25.750 RTS di Inhil Mulai Terima PSKS

277165_jokowi-luncurkan-kartu-sakti_663_382TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 25.750 Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kabupaten Indragiri Hilir mulai menerima dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Senin (24/11).

Pengambilan dana sebesar Rp 200 ribu perbulan ini, dilakukan di masing-masing cabang Kantor Pos di kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil.

Kepala Kantor Pos Tembilahan, Ade Novel mengatakan, dana tersebut akan dibayarkan untuk 2 bulan, yaitu Bulan November dan Desember 2014, sehingga dana yang dikeluarkan Kantor Pos dan diterima RTS adalah sebesar Rp 400 ribu.

“Kami menjadwalkan pembayaran ini akan tuntas maksimal hingga tanggal 2 Desember nanti,” Sampaikan Ade.

Kendati demikian, lanjut Ade, berhubung Kantor Pos hanya ada di 12 kecamatan, sehingga ada beberapa kecamatan yang pengambilanan dana PSKS ini bergabung dan ada juga pembayarannya dilakukan di titik komunitas.

“Untuk beberapa desa atau kecamatan, ada juga pembayaran komunitas. Rencananya komunitas di Belengkong, Concong, Pulauburung, serta beberapa tempat lainnya,” Tandasnya.(dro/A)




Ketua DPRD Inhil Masih Ragukan Program DMIJ

“Ajak Mahasiswa Turut Serta Dengar dan Sampaikan Keluhan Masyarakat”

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam
Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Banyak keluhan dari sejumlah kalangan di kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terhadap pembangunan infrastruktur yang belum terialisasi secara maksimal, dan ini menjadi perhatian khusus dari pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Inhil.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam saat membuka forum bersama mahasiswa Indragiri Hilir di kantor DPRD Inhil Tembilahan, Senin (24/11/2014), dikatakannya bahwa ia serta Perwakilan Rakyat lainnya sedang memperhatikan pekerjaan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) yang dikelola Pemerintah Daerah Kabupaten Inhil.

“Bukan saya tidak percaya dengan program itu, namun yang menjadi pertanyaan bagi kami, kenapa keluhan masyarakat Inhil terus diutarakan terhadap pembangunan, khususnya infrastruktur,” kata Dani.

Ia meminta kepada mahasiswa yang hadir untuk ikut membantu DPRD Inhil mendengarkan keluh resah dari masyarakat. “Jikalau kami tidak tahu, maka rekan-rekan mahasiswa bisa menyampaikan kepada kami,” sebut Dani.

Selain itu, mahasiswa sempat menanyakan terhadap persoalan harga Kopra yang tidak konsisten disetiap bulan dan tahunnya.

Hal ini ditanggapi Dani bahwa Pemerintah Daerah tidak bisa menentukan standar harga tersebut. “Siapapun Bupatinya, tidak akan bisa menetapkan standar harga Kelapa, beda dengan Kelapa Sawit, itu sudah ada ketentuan, dan juga bukan dari Pemerintah Daerah,” jelasnya. (Mirwan)




Puluhan Massa BEM UNISI dan HMI Tolak Kenaikan BBM

Aksi demo penolakan kenaikan BBM oleh Mahasiswa di Halaman Gedung Kantor DPRD Inhil, senin, 24 november 2014
Aksi demo penolakan kenaikan BBM oleh Mahasiswa di Halaman Gedung Kantor DPRD Inhil, senin, 24 november 2014

TEMBILAHAN (detikriau.org) -Puluhan mahasiswa yang tergabung dari dua organisasi kemahasiswaan, BEM Unisi dan HMI Cabang Tembilahan menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM. Senin (24/11)

Pantauan, berorasi di kantor Bupati Inhil, dihadapan Asisten I, Darussalam, mahasiswa menyatakan penolakan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, karena dampaknya sangat menyengsarakan masyarakat, khususnya masyarakat miskin di Kabupaten Inhil.

“Pemerintah harus bergerak cepat dalam menyikapi dampak dari kenaikan harga BBM ini, sehingga tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan yang lebih luas lagi,” teriak Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Demo, M Tasakka.

Menanggapi aspirasi massa mahasiswa tersebut, Darussalam berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa ini kepada pimpinan. “Nanti kami juga akan lakukan rakor untuk mengantisifasi dampak-dampak kenaikan BBM ini,” tambahnya.

Usai menyampaikan orasinya di Kantor Bupati Inhil, massa mahasiswa kembali melanjutkan aksi demonstrasi ke Gedung DPRDInhil jalan HR Subrantas Tembilahan.

