Kepala Dinkes INHIL Optimalkan Upaya Pencegahan Diabetes

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir menegaskan perlunya pengoptimalan upaya pencegahan diabetes ditingkat Puskesmas se-Kabupaten Indragiri Hilir.

Pernyataan ini disampaikan menyusul peningkatan jumlah penderita diabetes tipe 2 yang tercatat dalam beberapa bulan terakhir, Jum’at (09/08/2024).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, mengungkapkan bahwa diabetes mellitus, khususnya tipe 2, telah menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan.

“Kami mencatat peningkatan kasus diabetes yang memerlukan perhatian serius. Oleh karena itu, puskesmas harus memperkuat program pencegahan dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Rahmi Indrasuri menekankan pentingnya beberapa langkah kunci dalam pencegahan diabetes, seperti penyuluhan tentang pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan deteksi dini bagi mereka yang berisiko tinggi.

Dinas Kesehatan juga mendorong puskesmas untuk meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan organisasi non-pemerintah, dalam rangka memperluas jangkauan program-program kesehatan.

Sebagai bagian dari strategi ini, puskesmas diharapkan untuk menyelenggarakan lebih banyak seminar, pemeriksaan kesehatan gratis, dan program-program komunitas yang fokus pada gaya hidup sehat.

Selain itu, diharapkan juga adanya peningkatan pelatihan bagi tenaga medis untuk memberikan informasi yang akurat dan dukungan kepada pasien diabetes.

Dengan langkah-langkah ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir berharap dapat menurunkan angka prevalensi diabetes dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah tersebut.(ADV)




Dinkes Inhil Sampaikan Faktor Genetik dalam Risiko Sakit Jantung

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir baru-baru ini mengeluarkan pernyataan mengenai hubungan antara faktor genetik dan risiko sakit jantung. 08/08/24

Menurut laporan terbaru, penyakit jantung koroner yang sering dianggap sebagai penyakit yang dapat dihindari ternyata juga memiliki komponen genetik yang signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, mengungkapkan bahwa penelitian terbaru menunjukkan bahwa riwayat keluarga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami masalah jantung. 

“Kami menemukan bahwa individu yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit jantung cenderung memiliki risiko lebih tinggi. Ini menunjukkan adanya faktor genetik yang mempengaruhi kesehatan jantung,” jelasnya.

Faktor-faktor genetik yang berperan dalam penyakit jantung termasuk predisposisi terhadap kolesterol tinggi, hipertensi, dan gangguan metabolisme. 

Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya pemantauan dan deteksi dini untuk individu yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Sebagai langkah preventif, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir merekomendasikan pemeriksaan kesehatan rutin dan konsultasi dengan tenaga medis untuk memahami risiko genetik. Mereka juga menyarankan perubahan gaya hidup sehat, seperti pola makan bergizi dan olahraga teratur, sebagai bagian dari strategi pencegahan.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara genetik dan sakit jantung, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung mereka.




Turun Padamkan Karlahut di Batang Tuaka, Kapolres Inhil Sebut Api Sudah Padam Namun…

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Budi Setiawan turun langsung memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Simpang Jaya, Kecamatan Batang Tuaka, Kamis (8/8/2024).

Pemadaman Karhutla yang berada di parit 10 itu, di ikuti PJU dan personil Polres Inhil, Polsek Batang Tuaka, TNI, BPBD dan Masyarakat sekitar.

Kapolres mengungkapkan, adapun kronologis kejadian Bhabinkamtibmas Desa Simpang Jaya mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi kebakaran lahan di daerah tersebut.

Bhabinkamtibmas dan MPA Desa menuju TKP untuk melakukan pemadaman bersama masyarakat Desa Simpang Jaya.

“Untuk kondisi saat ini api di TKP Karhutla Desa Tanjung Jaya sudah padam, namun terus dilakukan pendinginan dan penyekatan oleh Tim di lapangan agar tidak menimbulkan titik api baru yang dapat meluas dan melebar, dan saat ini pendinginan dan penyekatan masih berlangsung,” ungkap AKBP Budi.

AKBP Budi memastikan polres dan jajaran polsek jajaran berkomitmen akan segera dan secepatnya memadamkan kebakaran hutan. ‘Pantang pulang sebelum api benar-benar padam’.

“Kami menghimbau seluruh masyarakat khususnya Inhil tidak membakar lahan sembarangan, baik membersihkan ataupun membuka lahan. Polda Riau khususnya Polres Inhil beserta polsek jajaran akan menindak tegas pelaku yang mengakibatkan Karhutla,” kata AKBP Budi.

Kegiatan penanganan Karhutla tersebut dilaksanakan dengan kuat Personel sebanyak 53, Polres Inhil sebanyak 15 , Polsek Batang Tuaka sebanyak 14 personel, TNI sebanyak 7 personel, Kepala Desa Simpang Jaya, BPBD sebanyak 7 orang dan Masyarakat sebanyak 10 orang.

