Mau Cairkan Dana Bantuan Rumah Ibadah? Ini Syaratnya

Bupati inhil memberikan Kupon Bantuan kepada salah satu rumah ibadah sempena safari ramadan beberapa waktu lalu. Foto; Humas Pemkab Inhil
Bupati inhil memberikan Kupon Bantuan kepada salah satu rumah ibadah sempena safari ramadan beberapa waktu lalu. Foto; Humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bagian Kesra Setdakab Inhil meminta kepada pengurus rumah ibadah yang mendapatkan bantuan hibah untuk segera melampirkan Sk Kepengurusan, Foto Copy KTP pengurus, nomor rekening rumah ibadah serta rincian rencana penggunaan dana bantuan hibah.

“Persyaratan ini diperlukan untuk proses pencairan, baik bantuan yang diserahkan melalui Bupati maupun Wakil Bupati.” Sampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setdakab Inhil, HM Arifin

Dikatakan oleh mantan Sekretaris Dinas Perkebunan Inhil ini, apa yang dilakukan Bagian Kesra adalah demi tertib administrasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Keharusan ini juga dikuatkan melalui petunjuk Bupati. Oleh sebab itu Bagian Kesra tidak akan melakukan pembayaran sampai seluruh syarat yang dimintakan dilengkapi,” Pertegas Arifin.

Selain bertujuan untuk tertib administrasi, Arifin juga mengatakan bahwa hal ini diberlakukan untuk menghindari kemungkinan adanya pungutan atau potongan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kepada Kepala Desa (Kades), Lurah dan Camat diharapakan dapat mengingatkan kembali pengurus Mesjid dan Surau penerima bantuan.

“Kalau memang peryaratan itu bisa dilengkapi, proses pencairan tidak akan memakan waktu lama. Insya Allah, proses pencairan langsung direspon,” Tandasnya. (dro/*1)




Jaga Kebersihan Kota, Kadis PU Inhil Ajak Partisipasi Masyarakat

mobil sampahTembilahan (detikriau.rog) – Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Kebersihan Inhil mendapatkan tambahan 5 unit kendaraan angkut sampah. Dengan adanya penambahan ini diharapkan akan dapat lebih memperluas jangkauan pengangkutan dalam rangka menciptakan kota Tembilahan yang bersih.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas PU dan Kebersihan, H Fauzar kepada detikriau.org di Tembilahan, kamis (11/9/2014). Menurutnya, dari 23 unit kendaraan angkutan sampah, hanya 18 unitnya yang kini masih bisa dioperasionalkan.

“18 unit itupun kondisinya sebahagian juga sudah ada yang mulai rusak. tapi paling tidak masih bisa kita operasionalkan. Dengan adanya penambahan kendaraan baru ini, pengoperasiannya akan kembali kita jadwalkan terutama untuk lebih memaksimalkan jangkauan pengangkutan sampah,” Ujar Fauzar.

Diakui mantan Kadisdik Inhil ini, semakin hari, volume sampah khususnya di dalam kota Tembilahan semakin bertambah. Untuk menciptakan kota Tembilahan yang bersih ia sangat berharap adanya kerjasama dari semua pihak terutama masyarakat.

Kerjasama itu menurut Fauzar tentunya dengan bersama-sama menjaga kebersihan paling tidak dilingkungan tempat tinggal dan tempat usaha masing-masing. Jika upaya ini dapat dikerjakan secara bersama-sama pastinya menciptakan kota Tembilahan yang bersih bukanlah pekerjaan yang teramat susah.

“Saya menghimbau agar masyrakat juga tidak mendirikan bangunan diatas trotoar jalan agar mudah membersihkannya. Membuang sampah hendaknya juga dilakukan pada tempat-tempat yang sudah tersedia serta pada jam-jam yang sudah ditentukan.” Pungkas Fauzar. (dro)




