Wakili Bupati Inhil Asisten III buka KPA UNISI

Foto: Way, Humas Pemkab Inhil
Foto: Way, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati yang diwakili Asisten III Setda kab. Inhil H. Afrizal membuka secara resmi Kegiatan Pengenalan Akademik (KPA) Universitas Islam Indragiri (UNISI) Tembilahan.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten III Bupati menyatakan bahwa KPA atau lebih dikenal dengan Ospek merupakan momentum bersejarah bagi setiap Mahasiswa yang memasuki pintu gerbang Perguruan Tinggi.

”Pada dasarnya, KPA merupakan pintu ilmu bagi Mahasiswa/i. Pintu itu akan dibuka dan dicermati atau dipelajari secara seksama oleh Mahasiswa/i baru untuk memperdalam ilmunya. Bila dari pintunya saja sudah buruk, maka pola pikirnya bisa saja terus menduga bahwa di dalam pintu akan sama buruknya.”Perumpamaan yang disampaikan Bupati

Ditambahkan Bupati, KPA juga merupakan kegiatan untuk memperkenalkan kampus kepada mahasiswa baru. Kegiatan ini merupakan kegiatan institusional yang menjadi tanggung jawab Universitas untuk mensosialisasikan kehidupan di Perguruan Tinggi dan proses pembelajaran yang pelaksanaannya melibatkan unsur Pimpinan Universitas, Fakultas, Mahasiswa dan unsur-unsur terkait lainnya.

Asisten III membacakan sambutan Bupati Inhil
Asisten III membacakan sambutan Bupati Inhil

Kepada Pengurus UNISI, Bupati berharap agar kegiatan ini benar-benar dilaksanakan sesuai dengan fungsinya jangan sampai sebagaimana kerap terdengar bahwa kegiatan Ospek diisi dengan kekerasan dalam bentuk verbal dan bahkan tidak jarang terjadi kekerasan fisik.

“saya berharap, KPA yang diadakan oleh UNISI jauh dari gambaran tersebut. Jadikan KPA ini benar-benar sebagai wahana pengenalan Kampus, dan penuhi dengan muatan-muatan yang berisi ilmu pengetahuan sebagai bekal awal untuk mengikuti perkuliahan.”Tandas Bupati. (way/adv pemkab inhil)




Bupati Lepas 445 JCH Inhil Kloter 4 Ke Tanah Suci

Bupati Inhil menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Ketua KLOTER 4 Emberkasi Batam. Foto: Agustan, humas pemkab inhil
Bupati Inhil menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Ketua KLOTER 4 Emberkasi Batam. Foto: Agustan, humas pemkab inhil

Batam (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan melepas sebanyak 445 orang JCH Inhil yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 4 beserta 5 orang petugas pendamping.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Aula Rafah 2 Asrama Haji Batam Provinsi kepri ini juga tampak dihadiri oleh Asisten II Setda Kab. Inhil, Kepala Kemenag, Ketua Pengadilan Agama Kab. Inhil beberapa Pejabat eselon di lingkungan PEMKAB Inhil. Acara ini juga turut di hadiri oleh Kakanwil Kemenag  Propinsi Kepri, Staff Ahli Gubernur Kepri, dan Kakanwil Kota Batam. Kamis (4/9/2014)

Bupati Inhil yang dampingi Istri salami JCH Kloter 4 Emberkasi Batam di Asrama Haji BatamDalam sambutannya Bupati mengatakan bahwa sebelumnya juga di laksanakan pelepasan di Tembilahan yang merupakan ungkapan do’a seluruh masyarakat Inhil agar seluruh JCH dapat melaksanakan Ibadah haji dengan baik dan lancar.

Bupati berpesan kepada seluruh JCH asal Kab. Inhil untuk menjadi Duta-duta yang baik bagi bangsa Indonesia Khususnya Kab. Inhil dengan bergaul dengan seluruh umat dari berbagai negara di dunia ini.

