Wiryadi; Ini Tanda-tanda Hewan Yang Layak Untuk Qurban

????Tembilahan (detikriau.org) – Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) kabupaten Indragiri Hilir, Wiryadi mengingatkan kepada umat muslim untuk memilih hewan qurban yang layak dan memenuhi semua persyaratan lainnya sesuai ajaran agama islam.

Hewan yang akan dikurbankan dikatakannya haruslah dalam kondisi yang baik dan sehat. Selain memiliki usia yang cukup, berusia 12-18 bulan (kambing dan domba) dan berusia minimal 22 bulan untuk sapi dan kerbau, hewan tersebut juga harus dipastikan tidak sedang mengidap penyakit.

Untuk mengantisipasi peredaran hewan tidak layak kurban pada Idul Adha tahun ini pemkab Inhil mengintensifkan pengawasan terhadap hewan kurban di daerah setempat.

Dalam pengawasan, pemkab juga melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang masuk melalui pintu-pintu masuk ke kabupaten. Pemeriksaan melibatkan semua petugas peternakan yang ada di seluruh kecamatan dan kabupaten setempat.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan berlangsung hingga hari pemotongan hewan atau pada Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriyah.

“Kepada masyarakat juga kita imbau agar tidak tertipu dengan hewan kurban yang ditawarkan penjual dengan harga yang murah karena harga yang murah tersebut belum tahu layak sebagai hewan kurban, ” Sampaikan Wiryadi, selasa (30/9/2014).

Diterangkan mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Inhil ini, sebelum berkurban, terlebih dahulu hendaknya mengenal ciri-ciri hewan kurban yang baik, sehat dan layak konsumsi. Karenanya, untuk mendapatkan hewan qurban yang baik, tentu saja kita harus lebih cermat dalam memilih dan membeli hewan kurban.

Sebagai pedoman, ia merincikan ciri-ciri hewan qurban yang baik, sehat, layak disembelih dan layak konsumsi, yakni agar terlebih dahulu memperhatikan kondisi tempat penjualan untuk lebih menjamin kesehatan hewan kurban kemudian gigi hewan kurban juga sudah harus kupak (gigi susu sudah tanggal).

Untuk sapi dan kerbau, sebaiknya dibeli yang berumur dua tahun. Sementara untuk kambing dan domba, minimal berusia 1 tahun. Hewan ternak yang dewasa ditandai dengan bergantinya sepasang gigi susu menjadi sepasang gigi seri (“poel”). Pada sapi yang sudah “poel” menandakan bahwa sapi tersebut telah berumur lebih dari 2 (dua) tahun, sedangkan kambing yang telah “poel” menandakan bahwa umurnya telah berumur lebih dari 1 (satu) tahun.

Beberapa kriteria fisik hewan yang sehat ditambahkan Wiryadi dapat dilihat secara kasat mata untuk menentukan hewan kurban layak konsumsi atau tidak, seperti Pilih hewan yang sehat dan mempunyai postur tubuh yang tegap dan kokoh, karena hewan yang sakit cenderung lemas, lunglai dan tidak bertenaga, Lubang-lubang pengeluaran hewan kurban (anus) sebaiknya diperhatikan dimana bagian lubang pengeluaran tidak boleh mengeluarkan darah.

Selanjutnya dijelaskan Wiryadi, pada mata, telinga, hidung, maupun mulut, juga tidak boleh mengeluarkan darah, bulu hewan kurban harus terlihat bersih (tidak kotor), terawat dan mengkilat, tidak boleh berdiri, tidak mudah rontok ketika bulu tersebut dipegang atau diusap.Bulu yang kusam menandakan hewan sedang kurang sehat atau sakit. Kulit mulus, tidak ada koreng/ keropeng dan tidak ada bekas kutu, gudig, atau terluka karena perlakuan kasar oleh pemilik sebelumnya.

Tidak boleh cacat, tidak terlihat memar dan jalan tidak pincang. Selain sehat dan tidak cacat, khusus untuk hewan kurban harus berjenis kelamin jantan, testis (buah zakarnya) lengkap dan sempurna, berumur dewasa.

