Meski Dalam Cuaca Panas, Seluruh Jamaah Haji Inhil Berada Dalam Keadaan Sehat
Tembilahan (detikriau.org) – Seluruh Jemaah Haji Inhil yang kini berada di tanah suci Makkah berada dalam kondisi sehat walafiat. Saat ini para jemaah sedang melaksanakan ibadah rutin sambil menunggu Wukuf di Arafah bersama jemaah lainya.
“Meskipun dalam kondisi cuaca sangat panas, Alhamdulillah, seluruh jemaah haji kita ada dalam keadaan sehat,” Sampaikan petugas Haji Inhil, Harun melalui sambungan selularnya, rabu (24/9/2014).
Dikatakan Harun, pelaksanaan pekerjaan pembangunan disekitar Masjidil Haram menyebabkan udara bercampur partikel debu. Setiap harinya petugas selalu menginatkan seluruh jamaah haji untuk mengantisipasi kondisi ini.
Tak hanya itu, jemaah juga disarankan selalu mengenakan kaca mata. Setidaknya alat pengaman yang dimaksud bisa menghindari resiko buruk, baik yang diakibatkan karena adanya aktivitas pembangunan maupun hal-hal lainya.
“Kita minta pihak keluarga tidak terlalu menghawatirkan jemaah disini. Bantu dengan doa agar semua rukun dan wajib haji dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kita minta kepada Allah, agar jemaah selalu diberikan kemudahan,” harapnya.
Sesuai jadwal, Wukuf di Padang Arafah akan dilaksanakan pada 3 Oktober mendatang. Ibadah tersebut merupakan salah satu ibadah wajib dan sangat ditunggu-tunggu oleh selurun jemaah. Dengan bimbingan petugas yang ada, Harun yakin pelaksanaanya akan dapat dilakukan dengan baik.(dro/*1)
Petani Kelapa Sawit Inhil Butuhkan Bibit Berkualitas dengan Harga Terjangkau
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Petani kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sangat membutuhkan benih kelapa sawit unggul dengan harga terjangkau.
Mendapatkan benih berkualitas yang akan memberikan jaminan hasil produksi maksimal selama ini dinilai sangat sulit untuk didapatkan.
“Kalaupun ada, harganya sudah sangat tinggi sehingga petani tidak mampu untuk membeli,” Ujar salah seorang petani kelapa sawit di Kecamatan Kempas, Agus, rabu (24/0/2014)
Ketidakmampuan petani untuk memperoleh bibit berkualitas dengan harga terjangkau kadangkala menurutnya memaksa petani untuk membudidayakan bibit kelapa sawit seadanyaDampaknya, produksi yang dihasilkan sangat jauh dari apa yang menjadi harapan.
Agus, petani kelapa sawit lainnya di Kecamatan Batang Tuaka juga mengakui hal demikian. Menurutnya, mengeluti budidaya kelapa sawit kerap terdengar sangat menjanjikan. Bahkan cukup banyak petani yang mencoba peruntunggan dengan mengganti tanaman utama perkebunan mereka dengan tanaman kelapa sawit. Namun disisi lain, animo masyarakat petani ini tidak diimbangi dengan ketersediaan bibit berkualitas.(dro/*1)
Dana KONI Inhil Minim, Ini Tantangan Saya Wujudkan Prestasi Maksimal
Ketua KONI Inhil, H Syamsuddin Uti (kanan) berfoto bersama Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam.
Tembilahan (detikriau.org) – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Inhil, H Syamsuddin Uti berkomitmen untuk berupaya maksimal memajukan prestasi olahraga di negri seribu parit. Sebagai seorang ekonom, dengan minimnya bantuan pendanaan melalui APBD Inhil disebut sebagai sebuah tantangan.
Pernyataan ini disampaikannya dihadapan awak media saat dimintai komfirmasi dalam pertemuan di gedung kantor DPRD Inhil, Jalan HR Subrantas Tembilahan, rabu (24/9/2014). Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Inhil ini, dari 11 Milyar usulan pendanaan yang diajukan pada APBD murni 2014, Pemkab Inhil hanya memberikan sebesar Rp 5 Milyar. Untuk APBD perubahan 2014, dari 4,1 milyar besaran dana yang diusulkan, Pemkab Inhil hanya menyetujui tambahan sebesar Rp 1,5 Milyar.
“Meski dengan anggaran minim ini, sebagai ketua, saya berkomitmen untuk tetap bertanggungjawab agar seluruh program yang sudah direncanakan KONI Inhil dapat berjalan maksimal. Minimnya dana ini pastinya menjadi tantangan tersendiri buat saya untuk tetap berbuat yang terbaik,” Ujarnya.