“saya juga agar menyempatkan diri untuk berdo’a demi kemajuan Daerah Kita khususnya Kabupaten Inhil, karena di Mekkah Al-Mukarramah terdapat tempat-tempat yang mustajab.” Pesan Bupati

Karena Ibadah haji ini memerlukan kesiapan fisik dan tenaga yang prima Bupati juga mengingatkan agar seluruh JCH dapat selalu menjaga kesehatan.

Usai menyampaikan sambutan Bupati Inhil menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Ketua Kloter 4.

Untuk sekedar diketahui, JCH Kloter 4 ini terdapat JCH tertian yang berumur 89 Tahun atas nama Markana asal Lahang Tengah dan yang termuda 24 TH atas Nama Osdatillah asal Tembilahan Kota.(gus/adv pemkab inhil)




Wabup Inhil Buka Kegiatan Penyuluhan Terorisme

“Tajaan BKBPPM Provinsi Riau bekerjasama dengan Kesbangpol Inhil”

 

Wabup Inhil memberikan sambutan pada acara tajaan BKBPPM Provinsi Riau dan Kesbangpol Inhil
Wabup Inhil memberikan sambutan pada acara tajaan BKBPPM Provinsi Riau dan Kesbangpol Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo membuka acara penyuluhan tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya terorisme. Kegiatan tajaan BKBPPM Provinsi Riau bekerjasama dengan Kesbangpol Inhil yang dilaksanakan di ruang pertemuan salah satu Hotel di Tembilahan ini menghadirkan narasumber dari BKBPPM Riau, Kesbangpol Inhil, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf, FP Tarigan dan Wadirbinmas Polda Riau, AKBP Nanang Purnomo. kamis (4/9/2014)

 

Dalam sambutannya Wabup menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting dalam rangka menyelaraskan pemahaman dan wawasan guna mewujudkan persamaan persepsi dan gerak dalam menghadapi terorisme serta potensi konflik yang dapat membahayakan bangsa dan negara.

Menghadapi tantangan dan persaingan yang semakian ketat dalam era globalisasi dan perubahan yang cepat dan mendasar, bangsa Indonesia masih dihadapkan dengan permasalahan dalam negeri yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, antara lain dalam bentuk gerakan separatisme, gerakan radikal kanan dan kiri, serta terorisme.

Keberadaan terorisme di Indonesia kata Wabup merupakan kejahatan bersifat lintas negara, terorganisir dan mempunyai jaringan luas yang mengancam perdamaian, keamanan daerah, nasional maupun internasional. Kondisi ini, sangat nyata dan serius membahayakan keamanan bangsa dan negara.

“Dengan kondisi tersebut, penanganan serius secara terpusat, terpadu dan terkoordinir dengan semua elemen masyarakat di semua lini haruslah dimulai sejak dini,” Ujar Wabup

Dalam kesempatan ini Wabup juga menyampaikan harapan agar Pemda dan seluruh komponen masyarakat untuk saling bahu-membahu secara sinergis dan berkesinambungan. Dengan demikian hal-hal negatif yang berpotensi muncul dapat dieliminasi bahkan hilang dari kehidupan sosial di masyarakat.

“Kata kuncinya adalah kolaborasi sinergis, baik dalam internal organisasi maupun sesama masyarakat, karena itu hal ini perlu kita bangun terus dengan peningkatan rasa kebersamaan dan kolaborasi lintas sektoral, agama, etnis, suku dan ras seperti yang selama ini sudah dilaksanakan, dengan demikian maka Riau dan Indragiri Hilir khususnya, akan menjadi daerah yang aman.” Tandas Wabup

Sementara itu menurut Panitia kegiatan, Kasubbid Pemantauan dan Analisis Potensi Konflik Badan Kesbangpollinmas Provinsi Riau, Frida menyatakan bahwa tujuan acara penyuluhan ini adalah untuk mempersiapkan masyarakat agar memahami masalah terorisme serta memiliki deteksi dini untuk mencegah bahaya terorisme mulai dari penangkalan, pencegahan, penanggulangan dan penanganan akibat yang ditimbulkan oleh aksi terorisme.

Kaban Kesbangpolinmas Provinsi Riau, Nizhamul melalui Kabid pemantauan masalah strategis dan fasilitasi penanganan konflik, Hermansyah sebagai pembicara menyatakan bahwa setakat ini untuk Provinsi Riau belum ditemukan adanya kelompok ISIS.