“Perlu diketahui untuk ternak betina yang masih produktif (masih bisa hamil dan beranak) oleh undang undang (UU No.18 tahun 2009) dilarang disembelih kecuali dalam keadaan terpaksa misalnya terjatuh, patah kaki dan atau keadaan yang memungkinkan dilakukan penyembelihan darurat (potong paksa),” Sampaikan Wiryadi

Beberapa syarat lainnya masih menurut Wiryadi, Kuku tidak boleh luka, Hidung tidak boleh berlendir, Sebaiknya beli hewan kurban yang lincah. Mata bersinar, jernih, terang, tidak juling atau pun buta, tidak keruh, tidak merah, tidak memproduksi cairan mata secara berlebihan, bernanah atau pun berdarah. . Apabila teraba panas, menandakan hewan sedang demam, dan jika sedang menderita gangguan atau infeksi saluran nafas akan mengeluarkan lendir atau ingus bening, kental, nanah atau bahkan darah.

Moncong (Cuping hidung, cermin hidung) berwarna kehitaman, tidak ditumbuhi bulu, membasah dan dingin. Telinga bergerak-gerak, Napsu makan bagus dan Kotorannya tidak encer.

Kotoran sapi bentuknya menyerupai adonan kue yang agak kesat (kalis), apabila sapi sedang defekasi, maka kotoran akan jatuh dan membentuk suatu bentukan menyerupai “kue tar”. Kotoran hewan yang sehat langsung jatuh ke tanah pada saat hewan defekasi. Daerah pantat yang kotor dan berbau feses menandakan hewan dalam keadaan diare, sehingga kotoran tidak langsung jatuh ke tanah, namun sebagian akan mengotori daerah pangkal ekor dan pantat.

“Kotoran (feses) yang lembek – encer, ditemukanya lendir, darah atau bahkan cacing menandakan hewan sedang mengalami gangguan (sakit) pada sistem pencernaannya.” Tandas Wiryadi.(dro/adv pemkab inhil)




Peringati HUT TNI Ke 69, Kasdim 0314 Inhil Sekar Bunga di TMP Yudha Bhakti

???????????????????????Tembilahan (detikriau.org) – Sempena peringatan HUT TNI ke 69, Dandim 0314 Inhil Letkol Inf FP Tarigan diwakili Kasdim 0314 Mayor Kav Ibnu Yarsis Iskandar melaksanakan sekar bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Yudha Bhakti Jalan lintas provinsi parit VI Kecamatan Tembilahan Hulu. Usainya, Abdi pengawal Bangsa ini juga melakukan anjangsana ke panti Asuhan Puri kasih Jalan Subrantas Tembilahan. Selasa (30/9/2014)

Dikatakan Kasdim, ziarah ke TMP ini dimaksudkan untuk mengenang arawah para pahlawan yang telah membela Bangsa dan Negara baik itu yang berasal dari TNI maupun Sipil.

“Kegiatan ini rutin kita laksanakan dalam berbagai kesempatan. Tentunya agar kita dapat selalu mengenang apa yang sudah dilakukan oleh pahlawan bagi Bangsa dan Negara ini,” Ujar Kasdim

Sempena peringatan HUT TNI ke 69 ini Kasdim menyampaikan harapan semoga kedepannya TNI akan lebih professional dan berintegritas dalam menjalankan tugas-tugas pokoknya sesuai dengan Motto TNI berkarya hingga mati.

