Dewan Ngaku Kecewa Kinerja Disbun Inhil

Ketua Komisi II DPRD Inhil, Amd Junaidi
Ketua Komisi II DPRD Inhil, Amd Junaidi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan menilai kinerja Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri hilir (Inhil) mengecewakan. Lambanya kenerja Dinas yang mengurus sektor mata pencaharian terbesar masyarakat Inhil ini akan memperlambat upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penilaian ini disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Inhil, Amd Junaidi kemaren di Tembilahan. Disbun dinilainya lamban dalam upaya melakukan perbaikan sektor perkebunan masyarakat padahal hal ini menjadi kebuthan mendasar yang sudah amat mendesak.

“Kita kecewa dengan kinerja dinas ini. Salah satu kekecewaan kita karena tidak terlaksananya penyelematan kebun-kebun rakyat. Padahal ini menjadi kebutuhan yang amat mendasar,” kata Junaidi.

Persoalan apapun yang terjadi di sektor perkebunan, dinilai Politisi Golkar ini akan banyak pihak merasakan dampaknya. Terutama masalah kesejahteraan masyarakat terlebih lagi para petani itu sendiri. Mengingat hampir 70 persen masyarakat menggantungkan hidup dari sektor itu.

“Persoalan kebun, bukan saat ini diperbaiki saat ini pula akan merasakan dampaknya. Tapi akan dirasakan mereka beberapa tahun ke depan. Toh kalau tidak kita selamatkan saat ini, maka akibatnya sangat dirasakan di masa mendatang,” tegasnya.

Kekecewaan yang disampaikan Ketua Komisi II DPRD Inhil ini ditambahkannya sangatlan erat kaitanya dengan visi dan misi Kepala Daerah dalam meningkatkan perekonomian rakyat. Ketika Bupati ingin melakukan itu, tentu pedomannya pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

“PDRB terbesar kita dari sektor perkelapaan. Orang akan ingat Inhil, karena kita sebagai daerah penghasil kelapa terbesar. Namun jika penyelamatan perkebunan lamban kita lakukan, lambat laun sektor kebanggan ini akan tinggal kenangan saja,” paparnya.

Jika ingin mensejahterakan rakyat Inhil maka yang harus diprioritaskan adalah petani. (dro/*1)




Atasi Banjir, Pemkab Bangun 7 Pintu Klep

TEMBILAHAN (detikriau.org) –Antisipasi masuknya air laut yang kerap menggenangi ruas-ruas jalan dalam kota Tembilahan, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) membangun 7 pintu klep. Pembangunananya ditempatkan di titik-titik sumber masuknya air laut akibat pasang dalam musiman.

Dikatakan Bupati Inhil. HM Wardan, dampak kerap masuknya air laut hingga menggenangi ruas jalan dalam kota Tembilahan, daya tahan aspal menjadi menurun. Biasanya hanya beberapa bulan setelah dibangun, aspal akan mengelupas dan pecah.

“Saat ini kita sudah membangun 7 pintu klep di titik-titik masuknya air pasang,” ungkap Bupati saat neninjau pelaksanaan gerakan masyarakat (Gemar) jumat bersih, Jumat (7/11) pagi kemarin.

Konsep untuk membebaskan Tembilahan dari ancaman banjir pasang, kata Bupati bukan hal yang mustahil. Artinya, setiap keinginan tentu ada jalan apalagi demi kebaikan dan tujuan pembangunan.

“Kita jangan terpaku pada musim. Saya rasa tidak mustahil untuk membebaskan kota ini dari banjir pasang. Buktinya, baru 7 pintu klep yang dibangun sudah mampu menangkal masuknya air laut,”terang Bupati.(dro/*1)




Pemulung Temukan Mayat Bayi Perempuan di TPA

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sesosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan, ditemukan di tempat pembuangan akhir (TPA), Jalan Sungai Beringin, Tembilahan, Jumat (7/11) sekitar pukul 08.00 WIB pagi kemarin.

Mayat bayi perempuan itu pertama kali ditemukan seorang pemulung, NM (56) warga Kelurahan Sungai Beringin Tembilahan, dengan kondisi sudah tidak bernyawa yang terbungkus dalam plastik asoi warna hitam.