Namun menurutnya tidak menutup kemungkinan jaringan atau mantan-mantan teroris yang telah kembali kemasyarakat terpengaruh dan mempengaruhi masyarakat Provinsi Riau yang lainnya untuk mendukung ISIS.

“melalui kegiatan penyuluhan seperti ini kita berharap akan dapat melakukan pencegahan dini agar paham-paham radikal seperti itu tidak tumbuh dan berkembang dimasyarakat kita,” Tutupnya. (dro/adv pemkab Inhil)




PBNU Desak Pemerintah RI Tolak usulan Pemindahan Makam Nabi Muhammad

makam_nabi_saw_okJakarta (detikriau.org) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprotes keras usulan pembongkaran dan pemindahan makam Nabi Muhammad SAW oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi.

Hal itu, memicu kontroversi hingga menjadi trending di media sosial. Karena itu, PBNU akan mendorong Pemerintah Indonesia untuk ikut bereaksi dengan menolak usulan pemindahan makam nabi tersebut.

“PBNU akan mengirim surat ke Presiden RI untuk meminta agar Indonesia menyurati Pemerintah Arab Saudi, untuk tidak membongkar atau memindahkan makam Nabi Muhammad SAW dari tempat yang sekarang,” tegas Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj dalam keterangan tertulisnya Jakarta, dikutip dari suaranews.com, Rabu (3/9/2014).

Menurut Said, PBNU dari dulu sampai sekarang, tetap menolak keras dan mengecam rencana pembongkaran itu. “Sejarah kelahiran NU bermula dari Komite Hijaz yang merupakan gerakan menolak pembongkaran Ka’bah, makam Nabi Muhammad, dan situs-situs lain yang bersejarah di Arab Saudi. Coba saja kalau berani melakukannya. Pemerintah Arab pasti akan hancur,” jelas Said Aqil.

Rencana pembongkaran dan pemindahan makam Nabi Muhammad SAW kembali mengemuka seiring munculnya dokumen konsultasi yang dipimpin akademisi terkemuka Arab Saudi, Dr Ali bin Abdulaziz al-Shabal. Dokumen setebal 60 halaman tersebut belakangan sudah dimuat di jurnal kerajaan dan harian The Independent, yang kemudian dipublikasikan oleh beberapa media lainnya.

Dalam dokumen tersebut, makam Nabi Muhammad SAW yang sebelumnya berada di kompleks Masjid Nabawi di Madinah akan dipindahkan ke makam Baqi’ dan dibuat anonim atau tanpa identitas.

Kiai Said sendiri meragukan keilmuan akademisi terkemuka yang memimpin dilakukannya konsultasi tersebut. “Akademisi apa itu kok tidak ngerti sejarah Islam?” tanya Kiai Said.

Berita tentang usulan Saudi untuk memindahkan makam Nabi Muhammad dari masjid Nabawi di Medinah menjadi trending di media sosial. Laporan di harian koran The Independent berjudul ’Saudi menghadapi risiko perpecahan baru dengan usulan memindahkan makam Nabi Muhammad’ itu mengutip usulan dalam dokumen oleh seorang akademisi yang beredar di antara para pengawas Masjid Nabawi.

Namun rencana itu diangkat akademisi lain yang mengkritik dirusaknya tempat-tempat suci dan artefak di Mekah. Makam Nabi Muhammad terletak di kubah hijau di dalam masjid dan dikunjungi jutaan jemaah haji dan merupakan tempat suci kedua bagi umat Islam.

Dokumen sebanyak 61 halaman, menurut Independent, juga berisi usulan agar kerangka jenazah nabi dipindahkan ke pemakaman al-Baqi yang terletak tak jauh dari Nabawi. Tapi, sejauh ini tidak ada indikasi apakah akan ada keputusan apapun terkait rencana tersebut.

Pemerintah Saudi sebelumya selalu menekankan akan menangani perubahan apapun terkait tempat suci Muslim itu “secara sangat serius.” Dr Irfan al-Alawi -Direktur Yayasan Penelitian Peninggalan Islam- di Saudi mengatakan kepada The Independent upaya apapun untuk melakukan perubahan terhadap makam akan memicu kerusuhan.

