Setdakab Inhil Qurban 11 Ekor Sapi

BUPATI MENYERAHKAN HEWAN KURBAN SECARA SIMBOLISTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir melakukan penyembelihan sebanyak 11 ekor sapi kurban, di halaman Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan, Senin (6/10).

Penyerahan hewan kurban tersebut, dilakukan langsung oleh Bupati Inhil, HM Wardan kepada Ketua Panitia kurban, H Sar’i, yang turut disaksikan oleh Sekda, H Alimuddin dan sejumlah pejabat eselon lingkungan Pemkab Inhil.

“Hendaknya Idul Adha ini menjadi momentum bagi seluruh umat Islam, khususnya di Kabupaten Inhil untuk terus meningkatkan makna dan semangat Idul Adha. Pengorbanan ini merupakan bentuk semangat kebersamaan dan gotong royong untuk memajukan Kabupaten Inhil dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Bupati melalui Kepala Bagian Kesra Setdakab Inhil, HM Arifin.

Ia juga berharap ke depan pelaksanaan pemotongan hewan kurban ini dapat dikelola dengan lebik baik dan maksimal lagi. Sehinga, jumlah hewan yang dikurbankan dalam momen Idul Adha bisa lebih meningkat.(dro/adv pemkab inhil)




Bupati Tinjau Persiapan Relokasi Pedagang Yos Sudarso

yos sudarsoTembilahan (detikriau.org) – Bupati kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab), Alimuddin RM dan beberapa Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, melakukan peninjauan pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Yos Sudarso Tembilahan, Senin (6/10/2014).

Peninjauan tersebut dilakukan dalam rangka melihat persiapan relokasi pedagang yang minggu ini akan dipindahkan ke tempat yang baru.

“Dalam minggu ini mereka akan dipindah ke tempat yang baru, jadi saya mengecek persiapannya,” kata Bupati kepada awak media sambil melihat pedagang yang berjualan di Jalan Yos Sudarso Tembilahan.

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), menyebutkan bahwa ada sekitar 1700 pedagang kaki lima yang memenuhi Jalan Yos Sudarso hingga lapangan air mancur Tembilahan. Dimana semua pedagang itu akan segera direlokasi ke pasar Terapung dan pasar Kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu.

Ia juga berharap, para pedagang dapat bekerja sama untuk pemindahan ini, karena dikatakan Bupati tidak mungkin Pemkab memindahkan tanpa menyediakan tempat yang baru.(dro/adv pemkab inhil)




Idul Adha 1435 H, Wabup Inhil Genap Berusia 54 Tahun

Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo mendapatkan ucapan selamat dari anak-anak panti asuhan. Foto: Agustan/Humas Pemkab Inhil
Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo mendapatkan ucapan selamat dari anak-anak panti asuhan. Foto: Agustan/Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Peringatan Hari Raya Idul Adha 1435 H sekaligus menjadi kado yang teramat berharga bagi Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo. Hari ini, orang nomor dua di Kabupaten Inhil itu genap berusia 54 tahun.

Dalam sambutannya dihadapan tamu pada kegiatan open house dikediamannya Wabup menyampaikan puji syukurnya atas segala rahmat yang telah dilimpahkan oleh Allah SWT kepada dirinya. Menurut Wabup, dihari kelahirannya ke 54 ini semoga Allah tetap memberikan kesehatan dan semakin memberikan kedewasaan berpikir kepada dirinya dalam menjalani kehidupan.

Wakil Bupati berbincang dengan Kepala Dinas Perizinan dan Promosi H.Alimuddin Provinsi Riau“kita harus mencontoh kelapa yang mana makin tua makin berminyak, semoga dengan bertambahnya usia, kita semakin dewasa.” Ujar Wabup.

