Nasib Pasar Guntung Tunggu Keputusan “BANI”

Belum juga difungsikan, kondisi pasar guntung kini semakin memprihatinkan
Belum juga difungsikan, kondisi pasar guntung kini semakin memprihatinkan

Tembilahan (detikriau.org) – Belum juga dipungsikannya pasar Sungai Guntung sebagaimana peruntukkannya dikarenakan masih berada dalam sengketa gugatan perdata yang kini berada pada Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).

Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo dalam sidang paripurna belum lama ini menaggapi pandangan umum fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Inhil terhadap ranperda pertanggungjawaban APBD tahun 2013 dan draff kebijakan umum perubahan APBD serta prioritas dan Plafon anggaran sementara perubahan APBD Inhil Tahun 2014.

Dikatakan Wabup, gugatan perdata yang disampaikan melalui Pengadilan Negri (PN) Tembilahan mendapatkan putusan bahwa PN Tembilahan tidak berhak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Oleh karenanya penyedia disarankan untuk mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase nasional Indonesia (BANI) yang saat ini ditangani oleh bagian hokum setdakab Inhil,” Sampaikan Wabup.

Untuk sekedar mengingatkan, bangunan megah pasar Guntung Kecamatan Kateman yang dibangun melalui anggaran tahun jamak, APBD Inhil 2006-2009 senilai Rp 13 Milyar lebih itu hingga hari ini masih belum juga difungsikan sebagaimana peruntukannya. Kondisi ini terus menimbulkan keprihatinan dan Tanya Tanya sebahagian besar masyarakat.

Apalagi semakin berlalunya hari, kondisi bangunan semakin tidak terawat dan hampir diseluruh bagian sudah mengalami kerusakan yang cukup berat. Masyarakat berulang-ulang kali berharap agar bangunan ini dapat segera difungsikan

Akibat terbengkalai dan tidak juga difungsikan, bangunan pasar berlantai dua itu kini menjadi tempat tinggal pemulung. dimalam hari, karena lokasi ini tanpa penerangan, menjadi tempat favorit anak-anak muda untuk memadu kasih.

”Efeknya tentu tidak baik. Jika tidak juga bisa segera difungsikan, paling tidak ada upaya untuk melakukan pengamanan agar asset terbengkalai ini dapat diamankan agar tidak beralihfungsi menjadi tempat yang memberikan efek tidak baik bagi masyarakat,”sampaikan warga setempat beberapa waktu lalu.(dro/adv dprd inhil)




Miliki Sabu, Warga Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan digari

sabu-sabuTEMBILAHAN (detikriau.org) – Miliki 12 paket kecil narkoba jenis sabu-sabu, TN (32), Warga Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, rabu (3/9/2014) kemaren sekira pukul 21.30 Wib digari polisi.

Penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan ada aktivitas jual beli narkoba oleh pelaku. Kemudian dilakukan pengintaian.

“Setelah kita geledah ternyata benar, pelaku kedapatan menyimpan 12 pakte kecil sabu-sabu,”kata Kapolres Inhil, AKBP Sueoyo SIK MSi, melalui Kasat Narkoba AKP Detis Mayer Silitonga, Kamis (4/9).

Selaian itu, petugas juga mengamankan barang bukti (BB) berupa timbangan digital, gunting penjepit dan pemotong, toples berisi plastik putih bening, bong, tabung kaca, pipet, handphone dan uang tunai Rp 1,2 juta.

Kemudian setelah proses penangkapan selesai, pelaku langsung digelandang ke Mapolres Inhil, jalan Gajah Mada Tembilahan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Tak menutup kemungkinan akan ada pelaku tambahan.

“Atas perbuatan itu pelaku dijerat dengan Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (dro/*1)




Kurun Waktu 5 tahun, 948 Ha lahan Pertanian di Kempas Beralihfungsi

Kepala DTPHP Inhil, H Wiryadi Umar
Kepala DTPHP Inhil, H Wiryadi Umar

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejak tahun 2009 hingga 2014 terdata sebanyak 948 Hektar lahan pertanian di Kecamatan Kempas Kabupaten Inhil yang beralihfungsi kepada peruntukan lainnya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi Umar saat melakukan panen raya di Kelurahan Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Kamis (4/9)

“jika lahan ini tidak dialihfungsikan tentunya akan mampu menambah hasil produksi padi lokal,” kata Wiryadi

Dalam kesempatan ini mantan Kepala Inpektorat Inhil ini meminta kepada pihak-pihak berkepentingan mulai dari Kepala Desa hingga PPL untuk mensosialisasikan bahaya yang ditimbulkan akibat alih fungsi lahan.

