Dandim 0314 Inhil Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci

 

Foto: Syahrul Badrin, Humas Pemkab Inhil
Foto: Syahrul Badrin, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan memimpin apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makan Pahlawan Yudha Bakti Jalan Lintas Provinsi Parit VI Kecamatan Tembilahan hulu, Ahad (17/8) dini hari. Acara ini digelar dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Kemerdekaan RI.

Acara yang berlangsung mulai pukul 00.00 WIB itu juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Inhil, Ketua DPRD, Kapolres Inhil, Muspida, Sekdakab Inhil, Kepala SKPD, personil TNI dan Polri serta pramuka dan Mahasiswa.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci tersebut diisi dengan pernyataan singkat Dandim 0314 Inhil selaku Inspektur Upacara mengenai penghormatan terhadap para pejuang dan pahlawan terutama yang berada di TMP Yudha Bakti ini atas pengorbanan jiwa dan raga demi membela Tanah Air serta janji untuk meneruskan perjuangan.

Apel kehormatan dan renungan suci diakhiri dengan penghormatan terhadap seluruh arwah pahlawan yang telah membela dan berjuang bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bupati Inhil, HM Wardan usai renungan suci menyatakan bahwa apa yang dilaksanakan pada malam hari ini merupakan rangkaian acara peringatan HUT RI Ke 69 yang dimaksudkan untuk mendoakan arwah para pahlawan Indonesia dimanapun berada terlebih utama Pahlawan yang telah dimakamkan di TMP Yudha Bakti ini.

“Semoga arwah pejuang kita ini mendapatkan tempat yang layak disisi Allah sesuai dengan amal dan perbuatannya,” Do’a Bupati

Dalam kesempatan ini tak lupa Bupati juga menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan dalam memperingati hari lahirnya Bangsa dan Negara Indonesia khususnya yang diselelnggarakan di Kabupaten Inhil dapat terlaksana dengan lancar dan sukses(rul)




Bupati Inhil Anugerahkan Satyalancana Karya Satya Bagi 290 PNS

Foto: Agustan, Humas Pemkab Inhil
Foto: Agustan, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Akhir pekan kemaren, sabtu (16/8/2014) Bupati Inhil menganugrahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Kepada 290 orang Pegawai Negeri Sipil di lingkungan PEMKAB Inhil yang berprestasi. Turut hadir Wakil Bupati Inhil, Sekda, Ketua DPRD dan Unsur Muspida Inhil serta pejabat eselon di lingkungan PEMKAB Inhil.

290 orang Pegawai Negeri Sipil di lingkungan PEMKAB Inhil yang memperoleh Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dengan rincian sebagai berkut, yang mengabdi selama 30 TH sebanyak 83 PNS, 20 Tahun sebanyak 161 PNS dan 10 TH sebanyak 46 PNS dengan ketentuan tidak pernah di jatuhi hukuman berat, sedang maupun ringan.

Dalam sambutannya Bupati menyatakan bahwa sejalan dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya di rangkai dengan HUT Proklamasi RI Ke 69 TH 2014, dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi dan teropong bagi PNS lainnyaPenganugerahan ini hendaknya jangan di pandang sebatas seremonial belaka. Tetapi, di jadikan momentum untuk meningkatkan perhatian dan prestasi kerja saudara kepada bangsa dan negara.

“Kepada PNS yang hari ini menerima pengharagaan saya berharap untuk lebih meningkatkan kreatitivias dan kedisplinan dan mengabdi kepada Bangsa dan Negara,” Pesan Bupati. (gus/adv pemkab inhil)




Berdalih Tidak Mengetahui Lokasi, Tim Evakuasi Pemkab Inhil Batal Lakukan Penjemputan

“Saya hanya merasa heran kalau pihak Desa dan Camat sampai tidak mengetahui  masih ada puluhan dan bahkan ratusan warganya yang hilang ”

indexGaung (detikriau.org) – Asisten I Setdakab Inhil, Darusslam menyatakan pihaknya belum melakukan evakuasi terhadap beberapa orang warga Desa Pungkat yang dikabarkan kini masih berada di dalam hutan. Batalnya pemulangan warga yang dikabarkan lari pada aksi penjemputan paksa aparat kepolisian terhadap terduga pelaku pembakaran alat berat milik PT SAL ini disebabkan belum di dapatkannya informasi pasti posisi keberadaan dan jumlah mereka.

