Hingga September 2014, Polres Inhil Ungkap 8 Kasus Karhutla

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi saat turun langsung ke lokasi kebakaran lahan beberapa waktu lalu
Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi saat turun langsung ke lokasi kebakaran lahan beberapa waktu lalu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejak Januari hingga September 2014, jajaran Polres Inhil berhasil mengungkap 8 kasus pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menetapkan 18 orang tersangka (TSK).

5 kasus diantaranya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tembilahan, 2 masih dalam proses penyidikan (Lidik) dan 1 diantaranya dilimpahkan ke Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjabat) Provinsi Jambi.

“untuk satu kasus ini TKP-nya masuk di wilayah hukum Polres Tanjabat,” ujar Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, didampingi Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK, Jumat (26/9).

Penegakan hukum tersebut dilakukan selama masa tanggap darurat dan siaga darurat. Umunya para pelaku dikatakan Kapolres mengaku sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan cara membakar.

“Baru-baru ini kita kebali berhasil mengamankan 4 tersangka karhutla di Desa Sekayan, Kecamatan Kemuning. Kemudian 1 kasus lagi kami ungkap di Kecamatan Pelangiran. Dengan demikian total yang kami amankan dalam bulan ini ada 5 TSK dari 2 kasus,” paparnya.

Para pelaku dijerat dengan Undang-undang nomor 32 tahun 2009 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. Artinya Polisi tidak pandang bulu terhadap siapa saja pelaku kejahatan pembakaran hutan dan lahan.

“Kita akan tindak tegas siapa saja yang terbukti melakukan karhutla. Sebab pemerintah kita menyebut pelaku pembakar hutan dengan penjahat kemanusia,” jelas Kapolres.

Salah satu alasan disebutnya TSK Karhutla sebagai penjahat kemanusia, dilanjutkan Kapolres karena dampaknya merugikan banyak aspek, seperti Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi dan aspek sosial lainya.(dro/*1)




Terjatuh Ke Sungai, ABK Liman ditemukan Tak Lagi Bernyawa

ilustrasiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Belum diketahui penyebanya, Hendi (25) Anak Buah Kapal (ABK) Liman tiba-tiba saja tercebur ke sungai saat hendak menambatkan kapal diperairan Sungai Batang Gansal Desa Seberang Pulau Kijang, Kecamatan Reteh pada Kamis (25/9) sekitar pukul 17.30 WIB. Satu jam kemudian, Hendi ditemukan mengapung dalam kondisi sudah tidak lagi bernyawa.

Menurut keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, korban terjatuh ketika akan mengingkatkan tali kapalnya ke batang pohon yang berada di tepian sungai tersebut.

“Korban terjatuh dan tenggelam. Saat ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB korban sudah tak bernyawa. Kemudian korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat,” ujar Paur Humas.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, jasad korban kemudian diserahkan petugas kepada pihak keluarga dan selanjutnya dilakukan proses pemakaman sebagai mana meskinya.

Untuk mengetahui penyebab terjatuhnya korban, petugas sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, baik rekan-rekanya sesama ABK maupun warga setempat yang diduga mengetahui peristiwa tersebut. Tandasnya (dro/*1)




Ketuk Hati Masyarakat, Camat Tembilahan Hulu Lakukan Goro

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Camat Tembilahan Hulu, Doan Dwi Anggara, bersama seluruh kepala UPTD Kecamatan setempat menggelar kegiatan gotong royong (Goro) membersihkan lingkungan, Jumat (26/9) pagi kemarin.

Menurut mantan kabag Umum Setdakab Inhil ini, aksi tersebut merupakan agenda rutin dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas umum.

“Target kita sarana dan fasilitas umum, seperti jalan, saluran air dan sarana publik lainnya,” kata Doan, Jumat (26/9).

Apa yang dilakukan itu lanjut Doan, sebagai langkah mengetuk pintu hati masyarakat agar ikut melakukan hal demikian. Jika kesadaran akan kebersihan dapat ditingkatkan Doan yakin kesehatan masyarakat akan senantiasa dapat terjaga.