Kegiatan panen rayadi kecamatan kempas ini dilaksanakan diatas lahan pertanian Kelompok Tani (Poktan) Setia Karya dan Poktan Makmur, Kelurahan setempat. Dua Poktan tersebut, kata Wiryadi sudah memasuki tahun ke dua menerapkan sistem tanam IP 200.

“Mereka sudah menerapkan IP 200. Ini sudah memasuki tahun ke dua. Kita berharap kelompok tani lain juga dapat menerapkan hal serupa,” harap Wiryadi. (dro/*1/adv pemkab inhil)




Menag RI: Pemindahan Makam Nabi Muhammad Hanyalah Isu

menag riJakarta (detikriau.org) – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa kabar berita tentang pemindahan makam Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam (SAW) adalah tidak benar.

Menag menyampaikan hal itu dalam Konferensi Pers di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Kamis (4/9), setelah mendapat penjelasan resmi dari Duta Besar (Dubes) Arab Saudi di Indonesia, Mustofa bin Ibrahim al Mubarok.

“Penjelasan resmi dari Dubes, tidak ada rencana Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk memindahkan makam Nabi dari tempatnya sekarang,” kata Menag.

Menag menghimbau agar umat Islam di Indonesia tidak terpancing dengan isu pemindahan yang marak diberitakan di media. “Umat Islam tidak perlu terpancing, apa lagi tersulut emosinya,” katanya.

Tabayun dengan Dubes Arab Saudi yang didampingi Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Abdul Djamil, Menag menyampaikan perasaan umat Islam di Indonesia yang terkejut dengan berita pemindahan makam Nabi yang bersumber dari The Independent Day, sebuah media di Inggris.

Menurut Dubes Arab Saudi, kata Menag, Pemerintah Arab Saudi tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang pemindahaan makam Nabi dari Masjid Nabawi ke pemakaman al Baqi.

Bahkan Pemerintah Arab Saudi mempunyai komitmen menjaga tempat suci ummat Islam termasuk mempertahankan makam Nabi SAW di Masjid Nabawi. Kepada para tokoh agama dan Ormas Islam umat Islam di Indonesia diharapkan dapat menerima konfirmasi masalah itu, sehingga tidak perlu menguras energi untuk hal yang tidak semestinya.

“Kita jangan terpancing oleh pihak yang ingin mengadu domba umat Islam di dunia,” tandas Menag.

Sementara itu , Komite Ulama Moderat (Lajnah Ad-Diniyyah lil Jabhah al-Wasatiyyah) Saudi Arabia pada Rabu (3/9) telah memberikan pernyataan, bahwa isu pemindahan makam Nabi Muhammad bukan dari fatwa ulama dan bukan pula keputusan pemerintah Kerajaan Saudi Arabia.

Mi’raj Islamic News Agency (MINA), mengutip pernyataan resmi Shouth al-Ummah, Komite Ulama mengungkapkan, berita rencana pemindahan makam Nabi merupakan isu lama yang coba dihembuskan kembali.

“Pemindahan makam nabi merupakan isu yang coba dihembuskan seperti tahun-tahun lalu, dan itu bukan pernyataan institusi resmi ulama maupun pemerintah Kerajaan Arab Saudi,” bunyi pernyataan.

Ulama mengatakan, bahwa kalau yang dimaksud adalah perluasan Masjid Nabawi, itu sudah berlangsung sejak era Khalifah Kedua Umar bin Khattab. Namun tidak menyinggung sedikitpun adanya rencana pemindahan makam Nabi.

Media setempat al-Ahram al-Jadidah memberitakan pandangan ulama, apa yang dimuat surat kabar di Inggris The Independent dan diikuti media-media lain mengenai isu pemindahan makam Nabi, dianggap isu berbahaya yang dapat meningkatkan hasutan baru di kalangan umat Islam di dunia. (dro)




7 Tahun, Jumlah Penduduk Miskin Inhil Merosot 7,04%

Foto: Way, humas pemkab inhil
Foto: Way, humas pemkab inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Dalam kurun waktu 7 tahun, jumlah penduduk miskin di Inhil merosot sebanyak 7,04 %. Mengentaskan kemiskinan menjadi tugas berat bagi pemerintah daerah. diperlukan komitmen yang kuat baik dari Pemerintah Daerah termasuk seluruh unsur pemangku kepentingan.

“ Angka penurunan itu sesuai data BPS, tahun 2006 angka Kemiskinan di Inhil sebesar 14,85%, dan pada tahun 2012 hanya tercatat sebesar 7,81% atau telah mengalami penurunan sebanyak 7,04%,” Sampaikan Wakil Bupati Inhil H. Rosman Malomo dalam kata sambutannya saat membuka acara Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah di Aula rapat kantor Bupati lantai V. Kamis (4/9/2014)

Ditambahakan Wabup , kita menyadari sepenuhnya bahwa pekerjaan implementasi program itu bukanlah semudah yang kita bayangkan begitu saja. Berbeda dengan negara lain, kemiskinan di Indonesia khususnya di Provinsi Riau memiliki karakteristik spesifik mengikuti keberagaman tipologi geografis, suku, dan adat masyarakat setempat.