“Kita belum mengetahui dimana posisi dan berapa jumlah warga yang akan dievakuasi. Oleh karenanya kita ambil langkah untuk terlebih dahulu melakukan pendataan melalui kepala desa dan camat”. Ujarnya

Ditambahkan Darussalam, Tim bergerak menuju ke Desa pungkat hari ini, sabtu (16/8/2014). Penjemputan warga menurutnya akan dilanjutkan secepatnya setelah data-data pasti dan lokasi didapat.

“Kita akan lakukan secepatnya setelah lokasi keberadaan mereka (warga red) diketahui”. Tandasnya.

Ditempat terpisah, Jubir MPI, Tengku Suhandri Abdullah menyatakan keheranan atas upaya evakuasi yang dilakukan pemkab Inhil. Sebelumnya dikatakan Comel sebagaimana ia akrab disapa, MPI sudah bersepakat untuk mendampingi Tim Pemkab Inhil untuk melakukan evakuasi karena MPI yang mengetahui keberadaan dan menjalin kontak dengan warga Desa Pungkat yang memintakan bantuan.

“Saya sendiri tidak mengerti, begitu berangkat, mereka sama sekali tidak mengontak kita. Bahkan anehnya lagi, menurut keterangan warga, Tim bukannya menemui masyarakat tetapi hanya menjumpai Kepala Desa dan Camat,” Kesal Comel.

Hari ini juga ditambahkan Comel, MPI telah melakukan evakuasi sebanyak 26 orang warga Desa Pungkat yang terdiri dari orang tua dan anak-anak. 18 orang diantaranya dievakuasi oleh warga Desa, Asmar serta 8 orang lainnya dievakuasi oleh TIM MPI dari Rengat karena dalam pelariannya didalam hutan warga sudah berjalan hingga memasuki Kabupaten Inhu.

“Kita mendapatkan informasi dari kawan-kawan MPI di Inhu yang mengabarkan ada 8 orang warga desa pungkat di Rengat dalam kondisi kelelahan dan kehabisan bekal. Kawan-kawan sudah lakukan evakuasi dan memulangkan mereka ke Desa Pungkat,” Jelas Comel.

Dalam kesempatan komfirmasi ini bahkan Comel menyatakan juga mendapatkan informasi bahwa warga Desa pungkat sama sekali tidak mengetahui akan kedatangan tim evakuasi pemkab inhil hari ini ke desanya.

“Tak ada kita lihat mereka datang, kalau ada tentu ada mereka menemui warga disini. Setidaknya untuk bertanya”. Ujar Comel menyampaikan pernyataan warga pungkat, Erda kepada dirinya.

Diakhir komfirmasi Comel juga menyatakan keanehan jika aparatur Desa dan Kecamatan menyatakan tidak mengetahui kalau hingga hari ini masih ada ratusan warganya yang berada di hutan.

“tadi kita baru dahulukan evakuasi orang tua dan anak-anak dikarenakan keterbatasan alat tranportasi. Masih ada puluhan yang harus dipulangkan. Jadi saya hanya merasa heran kalu pihak Desa dan Camat sampai tidak mengetahui masih ada puluhan dan bahkan ratusan warganya yang hilang ,” Tandas Comel. (dro/Ahmad Tarmizi)




TP PKK Inhil Raih 5 Gelar Juara pada Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Riau

DSC_3205 - CopyTembilahan (detikriau.org) – Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil meraih 5 gelar juara pada pelaksanaan Jambore kader PKK Tingkat Provinsi Riau digedung wanita Pekanbaru, rabu (13/8/2014) yang lalu. Atas hasil yang diraih ini, ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikah Wardan menyampaikan ungkapan rasa syukur dan berahrap pada pelaksanaan Jambore ditahun mendatang prestasi ini dapat lebih ditingkatkan lagi.

