Kepala Daerah Tetap Boleh Jabat Ketua Parpol

JAKARTA – Pemerintah menyambut baik keputusan rapat paripurna DPR RI yang akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pemerintah Daerah (RUU Pemda), menjadi UU Pemda  di Jakarta, Jumat (26/9) petang.  Keputusan disambut baik, meski  usulan pemerintah   kepala daerah tidak rangkap  sebagai ketua partai politik di daerah, tak diakomodir.

“Kita menyambut baik keputusan tersebut. Kita ikuti saja, karena keputusan kan berada di tangan DPR. Pemerintah hanya berperan mengusulkan dan ketika disahkan, kita harus siap menjalankannya,” ujar Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri), Dodi Riadmadji di Jakarta.

Menurut Dodi, pemerintah sejatinya memasukkan usulan kepala daerah tidak rangkap jabatan menjadi ketua parpol di daerah, demi pelayanan publik. Artinya, dengan hanya menjabat kepala daerah, diharapkan gubernur, bupati dan wali kota tidak lagi disibukkan urusan internal parpol.

Kepala daerah diharapkan dapat lebih fokus menjalankan tugas dan tanggungjawab kepada masyarakat. “Pada pengambilan keputusan di tingkat I, usulan pemerintah ini disetujui oleh DPR. Tapi rupanya di paripurna keputusan yang diambil berbeda,” jelas Dodi.(jpnn)




Alasan Demokrat Walk Out dari Paripurna RUU Pilkada

Fraksi Demokrat mengaku tidak mendapatkan dukungan pada saat lobi

Jakarta – Semalam, dalam rapat paripurna DPR, Fraksi Partai Demokrat walk out dalam pembahasan Rancangan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah. Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Syarief Hasan, mengaku tak mendapat dukungan saat berada di lobi fraksi.

“Sebenarnya, semalam itu kami dalam posisi sangat sulit karena untuk menggolkan sepuluh poin saat perbaikan UU pemilih langsung di lobi fraksi tak didukung,” katanya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat 26 September 2014.

Syarif mengatakan setelah tak mendapatkan dukungan dalam lobi fraksi, partai ini tak mendapatkan dukungan, partainya akhirnya memutuskan untuk walk out.

“Pada saat lobi fraksi tidak ada dukungan, ketua fraksi kami melihat bahwa tidak ada dukungan. Ya, akhirnya walk out,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi, Syarief mengatakan partainya belum berpikir untuk melakukannya. “Kalau uji materi, saya pikir kami belum sampai ke sana. Saya melihat saja perkembangannya nanti,” katanya.

Pada sidang paripurna yang berakhir Jumat 26 September 2014 dinihari, sebanyak 229 anggota DPR memilih opsi pemilukada oleh DPRD dan 135 legislator memilih pemilukada langsung oleh rakyat.

Opsi pertama didukung Partai Golkar (73 dari 84 anggota), PKS (55 anggota), PAN (44 anggota), PPP (32 anggota), dan Partai Gerindra (22 anggota). Sedangkan pilihan kedua didukung PDIP (88 anggota), PKB (20 anggota), dan Hanura (10 anggota). Kelompok ini mendapatkan tambahan dukung dari sejumlah anggota fraksi lain yang berbeda sikap, yaitu 11 suara dari legislator Golkar dan 6 suara dari Partai Demokrat. (Vivanews)




Jika Terbukti, Annas Maamun Langsung di Tahan

annas-maamunPEKANBARU — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memeriksa Gubernur Riau Annas Maamun beserta delapan orang lainnya selama 24 jam. Mereka pun akan langsung ditahan jika terbukti.

“Biasanya kalau tangkap tangan dan terbukti kasusnya, yang bersangkutan akan langsung ditahan,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Kamis (25/9) malam.

Untuk saat ini, ujar Johan, KPK belum dapat menyimpulkan apakah gubernur beserta delapan orang lainnya itu benar terlibat suap atau tidak.

“Setelah 24 jam, nanti baru ada kesimpulan atau hasil. Kita tunggu saja sampai besok,” katanya.

Johan mengatakan, Annas diamankan oleh tim penyidik pada pukul 17.30 WIB di sebuah rumah di Cibubur, Jakarta.

Dalam operasi tangkap tangan itu, turut diamankan dua unit mobil mewah. Salah satunya merupakan mobil dinas gubernur. KPK juga mengamankan uang tunai dolar Singapura dan rupiah dengan jumlah yang sejauh ini masih dihitung.

“Kemungkinan jumlahnya miliaran rupiah. Tapi masih dihitung,” kata dia.

Annas dikabarkan telah berada di Jakarta sejak beberapa hari lalu untuk kepentingan dinas.

