Besok, Pemkab Inhil Fasilitasi Pemulangan Ratusan Warga Desa Pungkat

aparat kepolisian saat mengamankan puluhan warga desa pungkat. rabu, 6 agustus 2014Tembilahan (detikriau.org) – Besok, sabtu (16/8/2014), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil akan memfasilitasi untuk melakukan penjemputan dan mengembalikan ratusan warga desa pungkat yang melarikan diri ke dalam hutan saat dilakukan penjemputan paksa oleh aparat kepolisian terhadap terduga pelaku pembakaran alat berat milik PT SAL, rabu (6/8/2014) yang lalu

Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara masyarakat Peduli Inhil (MPI) Tengku Suhandri Abdullah kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, jum’at (15/8/2014) malam.

Dikatakannya, diketahui keberadaan ratusan warga Desa Pungkat ini saat dirinya mendapatkan kontak dari salah seorang warga yang ikut melarikan diri melalui sambungan telepon. Kamis (14/8/2014).

Berdasarkan informasi awal yang diterimanya dari sipenelepon, saat kejadian ada sekira 200 warga yang melarikan diri dari kejaran petugas. Dari jumlah itu kemudian terpencar dalam beberapa kelompok.

Kelompok yang melakukan kontak dikatakannya mengaku bahwa mereka terdiri dari sekitar 70 an warga. Bukan hanya kaum laki-laki, didalamnya juga terdapat kaum ibu-ibu dan anak-anak bahkan diantaranya juga ada beberapa orang guru sekolah dasar Desa setempat.

Sejak pelarian tanggal 6/8/2014 yang lalu, kelompok ini bergerak secara berpindah-pindah di dalam kawasan hutan. Kini mereka sudah kehabisan bekal dan bermaksud ingin kembali ke Desa Pungkat. Namun jarak dimana lokasi saat ini mereka berada sudah sangat jauh dari Desa Pungkat dan mereka tidak mungkin lagi kembali dengan cara berjalan kaki.

“makanya tadi pagi kita mencoba melakukan komunikasi dengan Bupati untuk membantu memfasilitasi pemulangan warga ke Desanya. Alhamdulillan permintaan kita mendapatkan respon yang baik,” Syukuri Comel

Mendapatkan kepastian kesediaan pemkab inhil memberikan bantuan, Comel sudah memintakan puluhan warga itu untuk menuju kepesisir pantai agar nanti mudah ditemukan dan dilakukan penjemputan untuk dipulangkan ke Desa Pungkat. ia juga mengaku sedang mencoba melakukan komunikasi dengan warga lainnya yang kini masih berada di dalam kawasan hutan.

Selain meminta Pemkab Inhil memfasilitasi melakukan pemulangan warga, MPI menurut Comel juga memintakan pemerintah untuk mendirikan posko pelayanan masyarakat termasuk membantu kembali menjalankan roda pemerintahan. Pasca peristiwa penjemputan, Kepala Desa termasuk apartur Desa lainnya tidak diketahui lagi keberadaannya hingga pemerintahan dan pelayanan di Desa Pungkat saat ini telah terhenti. (Ahmad Tarmizi)




Bupati Apresiasi Kedatangan Investor di Inhil

Bupati berbincang dengan investor saat melakukan peninjauan ke Pelabuhan Parit 21 TBHTembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan melakukan peninjauan ke beberapa tempat bersama President Direktur PT. Praba Indopersada, Hartanto Yohanes Lim. Kedatangannya di Kabupaten Inhil bermaksud untuk menjajaki kemungkinan melakukan investasi. Kamis (14/8/2014) kemaren

Dikatakan Bupati kepada awak media disela kunjungannya, Ia memberikan apresiasi positif dengan kedatangan investor untuk berinvestasi di Inhil. Bupati berharap kedatangan Investor PT Praba Indo Persada yang bergerak dibidang pembangunan PLTU yang akan mengandeng Perusahaan santum dari baejing, China ini diharapkan akan dapat membantu dan menyelesaikan persoalan power plan yang ada.