Langkah itu juga berisiko memicu ketegangan sektarian antara Sunni dan Syiah yang telah terjadi di Suriah dan Irak.




Demokrat Ingatkan kebiasaan PDIP Jual Asset Negara jangan Diulang

pesawat kepresidenan indonesiaJakarta (detikriau.org) — Politisi partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf meminta agar PDIP menghargai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat ini masih menjabat sebagai presiden. ia mengingatkan bahwa pemerintahan SBY baru berakhir pada tanggal 20 oktober mendatang setelah pelantikan.

“dulu PDIP jadi oposisi, jadi kebiasaan oposisi itu jangan dibawa-bawa, jadi hargailah, belum memerintah udah beri perintah,” kata Nurhayati di Gedung DPR, Jakarta dikutip dari voa-islam.com. rabu (3/9/2014)

urusan ‘hobi’ menjual aset negara itu katanya sudah menjadi ‘watak’ PDIP. Karena itu, Partai Demokrat mengingatkan PDIP terkait rencana penjualan pesawat kepresidenan. Demokrat meminta PDIP tidak mengulang kebiasaan untuk menjual aset negara.

Rencana penjualan pesawat kepresidenan itu mengingatkan kebiasaan PDIP menjual aset negara ketika memerintah. Nurhayati juga mengingatkan ketika Ketua Umum PDIP Megawati menjadi presiden menjual Indosat yang merupakan aset negara.

“Kebiasaan lama jangan diulang-ulang, belum apa-apa sudah menjual aset. Mengingatkan kita, kebiasaan lama jangan selalu menjual-jual aset. Kalau dulu memerintah hobinya menjual aset,” kata Nurhayati.

Sebab, kata dia, pembelian pesawat kepresidenan itu tidak serta merta untuk kepentingan pribadi. “Ketika membeli pesawat itu tak serta merta, tapi berhitung dulu. Tahun pertama kan tak langsung membeli pesawat,” katanya.

Usul penjualan pesawat kepresidenan dilontarkan Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait. Dia meminta presiden terpilih Jokowi untuk menjual saja pesawat kepresidenan karena tidak mencerminkan pemimpin yang sederhana. “Saya mau usulin pesawat presiden dijual,” kata Ara, di Jakarta, Senin (1/9/2014) yang lalu.

Penjualan pesawat kepresiden itu, dikatakan akan mengurangi beban pemerintah yang sudah dililit defisit APBN.

Di zaman Mega berkuasa, juga sudah pernah menjual kapal super tanker, kemudian Indonesia menyewa untuk mengangkut minyak.(dro)




Jamin Pasokan Air Bersih, Pemkab Inhil Anggarkan Dana Rp 40 Milyar

air bersihTEMBILAHAN (detikriau.org) –  Untuk menjamin pasokan air bersih diseluruh penjuru Inhil, Pemkab Inhil menggelontorkan dana sebesar Rp 40 Milyar dari APBD Inhil tahun 2014.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Inhil, H Rosman Malomo saat ekspose didepan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Pekanbaru di Aula Kantor Bupati, Jalan Akasi Tembilahan, Rabu (3/9/2014).

Kebijakan Pemerintah dalam rangka penyediaan air bersih di Kabupaten Inhil, disampaikan Rosman merupakan salah satu program daerah untuk meringankan kesejahteraan masyarakat secara luas.

“Dana sebesar itu disediakan untuk memasok air bersih diseluruh penjuru Inhil. Dengan kondisi alam Inhil, banyak sekali tantangan yang harus dilalui untuk penyediaan air bersih, sehingga memerlukan dana yang tidak sedikit,” ujar Rosman.

Pada subtansinya ditambahkan orang nomor dua di kab inhil ini, dana tersebut akan dimanfaatkan untuk penyediaan air baku, pembuatan sumur bor, hingga pemasangan pipa-pipa baru untuk mengaliri air ke rumah-rumah masyarakat.(dro/*1/adv pemkab inhil)