Selama itu, berbagai kegiatan di daerah telah diambil alih oleh Wakil Gubernur Arsyadjuliandi Rachman. (dro/antara)




Pilkada Kembali ke DPRD, PKS: Ini Kemenangan Rakyat

Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid
Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid

Jakarta – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengklaim pengesahan RUU Pilkada dengan mekanisme pemilihan lewat DPRD merupakan kemenangan rakyat. Pilkada lewat DPRD justru akan memperkecil peluang penyimpangan pelaksaan pemilihan.

“Kami yakin ini kemenangan demokasi untuk rakyat. Tragedi seperti kemarin (25/9) Gubernur Riau (Annas Maamun) ditangkap tangan KPK lagi-lagi hasil Pilkada langsung,” kata Hidayat di Gedung DPR, Jumat (26/9/2014).

Karena itu diyakini Pilkada melalui DPRD akan melahirkan pemimpin-pemimpin daerah yang punya integritas lebih baik dibanding hasil pemilihan langsung. “Kami ingin pemimpin bermartabat, melalui koreksi Pilkada ini salah satunya melalui DPRD,” sambungnya.

Masyarakat menurut Hidayat tak perlu khawatir dengan sistem Pilkada via DPRD. Sebab DPR telah menyiapkan UU yang dilengkapi pasal-pasal aturan mengenai pelaksanaan Pilkada.

“Kami buat pasal koreksi, misal dipastikan seluruh mekanisme dijauhkan dari money politics. Jika terjadi maka kandidat didiskualifkasi, anggota DPRD dipecat, dipidanakan,” jelasnya.

Melalui lobi politik panjang dan drama kericuhan anggota dewan, Paripurna mengesahkan RUU Pilkada opsi pemilihan lewat DPRD dengan jumlah suara hasil voting sebanyak 226 anggota.

Sementara di kubu berseberangan, jumlah suara anggota dewan pro Pilkada langsung kalah telak meski mendapat dukungan tambahan dari 11 anggota Fraksi Golkar dan 6 anggota Demokrat.(detiknews)




Bupati Inhil Komitmen Entaskan Isolasi Daerah

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM wardan berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan sarana jembatan. isolasi daerah merupakan salah satu isu sentral yang harus dientaskan daerah ini.

Ada beberapa sarana jembatan skala besar yang masih harus dituntaskan seperti Jembatan penyeberangan Sungai Gaung di Desa Belantaraya dan Jembatan Penyeberangan Enok.

“Kita akan tuntaskan pembangunannya. Jka PR ini dapat kita selsaikan tentunya akan mampu membuka isolasi daerah yang sangat dibutuhkan warga,” Ujar Bupati Inhil belum lama ini

Jembatan Penyeberangan Sungai Gaung keberadaanya mampu membuka isolasi wilayah Inhil Bagian Utara dan sekitarnya. Sedangkan jembatan penyeberangan Enok ditujukan membuka isolasi wilayah Enok dan beberapa kecamatan lainnya.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Kita harus membuka isolasi daerah.” Imbunya.

Hanya saja, karena pembangunan jembatan penghubung termasuk sarana jalan penunjangnya tentunya akan memerlukan anggaran yang sangat besar. Pembangunan itu terpaksa haruslah dilakukan secara bertahap. Tandasnya. (dro/*1/adv Pemkab inhil)




Ketua KONI Inhil Lepas Keberangkatan Altel Bulutangkis

Ketua KONI Inhil, H Syamsuddin Uti
Ketua KONI Inhil, H Syamsuddin Uti

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Syamsuddin Uti didampingi Ketua Umum PBSI setempat, H Jamal Harisman, melepas keberangkatan atlet Bulutangkis menuju Kejurda Badminto di Bengkalis, Kamis (25/9).

Para atlet yang mendapat kesempatan untuk mewakili daerah diharapkan dapat berjuang maksimal dan menorehkan prestasi. Namun yang tak kalah penting, disampaikan Syamsuddin Uti, atlet harus menjaga nama baik daerah.

“Manfaatkanlah kesepatan baik ini untuk menorehkan hal yang baik pula. Saya yakin dengan berbagai persiapan yang sudah dilakukan, para atlet kita dapat mewujudkan apa yang diharapkan kita semua,” Ujarnya

Sedangkan Ketua Umum PBSI Inhil, H Jamal Harisman, menambahkan mengikuti Kejurda Badminton di Bengkalis merupakan langkah pembuktian bagi para atlet untuk dapat merebut prestasi sebelum Porprov mendatang.

“Kami menganggap Kejurda Badminton di Bengkalis ini sebagai langkah uji coba dan tray out sebelum mengikuti Porprov Riau di Rengat Oktober mendatang,” jelas Jamal. (dro/*1)