Upaya untuk memajukan prestasi olahraga di Inhil menurutnya bukanlah sebuah perjuangan yang ringan. Oleh karenanya ia juga berharap agar adanya komitmen bersama dari seluruh stackholder terkait untuk memajukan olahraga. Jika diumpamakan dengan prinsif dagang, dikatakan mantan Wakil Ketua DPRD inhil dua periode sebelumnya yang dalam kesehariannya kini bergelut dalam dunia bisnis ini, bagaimana mengelola dana yang seminimal mungkin tetapi mampu menghasilkan output yang maksimal.
Diakuinya, disamping bantuan pendanaan dari APBD Inhil, KONI Inhil belum mendapatkan bantuan dari pihak lainnya termasuk dari kalangan pengusaha. Namun hal ini menurutnya karena sejauh ini memang KONI Inhil belum pernah menyurati para pengusaha.
Setakat ini, untuk kepala SKPD yang ditugaskan sebagai pendamping cabang olahraga (cabor) ia mengaku KONI sudah melakukan komunikasi. Setidaknya ia berharap melalui pendamping cabor ini akan didapatkan sedikit bantuan tambahan pendanaan untuk berbagai kegiatan organisasi.
Disamping persoalan itu, menghadapi PORDA Riau ke VIII di Kabupaten Inhu yang direncanakan pada pertengahan oktober mendatang, Ia menyatakan bahwa KONI Inhil memastikan untuk mengikutsertakan 17 dari 18 cabang olahraga yang dipertandingkan. Satu cabor yang tidak diikuti (volley pantai.red) disebabkan Inhil memang tidak memiliki atlit. Untuk mencapai prestasi terbaik, setidaknya mempertahankan prestasi Inhil pada PORDA Riau sebelumnya, KONI terus melakukan pembinaan atlit diseluruh cabor.
“Besok kita juga akan lepas atlit badminton untuk mengikuti Polres Cup di kabupaten Bengkalis. Awal oktober, kita juga merencanakan untuk mengirim atlit cabor basket untuk berlaga di PKU. Semua ini tentunya kita jadikan ajang ujicoba kemampuan atlit guna menghadapi PORDA Riau ke VIII di kab inhu nanti,” Tambahnya.
Dari dua cabor, Tarung drajat dan panjat tebing yang didahulukan perlombaannya untuk PORDA Riau mendatang, KONI Inhil mentargetkan perolehan 4 medali emas.
“yang jelas kita juga memintakan do’a restu dari seluruh masyarakat Inhil agar kita dapat mempersembahkan prestasi terbaik demi harumnya nama daerah ini.” Tandasnya. (dro)
Pengesahan Pimpinan DPRD Inhil Definitif Tunggu SK Gubri
Tembilahan (detikriau.org) – Setelah ditetapkan dalam putusan rapat paripurna ke 2 Masa Sidang ke III tahun sidang 2014, unsur pimpinan DPRD Inhil definitif masih menunggu peng-SK-an oleh Gubernur Riau, H Annas Maamun untuk kemudian dijadwalkan pengambilan sumpah dan janjinya.
“Pengesahaanya masih menunggu peng SK-an dari Gubernur Riau. Secara administrasi, DPRD Inhil sudah mengirimkan surat usulannya melalui Bupati Inhil. Kita tentunya berharap agar persetujuan Gubernur bisa diterima segera agar amanah yang diembankan masyarakat bisa segera dilaksanakan,” Ujar Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, rabu (24/9/2014)
Ditambahkan oleh Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil ini, DPRD Inhil kini sedang melakukan pembahasan tata Tertib dan Kode Etik DPRD oleh Panitia Kerja (Panja) I dan II. Sebagaimana juga diketahui panja I melakukan pembahasan terhadap tata Tertib DPRD Inhil dan Panja II melakukan pembahasan terhadap Kode Etik DPRD Inhil. Tandasnya
Untuk sekedar mengingatkan, berdasarkan hasil keputusan rapat paripurna ke 2 masa sidang ke III tahun sidang 2014 bertempat diruang rapat paripurna gedung DPRD Inhil jalan HR Subrantas Tembilahan, selasa (23/9/2014) kemaren memutuskan bahwa Dani M Nursalam (PKB) dipilih untuk menjabat ketua DPRD Inhil definitif untuk masa bhakti tahun 2014 – 2019 dengan didampingi oleh tiga orang wakil ketua, yakni, H Feriandi (Gokar), H Maryanto (PDI-P) dan H Syahruddin (PPP). (dro/adv pemkab inhil)
Wakili Bupati Inhil, Drs Sar,i Hadiri Rakor dan Fasilitasi POPD
Staf Ahli Bupati hadiri serta membuka Rakor dan fasilitas kebijakan penataan organisasi perangkat daerah dalam rangka reformasi birokrasi PEMKAB Inhil. Foto: Agustan, Humas Pemkab Inhil
Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Drs Sar’i menghadiri kegiatan rapat koordinasi dan fasilitasi kebijakan penataan organisasi perangkat daerah. Pada kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Bappeda Inhil ini juga tampak dihadiri oleh Pejabat Eselon II, III dan IV di lingkungan PEMKAB Inhil. Rabu (24/9/2014)
Dalam sambuan Bupati Inhil, HM Wardan yang dibacakan Staff Ahli Bupati mengatakan bahwa reformasi birokrasi sudah menjadi kebijakan dan agenda nasional.