Selesai melakukan sekar bunga di TMP Yudha Bhakti, Kasdim didampingi istri juga melakukan anjangsana ke Panti asuhan Puri Kasih serta memberikan bantuan berupa sembako untuk keperluan Panti Asuhan. (dro/way)




Ketua TP PKK Inhil: Tekan AKIB Perlu Adanya Kerjasama Lintas Sektor

DSC_7867 - CopyBatam (detikriau.org) — Ketua TP.PKK  Kab Inhil, Hj Zulaikhah Wardan didampingi Kadis kesehatan Kab. Inhil Hj.Alvi Furwanti  menghadiri acara pertemuan penggalangan komitmen pememerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi. Acara yang dilaksanakana di Hotel Mercure Kotamadya Batam ini dibuka secara resmi oleh Sekjen Kementerian Kesehatan RI Dr. Nana Mulyana,M.Kes, Selasa (30/9/2014)

Menurut Ketua TP.PKK Kab.Inhil Hj. Zulaikhah wardan disela acara menyampaikan bahwa untuk mencapai upaya percepatan  penurunan Angka kematian Ibu dan Bayi, haruslah ada kerjasama antar lintas sektor diantaranya  Dinas kesehatan dan BAPPEDA, Dinas kesehatan dalam hal tenaga medis dengan segala pendukungnya, sedangkan BAPPEDA tentunya dalam hal Penganggaran.

Disamping itu peran PKK sangat lah penting yaitu dengan cara  terus menggalakkan kegiatan Dasawisma dan Pos Yandu.Karena kader Dasawisma dan PosYandu lah yg terjun langsung ke lapangan dalam pendataan dan hal lainnya.

“ Tidak kalah pentingnya tentunya peran para Bidan, mereka haruslah orang-orang  yang sudah terdidik dan terampil dalam membantu  persalinan Ibu hamil.” Ujarnya

Lebih lanjut Istri Bupati Inhil ini juga mengharapkan perhatian Pemerintah terhadap kesejahteraan Bidan dan para kader Pos Yandu. Dengan adanya jaminan kesejahteraan diharapkan para bidan dan kader Pos Yandu optimal mencurahkan seluruh kemampuan ilmu pengetahuan yagn dimilikinya dalam meberikan kesehatan kepada masyarakat khususnya dalam membeantu persalinan ibu hamil. (Way/adv pemkab Inhil)




Tunjukan Pistol, Anda Dapat Discount

indexLousiana (detikriau.org) – seorang pemilik restoran di sebuah Negara bagian Amerika Serikat, Lousiana berupaya untuk memberikan perlakukan yang adil kepada seluruh pelanggannya.

Sebagaimana diberitakan Fox23 News, Kevin Cox, pemilik Bergerons Cajun & Creole di Louisiana menawarkan discount 10% bagi semua pelangannya yang membawa pistol ke restoran mereka. Untuk mendapatkan discount, pelangan harus memperlihatkan senjata mereka sebelum meninggalkan restoran. Menurut Cox awalnya kebijakan ini hanya diperuntukkan bagi petugas kepolisian. Namun akhirnya Cox mengambil kebijakan untuk memberikan discount juga kepada pelanggan lainnya yang juga membawa pistol.

Kebijakan ini dilakukan Cox untuk melindungi hak-hak amandemen kedua. Kebijakan ini diyakininya akan membuat pelangganya senang. Cox menegaskan tidak ada satupun restoran diseluruh negri ini yang melarang untuk membawa senjata.

“Saya terus mendengar begitu banyak restoran yang melarang pelanggannya membawa senjata. Apakah mereka tidak menyadari bahwa hal itu menyebabkan pelanggannya yang membawa senjata akan pergi dari restorannya? Saya ingin mengambil pendekatan yang berlawanan. Bagaimana saya bisa membuat tempat saya aman? ” Ujar Cox

Dengan cara ini, menurut Cox restorannyapun menjadi aman. Jika mereka mengetahui seseorang memiliki pistol anda tentunya akan berpikir dua kali untuk datang dan merampok mereka.

Tetapi menurut Cox tidaklah semua orang setuju dengan kebijakan baru di Bergerons Cajun & Creole. Buzzpo mencatat kebijakan ini membuat aktivis anti-senjata Maria Faisal menjadi berang.

