2015 Dipastikan Inhil Kembali Dapatkan Bantuan RLH

Kabid Pemberdayaan Sosial, H Burhan. Foto: Mirwan
Kabid Pemberdayaan Sosial, H Burhan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tahun 2015 mendatang, Rumah Layak Huni dipastikan direalisasikan untuk masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang dinilai tidak memiliki rumah yang layak untuk ditempati.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial melalui Kabid Pemberdayaan Sosial H Burhan SH MH kepada awak media akhir pekan kemaren. “Insya Allah tahun depan akan ada bantuan sosial berupa Rumah Layak Huni,” tuturnya.

Untuk meyakini hal ini. Dijelaskan Burhan, usulan untuk rumah layak huni itu sudah diajukan pada tahun 2013 lalu, dan ini sudah ditinjau langsung dari pusat ke kabupaten Inhil satu minggu yang lalu untuk memastikan alokasi yang akan dibantu nantinya, tentu hal tersebut sudah bisa dipastikan direalisasi pada tahun 2015 mendatang.

“Usulan yang kami ajukan kemaren itu jumlahnya ratusan, hanya saja yang akan dibantu nanti belum kami ketahui, yang jelas 2015 mendatang masyarakat kita akan dapat bantuan tersebut,” kata H Burhan.

Ia menambahkan ketika jumlah usulan yang diajukan tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka tim pendataan dari Dinsos Inhil akan menilai lebih detail terhadap penerima bantuan itu siapa yang lebih pantas menerimanya.

Disampaikan juga, setiap satu rumah itu akan mengeluarkan dana 10 juta dari dana bansos itu, dan ini dikhususkan hanya untuk membeli bahan. Sementara untuk tukang atau pekerja rumah, dana itu direncanakan akan ditanggung dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Inhil.

Perlu diketahui, bantuan rumah layak huni ini kata Burhan, tidak berupa rumah yang dibangun mulai dari angka nol, namun pihaknya akan membantu warga yang memiliki rumah yang memang miris dan memerlukan rehabilitas sesuai standar layaknya rumah huni pada umumnya.(mirwan)




Jago Merah Ngamuk di Tembilahan hulu. 4 Unit Rumah Ludes, 1 Rusak

Situasi TKP Kebakaran. Foto: Mirwan
Situasi TKP Kebakaran. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN ( detikriau.org) – Si jago merah kembali mengamuk di pesisir kota Tembilahan, dan kali ini menghanguskan 4 buah rumah dan 1 buah rumah rusak berat. Kejadian ini terjadi di parit 8 gang Buatan sekitar pukul 11.30 WIB, Minggu (30/11/2014).

Pantauan di lapangan, sejumlah korban kebakaran terlihat sangat panik dan pasrah terhadap kejadian siang bolong saat melihat api sedang melalap rumah mereka. Selain itu, badan jalan dalam gang itu penuh dipadati warga sekitar sehingga petugas pemadam Kebakaran kesulitan untuk mengatasi kejadian ini.

Ketua RT 03 RW 14 Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan, Yahya saat dikonfirmasi menjelaskan terjadi kebakaran ini belum bisa dipastikan apa penyebabnya. “Kita belum tahu apa penyebabnya. 4 Pemilik rumah yang hangus dilalap api diantaranya Hartati, Dian Arianto, Abdul Samad dan Jumri,” katanya.

Dian Arianto (35), salah satu korban kebakaran menceritakan bermula terjadi kebarakan ini dari rumah sebelah tempat ia tinggal, milik Hartati. Pada waktu itu, ia mendengar suara anak dibawah umur berteriak mengatakan ‘kebaran’, Dian langsung ambil tindakan untuk mendobrak rumah tetangga itu.

“Namun apalah daya, dalam rumah itu api sudah besar di atas, dan sayapun hanya bisa berteriak untuk memberi tahu tetangga lainnnya,” cerita Dian Arianto.

