.A” mengatakan: “Sejak terputusnya komunikasi pada hari itu kami menganggap para mujahidin tersebut telah hilang. Kami sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi dengan mereka karena panas dan banyaknya kecamuk pertempuran melawan musuh. Saat itu perhitungan kami para mujahidin tersebut tidak memiliki persediaan makanan dan minuman yang cukup untuk bertahan selama itu dan mustahil -secara perhitungan logika sebagai manusia biasa- mereka bisa bertahan hidup.

Namun, sang komandan melanjutkan, setelah terjadinya kesepakatan gencatan senjata selama tiga hari (7 agustus 2014), tim evakuasi melakukan penggalian di wilayah terowongan tempat para mujahidin terjebak. saat itu kami terkejut dan tercengang melihat keajaiban dan keagungan Allah. “Sejumlah 23 mujahid keluar dari terowongan dalam kondisi sehat dan bugar”.

Pencarian terus berlanjut mencari tiga mujahid lainnya yang hilang di mana sebelumnya mujahid hilang ke empat – As Syahid Iyad Al Fara – ditemukan meninggal saat berusaha menggali lubang tempat saudara-saudaranya terjebak namun tertimpa longsoran tanah saat hampir berhasil mengeluarkan mereka.

Bertahannya pasukan mujahidin dengan jumlah besar selama 22 hari dalam kondisi mematikan tersebut merupakan sebuah keajaiban dan mengherankan unit yang berada di ruang komando. Beberapa kesaksian  mulai terdengar dari lisan para mujahidin yang selamat tersebut.

Salah seorang mujahid yang kembali berinisial “R.S.” berkata: “Ketika kami sedang berada di perut bumi, Allah memudahkan kami dengan kemunculan sebuah genangan air yang bentuknya seperti mata air. kami membasahi kain baju kami di genangan tersebut dan memeras airnya untuk kami minum. Kami juga berbagi kurma yang kami miliki selama hampir 1 bulan tersebut. setiap orang memakan setengah kurma setiap harinya dan meminum setengah cangkir kecil”

Perlu diketahui bahwa air di wilayah tersebut hanya bisa didapatkan di kedalaman 90 meter dari permukaan tanah, artinya 65 meter di bawah tempat para mujahidin berada.

Sang komandan lapangan menutup ceritanya dengan mengatakan: ” kejadian ini membuktikan bangsa kami rakyat Palestina dan umat Islam bahwa sekali pun seluruh dunia meninggalkan kami, para mujahid dan rakyat kami sendirian maka sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu bersama kami dan tidak akan pernah meninggalkan kami dan senantiasa membantu kami”

Kami akan kembali memuat kisah-kisah nyata lainnya yang dialami oleh para mujahidin Al-Qassam yang langsung disampaikan oleh lisan-lisan mereka, insya Allah. Para pejuang dan mujahid yang menolong Allah, Agama Allah dan tanah suci Palestina. Allah telah menolong mereka  dan menghinakan musuh-musuh mereka. Dan dengan jihad mereka, Allah lapangkan dada -dada kaum muslimin. Tidak ada kemenangan kecuali milik Allah.(*)




Jikalahari: izin PT SAL Bermasalah

Pekanbaru (detikriau.org) – Koordinator Jikalahari, Muslim Rasyid menyebut izin PT SAL bermasalah. Areal perkebunan sawit seluas 17.095 ha untuk PT SAL di Desa Simpang Gaung, Desa Belantaraya, Desa Pungkat, Desa Teluk Kabung dan Desa Lahang Hulu Kecamatan Gaung tumpang tindih dengan Moratorium Revisi PIPIB V tahun 2014. Selasa (12/8/2014)

 

Menurutnya, Sebagian besar areal tersebut berada di atas hutan gambut. Dan setidaknya ada sekitar 4.000 ha hutan alam tersisa di dalam areal PT SAL yang segera akan dibabat habis oleh PT SAL. Hasil telaahan Tim Balai Besar Pengembangan dan Sumber Daya Lahan Pertanian pada tahun 2012 menyebut areal tersebut masuk dalam Revisi PIPIB III pada lahan gambut dengan fungsi HPK dan APL.

 

Pada bulan Mei 2011, Presiden Yudhoyono memberlakukan moratorium izin baru pada hutan primer dan lahan gambut. Dan tahun 2013 moratorium diperbaharui untuk dua tahun ke depan.

 

“Tidak boleh ada izin baru di atas hutan alam dan bergambut, karena bertentangan dengan kebijakan melawan perubahan iklim,” kata Muslim Rasyid

 

Menurut Eksekutif Daerah Walhi Riau , Riko Kurniawan, Gambut dan hutan alam apabila dirusak akan berdampak terjadinya kerusakan serta pencemaran lingkungan berakibat pada perubahan iklim.

 

Ia juga menbut bahwa pemberian izin PT SAL terkesan terburu-buru yang diberikan oleh era Bupati Indra Mukhlis Adnan berupa izin lokasi tahun 2012 atau setahun sebelum masa jabatan bupati berakhir.

 

Berdasarkan data dari Badan Perizinan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Indragiri Hilir, PT SAL belum mendapatkan izin pelepasan kawasan hutan dari Menteri Kehutanan. PT SAL baru mendapat pertimbangan tekhnis dari Dinas Kehutanan.

 

“Bila belum mendapat pelepasan kawan hutan dari Menteri Kehutanan, PT SAL tidak boleh melakukan penebangan hutan dan penanaman kepala sawit,” tambah Deputi Walhi Riau, Boy Sembiring

 

Menuruntya, sejak awal warga Desa Pungkat menolak kehadiran PT SAL menggarap kebun sawit di Desa Pungkat karena mengganggu mata pencaharian utama warga berupa perkebunan kelapa dan pembuatan perahu serta berakibat pada dampak lingkungan.

 

Desa Pungkat berdiri sejak tahun 1940 an. Sejak berdirinya Desa Pungkat mata pencaharian warga bergantung kepada kelapa dan hutan. Kayu dari hutan mereka olah membuat perahu untuk nelayan. Sampai hari ini masyarakat Pungkat masih menggunakan hasil hutan yang ada di wilayah desa Pungkat.

 

Masyarakat khawatir pasokan air bersih dan tangkapan ikan akan tercemar bila PT SAL menanam sawit. Sebab sawit rakus terhadap air. Selain kekahawatiran dampak lingkungan dan hilangnya mata pencaharian, kini masyarakat Pungkat ketakutan karena 19 warga Pungkat telah ditetapkan sebagai tersangka. (dro/rls)