Sekda Buka Rakor GOW se Inhil

Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM membacakan sambutan Bupati pada rakor GOW. Foto; Way, Humas Pemkab Inhil
Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM membacakan sambutan Bupati pada rakor GOW. Foto; Way, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Mewakili Bupati, Sekda Kabupaten Inhil, H Alimuddin RM membuka kegiatan rakor Gabungan Organisasi Wanita (GOW) se Kab Inhil. Pada acara yang diselenggarakan di gedung wanita jalan baharuddin jusuf tembilahan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat esselon dilingkungan pemkab inhil. Kamis (9/10/2014)

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, Bupati menyampaikan sambutan baiknya dengan terselenggaranya rakor perempuan se-inhil ini. Rakor yang ditujukan untuk melakukan konsolidasi organisasi melalui program kerja diharapkan akan dapat lebih meningkatkan dan memantapkan kualitas serta keberadaan organisasi perempuan kedepannya secara prima sebagai salah satu elemen kekuatan pembangunan Inhil.

Harus disadari kata Bupati, permasalahan yang erat kaitannya dengan program pembangunan perempuan selama ini disebabkan belum adanya pendekatan pembangunan yang secara khusus mempertimbangkan manfaatnya secara adil terhadap kaum perempuan dan laki-laki. Hal ini memberikan dampak terhadap timbulnya ketidaksetaraan dan keadilan gender. Kondisi ini semakin diperburuk dengan masih terbatasnya keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan kebijakan publik. Oleh karenanya, pengarusutamaan gender harus didukung oleh pergeseran paradigma dengan mempertimbangkan sifat pemerintah yang otokratif ke demokratik. Disamping itu, sifat pemerintah yang monolitik perlu dialihkan menjadi pluralistic, dari sentralisitik ke desentralistik serta dari unilateral ke interaksionis. Dengannya diharapkan akan dapat mendorong pemberdayaan perempuan melalui program kerja organisasi mencapai millennium development goals (MDGs).

“Insyaallah pengarusutamaan gender bisa diwujudkan sebagaimana yang diinginkan tanpa mengabaikan kodratnya sebagai seorang ibu,” Ujar Bupati.

Dalam kesempatan ini Bupati juga berharap rakor perempuan ini dapat terwujudnya peran dan partisipasi organisasi perempuan secara bersama-sama dengan pemerintah kab inhil untuk mengatasi berbagai permasalahan daerah yang sangat komplek diantaranya persoalan kesehatan masyarakat yang masih rendah, tingkat pendidikan yang belum menjangkau semua lapisan masyarakat, kurangnya kesadaran masyrakat terhadap kebersihan serta masih rendahnya partisipasi kaum perempuan dibidang public.

Oleh karenanya diperlukan pemetaan potensi dari masing-masing induk organisasi untuk saling mendukung pelaksanaan program yang sesuai sehingga dapat terciptanya jalinan kerjasama untuk meningktakan program pemberdayaan masyarakat pada umumnya dan perempuan khususnya.

“Dengan rakor ini saya berharap kedepannya pemberdayaan perempuan dapat lebih terfokus lagi dan tetap mengacu pada kebutuhan praktis dan strategis kaum perempuan,” Tandas Bupati.

Sementara itu, ketua GOW Inhil, Hj Djamilah dalam laporan menyampaikan bahwa rakor ini dilaksanakan dalam rangka menyamakan pemahaman seluruh anggota dan anggota organisasi perempuab tentang arti dan peran organisasi perempuan dalam pembangunan di inhil.

“Selain itu kegiatan ini menjadi momentum pemantapan komitmen untuk mendayagunakan segenap potensi yang dimiliki bagi kepentinagan organisasi perempuan di Inhil agar eksistensi dan perannya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya kaum perempuan.” Jelasnya.

Rakor yang dilaksanakan dalam 1 hari kerja ini diikuti oleh sebanyak 150 orang peserta yang berasal dari organisasi perempuan yang ada di Inhil.(dro/adv pemkab inhil)




Selamatkan Hutan Mangrove




Wabup Inhil Buka Rapat Konsolidasi dan Evaluasi BP Inhut

IMG_8616 - CopyTembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo membuka secara resmi Rapat Konsolidasi dan Evaluasi Badan Pekerja (BP) Pembentukan Kabupaten Indragiri Utara bertempat disalah satu Aula Hotel di Tembilahan, kamis (9/10/2014)

Dikatakan Wabup, salah satu tujuan pelaksanaan otonomi daerah terkait dengan pemekaran adalah untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat lokal, dalam rangka pertumbuhan kehidupan demokrasi, dengan interaksi yang lebih intensif antara masyarakat dan Pemerintah Daerah yang baru. Dengan demikian masyarakat sipil akan memperoleh hak-hak dan kewajibannya secara lebih baik sebagai warga negara.

Pemerintah Kabupaten Inhil dikatakan Wabup tentunya memberikan dukungan penuh terhadap rencana pemekaran Inhut. Dukungan ini diberikan Pemerintah dengan tujuan untuk menyediakan pelayanan publik yang lebih baik dalam wilayah kewenangan yang terbatas/terukur. Kemudian mempercepat pertumbuhan ekonomi penduduk setempat melalui perbaikan kerangka pengembangan ekonomi daerah berbasiskan potensi lokal serta upaya penyerapan tenaga kerja secara lebih luas disektor pemerintah, swasta dan dunia usaha. karena berbagai peluang usaha ekonomi baru baik secara formal maupun informal menjadi lebih tersedia sebagai dampak ikutan pemekaran wilayah.