Amat menyedihkan. Kabarnya, Hartati salah satu korban kebakaran tersebut akan menyelenggakan pesta Pernikahan anaknya dalam waktu dekat ini, hal ini diceritakan beberapa warga sekitar yang ikut merasakan kesedihan itu.(mirwan)




Sindir Jokowi, Ribuan Netizen Gunakan Kalimat ‘Bukan Urusan Saya’

sindiran-netizen-kepada-jokowi-_141130033042-276JAKARTA — Media massa kini bak padang Kurukshetra bagi mereka yang mendukung atau membenci seseorang. Salah satu tokoh yang kini sering dielu-elukan atau bahkan disindir adalah Presiden RI Joko Widodo.

Jika SBY memiliki kalimat ‘sakti’, “Saya prihatin,” warga dunia maya juga ternyata mencatat berkali-kali Presiden Jokowi menyebut kalimat ini. Seakan-akan menyindir, ribuan netizen menyemarakkan twitter dengan tagar #BukanUrusanSaya.

Seperti akun ‏@herlan_riyanto “@DS_Andiniq:Fix asbun yg blg hrg efek domino ga bakal naik y @odongodong4: #BukanUrusanSaya @jokowi_do2. Begitu juga dengan ‏@IfathNungka, “Urusane Speak Bombay wae LOL “@tkginternet: kalau semua #BukanUrusanSaya lalu urusan saya apa? @PintarPolitik”

Akun, @peppramu juga menyebut “#BukanUrusanSaya “@bamset77: “@ad_dhoif: Gmn ya reaksi org ini stlh pollycarpus bebas bersyrat? :)) ”

Berdasarkan penelusuran Republika, sejak menjabat menjadi Gubernur DKI, Jokowi sempat beberapa kali menjawab dengan kalimat tersebut. Mulai dari Jembatan Blok G hingga persoalan Bus Transjakarta rusak.(rol)




Bunda PAUD Puji IGTKI Inhil

Foto: Humas Pemkab Inhil
Foto: Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikah Wardan ungkapkan kekaguman dan rasa bangga atas semangat yang mampu ditunjukkan oleh para guru PAUD yang ada di Inhil, khususnya Ikatan Guru Taman kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Inhil.

Pernyataan pujian tulus ini disampaikannya dalam kata sambutan saat membuka kegiatan pelatihan Penyusunan Program dan Implementasi Muatan Lokal Pembelajaran PAUD Berbasis Budaya Melayu se-Kabupaten Indragiri Hilir yang disejalankan dengan Lomba memasak makanan Khas Indragiri Hilir bertempat pada PAUD Negeri Pembina Jalan Keritang Tembilahan, sabtu (29/11)

“saya bangga bisa hadir disini, dukungan dan motivasi yang diberikan IGTKI Inhil sebagai mitra Bunda PAUD sangat dirasakan dalam memajukan PAUD di Inhil yang lebih maju. Terima kasih. Semoga pelatihan implementasi mulok dan perlombaan memasak makan khas melayu ini dapat menjadikan kebersamaan dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak usia dini.” Pinta Hj Zulaikah

IMG_4299Sementara itu, Dalam sambutannya, ketua IGTKI Inhil Trimurti  menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program IGTKI inhil untuk mendukung program Bunda PAUD serta Dinas Pendidikan Inhil dalam melaksanakan Impelemntasi mulok pembelajaran PAUD berbasis budaya melayu se-kabupaten Inhil dalam rangka meningkatkan pengembangan diri bagi tenaga pendidik PAUD untuk lebih maju, berdaya saing diberbagai bidang.

Kadisdik Inhil,  H Helmi, diwakili sekretaris Disdik, Ahmad Ramani  mengatakan kegiatan ini sangatlah positif dan bermanfaat karena adanya persamaan persepsi tentang pembelajaran PAUD berbasis budaya melayu yang ditaja IGTKI ini.

“ Semoga dapat terciptanya pendidik PAUD yang Inovatif, kreatif serta mampu memasukan budaya lokal dalam proses pembelajaran PAUD,” Sampaikan Ahmad Ramani

Kegiatan yang didanai secara swadaya oleh IGTKI Inhil ini mengikutsertakan sebanyak 250 orang yang terdiri dari kepala dan guru PAUD dari seluruh kecamatan se-Inhil.