Penemuan maayat bayi perempuan itu diakui langsung Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Inhil, H Fauzar. Saat ini kata Fauzar aparat kepolisian sedang melakukan pemerksaan. Ia juga belum mengetahui apakah mayat tersebut dibuang langsung ke TPA.

“Bisa saja dibuang orang tuanya ke tumpukan-tumpukan sampah. Setelah itu terangkut oleh petugas kebersihan. Ini yang belum jelas, karena masih diselidiki petugas kepolisian,”terang Fauzar singkat

Sementara itu Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kapolsek Tembilahan, Iptu Edy Sutomo membenarkan kasus penemuan mayat bayi perempuan. Kuat dugaan mayat bayi itu hasil hubungan gelap pelaku yang membuangnya.

“Seperti bisa, saksi yang pertama kali menemukan mayat bayi ini tengah melakukan aktivitas rutin di TPA itu. Saat itu ia membuka bungkusan plastik warna hitam dan di dalamnya terdapat mayat bayi perempuan,” kata Edy Sutomo.

Masih menurut Kapolsek, setelah diperiksa lalu saksi memberi tahukan persoalan ini kepada petugas TPA yang ada di lokasi. Bersam-sama petugas TPA melihat  kondisi mayat bayi yang masih terbungkus plastik hitam itu.

“Petugas yang menerima laporan itu langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Lalu membawa mayat bayi tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan visum, “terangnya.

Setelah proses tersebut, mayat bayi langsung di kebumikan oleh pihak rumah sakit. Saat ini jajaran kepolisian sedang memintai keterangan saksi-saksi terkait penemuan mayat itu dan melakukan penyelidikan terhadap ibu pembuang mayat bayi.(dro/*1)




Persiapan Lomba Tingkat Nasional, Bunda PAUD Inhil Ikuti Pelatihan

IMG_4387TEMBILAHAN (detikriau.org)-Sebagai persiapan menjelang pelaksanaan lomba Bunda PAUD berprestasi tingkat nasional, yang rencananya digelar pada Bulan Desember 2014 mendatang, Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir, Hj Zulaikhah mengikuti pelatihan dan pembinaan di Kota Pekanbaru, Jum’at (7/11).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau ini, turut dihadiri Kepala Bidang PLS Disdik, Ketua Himpaudi dan mitra PAUD Kabupaten Inhil.

Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikhah mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut, pihaknya telah memaparkan berbagai materi terutama yang berkaitan dengan prestasi yang telah dicapai PAUD Inhil. Setelah dilakukan evaluasi oleh tim dari pusat, ternyata ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan disempurnakan lagi.

“Sesuai dengan arahan tim tadi, kita yang telah ditunjuk dan memenuhi kriteria Bunda PAUD berprestasi untuk kategori peningkatan kerjasama mitra PAUD, harus melakukan perbaikan pada bidang peran dan keikutsertaan mitra,” tutur Zulaikhah usai mengikuti pelatihan dan pembinaan.

Dijelaskan Ketua TP PKK Inhil ini, mitra PAUD tersebut harus dikelompokan terlebih dahulu, yakni mitra dari pemerintah, pihak swasta dan organisasi mitra lainnya. Kemudian dari pengelompokan tersebut, harus diuraikan dengan lebih jelas tentang peran dan fungsinya masing-masing.

“Setelah mengikuti pelatihan dan pembinaan ini, kita harapkan pada lomba yang dilaksanakan di Bulan Desember nanti, Kabupaten Inhil bisa meraih prestasi yang maksimal dan membanggakan,” tambahnya.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, lanjut isteri Bupati Inhil ini, kerjasama dengan seluruh pihak terkait, seperti Disdik Inhil harus lebih ditingkatkan lagi, sehingga setiap program yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan sukses.