Menurutnya, “sedikit senjata berarti kejahatan akan berkurang. Ide ini gila karena justru mendorong orang untuk membawa senjata ke ranah publik. ”

Bergerons bukanlah restoran pertama yang menawarkan diskon untuk pelangganya yang membawa pistol. A Virginia pizza justru lebih murah hati dengan memberikan discount 15 persen untuk pemilik senjata yang makan di pendirian.

Apa pendapat Anda tentang kebijakan ini? Apakah ide memberikan discount bagi pelanggan yang membawa pistol ini sebuah ide yang baik atau buruk? Apakah Anda pikir kebijakan akan membantu mencegah kejahatan, atau justru mempromosikan membawa senjata di ruang publik terlalu berbahaya?




Tak Terima Anak dicabuli, Ortu Lapor Polisi

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tak terima anak dicabuli, Yanti (41), Warga Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu melaporkan ke polisi.

Didepan petugas ia menerangkan bahwa anaknya, NK (17) mendapatkan perbuatan tak senonoh oleh ZN (17) warga Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, pada 22 September lalu sekitar pukul 17.00 wib.

Pelaku menggauli korban layaknya suami istri di parit 1 Sungai Salak. Perbuatan itu diketahui orang tua korban melalui saudara NK, bernama RJ.

“RJ memberitahukan kepada ibunya bahwa NK telah dicabuli oleh ZN,” kata Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, Senin (29/9).

Masih menurut Warno, setelah menerima laporan itu petugas kepolisian langsung mengamankan pelaku di Mapolsek Tempuling.

“Kasus ini masih dalam penedalaman pihak berwajib. Kami akan bekerja sesuai dengan kewenangan yang dimiliki,” tutupnya.(dro/*1)

 




Ingin Segera Mekar, 5 Kecamatan Inhut Tak lagi Persoalkan Letak Ibukota Kabupaten

pemekaranTEMBILAHAN (detikriau.org) – Tim Kecil pemekaran Kabupaten Inhil Utara (Inhut) menegaskan bahwa mereka tidak mempersoalkan dimana nantinya akan diletakkan Ibukota Kabupaten. Yang mereka inginkan Inhut secepatnya bisa mekar.

Penegasan ini disampaikan oleh salah seorang perwakilan Tim kecil, Ruslan dalam pertemuan dengan Bupati Inhil, Senin (29/9/2014)

Dalam kesempatan itu, Ruslan juga menyampaikan keinginan Tim kecil untuk kembali segera mengaktifkan badan Pekerja (BP) rencana pemekaran Inhut tahun 2004-2008. Hal ini menurutnya memberikan gambaran keinginan bulat 5 Kecamatan Inhil dibagian Utara untuk segera bisa berdiri sendiri sebagai sebuah Kabupaten.

Ruslan juga menyatakan bahwa proses pemekaran Inhut saat ini sudah berjalan, bahkan prosesnya sudah berada di Provinsi Riau dan selanjutnya diteruskan ke Pemerintah Pusat. Sementara untuk persoalan ditingkat Kabupaten ditegaskannya sudah tidak ada masalah.

Sementara itu Bupati Inhil, HM Wardan membenarkan bahwa rekomendasi pemekaran Inhut sudah ia tandatangani seminggu pasca dilantiknya sebagai Bupati Inhil priode 2013-2018.

“Masalah pemekaran itukan salah satu janji saya saat kampanye. Artinya saya sudah memenuhi apa yang menjadi harapan masyarakat.,” katanya menjelaskan.

Penunjukan Guntung sebagai calon ibukota Inhut, jelas Bupati ditetapkan berdasarkan kajian akademisi oleh Universitas Indonesia (UI). Tak ada sedikitpun keiinginan Bupati untuk menentukan letak ibukota. Kalau memang kajian itu dinilai salah, silahkan diperbaiki secara prosedur.

“Saya tak punya kepentingan apapun terhadap letak ibukota. Secara prosedur memang harus berdasarkan kajian. Silahkan masyarakat yang menentukanya. Tugas saya hanya memberikan rekomendasi saja,” Tandas Bupati.(dro/*1).