Lima gelar juara yang berhasil diraih tersebut adalah Juara I pada Lomba Disain Busana seragam kerja PKK, Juara ke II Lomba Penyuluhan Upaya-upaya penurunan Angka Kematian Ibu,  Juara ke III Lomba penyuluhan Pembinaan Anak Remaja, Juara harapan I Pidato antar Ketua TP.PKK Desa/Kelurahan  dan yang terakhir adalah  Juara harapan III Lomba Penyuluhan  Bina Keluarga Balita Kesiapan Anak masuk Sekolah.

Dikatakan oleh Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikah Wardan, Kegiatan Jambore PKK merupakan wahana untuk meningkatkan kemampuan para kader dalam melaksanakan 10 program pokok PKK. Selain itu kegiatan jambore juga sebagai wahana untuk evaluasi dan meningkatan motivasi kader dalam menunjang terwujudnya keluarga sehat dan sejahtera, meningkatkan wawasan, pengetahuan, sikap dan keterampilan kader. Sekaligus ajang refresing dan silaturrahmi’

“Ini sebuah pekerjaan yang mulia karena 10 prgram pokok PKK dilaksanakan secara sukarela dan ihklas untuk membantu masyarakat.”Ujarnya. (way/adv pemkab inhil)




Kondisi Desa Pungkat Disampaikan Camat Aman dan Kondusif

“Aktifitas Pemerintahan dan Pendidikan Sudah Berjalan Normal”

syahbudiGaung (detikriau.org) – Pihak Kecamatan Gaung menyatakan sejauh ini kondisi Desa Pungkat berada dalam suasana kondusif. Informasi yang menyatakan aktifitas pemerintahan, sekolah dan pelayanan publik di salah satu Desa di Kabupaten Inhil bagian utara ini lumpuh total adalah informasi yang tidak benar.

“tidak benar informasi itu, hari ini pemerintahan dan pelayanan masyarakat sudah berjalan sebagaimana biasanya. Barusan pihak Kabupaten yang dipimpin Asisiten I, Darusslam didampingi beberapa pejabat lainnya, kepolisian dan pihak Kecamatan turun kelapangan untuk menyaksikan secara langsung kondisi di Desa Pungkat. Semuanya aman dan berjalan lancar,” Sampaikan Camat Gaung, Syahbudi kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, sabtu (16/8/2014)

Pasca penjemputan aparat kepolisian terhadap terduga pelaku pembakar alat berat milik PT SAL beberapa hari lalu diakuinya bahwa benar aktifitas pemerintahan di desa sempat terganggu. Namun itu juga disebabkan kepala desa sedang tidak berada di tempat.

Dalam kunjungan kelapangan hari ini ditambahkan Camat, aktifitas pendidikan di SD 005 yang dikabarkan juga lumpuh total nyatanya sudah berjalan normal. Anak-anak sudah bersekolah seperti sebagaimana sebelumnya. “kita tadi sempat berfoto bersama anak-anak didik disekolah itu,” Ujar Camat

Setelah kedatangan petugas kepolisian, camat menyatakan memang benar kepala sekolah tidak diketahui lagi dimana keberadaannya hingga hari ini. Bahkan upaya kontak yang coba dilakukan melalui telepon selularnya juga tidak berhasil.

“”tapi wakil kepala sekolah kan ada, aktifitas pendidikan di sekolah dasar ini sudah berjalan normal. Anak-anak sudah bersekolah kembali. Ini semua juga sudah didokumentasikan oleh bagian humas. coba nanti komfirmasikan ke pak Darussalam apa yang saya sampaikan ini” Yakinkan Camat.

Terkait kabar bahwa saat ini masih ada ratusan warga Desa Pungkat yang melarikan diri ke dalam Hutan, Camat menyatakan keraguannya akan hal ini.

Menurutnya mungkin saja waktu kejadian ada beberapa orang warga yang merasa ketakutan dan menghilang dari Desa. Camat menduga mereka mungkin kerumah keluarganya ditempat lain atau mungkin juga ada yang lari hingga masuk ke hutan.

Namun dalam beberapa kali pertemuan di hadapan warga, Camat mengaku sudah mempertanyakan secara langsung kepada masyarakat siapa lagi warga Desa Pungkat yang hingga hari ini masih hilang dari Desa. Tapi tidak ada yang memberikan keterangan.

