Bupati Inhil Ambil Sumpah dan janji 109 PNS

IMG_6908 - CopyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan mengambil sumpah dan janji terhadap 109 Pegawai Negeri Sipil (PNS) bertempat di gedung Tasik Gemilang jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan, Senin (15/12/2014).

Dalam amarannya Bupati berpesan untuk melaksankaan dengan sebaik-baiknya amanah yang telah diembankan bagi kemajuan daerah dan masyarakat. Sebab, selama ini katanya, tidak hanya cerita belaka, namun realita dilapangan begitu banyak PNS yang tidak melaksanakan tugas sebagaimana semestinya.

“saya tidak ingin kegiatan ini menjadi sebatas kegiatan seremonial tetapi pahami makna yang tersirat didalam sumpah yang telah diucapkan itu, artinya kita harus menumbuhkan rasa tanggung jawab yang besar, dan ini telah disaksikan kita semua dan terlebih oleh Allah Swt,” Ingatakan Bupati.

Saat ini lanjutnya, jumlah PNS di Inhil telah mencapai 8.064 orang, dan ia menginginkan semua PNS itu benar-benar mewakili seluruh penduduk kabupaten Inhil sedikitnya berjumlah 800 ribu lebih. Artinya, dari sekian banyak jumlah penduduk itu ada 1 orang mewakili dari 100 jumlah penduduk yang benar-benar bertanggung jawab terhadap statusnya sebagai PNS.

Ia juga mengharapkan seluruh PNS untuk tetap menjaga kedesiplinan sesuai dengan PP Nomor 53 tahun 2010 tentang kedesiplinan PNS. “Kebanyakan waktu honor saja yang rajin, setelah jadi PNS prestasi kerja menurun, bukan itu yang kita inginkan, jadikanlah hari ini merupakan tonggak awal untuk lebih memantapkan kinerja,” Ujar Bupati.

Selanjutnya orang nomor satu dibumi seribu parit ini juga mengingatkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Hal tersebut dikarenakan, setiap tahun, banyak sekali perguruan tinggi yang melahirkan sarjana-sarjana. “Mereka itu siap menggantikan para PNS yang sudah tua, begitu juga pengangkatan sumpah hari ini, juga harus siap menduduki jabatan para PNS yang tidak lama lagi akan pensiun,” tuturnya.

Untuk diketahui, dari 109 PNS yang mengangkat sumpah dan janji itu terdiri dari 9 tenaga Guru, 6 tenaga Kesehatan serta 94 tenaga Teknis. Sedangkan PNS yang belum mengambil sumpah berjumlah 43 orang.(mirwan/adv pemkab inhil)




Bupati Inhil Hadiri Kegiatan Larwasda

Foto: Humas Pemkab Inhil
Foto: Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan menghadiri kegiatan Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda). Kegiatan tajaan Badan Inspektorat Inhil yang dilaksanakan digedung Tasik Gemilang, Jalan baharuddin Jusuf ini juga dihadiri Wakil Bupati, H Rsoman Malomo, Asisiten I, H Darussalam, Kepala SKPD, Kepala Bagian Dilingkungan Sekretariat Daerah Kab.inhil, Camat dan Bendahara Se-Kecamatan Inhil. Senin (15/12)

Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa tujuan diadakan kegiatan ini diantaranya adalah untuk mengevaluasi tindaklanjut hasil temuan oleh masing-masing satker atas apa yang telah disampaikan badan Inpektorat inhil baik secara internal maupun ekternal.

“nantinya Jika ada yang tidak menindaklanjuti, pastinya akan kita berikan sanksi,” Ujar Bupati

Kedepan Bupati berharap tidak ingin lagi mendengar adanya temuan yang berulang-ulang. Tahun ini ada temuan, tahun depan pun masih hal yang sama itu juga yang menjadi temuan. Menurut Bupati itu sama artinya tidak ada perbaikan.