“Kita berharap dengan adanya Rapat Konsolidasi dan Evaluasi BP Inhut ini akan dapat bersama-sama berjuang untuk mempercepat proses pembentukan daerah otonomi baru yaitu Kabupaten Indragiri Hilir Utara, sebagaimana yang menjadi aspirasi masyarakat Inhil Utara.” Kata Wabup

Dengan adanya pemekaran ini, diharapkan daerah yang baru dibentuk dapat tumbuh berkembang dan mampu menyelenggarakan otonomi daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan publik yang optimal, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pembangunan dengan mengoptimalkan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang ada didaerah tersebut, sehingga pembentukan Kabupaten Indragiri Hilir Utara ini dapat bermanfaat bagi pembangunan nasional pada umumnya, dan pembangunan daerah pada khususnya. Tandas Wabup. (dro/adv pemkab inhil)




Hari ini BP Inhut Gelar Rapat Konsolidasi dan Evaluasi

peta inhil utaraTembilahan (detikriau.org) – Hari ini, kamis (9/10/2014) bertempat di Hotel Arrahman I Tembilahan, Badan Pekerja Pemekaran (BP) Kabupaten Indragiri Utara mengadakankan rapat konsolidasi dan evaluasi yang juga akan dihadiri oleh Majelis Rakyat Indragiri Utara (MRI)

 

Dikatakan oleh salah seorang Anggota panitia pengarah (sc), Zainal Arifin SE, ME, disamping melaporkan perkembangan rencana proses pemekaran oleh BP juga akan akan dilakukan reposisi terhadap beberapa anggota BP yang tidak lagi bisa melaksanakan tugas disebabkan berhalangan tetap.

 

“Dalam pertemuan itu kita juga akan diisi dengan pemaparan proses pemekaran daerah otonomi baru,” Terang Zainal.(dro)




LSM Pinta PDAM TI Tidak Hanya Pandai Menuntut HAK

Sekjen Fokus Ornop, Indra Gunawan
Sekjen Fokus Ornop, Indra Gunawan

Tembilahan (detikriau.org) – Sekjen Fokus Ornop kabupaten Indragiri hilir, Indra Gunawan meminta kepada manajemen PDAM Tirta Indragiri untuk tidak hanya pandai menuntut haknya kepada konsumen tetapi harusnya juga diiringi dengan peningkatan pelayanan.

“demi perbaikan, tidak ada salahnya PDAM tegas menuntut hak-haknya kepada konsumen namun tentunya harus diimbangi dengan pemberian pelayanan terbaik,” Ujar Indra kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya. Rabu (8/10/2014)

Ditambahkan Sekjen organisasi yang memayungi LSM dan Ormas di Inhil itu, selama ini, masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM TI masih kerab terdengar melontarkan keluhan. Terutama terkait persoalan pasokan hingga kualitas air yang disalurkan.

Disebahagian wilayah dalam kota Tembilahan, seperti di jalan H ABD Manaf, jalan tanjung harapan dan sejumlah titik distribusi air PDAM TI lainnya kerap macet. Belum lagi seringnya kualitas air yang disalurkan sangat keruh dan berlumpur yang pastinya sangat merugikan konsumen.

Bahkan untuk mendapatkan air yang masih jauh dari standar kelayakan itu, pelangganpun masih harus mengeluarkan tambahan biaya untuk menghidupkan mesin pompa listrik.

“hak pelanggan adalah mendapatkan pasokan air dengan lancar dan kualitas yang baik. Apakah ini sudah dipenuhi PDAM TI? Intinya jangan hanya ngotot menuntut hak tetapi kewajiban sendiri tidak dijalankan dengan baik.” Tandas Indra. (dro)




7 Unit Pemukiman Penduduk di Kec Keritang Ludes Terbakar

138680_620Keritang (detikriau.org) – Sedikitnya 7 unit rumah penduduk di Desa Pasar Kembang, Kecamatan Keritang ludes di lalap api, Selasa (7/10) sekitar pukul 22.30 WIB.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Paur Humas Ipda Warno, Api pertama kali muncul  dari rumah salah seorang korban bernama Amang, selanjutnya mejalar kesejumlah rumah disekitarnya.

“Kebetulan bahan rumah terdiri dari bahan yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat menjalar ke rumah korban lainya,” jelasnya

Melihat kejadian itu warga setempat berusaha melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Namun api baru benar-benar bisa dipadamkan sekitar pukul 23.30 WIB. Belum dapat diketahui apa penyebab dari musibah tersebut.

“Kerugian materil akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp150 juta. Sedangkan penyebabnya masih dalam penyelidikan petugas. Untuk mengumpulkan bukti awal petugas sudah memasang garis polisi dan sejumlah saksi sedang dimintai keterangan.” Tandas Paur Humas.

Secara terpisah, Sekretaris Desa Pasar Kembang, M Iksan mengatakan saat ini 8 Kepala Keluarga dari 7 unit rumah yang terbakar sudah diungsikan di rumah tetangga dan sanak keluarga. Seorang bocah juga diakuinya sempat mengalami luka bakar dan kini menjalani perawatan di Puskesmas Kotabaru Seberida.

“8 KK dari 7 rumah yang terbakar kehilangan tempat tinggal. Untuk membantu para korban warga saling membahu mengumpulkan sumbangan di sekitar lokasi kejadian,” ujar M Iksan, Rabu (8/10) melalui selularnya.

Dokter Puskesmas Kotabara Seberida, Regy, yang menangani bocah malang itu mengaku kondisi korban tidak terlalu parah. Luka bakar yang dideritanya hanya sekitar 15 persen. Meski demikian pihaknya tetap memberikan pelayanan medis terbaik.(dro/*1)