Bupati Inhil hadiri Donor Darah dan Pengobatan Gratis di Kempas

Bupati Inhil di foto bersama dengan Mahasiswa KKN Unri serta Camat dan Upika Kecamatan Kempas. Foto, Agustan/humas pemkab inhil
Bupati Inhil di foto bersama dengan Mahasiswa KKN Unri serta Camat dan Upika Kecamatan Kempas. Foto, Agustan/humas pemkab inhil

Kempas (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan menghadiri kegiatan donor darah dan pengobatan gratis tajaan PMI Provinsi Riau bekerjasama dengan Mahasiswa KKN UNRI dan UNISI.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di halaman kantor lurah Kempas jaya Kecamatan Kempas ini juga dihadiri oleh sejumlah penjabat esselon dilingkungan Pemkab Inhil, Anggota DPRD Inhil, Ketua PMI Provinsi Riau, Pengurus PMI kab Inhil beserta jajaran upika Kecamatan Kempas. Rabu (27/8/2014) kemaren.

Kegiatan yang bertemakan “ Nikmatnya Sehat Bersama PMI”.yang dilaksanakan dalam satu hari kerja ini mendapat respon yang baik dari masyarakat kempas.

Dalam sambutannya Bupati menyambutan sambutan baik atas apa yang diprakarsai oleh mahasiswa KKN UNRI dan UNISI ini. Kegiatan ini dinilai Bupati akan sangat membantu masyarakat. Bupati juga berharap kepada mahasiswa KKN untuk membantu pemerintah khususnya pemerintah kecamatan kempas.

“Mudah-mudahan kedepannya kegiatan bhakti sosial seperti apa yang dilakukan saat ini tetap berlanjut dan lebih baik,” harap Bupati.

Sementara itu, Ketua PMI Riau, Syahril Abu Bakar menyatakan perlu memberikan dukungan serta mensosialisasikan berbagai kegiatan-kegiatan bhakti sosial salah satunya donor darah dan pengobatan gratis yang jelas bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat ini.

Usai membuka acara pengobatan gratis dan Donor darah, Bupati di dampingi ketua PMI Propinsi Riau melakukan peninjauan ke Lokasi pengobatan gratis dan Donor darah. (gus/adv pemkab inhil)




F-PPP Pinta Pemkab Inhil Tidak Gunakan “Manajemen Belahan Bambu”

Juru Bicara FPPP DPRD Inhil, M Arfah
Juru Bicara FPPP DPRD Inhil, M Arfah

Tembilahan (detikriau.org) – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPRD kabupaten Indragiri Hilir menilai bahwa setiap tahunnya realisasi penerimaan PAD selalu mengalami trend peningkatan. Namun sayangnya kebanggaan ini kadang berbanding terbalik dengan tingkat kepuasaan masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan oleh FPPP melalui jubirnya, M Arfah pada rapat paripurna ke 6 masa sidang ke II tahun sidang 2014 tentang penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap ranperda pertanggungjawaban APBD tahun 2013 dan draff kebijakan umum perubahan APBD serta prioritas dan Plafon anggaran sementara perubahan APBD Inhil Tahun 2014 bertempat diruang paripurna gedung DPRD Inhil, Jalan HR Subrantas Tembilahan, selasa (26/8/2014) kemaren

Terjadinya peningkatan realisasi penerimaan PAD dalam setiap tahunnya pasti menjadi sebuah kebanggan. Namun sayangnya, disisi lain, ditengah masyarakat ada terbersit rasa kesedihan, miris dan bahkan kepiluan hati.

Sekelompok masyarakat, ada yang mengeluh, merintih dan bahkan menangis disaat-saat kebutuhan yang sangat begitu diharapkan ternyata belum juga mampu untuk direalisasikan oleh pemerintah yang kononnya sudah diberikan amanah pada setiap pelaksanaan pilkada dan pileg.

Pemerintah yang dititipi amanah ternyata belum juga mampu memberikan seteguk air pelepas dahaga disaat mereka tertatih dan bergelantung meniti jalan, jembatan dan jerambah yang sesungguhnya sudah tidak lagi layak untuk dilewati manusia.

“Kita bahkan kerap melakukan ekpost bahwa kita sudah membuatkan perencanaan yang matang bahkan pendanaannyapun juga sudah dianggarkan sayangnya dalam praktik kita kerap enggan dan bahkan tidak mampu untuk merealisasikan dengan berbagai alasan yang kadang-kadang terlalu kekanak-kanakkan,” Kritik FPPP

Disamping hal ini, FPPP juga menyatakan bahwa FPPP sangat mengapresiasi dan sependapat degan pemerintah bahwa dalam perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan haruslah tepat sasaran, rasional, tranparansi dan berkeadilan. Namun FPPP juga berharap agar apa yang sudah diungkapkan itu harus dapat benar-benar dijalankan secara konsekuen bukannya malah mempergunakan “manajemen belah bambu”, belahan satunya diangkat namun belahan lainnya justru diinjak.