Peralatan yang digunakan dalam penanganan Karhutla tersebut, antara lain mesin merk mini striker sebanyak 4 unit, nozle sebanyak 1 unit dan selang sebanyak 12 gulung. ***




Kadis Dinkes Inhil Ungkapkan Faktor Genetik dan Resiko Sakit Jantung

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir baru-baru ini mengeluarkan pernyataan mengenai hubungan antara faktor genetik dan risiko sakit jantung. 08/08/2024).

Menurut laporan terbaru, penyakit jantung koroner yang sering dianggap sebagai penyakit yang dapat dihindari ternyata juga memiliki komponen genetik yang signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, mengungkapkan bahwa penelitian terbaru menunjukkan bahwa riwayat keluarga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami masalah jantung.

“Kami menemukan bahwa individu yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit jantung cenderung memiliki risiko lebih tinggi. Ini menunjukkan adanya faktor genetik yang mempengaruhi kesehatan jantung,” jelasnya.

Faktor-faktor genetik yang berperan dalam penyakit jantung termasuk predisposisi terhadap kolesterol tinggi, hipertensi, dan gangguan metabolisme.

Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya pemantauan dan deteksi dini untuk individu yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Sebagai langkah preventif, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir merekomendasikan pemeriksaan kesehatan rutin dan konsultasi dengan tenaga medis untuk memahami risiko genetik. Mereka juga menyarankan perubahan gaya hidup sehat, seperti pola makan bergizi dan olahraga teratur, sebagai bagian dari strategi pencegahan.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara genetik dan sakit jantung, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung mereka.(ADV)




H Herman Pinta Masyarakat Turut Aktif Mengawasi Progres Pembangunan Infrastruktur di Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pj Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Herman, SE.,MT meminta kepada seluruh pihak terkait termasuk peran aktif masyarakat agar turut mengwasi dan melaporkan progres pengerjaan proyek infrastruktur secara terbuka melalui sosial media.

“Mulai hari ini, saya berharap lebih dimasifkan keterlibatan dan peran aktif masyarakat untuk turut melaporkan progses pengerjaan proyek di Inhil, tidak terkecuali kepada Camat, Kepala Desa dan semua unsur steckholder termasuk rekanan yang mengerjakan proyek infrastruktur yang hari ini tengah berjalan di Kabupaten Inhil,” imbuhnyaimbuhnya, Kamis (8/8/2024).

Tak hanya itu, Pj Bupati Inhil juga meminta agar setiap kegiatan pembangunan infrastruktur dilakukan pengawasan secara berkala dengan membuat dokumentasinya.

“Buat dokumentasi kegiatan pengawasan dilapangan secara berkala berupa video dan ceritakan sejauh apa progres yang telah berjalan,” pinta Pj Bupati Inhil.

“Semua proyek infrastruktur yang hari ini dikerjakan, awasi dan laporkan ke publik secara terbuka melalui sosial media. Keterbukaan ini penting, sebagai bentuk pertanggung jawaban kita bersama kepada publik,” tutup H Herman. {Arbain)




Dinkes Inhil Sebut Untuk Menunjang Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Diperlukan Media KIE

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Untuk menunjang pelayanan kesehatan ibu dan anak diperlukan media Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan catatan yang efektif dan efisien.

Hak tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Rahmi Indrasuri yang diwakili oleh Sekretaris Dinkes Inhil Hj. Indrawati saat menggelar pertemuan sosialisasi buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di Hotel Harmoni Tembilahan, Rabu (7/8/24).

Dia menjelaskan, bahwa peningkatan kesehatan ibu dan anak difokuskan pada upaya diantaranya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan, Angka Kematian Bayi (AKB) lahir dan angka kematian Neonatal. 

“Dengan target angka kematian ibu menjadi 183 kematian per 100.000 kelahiran hidup, angka kematian bayi menjadi 16 kematian per 1000 kelahiran hidup, dibutuhkan strategi khusus yang efektif dan efisien dalam proses pencapaian tersebut,” katanya.

Selanjutnya, upaya kesehatan ibu dan anak penyelenggaraan imunisasi, serta pemberian vitamin A pada bayi, balita dan ibu nifas mengamanahkan pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menyiapkan dan menjaga kehamilan, agar persalinan sehat dan selamat serta melahirkan bayi yang sehat dan bertumbuh kembang optimal.

“Untuk itu kementerian Kesehatan menetapkan bahwa buku ia menjadi satu-satunya alat pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak sejak ibu hamil, melahirkan dan selama nifas hingga bayi yang dilahirkan berusia 5 tahun termasuk kelainan imunisasi, gizi, tumbuh kembang anak dan KB,” tuturnya.

“Untuk dapat mencapai pemanfaatan buku kia yang optimal, perlu keterlibatan jejaring dalam mengoptimalkan pemanfaatan buku kia sebagai instrumen dalam pemberian KIE dan pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak,” katanya menambahkan. ADV