“Kita ingin semua pihak memiliki kesadaran hidup bersih. Oleh karena itu patut untuk kita laksanakan meski goro ini hanya besipat sementara dan jangka waktunya berkala, tapi sangat besar manfaatnya,”tutup Doan.(dro/*1)




Bupati Inhil Kukuhkan Kepengurusan K3S

Bupati Inhil, HM Wardan saat melantik kepengurusan K3S Inhil. Foto: Way, Humas Pemkab Inhil
Bupati Inhil, HM Wardan saat melantik kepengurusan K3S Inhil. Foto: Way, Humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan mengukuhkan kepengurusan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Indragiri Hilir masa bhakti 2013-2018, di Gedung Wanita Tembilahan, Jum’at (26/9).

Prosesi pengukuhan yang dilaksanakan sempena pembukaan sosialisasi peran dan fungsi Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) dalam pembangunan ini, turut dihadiri oleh Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo, Ketua Umum K3S Provinsi Riau, Auni M Noor dan Sekretaris, Sadriah Lahamid, sejumlah pejabat eselon, Camat, pengurus TP PKK dan perwakilan organisasi wanita di Kabupaten Inhil.

Bupati Inhil dalam sambutannya berharap dengan terbentuknya kepengurusan K3S yang baru ini, dapat segera melakukan konsilidasi dan menyusun rencana program kerja.

“Kepada seluruh komponen masyarakat yang menjadi pengurus K3S Kabupaten Inhil, saya harapkan mampu bersinergi dengan pemerintah dalam mencapai visi dan misi Kabupaten Inhil, yakni menuju kabupaten yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat,” tutur Bupati, Wardan.

Apalagi, lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini, keberadaan K3S di Kabupaten Inhil merupakan kebutuhan daerah sebagai mitra pemerintah, dalam upaya mewujudkan kesejahteraan sosial di Kabupaten Inhil.

“K3S juga diharapkan dapat merumuskan rencana kerja operasional yang terarah, sistematis dan berkisinambungan, sehingga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua K3S Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah menyatakan bahwa pengukuhan ini akan menjadikan terobosan, sekaligus komitmen untuk lebih meningkatkan kepedulian kepada sesama di masa mendatang.

“K3S merupakan salah satu institusi yang secara berjenjang berada di bawah pembinaan Kementrian Sosial Republik Indonesia, yang berkaitan dengan pembinaan kesejahteraan sosial. Untuk itu, K3S Kabupaten Inhil harus mampu melakukan koordinasi berbagai kegiatan kesejahteraan sosial di bawah bimbingan dan pembinaan Pemkab Inhil,” imbuhnya. (dro/adv pemkab inhil)




KPK Tetapkan Gubernur Riau Annas Maamun sebagai Tersangka

Foto: halloriau
Foto: halloriau

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan Gubernur Riau Annas Maamun sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan alih fungsi lahan kelapa sawit di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

“Lewat ekspose yang dilakukan satgas dan pimpinan KPK disimpulkan bahwa kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan, artinya KPK bisa tetapkan tersangka. Yang pertama adalah saudara AM (Annas Maamun) selaku Gubernur Riau,” ujar Ketua KPK Abraham Samad saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/9/2014).

Oleh lembaganya, terang Abraham, Annas Maamun yang merupakan politisi Partai Golkar ini disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau 12 huruf b atau pasal 11 Undang Undang Tindak Pidana Korupsi .

Sementara itu, KPK juga menetapkan pula seorang pengusaha kelapa sawit dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia di Provinsi Riau bernama Gulat Medali selaku pihak penyuap Annas.

“Tersangka kedua adalah GM (Gulat Medali) sebagai pemberi. Yang bersangkutan diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13  Undang-Undang Pemberantasan Korupsi,” kata Abraham.

Untuk penahanan keduanya, KPK sudah menyiapkan Rutan yang berada di Guntur untuk ditempati oleh Annas Maamun. “Sedangkan tersangka GM akan ditahan di Rutan KPK,” pungkas Abraham.

Gubernur Riau Annas Maamun ditangkap KPK di Komplek Citra Gran, Cibubur, Jakarta Timur. Dalam penangkapan itu, KPK mengamankan 8 orang lainnya. Mereka di antaranaya adalah, ajudan, sopir, pengusaha, dan keluarga sang Gubernur. Selain itu, KPK juga mengamankan uang dalam bentuk dolar singapura dan rupiah.

Gubernur Riau Annas Maamun sebelumnya diduga terlibat dalam kasus pelecehan terhadap anak Soemardhi Thaher, WW, saat sedang berkunjung ke rumah Annas.