“Kita betul-betul harus memaksimalkan tugas dan tanggungjawab yang sudah diberikan. Kita harus bekerja sesuai target. Setelah selesai rapat ini, seluruh satker saya minta segera lakukan rapat dan data apa-apa saja yang menjadi temuan yang sudah disampaikan inspektorat dan tindaklanjuti segera,” Perintah Bupati.

Panitia pelaskana, melalui sekretaris Ispektorat Inhil, Muamar Qadafi menegaskan bahwa maksud diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengetahui sejauhmana ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan termasuk mengetahui hasil tindak lanjut pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan sampai tahun 2014.

“Kita ingin mengetahui sejauhmana tanggung Jawab SKPD serta Rencana Action untuk menyelesaikan hasil pemeriksaan yang tertuang dalam LHP itu,” Ujar mantan Kabag Sosial Setdakab Inhil ini

Ditambahkannya, acara yang dilaksankan hari ini adalah dalam rangka upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Sebelum menyampaikan sambutan, Bupati Inhil dan Wakil Bupati Inhil berkesempatan memberikan penghargaan rencana aksi (action plan) percepatan penyelesaian tindaklanjut hasil pemeriksaan tahun 2014 kepada Kepala BKD, Kepala Satpol PP, Camat Gaung dan Camat Batang Tuaka. (dro/adv pemkab Inhil)




Jelang Natal dan Tahun Baru 2015, 15 Napi Lapas Tembilahan diusulkan Peroleh Remisi

Kepala Lapas Kelas II A Tembilahan. Tommy K
Kepala Lapas Kelas II A Tembilahan. Tommy K

TEMBILAHAN (detikriau.org)– Jelang hari Natal dan Tahun 2014,  15 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tembilahan, diusulkan mendapat remisi.

Dikatakan Kepala Lapas Kelas II A Tembilahan, Tommy, mereka yang mendapat remisi adalah warga binaan yang sudah menjalani 2/3 masa tahanan. Secara mekanisme remisi wajib untuk diberikan.

“Selain telah menjalani 2/3 masa tanahan, sarat lain mereka juga dinyatakan berkelakuan baik, aktif mengikuti kegiatan di lapas serta ikut membangun lingkungan bersih dan menjaga keamanan lapas,” terang Tommy.

“Ada beberapa sarat dan ketentuan untuk seserong warga binaan mendapat pemotongan masa tahanan. Kami harus menggelar sidang pengamat pemasyarakatan. Setelah dianggap memenuhi syarat baru mereka diusulkan mendapat remisi ke Kementrian Hukum dan HAM,”tambahnya.

Besaran remisi mulai dari 15 hari sampai dengan 1 bulan. Tommy, berharap dengan pemerbian remisi tersebut seluruh warga binaan dapat termotivasi untuk tetap menjalani pembinaan secara baik dan berkualitas.

“Remisi selalu diberikan kepada setiap warga binaan yang dianggap sudah memenuhi syarat dan dilakukan beberapa kali dalam satu tahun. Seperti remisi hari besar agama dan hari kemerdekaan Republik Indonesia,” imbuhnya.(dro/*1)




Dewan Pinta Pemkab Inhil Dirikan Bursa Komoditi Perkebunan

Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edi Herianto Sindrang
Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edi Herianto Sindrang

Tembilahan (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir meminta kepada Pemerintah kabupaten Inhil untuk mendirikan bursa komodity perkebunan. Keberadaan badan ini dinilai akan sangat membantu mempercepat peningkatan kesejahteraan petani.

Permintaan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, H Edi Harianto Sindrang melalui detikriau.org baru-baru-baru ini diruang kerjanya, gedung DPRD Inhil, Jl HR Subrantas Tembilahan. Rencana pendirian bursa komodity ini menurutnya dulu sudah pernah dibahas namun hingga saat ini belum jelas ditindaklanjuti.