“Semoga apa yang diarahkan dan disampaikan oleh tim dari pusat ini, dapat kita penuhi dan pada saat lomba nanti tidak ada masalah lagi, supaya Inhil mendapat prestasi terbaik sesuai dengan apa yang kita harapkan,” imbuhnya.(adv pemkab inhil)




Karyawan Ngaku di Rampok, 1,5 Kg Emas dan Uang Rp 35 Juta Ludes

59938_foto_ilustrasi_663_382Gaung (detikriau.org) –Pedagang Emas, Warga Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, Marzuki (43) melaporkan peristiwa perampok terhadap harta bendanya. Akibat peristiwa itu, ia mengaku mengalami kerugian berupa emas seberat 1,5 kg dan uang tunai sebesar Rp 35 juta.

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa terjadi pada rabu (5/11/2014) kemaren sekitar pukul 06.00 WIB. Saat kejadian Marzuki sedang berada di rumah. Emas seberat 1,5 Kg dan uang tunai Rp 35 juta sebelumnya dititipkan kepada karyawannya, Fikri untuk dibawa ke tempat berdagang di pasar Desa setempat.

Lebih kurang 20 menit setelah menyerahkan tas berisi emas dan uang tunai, ia mendapatkan kabar bahwa Fikri telah dirampok oleh orang tak dikenal (otk). Dilaporkan peristiwa itu terjadi didepan pemakaman Umum jalan H Horman Desa Belantaraya.

“Laporannya kita terima rabu sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi menjawab komfirmasi melalui sambungan selularnya, Kamis (6/11).

Menurut pengakuian Fikri di depan petugas ditambahkan Kapolres, saat ia tiba di TKP, tiba-tiba dihampiri oleh 2 OTk dan langsung mendorong tubuhnya serta merampas paksa tas yang berisikan emas dan uang puluhan juta rupiah. Fikri mengaku sempat berteriak meminta tolong.

Teriakan itu kata Fikri membuat para pelaku panik dan melarikan diri. Namun Fikri tetap mencoba untuk mengejar kawanan rampok dengan berlari. Karena pengejarannya tak membuahkan hasil, Fikri kembali dan memberi tahukan kejadian tersebut kepada warga.

Selain Marjuki dan Fikri, petugas juga memeriksa beberapa orang saksi yang diduga mengetahui peristiwa perampokan tersebut. “Kami belum bisa memberikan keterangan dengan jelas atas kasus ini karena masih dalam pengembangan petugas. Akibat Kejadian itu Marjuki ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 805 juta rupiah” Pungkas Kapolres.(dro/*1).




Pengurus Kamabiran Gerakan Pramuka Mandah di Lantik

Mandah (detikriau.org) – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) gerakan pramuka Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM, melantik pengurus Kamabiran gerakan pramuka Kecamatan Mandah priode 2014-2019 sekaligus menutup kursus pembina pramuka mahir desa Kwarcab 04.02 yang dilaksanakan sejak 1 hingga 6 November, Kamis (6/11).

Pada kesempatan itu Alimuddin, juga memberikan apresiasi kepada pelaksana kegiatan. Dari target 80 peserta, kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 136 peserta.

“Nantinya akan dilanjutkan dengan kursus mahir lanjutan. Dengan harapan agar yang mengikuti kursus mapun yang baru dilantik dapat menjalankan amanah sebagai anggota pramuka,” ujar Alimuddin.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Pertemuan Kelurahan Khairiah Mandah, Kecamatan Mandah itu juga dihadiri pengurus Kwarcab gerakan pramuka Inhil. Diantaranya Wakil Kwarcab Alvi Furwati Alwie, Marta Hariyadi dan unsur Kwaran Riduan Ahim serta pihak lainya.

Sementara itu Ketua Kemabiran gerakan pramuka Kecamatan Mandah, Nursal, bertekat akan menjadikan daerahnya sebagai Kecamatan Pramuka di Kabupaten Indragiri Hilir. Untuk itu ia mengajak pihak terkait agar bersama-sama mewujudkanya.

“Semua itu akan bisa kita realisasikan kalau semua pihak mau bergandeng tangan dan komit untuk gerakan pramuka. Saya optimis ini bisa terwujud jika melihat dari potensi sumber daya yang ada saat ini,” tuturnya.(dro/*1)