Ditangga masuk gedung wakil rakyat ini, dihadapan Ketua DPRD, Dani M Nursalam didampingi Wakil Ketua, H Maryanto dan Syahruddin, serta sejumlah anggota DPRD Inhil lainnya massa mahasiswa kembali menyatakan sikap penolakan kebijakan Pemerintah yang telah menaikkan harga BBM.

Menyikapi tuntutan massa demonstran, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam menjelaskan bahwa kebijakan menaikkan harga BBM ini sudah berlaku sejak beberapa waktu yang lalu. Jadi, sebagai masyarakat tentunya harus mengawal kebijakan lainnya yang dibuat terkait dampak keputusan menaikkan harga BBM tersebut.

“Karena ini merupakan kewenangan Pemerintah Pusat, kami nyatakan apa yang menjadi keinginan mahasiswa akan kami sampaikan kepada Pemerintah Pusat. Namun, karena kebijakan ini sudah dijalankan, kita mesti bersepakat bahwa kita harus mengawal kebijakan-kebijakan Pemerintah setelah kenaikan harga BBM ini, seperti penggunaan kartu sakti di lapangan nantinya,” Ajak Dani.(dro/A)




Wakili Bupati Inhil, H Sar’i Hadiri Pengajian Akbar di Pulau Burung

Satff Ahli Bupati, H Sar'i (dua dari kanan) dan Camat Pulau Burung, M Nazar (tiga dari kanan) didampingi tokoh agama dan masyarakat setempat. Foto: Humas Pemkab inhil/ Way
Satff Ahli Bupati, H Sar’i (dua dari kanan) dan Camat Pulau Burung, M Nazar (tiga dari kanan) didampingi tokoh agama dan masyarakat setempat. Foto: Humas Pemkab inhil/ Way

Pulau Burung (detikriau.org) – Bupati Inhil diwakili Staff Ahli Bupati Bidang Pembangunan, H Sari menghadiri kegiatan pengajian akbar di Desa Keramat jaya Kecamatan Pulang Burung. Kegiatan yang dihadiri Camat setempat beserta Upika, tokoh agama, kelompok majelis taklim dan masyarakat ini menghadirkan penceramah Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Bejagung Semanding, Tuban, Provinsi Jawa Timur, KH. Abdul Mathin Djawahir. Ahad (23/11) kemaren

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan H Sar’i, Atas nama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Bupati menyatakan sambutan baik dengan diadakannya kegiatan serupa ini serta menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Pulau Burung dan gabungan pengajian serta seluruh komponen masyarakat Kecamatan Pulau Burung terutama masyarakat Desa Keramat Jaya yang telah menggelar Pengajian Akbar ini.

“Saya berharap agar kita semua bisa terus menciptakan persatuan dan kesatuan dalam bermasyarakat dan beragama, karena pengajian merupakan salah satu wadah yang paling baik untuk menciptakan persatuan tersebut.”Pesan bupati.

Dalam kesempatan ini Bupati juga berkesempatan menyampaikan bahwa pada bulan Desember 2014 ini, Kabupaten Indragiri Hilir dipercaya sebagai Tuan Rumah pelaksanaan MTQ ke-33 Provinsi Riau.

Oleh karena itu Bupati mengajak segenap komponen masyarakat Kecamatan Pulau Burung untuk berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ tersebut.

Sementara itu Camat. Pulau Burung M. Nazar, S.sos Msi memberikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia dan kelompok pengajian yang sudah dapat mengkondisikan acara ini dengan baik. Dengan adanya pertemuan ini diharapkan silaturahmi dapat ditingkat baik itu sesama kepala desa maupun masyarakat.

” koordinasi masyarakat dan kepala desa se Kecamatan Pulau Burung diharapkan akan dapat terus berlanjut tidak putus sampai disini saja, karena dengan silaturahmi dan koordinasi yang baik ada banyak pembangunan yang dapat kita laksnakaan bersama,” Imbuh Camat.

Abdul Mathin Djawahir dalam tausiyahnya menyampaikan jika ingin bahagia di dunia dan tenteram di akhirat haruslah Pakai “DUIT” Yaitu. Doa, Usaha, Iman dan Tawakkal. (dro/adv pemkab inhil)




Bupati Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda APBD 2015

IMG_4667TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, HM Wardan menyampaikan pidato pengantar terhadap nota keungan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD tahun anggaran 2015, di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (24/11).