Pada kesempatan Itu Bunda PAUD Inhil Hj Zulaikah Wardan juga menyerahkan Piala dan Piagam kepada para pemenang Lomba memasak khas Indragiri Hilir.(dro/adv pemkab inhil)




Asisten Ekbang Setdakab Inhil Buka Kompetisi Sains Madrasyah

Foto: Humas Pemkab Inhil
Foto: Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil HM Wardan  yang diwakili Asisten Ekbang H. Fauzan Hamid membuka secara resmi Kompetisi Sains Madrasah ( KSM ) Kab Inhil tahun 2014. Acara tajaan Bagian Administrasi Kesra ini dilaksanakan di Aula salah satu hotel di Tembilahan. Jum’at (28/11) malam

Bupati Inhil dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Ekbang menyampaikan bahwa Era kompetisi global melahirkan tantangan pada berbagai aspek kehidupan umat manusia, tidak terkecuali pada bidang pendidikan. Pendidikan pada era ini harus mampu mempersiapkan sumber daya manusia yang berkarakter kuat, jujur, kokoh, tahan uji, kompetitif, serta memiliki kemampuan yang handal di bidangnya.

Salah satu indikator pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang melahirkan lulusan kompeten, khususnya pada bidang iptek.

“Karenanya, melalui KSM diharapkan akan mampu memupuk motivasi siswa untuk terus mencintai dan bergairah mempelajari bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” Ujar Bupati

Selain itu, Bupati juga menytakan bahwa melalui kompetisi ini diharapkan dapat melahirkan Sumber Daya Manusia yang berkarakter kuat, kokoh, tahan uji, dan memiliki kemampuan yang handal dibidangnya, dan mampu berkreasi memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu Ketua Panitia H. Kursani dalam laporannya menyebutkan bahwa tujuan dari KSM ini antara lain adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan sains di Madrasah secara Komprehensif melalui penumbuhkembangan budaya belajar, kreatifitas, dan motivasi mertaih prestasi terbaik dalam ridha Allah SWT dengan kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai Islam dalam mempelajari dan memahami sains.

Peserta KSM ini berasal dari pelajar Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah. Sedangkan Bidang Study yang dilombakan yaitu Matematika, IPA, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi dan Geografi yang berlangsung selama tiga hari dari tgl 28 s/d 30 November 2014.(dro/Adv Pemkab Inhil)




Beranikah Indonesia Tenggelamkan Kapal Asing? Coba Buktikan!

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendukung ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menenggelamkan kapal asing yang masuk ke laut di Indonesia secara ilegal.

“Menurut saya itu kan pendapat ya, itu biasa-biasa saja. Saya sih kalau Pak Jokowi melakukan itu (tembak kapal pelanggar perbatasan) saya mendukung,” kata Fadli dalam acara diskusi Polemik Sindo Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/11/2014).

Menurut Fadli, dalam beberapa tahun terkahir tercatat beberapa kali kapal nelayan Indonesia yang melanggar wilayah perbatasan dibakar oleh pihak Malaysia.

Kebijakan penenggelaman itu, kata Fadli, disebut sebagai tindakan resiprokal atu saling balas. “Kalau kapal-kapal nelayan kita dibakar di Malaysia atau ditenggelamkan, ya kita juga bisa melakukan hal yang sama,” kata Fadli.

Dalam menerapkan kebijakan penenggelaman kapal tersebut, Fadli mengimbau pemerintah untuk meninjau norma atau hukum-hukum internasional yang berlaku.

Dia pun juga mendesak Jokowi untuk segera membuktikan kebijakan yang sempat mendapat respons negatif dari pihak Malaysia tersebut.

“Jadi sebenarnya pemerintah, Pak Jokowi gak usah terlalu banyak omong lah. Coba dilakukan saja dulu. Satu ditenggelamkan, enggak usah banyak-banyak,” kata Fadli.(sindonews)