Dalam kesempatan itu, FPPP juga memberikan saran kepada Bupati untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembantu-pembantunya yang ditempatkan di SKPD. Apakah benar-benar kualivive dan serius mau membantu Bupati dalam menjalankan kebijakan-kebijak yang sudah ditetapkan sehingga visi, misi dan program Bupati/Wakil dapat terlaksana dengan baik. (dro)




FGBNP Ingatkan Pemimpin Inhil untuk Tepati Janji

Jubir FGBNP, Asnawie
Jubir FGBNP, Asnawie

Tembilahan (detikriau.org) – Fraksi Gerakan Bintang Nurani Pancasila (FGBNP) DPRD kabupaten Indragiri Hilir mengingatkan kepada pasangan Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013 – 2018 untuk tidak melupakan berbagai janji yang sudah pernah tersampaikan pada saat kampanye menjelang pilkada beberapa waktu yang lalu.

Hal ini disampaikan jubir FGBNP, Asnawi dalam pidato penutup pada rapat paripurna ke 6 masa sidang ke II tahun sidang 2014 tentang penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap ranperda pertanggungjawaban APBD tahun 2013 dan draff kebijakan umum perubahan APBD serta prioritas dan Plafon anggaran sementara perubahan APBD Inhil Tahun 2014 bertempat diruang paripurna gedung DPRD Inhil, Jalan HR Subrantas Tembilahan, selasa (26/8/2014) malam,

FGBNP menegaskan bahwa kemaren, hari ini dan bahkan esok seluruh masyarakat Inhil menanti realisasi nyata atas janji-janji yang sudah terucapkan.

“Beberapa janji itu diantaranya adalah janji mengenai seluruh jalan di dalam kota akan dihitamkan, kemudian inhil akan menjadi penghasil kelapa terbesar namun pengerjaan tanggul dan saluran pengairan dalam upaya perbaikan kerusakan perkebunan kelapa rakyat yang begitu lama dinanti-nantikan hingga saat ini belum tampak adanya tanda-tanda akan segera dimulai.” Sampaikan FGBNP

Kemudian disampaikan jubir FGBNP lagi, Masyarakat Pulau Kijang, Sungai Piring, Lahang, Teluk Kiambang dan harapan tani sudah menanti-nanti perbaikan kerusakan badan jalan yang sudah bertahun-tahun menjadikan mereka menderita.

Diakhir kalimat penutupnya, FGBNP menyampaikan permintaan maafnya kepada warga Partai Gerindra, PBB, Hanura dan Patriot atas belum mampunya mereka untuk memenuhi semua amanat yang telah dititipkan masyarakat yang lebih disebabkan keterbatasan anggaran meskipun FGBNP mengaku sudah berupaya maksimal. (dro)




FPKB Soroti Proyek Terbengkalai, Temuan BPK, Multi Years Hingga SILPA

Jubir FPKB, Edi Gunawan saat membacakan tangapan fraksinya
Jubir FPKB, Edi Gunawan saat membacakan tangapan fraksinya

Tembilaha (detikriau.org) – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FKBP) mempertanyakan beberapa persoalan baik masalah pembangunan proyek yang belum dapat difuagsikan sebagaimana peruntukannya, temuan BPK, Kelanjutan Proyek Multiyeras hingga SILPA.

Pertanyaan ini disampaikan FPKB pada rapat paripurna ke 6 masa sidang ke II tahun sidang 2014 tentang penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap ranperda pertanggungjawaban APBD tahun 2013 dan draff kebijakan umum perubahan APBD serta prioritas dan Plafon anggaran sementara perubahan APBD Inhil Tahun 2014 bertempat diruang paripurna gedung DPRD Inhil, Jalan HR Subrantas Tembilahan, selasa (26/8/2014) malam

Juru Bicara FPKB, Edi Gunawan menyampaikan bahwa dari hasil audit BPK RI pada buku II BPK RI menemukan permasalahan terkait kelemahan system pengendalian intern, diantaranya terdapatnya kelemahan pengendalian kas di BUD dan Bendahara pengeluaran pada tiga SKPD termasuk penataan persediaan belum tertib dan sisa persedian pada dua SKPD tidak diyakini kewajarannya. Selanjutnya masalah pengelolaan Investasi Non Permanent Inhil Revolving Fund (IRF) tidak optimal dan terdapat tunggakan pokok pinjaman.