Bupati Inhil Hadiri Pengukuhan Pengurus KBB

Foto Bersama Bupati, Wakil Bupati, Kapolres Inhil serta tokoh masyarakat suku banjar dengan Sekda Propinsi KALSEL. Foto: Agustan, Humas Pemkab Inhil
Foto Bersama Bupati, Wakil Bupati, Kapolres Inhil serta tokoh masyarakat suku banjar dengan Sekda Propinsi KALSEL. Foto: Agustan, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan menghadiri kegiatan Halal Bil Halal yang sekaligus dirangkai dengan pengukuhan pengurus Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Riau. Pada kegiatan yang dilaksanakan di salah satu Hotel jalan Lingkar Tembilahan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati, H Rosman Malomo, Sekda Inhil, H Alimuddin RM, Ketua DPRD Inhil, H Raus Walid, Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik juga tampak dihadiri oleh Sekda Prov kalsel, M Arsyadi beserta Istri termasuk tokoh Masyarakat Banjar di Inhil. Rabu (10/9/2014)

Dalam sambutannya, Atas nama Pemkab Inhil, Bupati menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kedatangan Sekda Provinsi Kalsel dan Istri beserta rombongan. Bupati berharap melalui kegiatan ini akan terjalinnya silaturhami secara lebih erat antara Provinsi kalsel dengan Provinsi Riau khususnya kabupaten Inhil.

Dikatakan Bupati, keberadaan masyarakat keturunan banjar sudah sangat lama berada di bumi Inhil dan juga telah banyak berkontribusi dalam perjalanan sejarah kabupaten Inhil.

“Saya berharap masyarakat keturunan banjar yang berjumlah sekitar 40%an dari jumlah masyarakat Inhil yang multi etnis ini dapat terus memberikan dukungan dan kontribusi yang positif dalam melaksanakan pembangunan secara bersinergi dengan pemkab Inhil,” Harap Bupati

Sementra itu, Ketua KBB Provinsi Riau, H Syamsuddin Uti juga mendahulukan ucapan terimakasihnya atas kehadiran Sekda Provinsi Kepri beserta rombongan.

“Saya berharap semoga keberadaan KBB kedepannya akan dapat bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan Inhil.” Ucapnya

Usai menyampaikan sambutan, Ketua beserta pengurus KBB Provinsi Riau membacakan deklarasi di hadapan Sekda Propinsi KALSEL dan Bupati Inhil.

Dalam kegiatan juga di serahkan bantuan dari Pemprov KALSEL untuk Pengurus KBB Provinsi riau yang di serahkan oleh Sekda Provinsi KALSEL M.Arsyadi, ME  yang di terima langsung oleh Ketua KBB Provinsi riau, H.Syamsuddin Uti.

Halal Bi Halal ini di tutup dengan Foto bersama dengan Sekda dan istri dari Propinsi KALSEL.(gus/adv pemkab inhil)




Api Hanguskan 9 Unit Pemukiman Penduduk di Pulau Palas

rumah warga terbakarTEMBILAHAN (detikriau.org) –9 unit rumah yang terletak di Jalan Provinsi, Parit 6 Simpang 3,  Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu, hangus dilalap sijago merah, Kamis (11/9) sekira pukul 02.00 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, mengatakan saat kejadian warga sedang tertidur.

“Karena sebagai besar bangunan rumah terbuat dari kayu, maka api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah korban lainya,” ujar Paur Humas, Kamis (11/9).

Ditambahkan Warno, Wawan Nopriadi, korban sekaligus saksi menceritakan saat kejadian ia sedang tertidur di ruang depan rumah. Tiba-tiba ia terbangun dan melihat api sudah membesar di bagian ruang tersebut.

“Korban langsung membangunkan orang tuanya, Jefri yang saat itu sedang tidur di dalam kamar. Bapak bangun ada api, rumah kita kebakaran,” kata Warno, menirukan keterangan korban sesaat sesudah kejadian.

Wawan dan orang tuanya berusaha keras memadamkan api, namun usaha itu tidak membuahkan hasil. api dengan cepat membakar bagian lain rumahnya. Bahkan kobaran api juga langsung menyebarang ke rumag-rumah tetangga sekitarnya.

Pihak polisi sendiri belum bisa menyebutkan asal api, sebab masih dalam penyelidikan. Kuat dugaan penyebab kebarakaran adanya hubungan arus pendek listrik. Namun semua itu belum bisa dinyatakan sebagai kesimpulan.