“kalau memang masih ada, sampaikan ke pihak Desa atau Kecamatan. Kami siap untuk memfasilitasi melakukan penjemputan,”Ujar Camat.

Diakhir kalimatnya Camat menghimbauan agar masyarakat tidak perlu takut jika memang merasa tidak bersalah.

“Untuk warga yang hari ini telah ditetapkan sebagai tsk oleh kepolisian, biarlah nantinya proses hukum yang akan membuktikan benar atau salahnya.” Tandas Camat.

Hngga berita ini dirilis, detikriau.org belum berhasil mendapatkan kontak dengan Asisten I Setdakab Inhil, Darussalam. (dro)




Dukung Jokowi, Kini PKB Mulai Tuai Balasan

“Boni hargens: keluarnya PKB dari koalisi tidak akan menganggu jalan pemerintahan Jokowi-JK. Karena, masih ada relawan-relawan yang merupakan kekuatan real (sesungguhnya) dari Jokowi”

pkb-jabar-kerahkan-1000-kiai-kampung-dukung-jokowi-jkTembilahan (detikriau.org) – Koalisi kubu partai pengusung Jokowi-JK kini tampak mulai retak. Dulu kubu yang katanya dibangun “tanpa syarat” ini terucapkan bertopeng bangga oleh semua partai koalisi termasuk PKB. Hari ini topeng itu mulai terlepas. PKB terkabarkan mulai berang. Apakah ini sebuah balasan?

Dikutip dari suaranews.com, Ketidakpuasan PKB dikabarkan bermula dari komposisi di Tim Transisi hingga ide kabinet kerja yang digagas Jokowi. Terkait Tim Transisi, PKB menilai Jokowi hanya mementingkan partai tertentu seperti PDIP dan NasDem.

Jokowi selalu mengilah bahwa dirinya tidak memerlukan orang partai tetapi kenyataannya di kantor transisi di isi orang-orang partai seperti Akbar Faizal dari NasDem, Rini Soemarno, PDIP orang dekat Megawati Soekarnoputri, Hasto Kristiyanto dari PDIP, dan Hendropriyono yang juga menjadi pendukung PDIP.

PKB merasa ditipu gaya lugu Jokowi. PKB melalui Wakil Sekjennya, Jazilul Fawaid, menilai cara kerja Jokowi itu menunjukkan ahklaknya yang tak baik. “Akhlaknya tidak baik,” kata Jazilul dalam acara diskusi di sebuah stasiun TV, awal pekan kemaren

Ide Jokowi soal menterinya yang harus melepaskan jabatan partai juga menjadi sorotan politisi asal Gresik tersebut.

“PKB prinsipnya bergerak pada konstitusi, selama tak ada aturan yang melarang menteri rangkap jabatan di parpol, kami memperjuangkan kader kami yang mampu memimpin,” kata Jazilul.

Jazilul pun mengungkit peran PKB dalam memenangkan Jokowi, seperti mengenalkan di kalangan NU dan pesantren. Jazilul mencurigai, ada orang-orang yang mempunyai kepentingan dan tidak berjuang saat Pilpres hanya mengambil keuntungan dengan menyingkirkan orang-orang partai.

Namun, pernyataan Jazilul tersebut justeru ditanggapi pedas oleh kubu PDIP. Koordinator Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP)

Boni Hargens menegaskan supaya PKB mengikuti peraturan adanya larangan rangkap jabatan seorang menteri dengan jabatan pengurus Partai Politik atau mundur dari koalisi.

“Jika PKB tidak mematuhi aturan tersebut sebaiknya mereka mundur dari koalisi. Sebab, dari awal koalisi pemerintahan Jokowi-JK (Jusuf Kalla) adalah koalisi tanpa syarat,” jelas Boni saat ditemui wartawan di Jakarta, Selasa (12/8) yang lalu.

Menurutnya, dengan keluarnya PKB dari koalisi tidak akan menganggu jalan pemerintahan Jokowi-JK. Karena, masih ada relawan-relawan yang merupakan kekuatan real (sesungguhnya) dari Jokowi.

“Sebab, meski (PKB) ada di parlemen namun tetap saja harus dapat dukungan rakyat,” jelasnya.(dro)