Persoalan lainnya, FPKB juga menyebutkan bahwa Pemkab Inhil berpotensi akan menanggung kerugian atas penyertaan modal pada PT GCM yang tidak beroperasi lagi sejak tahun 2006. Kemudian pengelolaan pendapatan retribusi pengendalian menara telekomunikasi belum memadai termasuk persoalan pencatatan, penilaian, dan pelaporan asset tetap yang belum memadai sehingga terhadap asset tetap belum menunjukkan nilai sewajarnya. Padahal beberapa permasalahan temuan BPK ini sesungguhnya juga menjadi temuan pada LHP BPK pada tahun sebelumnya.

“jika dikaitkan dengan target RPJMD Inhil tahun 2013-2018, dimana target opini terhadap LKPD tahun 2015 adalah wajar tanpa pengecualian (WTP), akankah target ini dapat tercapai,” Pertanyakan FPKB

Disamping persoalan temuan BPK, FPKB juga menyoroti beberapa bangunan proyek yang hingga saat ini belum dapat difungsikan sebagaimana peruntukkannya seperti pelabuhan parit 21, terminal parit 8, bandara tempuling, pasar sungai guntung termasuk beberapa pasar lainnya.

Tidak hanya itu, FPKB dalam kesempatan ini juga mempertanyakan nasib 5 paket proyek multiyear yang juga menjadi catatan permasalahan atas hasil audit BPK Riau terkait ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan antara lain poin 6 yang dibunyikan bahwa pekerjaan lima paket multiyear tidak selesai sampai masa jabatan kepala daerah berakhir dan tidak lagi diangarkan pada tahun 2014.

“yang menjadi pertanyaan FPKB, apa kebijakan pemerintah sekarang akan hal ini? Apakah hanya kita biarkan,”

Hal lainnya, FPKB juga mempertanyakan akan tingginya SILPA tahun 2013 yang menjadi catatan SILPA tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya ini apakah sebuah prestasi atau justru kegagalan.

Menurut FPKB, tinggi SILPA tentunya memberikan gambaran akan ketidakmampuan pemerintah daerah melalui SKPD-nya dalam menyelesaikan pekerjaan yang sekaligus menunjukkan lemahnya progress keterserapan anggaran APBD. Banyak paket proyek yang sedianya diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu dilaksanakan dengan berbagai alasan. Hal ini berbanding terbalik dengan progress perjalanan dan belanja rutin dinas yang mampu mencapai serapan 95 hingga 100 persen.

“apalagi kalau kita llihat kondisi pelaksanaan APBD tahun 2014 saat ini justru mungkin akan lebih mnegkhawatirkan. Apakah ini menjadi model cerminan pemerintah sekarang,” Pertanyakan FPKB.

Disindir FPKB, ada dana tapi tak mampu dibelanjakan. Hati-hati memang perlu dalam pelaksanaannya namun jangan membuat bodoh dengan mengorbankan kepentingan masyarakat dan daerah. Harus ada keberanian dan langkah revulisionir terhadap permasalahan ini. (dro)




Galaery Foto Penyampaian Pidato Bupati pada Rapat paripurna Ke 5 Masa Sidang ke II Tahun Sidang 2014 DPRD Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – DPRD Inhil melaksanakan rapat paripurna ke 5 masa persidangan ke II tahun sidang 2014 tentang penyampaian pidato Bupati terhdap ranperda pertanggungjawaban APBD tahun 2013 dan draff kebijakan umum perubahan APBD serta prioritas dan Plafon anggaran sementara perubahan APBD Inhil Tahun 2014. Rabu (27/8/2014)

Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh KEtua DPRD Inhil, HM Raus Walid ini juga tampak dihadiri oleh wakil Bupati H Rosman Malomo, Unsur Muspida  dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhil dan 24 dari 45 orang anggota DPRD Inhil (dro)




Galeri Foto DPRD Inhil: Pemadangan Umum Fraksi

Tembilahan (detikriau.org) – Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memberikan pandangan umum terhadap pidato pengantar Bupati Inhil terhadap ranperda pertanggungjawaban APBD tahun 2013 dan draff kebijakan umum perubahan APBD serta prioritas dan Plafon anggaran sementara perubahan APBD Inhil Tahun 2014.

Fraksi- fraski di DPRD Inhil ini, melakukan pemandangan umum terkait predikat yang diraih Pemkab Inhil, terkait pengelolaan keuangan dan aset daerah, infrastruktur, peningkatan PAD serta peningkatan kesejahteraan masyarakat terkait revitalisasi sektor-sektor vital.

Beberapa pemandangan khusus lainnya yang terbagi antara lain saran, himbauan dan kritikan datang dari fraksi-fraksi yang ada di DPRD Inhil, diantaranya yang disampaikan oleh Fraksi PKB tentang temuan BPK masalah kelemahan system pengendalian intern diantaranya terkait kelemahan pengendalian kas BUD dan bendahara pengeluaran pada tiga SKPD, kemudian penataan persediaan belum tertib dan sisa persediaan pada dua SKPD tidak diyakini kewajarannya.(dro/adv dprd inhil)