“Mudah-mudahan mereka tertarik dan menindak lanjuti untuk berinvestasi dengan melihat berbagai potensi alam yang kita miliki.” Ujar Bupati

Bupati dalam kesmepatan itu melakukan peninjauan ke PT BPP yang berinvestasi dibidang batu bara yang ada di Desa Batu Ampar Kecamatan kemuning.

Usai melakukan peninjauan di Kemuning, Jum’at (15/8/2014) Bupati Inhil melanjutkan peninjauan bersama investor ke beberapa objek pembangunan di inhil lainnya, di antaranya adalah pembangunan jembatan, kawasan perkantoran, pasar-pasar, Pelabuhan parit 21 TBH dan di lanjutkan ke Bandara Tempuling. (gus/adv pemkab inhil)




Menlu Arab Saudi: Israel Adalah Pencuri Wilayah Palestina

“Islam itu seperti satu tubuh, jika salah satu bagian terganggu, maka seluruh tubuhnya sakit. Kita harus bersatu dalam menghadapi Israel”

Menlu Kerajaan Arab Saudi, Saud Al-Faisal
Menlu Kerajaan Arab Saudi, Saud Al-Faisal

Jeddah (detikriau.org) – Mentri Luar Negri Arab Saudi, Saud Al-Faisal menyatakan bahwa Israel adalah pencuri wilayah Palestina. Israel ingin menghancurkan Palestina dan membunuh seluruh penduduknya sehingga dapat merampas lebih banyak tanah rakya Palestina. Sebagai penjajah, Israel tidak memiliki hak untuk membela diri. Tidak ada hukum, tidak ada hukum internasional yang bisa membenarkan Israel.

Kecaman ini disampaikannya saat berbicara pada konferensi pers usai memimpin pertemuan luar biasa para Menteri Luar Negeri Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jeddah, Rabu (13/8/2014) sebagaimana dilaporkan Arab News yang dikutip detikriau.org dari mirajnews.com. Pangeran Saud Al-Faisal mengecam Israel karena melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Apa yang dilakukan Hamas menurutnya  tidak bisa disamakan dengan apa yang dilakukan Israel. Substansinya berbeda. Tidak adil menyamakan tindakan pembelaan Hamas dengan Agresi yang dilakukan Israel.

“Bagaimana bisa Anda mengatakan bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri sementara dia sebagai penjajah dan Anda tidak memberikan hak yang sama kepada Hamas?” katanya dengan nada bertanya.

Dikatakannya juga, ketika Hamas menembakkan roket, itu dianggap sebagai teroris, sementara Israel berpikir bahwa mereka memiliki hak untuk membunuh ratusan dan ribuan orang Palestina hanya untuk mencari satu tentara, Dimana keadilan?” katanya lagi.

Dia mengaskan bahwa Israel harus menyetujui kesepakatan damai dengan Palestina jika ingin bertahan sebagai Bangsa. “Israel harus menyadari bahwa perdamaian adalah satu-satunya solusi untuk bertahan hidup,” tegasnya.

Selama ini Israel selalu melakukan teror dengan berbagai cara untuk mencapai tujuannya, dengan melanggar hukum, aturan, maklumat keagamaan atau pertimbangan kemanusiaan.

Dalam pidato pembukaan di markas OKI, Jeddah Madinah Road, di hadapan para menteri luar negeri, Pangeran Saud Al-Faisal juga mengkritik sikap ummat Muslim.

“Belumkah kita terdorong untuk menghentikan Israel dari melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina, karena melihat adanya kelemahan bangsa, kerusakan dan perbedaan serta penyebaran penghasutan?” tanyanya.

Mengutip ayat Alquran, Pangeran Saud mengatakan, Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu masyarakat kecuali masyarakat itu mau merubahnya sendiri.

“Pertemuan ini tidak harus dilihat sebagai kelanjutan dari pertemuan sebelumnya. Ini bukan pertemuan belasungkawa. Sekarang adalah waktu untuk bertindak sebagai satu umat, “katanya.