Untuk itu, sebagai implementasi ketentuan UU No. 32 Tahun 2004, sesuai kewenangan yang dimiliki, Kemendagri menurut Wabup mengajak serta kepada semua pihak untuk membangun komitmen bersama dan mengambil langkah-langkah strategis. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat kedepan dapat merasakan kepastian jaminan pemenuhan pelayanan kebutuhan hak-hak dasar (basic needs services) dalam rangka penaggulangan kemiskinan dan mendorong pengembangan kegiatan produktif yang berdaya saing (competitiveness).

Meskipun juga berbagai kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan yang diimplementasikan di daerah selama ini telah didisain dengan memperhatikan hakikat, prinsip dan langkah-langkah pembangunan secara terpadu, serta telah memperhatikan kondisi lokal, tetapi didalam prakteknya masih saja sering ditemui beberapa permasalahan, seperti lemahnya koordinasi dalam tataran teknik implementasi program di berbagai lini struktur Pemerintahan.

Diakhir kalimatnya Wabup juga mengingatkan agar implementasi program percepatan penanggulangan kemiskinan di daerah tetap mengikuti mekanisme berbasis kinerja guna menjamin transparasi dan akuntabilitas kinerja Pemerintah Daerah.

Orang nomor dua di Inhil ini juga mengharapkan agar melalui forum ini dapat dirumuskan berbagai langkah-langkah strategis dalam upaya memajukan masyarakat yang mandiri, sejahtera, adil dan makmur.

Kepada seluruh Satker anggota TKPK, agar dapat membantu Tim Ahli Penyusun Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, dalam menyusun SPKD terutama dalam memenuhi atau melengkapi data-data yang dibutuhkan dalam penyusunan SPKD tersebut.

Sementara itu menurut panitia, Eka Putra bahwa tujuan dari rakor ini adalah untuk meningkatkan koordinasi antar para anggota TKPK Kab. Inhil guna percepatan penanggulangan kemiskinan daerah.(way/ adv pemkab Inhil)




Ada Hidangan Alat Kelamin Hewan di China

gR2cd8WG4gChina (detikriau.org) – Dibanding dengan restoran lain, restoran Goulizhuang di Beijing begitu populer. Apa yang menjadi keistimewaannya?

Kebanyakan orang tidak mau membayar mahal untuk mendapatkan makanan yang terbuat dari kelamin hewan, tapi sebagian orang rela menghabiskan ratusan dolar mendapatkan hidangan seperti cooked yak penis atau sheep gonad. Ini adalah jenis makanan yang membuat restoran Goulizhuang begitu populer di Ibu Kota China.

Restoran Goulizhuang dibuka 2006 dan restoran ini menawarkan segala macam hidangan dengan alat kelamin hewan sebagai bahan utamanya, seperti dilansir Odditycentral.

Orang China percaya bahwa menyantap penis hewan dapat meningkatkan vitalitas bagi kaum laki-laki dan membuat kulit wanita tampak halus. Semakin populernya restoran ini, sang pemilik sampai membuka cabang di seluruh Beijing dan satu restoran di Atlanta Chinatown.

Semua hidangan di restoran Goulizhuang terbuat dari alat kelamin hewan dan disajikan dengan nama unik, seperti the essence of the golden buddha, phoenix rising, dan jasmine flowers with 1,000 layers. Walaupun semua hidangan terbuat dari alat kelamin hewan, tapi ada beberapa hidangan yang tidak boleh disantap perempuan seperti testis.

Restoran Goulizhuang didirikan pria yang dikenal sebagai Mr Guo. Dia meninggalkan China pada 1949 selama perang sipil dan pindah ke Taiwan, kemudian ke Atlanta, Georgia untuk belajar mengenai pengobatan tradisional China dan bereksperimen dengan alat kelamin hewan.

Tapi tidak semua orang boleh makan di restoran ini. Untuk anak-anak di bawah usia 15 tahun, tidak diperbolehkan makan hidangan tersebut karena dapat mengganggu hormon mereka. Hidangan dari alat kelamin hewan dijual cukup mahal, seperti penis yak dijual seharga USD220 atau setara Rp2,2 juta atau pelat yang berisi 10 macam penis dijual seharga USD110 atau setara Rp1,2 juta.

Jika pengunjung ingin menikmati hidangan yang istimewa, restoran Guolizhuang menawarkan penis harimau yang dijual seharga USD1.500 atau setara Rp17 juta. Tapi pengunjung harus memesan beberapa bulan sebelumnya untuk menikmati hidangan dari penis harimau tersebut.(okezone)