Penyampaian pidato pengantar tersebut dilaksanakan dalam rapat Paripurna ke-11 masa persidangan 3 tahun sidang 2014, yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Inhil, Ferryandi didampingi Ketua DPRD, Dani M Nursalam serta Wakil DPRD lainnya, H Mariyanto dan Syahruddin.

Bupati dalam pidatonya menyatakan bahwa penyusunan RAPBD tahun 2015 ini tetap ditekankan pada pokok-pokok kebijakan untuk mengatasi permasalahan yang mendasar, yaitu program-program pembangunan yang lebih mengakar dan menyentuh masyarakat, dengan memperhatikan usulan masyarakat dan identifikasi atas permasalahan-permasalahan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Dalam penyusunan RAPBD tahun anggaran 2015 ini, juga diupayakan sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat, yang menekankan pada keterpaduan dan sinkronisasi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan, sesuai dengan potensi dan kondisi daerah,” tutur Bupati.

Adapun secara garis besar RAPBD Inhil tahun anggaran 2015 meliputi, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp 1,859 triliun, Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 108 miliar, dana perimbangan sebesar Rp 1,467 triliun dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 283 miliar.

Sedangkan untuk belanja daerah, lanjut Bupati, pada RAPBD 2015 direncanakan sebesar Rp 2,346 triliun, yang dengan jumlah belanja sebesar itu pada APBD 2015 diperkirakan mengalami defisit sebesar Rp 487 juta.

“Rencana belanja daerah pada RAPBD 2015 dialokasikan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 1,135 triliun dan belanja langsung sebesar Rp 1,211 triliun,” terangnya.

Selanjutnya, dari penerimaan biaya pada RAPBD 2015 berupa perkiraan Sisa lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2015 sebesar Rp 515 miliar, dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 5,475 miliar.

“Dari uraian tersebut di atas, masih terdapat Silpa tahun berkenaan sebesar Rp 22,696 miliar, yang merupakan perkiraan dana bagi hasil, dana reboisasi dan sisa Dana Alokasi Khusus (DAK) yang belum digunakan,” imbuhnya. (dro)




Naas, Tarwini Tertipu Depan Kantor Polisi. Puluhan Juta Raib

penipuTEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga Tembilahan diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dari pelaku kriminal. Aksi nekad pelaku kejahatan kini sepertinya sudah tak pandang tempat dan waktu. Sebagaimana yang dialami tarwini (26). Warga Kecamatan Tembilahan Hulu ini harus rela kehilangan uang puluhan juta. Nasib naas ini bahkan terjadi dihalaman kantor Mapolres Inhil. Sabtu (22/11/2014) sekira pukul 09.45 Wib

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil melalui Paur Humas, Ipda Warno, Nasib naas tarwini bermula ketika korban mendatangi ATM yang berada dihalaman depan kantor Mapolres Inhil Jalan Gadjah Mada Tembilahan untuk melakukan transfer sejumlah uang pembelian tiket pesawat ke nomor rekening yang sudah ada. Setelah proses transfer selesai. Korban kembali mendapat telpon dari seorang perempuan yang mengaku dari salah satu maskapai.

Ketika itu pelaku menyebutkan proses transfer awal yang dilakukan korban dipending karena gangguan jaringan. Saat itu korban diminta melakukan tranafer ulang. Sekitar pukul 19.34 Wib korban kembali mendatangi ATM dan mentransfer uang dengan arahan pelaku.

“Pertama korban mentransfer uang sebesar Rp 750 ribu. Sedangkan transfer ke dua sebesar Rp 18, 9 juta. Setelah itu baru korban sadar bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan,”ujar Paur Humas Ipda Warno, Ahad (23/11).

Akubat kejadian tersebut korban menderita kerugian hingga lebih kurang Rp 19, 7 juta. Hingga saat ini petugas masih melakukan penyelidikan (lidik) terhadap kasus dugaan penipuan dengan modus jual beli tiket pesawat.

“Korban melaporkan masalah ini kepada petugas dengan didampingi Efrin. Menurut korban ia ditipu seseorang yang mengatas namakan Efrin, warga Jalan Harapan Tembilahan,” papar Paur Humas menambahkan.

Disampaikanya, Efrin saat ini telah dimintai keterangan oleh penyidik sebagai saksi dari kasus tindak pidana penipuan. Saat ini petugas tengah mendalami kasus ini dengan cara melacak keberadaan pelaku.

“Ada beberapa alat bukti yang kami pegang, diantaranya nomor rekening dan nomor telpon yang digunakan pelaku untuk melakukan penipuan,” imbuhnya. (dro/*1)