Dia mengatakan dunia Islam itu seperti satu tubuh, jika salah satu bagian terganggu, maka seluruh tubuhnya sakit. Kita harus bersatu dalam menghadapi Israel. Musuh telah mengambil keuntungan dari perpecahan kita. Ketika umat Islam menumpahkan darah sesama Muslim, ini membuat kita lemah. Ketika salah satu negara mencoba untuk memperluas dengan mengorbankan yang lain, hal ini menciptakan perpecahan dan pertikaian.

Pangeran Saud mengatakan, Arab Saudi akan terus melakukan bagian tugasnya. Dia mengungkapkan,  bahwa Kerajaan telah berupaya dalam mendukung perjuangan Palestina di semua forum internasional.

Dalam kesempatan itu juga ia menyampaikan bahwa Kerajaan Arab Saudi telah resmi membantu sebesar $ 500 juta melalui Saudi Fund for Development sebagai bagian bantuan Arab Saudi untuk rekonstruksi Gaza. Hal itu diluar bantuan sebesar $ 300 juta yang diberikan kepada Kementerian Kesehatan Palestina dan Bulan Sabit Merah Palestina.

Kata dia, OKI akan berdiri sebagai salah satu pembela terhadap hak-hak rakyat Palestina dan akan membuat dunia menyadari bahwa Israel tidak bisa melanjutkan. Israel harus menyadari bahwa perdamaian adalah satu-satunya pilihan untuk kelangsungan hidupnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal OKI Iyad Madani Ameen, menekankan bahwa pertemuan luar biasa para Menlu OKI adalah  untuk mengambil sikap dukungan organisasi yang kuat untuk rakyat Palestina dan mengerahkan segala upaya untuk menghentikan pertumpahan darah serta untuk membela hak-hak sah rakyat Palestina.

Dia juga mengatakan bahwa OKI telah melancarkan kasasi kepada masyarakat internasional dan lembaga-lembaganya untuk segera menghentikan agresi Israel dan untuk memasok bantuan kemanusiaan yang mendesak.

“Ini adalah pertemuan tingkat menteri kedua terkait persoalan Palestina dalam sebulan. Yang terakhir adalah pada tanggal 10 Juli lalu,” tandasnya.(dro)




Hapus Kesan Negatif, Lokasi Pujasera Baru Akan dilengkapi Taman Rekreasi

Pujasera Jalan Kapten Muchtar usai kebakran beberapa waktu lalu
Pujasera Jalan Kapten Muchtarusai  dilalap jago merah  beberapa waktu lalu

Tembilahan (detikriau.org) – Menghilangkan kesan negatif yang selama ini melekat dengan keberadaan Pujasera, Pemerintah kabupaten Inhil berencana untuk melengkapi lokasi baru dengan fasilitas taman rekreasi keluarga.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy melalui Kasi Penertiban dan Penyuluhan, Trio Beni Putra, Kamis (14/8/2014). Dikatakannya, di kolam lokasi baru Pujasera itu nantinya akan lengkapi dengan fasilitas rekreasi keluarga.

“Mungkin semacam perahu-perahuan yang dapat menjadi sarana rekreasi. Namun penataan dan bagaimana pengelolaannya akan ditangani melalui Dinas Pemuda, Olahraga Kebudayaan dan pariwisata (Disporabudpar) Inhil,” Ungkapnya.

Menurut Kadisperindag, ditambahkan Trio Beni, penyediaan sarana hiburan rakyat ini merupakan salah satu langkah untuk menghilangkan kesan negatif terhadap keberadaan pujasera sebagaiman selama ini terdengar.

Untuk mendukungnya, seluruh lapak pedagang dilokasi itu juga ditata dengan sistem bangunan terbuka berukuran 2,5 x 3 m ditambah fasilitas penerangan yang memadai.

“tadi siang pak Sekda didampingi beberapa satker terkait sudah melakukan tinjaun kelokasi. Pujasera kedepan diharapkan akan menjadi salah satu tujuan pavorit masyarakat untuk mengecap kuliner khas Inhil termasuk menjadi sarana rekreasi,” Tandasnya. (dro)




Hilangkan Trauma Anak-Anak, KNPI Pinta Komnas PA Turun ke Pungkat

sekola dasar 005 desa pungkatTembilahan (detikriau.org) – KNPI Inhil berharap Komnas Perlindungan Anak segera turun ke Desa Pungkat. Hal ini dinilai penting untuk menghilangkan traumatis terhadap anak-anak khususnya pelajar SD pasca penjemputan paksa terduga kasus pembakaran alat berat milik PT SAL oleh aparat kepolisian.