“Ini hanya sebatas dugaan. Finalnya nanti setelah adanya hasil pemeriksaan,” sambung Warno. menjelaskan.

Adapun 9 rumah korban yang terbakar adalah rumah milik Wawan Nopriadi, (27), Syamsuar (60), Bambang Supriadi (50), Basri (55), Hendri Yudin (45), Janet (70), Junaidi (50), Muhammad (40) dan Saniah (45).

Camat Tembilahan Hulu Doan Anggara, mengatakan saat ini para korban diungsikan ke rumah sanak keluarga dan tetangga. Sedangkan paramuda tempatan membantu para korban untuk mengumpulkan dana. (dro/*1)




di Duga bunuh Diri, Warga Sungai Perak Ditemukan Tergantung

gantungTEMBILAHAN (detikriau.org) –SF (32) warga Parit Cik Siti, Kelurahan Sungai Perak, Kecamatan Tembilahan, ditemui dalam keadaan posisi tergantung dan sudah tidak bernyawa, Rabu (10/9) sekitar pukul 07.30 WIB.

Menurut Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kabag Ops, Kompol Kurnia Setyawan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh adik kandung korban Misnawati (28). Saat hendak mengantar roti, tiba-tiba saja ia melihat abangnnya sudah dalam keadan tergantung di ruang tengah rumah.

“Adik korban langsung berteriak meminta tolong. Teriakan itu jelas mengundang perhatian pihak keluarga dan warga sekitar,” kata Kompol Kurnia Setyawan.

Tanpa menunggu lama keluarga korban yang dibantu warga langsung menurunkan mayat korban. Setelah diperiksa, ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi. Sedangkan sebahagian warga langsung memberi tahukan persoalan itu kepada aparat kepolisian.

“Korban kita bawa ke RSUD Puri Husada untuk dilakukan visum. Hasilnya terdapat luka jerat dibagian leher dan tak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lainya. Kuat dugaan korban murni gantung diri,”jelasnya.

Setelah visum dan pemeriksaan medis dilakukan, mayat korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan sebagaimana lazimnya. Adapun motiv dari gantung diri masih dalam penyelidikan oleh pihak berwajib.

“apa motiv yang menyebabkan korban nekat mengakhiri hidup dengan cara menggantung diri masih dalam penyelidikan,”Tandasnya.(dro/*1).




Ditingkat Petani, TBS Sawit Dibandrol Rp 4 hingga 6 ratus per kilo

sawitTEMBILAHAN (detikriau.org) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ditingkat petani masih dipatok Rp 600 an per kilo gram. Harga ini relative stabil sejak terjadinya penurunan beberapa waktu lalu.

“Sampai saat ini belum ada kenaikan yang berarti. Setelah kami kalkulasikan rata-rata harga sawit hanya Rp 600 per Kg,”ungkap Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Muktar T kepada detikriau.org, Rabu (10/9).

Bahkan untuk daerah tertentu, harga TBS sawit hanya berkisar Rp 400 per Kg. kondisi ini memang sangat dikeluhkan para penati yang hanya menggantungkan hidup dari hasil komoditi sawit.

“Kalau dibagian dalam, seperti Kecamatan Batang Tuaka harganya lebih murah. bisa dibawah harga rata-rata,”katanya.

Tak kunjung membaiknya harga TBS kelapa sawit juga dirasakan langsung oleh Agus, petani asal Kecamatan Kempas. Menurutnya banyak faktor yang menyebabkan merosotnya harga TBS kelapa sawit. Antara lain sebagai perusahaan penampung banyak memiliki kebun sendiri.

“Kalau saya rasa penyebabnya buah TBS kelapa sawit ditingkat petani banyak, pembeli kurang. Karena rata-rata perusahaan sudah memiliki kebun sendiri, oleh sebab itu mereka tidak bergantung dengan petani,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat mencarikan solusi kongrit supaya harga TBS kelapa sawit bisa normal seperti biasa. Minimal kata Agus harga TBS kelapa sawit bertahan Rp 1000 per Kg. kalau dibawah itu, petani masih kesulitan menutupi kebutuhan hidup.(dro/*1)