Kelahiran reformasi birokrasi ini tidak terlepas dari gerakan Reformasi 1998 yang dipelopori oleh berbagai elemen bangsa. Nuansanya begitu terasa tatkala terjadi pergantian pemerintahan dari Orde Baru ke Orde sekarang ini. Waktu itu, semua elemen Bangsa sepakat untuk menyelamatkan Indonesia yang sudah diambang kehancuran dengan cara melaksanakan reformasi di semua sektor kehidupan Kenegaraan Indonesia, termasuk Reformasi Birokrasi.
Terkait dengan itu, khususnya di sektor birokrasi, Pemerintah telah mengeluarkan berbagai aturan, antara lain Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 dan dilanjutkan dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014.
Kedua Peraturan tersebut menegaskan bahwa seluruh instansi pusat dan daerah berproses melaksanakan reformasi birokrasi tata kelola pemerintahan yang meliputi 8 (delapan) aspek perubahan, yaitu Aspek Penataan dan Penguatan Organisasi, Aspek Penataan Tatalaksana, kemudian Aspek Peningkatan SDM Aparatur, Aspek Penataan Peraturan Perundang-Undangan, Aspek Pengawasan, Aspek Akuntabilitas, Aspek Pelayanan publik serta yang terakhir adalah Aspek Budaya kerja aparatur (culture set dan mind set).
“Upaya pemerintah saat ini antara lain melakukan revisi UU 32/2004, jelas juga akan berimplikasi terhadap PP No. 41/2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah termasuk Organisasi dan Tata Kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Oleh karena itu, Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi dengan pelaksanaan rapat ini.” Ujar Bupati
Masih menurut Bupati, rapat koordinasi dan fasilitasi kebijakan penataan OPD dimaksudkan dalam rangka upaya menyamakan persepsi dalam Penataan dan Penguatan Kapasitas OPD yang efesien, efektif dan rasional sesuai dengan kebutuhan nyata dan kemampuan daerah.
Pelaksanaan Rakor Fasilitasi Kebijakan Penataan Organisasi Perangkat Daerah tajaan Bagian Organisasi Tata Laksana (ORTALA) Setda Kab Inhil yang di laksanakan selama 1 hari ini diikuti oleh 26 orang Peserta yang terdiri dari Camat dan SKPD di Lingkungan PEMKAB Inhil. Kegiatan ini mengahadirkan narasumber dari Biro Organisasi Kementerian Dalam Negeri dan Biro Hukum Organisasi dan Tata Laksana Provinsi Riau.(gus/adv pemkab inhil)
Galeri Foto Rapat Paripurna Ke 2 Masa Sidang ke 3 Tahun 2014
Tembilahan (detikriau.org) – Dani M Nursalam ditetapkan sebagai pimpinan DPRD Inhil definitif untuk periode 2014-2019. Penetapan ini dilakukan pada rapat paripurna ke II Masa sidang ke III Tahun sidang 2014 bertempat diruang rapat paripurna gedung DPRD Inhil Jalan HR Subrantas Tembilahan. Selasa (23/9/2014)
Sedangkan tiga wakil pimpinan DPRD Inhil terpilih adalah, H Feriandi (Golkar), H Maryanto (PDIP) dan H Syahruddin (PPP)
Unsur pimpinan DPRD Inhil definitif ini selanjutnya akan diusulkan kepada Gubernur Riau melalui Bupati Inhil untuk diresmikan pengangkatannya melalui Keputusan Gubernur.(dro)