Pelaksanaan open House ini juga tampak dihadiri oleh Pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, anggota DPRD Inhil, Anggota DPRD Propinsi Riau, Kapala Dinas Perizinan dan Promosi Propinsi Riau dan masyarakat. (gus/adv pemkab inhil)




Bupati Inhil Ajak Masyarakat Gapai Kebahagian Melalui Pengorbanan

Bupati Inhil menyampaikan sambutan pada pelaksanaan Shalat Idul Adha 1435 H. Foto; Agustan/humas pemkab inhil
Bupati Inhil menyampaikan sambutan pada pelaksanaan Shalat Idul Adha 1435 H. Foto; Agustan/humas pemkab inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan menyebutkan bahwa Hari Raya Idul Adha atau yang lebih dikenal dengan hari Raya Kurban telah memberikan pelajaran kepada seluruh umat islam tentang jalan menuju kebahagiaan melalui pengorbanan sebagaimana apa yang telah dilakukan oleh Nabi Ismail As dan Nabi Ibrahim As.

Selain itu, melalui semangat Hari Raya Idul Adha, Bupati yang dikenal agamis ini mengajak seluruh masyarakat khususnya masyarakat di kabupaten Indragiri hilir untuk turut bersama-sama membangun dan memajukan Negeri Seribu Parit.

Bupati dan Wakil Bupati serta unsur Muspida Inhil laksanakan Shalat Idul Adha 1435 H
Bupati dan Wakil Bupati serta unsur Muspida Inhil laksanakan Shalat Idul Adha 1435 H

“Membangun Negri yang kita cintai ini dengan penuh keikhlasan dan pengorbanan, demi tercapainya kesejahteraan masyarakat menuju Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat.” Ajak Bupati

Pelaksanaan Sholat Idul Adha yang dilaksanakan dilapangan upcara jalan Gadjah Mada ini juga tampak dihadiri oleh Wakil Bupati inhil, H Rosman Malomo, Unsur Forkompimda serta beberapa pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil dan ribuan umat islam di Tembilahan.

Bertindak selaku imam adalah Imam Masjid Agung Batam, Kepulauan Riau, H Muhammad Alwi dan Khatib dari Imam besar Masjid Universitas Riau (Unri), H Tajuddin Noor.(gus/adv pemkab Inhil)




Hikmah Sunnah Tidak Makan Sebelum Shalat Iedul Adha

Oleh: Badrul Tamam

imagesAl-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulilah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Perbedaan mencolok antara shalat Iedul Fitri dan Iedul Adha adalah soal makan sebelum berangkat shalat. Di Iedul Fitri dianjurkan untuk makan (yang paling utama makan kurma) sebelum berangkat shalat. Sementara untuk Iedul Adha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat.

Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya Radliyallaahu ‘Anhu, ia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لَا يَخْرُجُ يَوْمَ اَلْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ, وَلَا يَطْعَمُ يَوْمَ اَلْأَضْحَى حَتَّى يُصَلِّيَ

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak keluar pada hari raya Fithri sehingga beliau makan dan tidak makan pada hari raya Adha sehingga beliau selesai shalat.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban)

Hikmah dianjurkannya makan sebelum berangkat shalat Iedul Fitri adalah untuk membedakan hari itu dengan hari-hari sebelumnya yang kaum muslimin puasa. Pada hari Iedul fitri mereka diwajibkan berbuka (makan minum) sedangkan hari-hari sebelumnya mereka wajib berpuasa. Supaya ada perbedaan antara perkara ibadah dengan yang bukan ibadah.

Sedangan pada Iedul Adha, petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau tidak makan karena di hari sebelumnya tidak ada puasa wajib sehingga tidak ada sesuatu yang harus dijadikan beda.

Hikmah lainnya, amal paling utama di hari itu adalah berkurban sebagai bentuk ibadah kepada Allah semata, kita diperintahkan makan dari hewan kurban tersebut, sehingga makanan yang paling utama disantap adalah daging hewan kurbannya. Karenanya disebutkan dalam riwayat Al-Baihaqi (3/283):

وَكَانَ إذَا رَجَعَ أَكَلَ مِنْ كَبِدِ أُضْحِيَّتِهِ

“Apabila Rasulullah kembali ke rumahnya, beliau makan dari hati hewan kurbannya.”