Dikatakan wakil ketua KNPI Inhil, Hidayat Hamid, dari pantauan langsung ke Desa Pungkat, pasca aksi yang menghebohkan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Gaung itu, aktivitas belajar mengajar disebuah Sekolah Dasar (SD) setempat masih lumpuh.

“Harus ada tindakan segera. Jika gangguan fsikologis yang dialami anak-anak berlangsung lama tentunya akan sangat berdampak tidak baik kepada kejiwaan mereka dan mengancam kemajuan pendidikan di Desa setempat,” Sampaikan Hidayat Hamid kepada detikriau.org. kamis (14/8/2014)

Ditambahkannya, dalam kunjungan ke Desa pungkat baru-baru ini, salah seorang Ibu warga desa setempat, Asiah, menyatakan bahwa pasca kejadian itu jangkan untuk mengurus sekolah anak-anak, untuk makanpun ia sudah susah.

“Anak saya juga katanya takut untuk keluar rumah.” Ujar Asiah

Dikatakannya juga, saat ini keberadaan beberapa orang tenaga pengajar termasuk kepala sekolah juga belum diketahui. Sebab saat penyisiran oleh aparat kepisian sebahagian besar kaum laki-laki yang ada di Desanya melarikan diri tanpa arah yang jelas.

Diakhir kalimatnya ia juga meminta untuk dilakukannya penyelidkan independent terkait kemungkinan terjadinya tindak pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat. (Ahmad tarmizi)




Dewan Pinta Masyrakat Berikan Bukti Arogansi Aparat Kepolisian

eTembilahan (detikriau.org) – Dewan meminta agar masyarakat memberikan bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum jika benar adanya tindakan arogansi yang dilakukan aparat kepolisian dalam penjemputan terduga pelaku pembakaran alat berat milik perusahaan.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Inhil, M Arfah dihadapan massa HMI dalam aksi demontrasinya di depan gedung DPRD Inhil Jalan HR Subrantas Tembilahan, Kamis (14/8/2014), Apa yang terjadi hari ini, tindakan anarkis yang dilakukan masyarakat dengan melakukan pembakaran alat berat milik PT SAL secara hukum adalah sebuah tindakan kriminal dan benar aparat kepolisian harus melakukan tindakan.

Keberadaan aparat kepolisian di Desa Pungkat menurutnya dalam rangka melakukan penjemputan terhadap terduga pelaku pembakaran. Tidak ada yang salah dari sisi hukum untuk hal itu.

Namun, ditambahkan Arfah, jika memang didalam prakteknya dikabarkan ada tindakan yang dikatakan arogansi dari pihak kepolisian, ia meminta masyarakat untuk mengumpulkan bukti-bukti dan memberikan pernyataan yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia menjanjikan akan bersedia mendampingi masyarakat untuk mengadukan hal ini kepada Kapolres.

“tapi jangan hanya katanya, silahkan kawan-kawan temukan bukti dan kesaksian yang bisa dipertanggungjawabkan. Saya yang akan mendampingi masyarakat menemui Kapolres jika tuduhan itu benar,” Janjinya

Dalam kesempatan itu, M Arfah juga meminta agar masyarakat yang dikabarkan hari ini masih ada yang bersembunyi dihutan dengan meninggalkan anak istrinya agar kembali kerumah dan melaksanakan aktifitas sebagaimana biasanya.

Menurutnya, tidak ada yang perlu ditakutkan jika memang merasa tidak bersalah. Sekali lagi ia menegaskan bahwa keberadaan aparat kepolisian di Desa Pungkat bukannya untuk menakut-nakuti masyarakat tetapi untuk melakukan penegakan hukum.

“JIkalau juga benar katanya ada aparat yang mengintimidasi atau menakut-nakuti masyarakat, catat namanya, kita akan laorkan dan mintakan kapolres melakukan tindakan sesuai ketentuan hukum,” Tandas M Arfah. (dro)