Badan Reserse dan Kriminal Polri saat ini masih mengusut kasus tersebut dengan memeriksa saksi. Saksi yang telah diperiksa adalah putri Soemardhi Thaher yang diduga mengalami pelecehan tersebut.

Sumber: liputan6.com




Asisten I Pinta Kabag Humas Jalin Kemitraan yang Lebih Baik dengan Kalangan Pers

kabag Humas Baru, Ramdani (berkopiah) dan Asisten I, Darussalam dalam pertemuan dengan kalangan wartawan liputan inhil.
kabag Humas Baru, Ramdani (berkopiah) dan Asisten I, Darussalam dalam pertemuan dengan kalangan wartawan liputan inhil.

Tembilahan (detikriau.org) – Asisten I Setdakab Inhil, Darussalam meminta agar bagian Humas untuk lebih mampu menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan insan pers yang ada di Kabupaten Inhil. Hal ini dipandang sangat perlu agar spirit kemitraan antara pemerintah daerah dan Pers dapat terbangun dengan harmonis dalam landasan kerja profesional.

Pernyataan ini menjadi salah satu pesan yang disampaikan Asisiten I dalam kesempatan silaturhami antara kabag Humas Baru, Ramdani dengan kuli tinta yang bernaung dibawah dua organisasi pers Nasional, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Inhil, Anggota Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Pekanbaru di Inhil serta dua organisasi wartawan tempatan, Forum Komunikasi Wartawan Inhil (FKWI) dan gabungan Wartawan Inhil (GWI) diruang media centre bagian Humas lantai 3 gedung kantor Bupati inhil, Jum’at (26/9/2014) sore

Menurut Darussalam, agar hubungan kemitraan bisa terjalin dengan baik, Humas harus mampu untuk lebih mengedepankan sikap kerja professional. Kebutuhan dan berbagai hal yang dibutuhkan kalangan wartawan dalam menjalankan tugas dan fungsinya haruslah diupayakan untuk diakomodir dengan baik tanpa memandang ianya berasal dari media atau organisasi pers mana sepanjang apa yang diperbantukan itu tidak menyalahi dari aturan ketentuan hukum yang disyaratkan.

Disamping hal itu, Darussalam yang juga pernah duduk sebagai penjabat kabag humas ini, juga berpesan kepada kabag humas baru untuk berupaya kembali mengaktifkan sarana yang diperuntukan untuk kalangan wartawan yang sudah lama berdiri (Balai wartawan. Red). Dengan diaktifkannya kembali balai wartawan ini, disamping sarana media centre yang sudah ada dibagian humas, diharapkan akan menjadi wadanya wartawan untuk saling berkumpul dan bertukar informasi.

“Kita tidak perlu selalu mengadakan pertemuan dengan cara formil, hubungan dengan rasa kekeluargaan pastinya akan lebih baik agar komunikasi yang tersampaikanpun akan lebih lugas dan tersalurkan dengan nyaman.” Pesan Darussalam

Diakhir kalimatnya, Darussalam berpesan kepada kabag humas baru termasuk bagi puluhan pekerja media yang ikut menghadiri pertemuan ini kedepannya lebih membuka komunikasi. Menurutnya tidak ada satupun persoalan yang tidak bisa diselesaikan sepanjang masih terbukanya jalinan komunikasi.

“Jadikan apa yang sudah berlalu sebagai sebuah pengalaman dan kedepan, mulailah dengan langkah yang lebih baik.” Tandas Darussalam.

Dalam kesempatan itu, kabag Humas baru, Ramdani juga menyampaikan komitmennya untuk berupaya membangun kemitraan yang sebenar-benarnya dengan kalangan jurnalis yang menjadi mitra pemakb Inhil selama ini. Tanpa kemitraan yang saling menghargai dan kerjasama professional, hubungan akan selalu hambar.

“Saya akan buka diri selama 24 jam penuh. Handphone saya tidak pernah mati. Silahkan hubungio jika memang ada yang harus disampaikan sepanjang itu memang sejalan dengan tugas dan fungsi saya sebagai kabag humas,” Janji Ramdani.

Semua kawan-kawan wartawan menurut Kabag adalah sahabatnya. Ia berjanji tidak akan membeda-bedakan media apa dan organisasi apa. Yang terpenting adalah kerja professional dan sesuai aturan hukum yang disyaratkan.(fsl)