Imam al-Shan’ani dalam Subulus Salam menyebutkan hikmah lainnya, menunjukkan kemurahan Allah bagi hamba-hamba-Nya untuk menyembelih hewan kurban, sehingga yang paling utama adalah memulai makan pada hari itu dari hewan kurban sebagai bentuk syukur kepada Allah atas nikmat syariat kurban yang mengandung kebaikan dunia dan pahala di akhirat.

Sunnah mengakhirkan makan berlaku bagi orang yang memiliki hewan kurban. Setelah shalat ia segera menyembelih dan sarapan dari daging hewan kurbannya, ini yang dijelaskan oleh Ibnu Qudamah.

Sementara orang yang tidak memiliki hewan kurban, maka tidak ada dampak apa-apa ia makan terlebih dahulu.

Ibnu Qudamah berkata, “Ahmad berkata: dan pada Idul Adha, ia tidak makan sehingga pulang (dari shalat) apabila ia memiliki sembelihan, karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam makan dari sembelihannya. Jika ia tidak memiliki sembelihan (kurban), maka tidak apa-apa ia makan (sebelum berangkat shalat,-terj)”

Ibnu Hazm berkata: Dan jika ia makan pada hari Idul Adha sebelum berangkan ke tempat shalat maka tak apa-apa. Dan jika ia tidak makan sehingga makan dari daging hewang kurbannya maka ini yang baik. Dan pokoknya tidak halal berpuasa pada keduanya (Iedul Fitri dan Iedul Adha).

. . . Sunnah mengakhirkan makan berlaku bagi orang yang memiliki hewan kurban. Setelah shalat ia segera menyembelih dan sarapan dari daging hewan kurbannya, . .

Al-Zain bin al-Munir menyebutkan hikmah lainnya, makannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam dua hari raya berada pada waktu yang disyariatkan untuk mengeluarkan sedekah keduanya secara khusus, sedekah fitri sebelum pergi ke tempat shalat dan sedekah hewan kurban setelah menyembelihnya. Wallahu Ta’ala A’lam.

sumber: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2014/10/04/33218/hikmah-sunnah-tidak-makan-sebelum-shalat-iedul-adha/#sthash.3fibDVd2.dpuf




Pemkab Inhil Pusatkan Solat Ied 1435 H dilapangan Upacara Jalan Gadjahmada

Wallpaper-Gambar-Desain-vektor-amplop-sampul-animasi-ketupat-Kartu-Ucapan-thr-selamat-hari-raya-lebaran-Idul-Adha-Qurban-Fitri-1435-H-Hijriah-keren-terbaik-bagus-eid-mubarak-simple-masjid-kambing-sapi-terbaru 2014TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Permkab) Indragiri Hilir (Inhil) memusatkan pelaksanaan Solah Idul Adha 1435 H di Lapangan Upacara Jalan Gajah Mada Tembilahan..

Pernyataan ini disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesra Inhil, HM Arifin. Selain akan dihadiri para pejabat dan unsur muspida, sholat Ied juga terbuka untuk masyarakat umum.

“Tak ada pembatasan. Artinya solat yang akan di gelar di Lapangan itu terbuka untuk umum,” kata Arifin, Jumat (3/10).

Ditambahkannya, Donsen Universitas Riau (UR), Ustadz H Tajuddinnur LC Alhafiz akan menjadi khatib dan Imam masjid Kotamadya Batam, Ustadz Alwie Husein Mpd, MM sebagai Imam sholat hari raya Idul Qurban nantinya.

Usai melaksanakan Solad Ied secara berjamaah, Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan sejumlah pejabat lainya akan menggelar open house. Sarana itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk saling bermaaf-maafan.(dro/*1)