“Periode DPRD Inhil sebelumnya, sekitar tahun 2012 yang lalu, wacana ini sudah masuk dalam pembahasan. Bahkan beberapa satker terkait sudah diundang ke DPRD Inhil untuk melakukan pembahasan bersama. Sayangnya hingga saat ini tindaklanjutnya belum jelas,” Ujar Edi

Dikatakan oleh politisi partai Golkar ini, jika bursa komodity bisa didirikan, setidaknya akan banyak memberikan kemudahan kepada kalangan petani. Mereka akan dengan mudah untuk mendapatkan informasi harga pasar hasil produksi perkebunan mereka seperti kelapa dalam, sawit dan pinang yang cukup banyak terdapat di Inhil.

“Dengan mengetahui harga pasar, petani tentu akan sulit untuk dibodoh-bodohi pihak-pihak pengusaha nakal. Mereka akan mendapatkan harga yang pantas dari hasil jerih payah mereka. Imbasnya, tentunya akan mempercepat upaya meningkatkan kesejahteraan petani,” Ditambahkan Edi

Di Bursa Komodity perkebunan itu juga ditambahkannya, pemerintah daerah juga dapat memberikan patokan ambang batas harga jual terendah hasil perkebunan rakyat. Bahkan pemerintah juga akan dapat memebantu mecarikan peluang pasar bagi petani.

“artinya melalui Bursa itu, pemerintah akan dapat banyak membantu petani. Dengan 80 persen sumber penghidupan masyarakat Inhil disektor perkebunan, jika sektor ini dapat dikelola dengan baik dan memberikan penghidupan yang baik kepada masyarakat, pastinya secara keseluruhan tingkat kemiskinan akan dapat dituntaskan.” Tandasnya.(dro)




Pemprov Riau usulkan Kuala Enok Masuk Poros Maritim

tol-lautWEB_1Tanah Merah (detikriau.org) – Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau direncanakan akan diusulkan masuk dalam poros maritim. Pernyataan ini disampaikan oleh Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam kunjungannya kelokasi Pelabuhan Samudra Kuala Enok akhir pekan kemaren.

Dihadapan Bupati Inhil, HM Wardan dan sejumlah pejabat di Provinsi Riau saat itu, Mantan Anggota DPR-RI itu mengajak pihak Pelindo serta Departemen Perhubungan Laut untuk sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

“Apa yang menjadi tanggung jawab kami terhadap pengembangan kawasan ini akan kami jalankan. Kita juga berharap demikian terhadap apa yang menjadi tanggung jawab yang ada di bawah Pelindo dan Perhubungan laut,” Pintanya.

Andi melihat cukup banyak potensi ekonomi jika kawasan itu bisa beroperasai dengan baik. Paling tidak bisa mengatasi masalah efesiensi pada logistik. Saat ini dapat dikatakan fokus pengangkutan logistik hanya berada di Dumai.

“Saat inikan semua tertumpu di Dumai, baik untuk Riau maupun Sumatra Utara (Sumut) bagian selatan. Akibatnya kerap terjadinya penumpukan. Kita harus bisa memecahkan persolan itu. Kebetulan Pelabuhan Samudra Kuala Enok ini sudah lama dipersiapkan,” paparnya.

Untuk menunjang pelabuhan samudra, persoalan infrastruktur darat harus dioptimalkan.

di sisi penganggaranya, jalan menuju Pelabuhan Samudra Kuala Enok menggunakan APBN dan APBD Riau. Sehingga perlu dilakukan loby-loby kepada pemerintah pusat.

“Untuk yang menggunakan keuangan Provinsi, kita akan coba menganggarkanya melalui APBD-P. Sedangkan dari sisi dermaga merupakan kewenangan Pelindo dan Syahbandar,” Tambakan Andi

Secara ekonomi, pelabuhan Samudra Kuala Enok sudah layak untuk dioperasionalkan jika dilihat dari hasil produksi di Riau bagian selatan yang meliputi Kabupaten Kuansing, Inhu, Inhil serta Provinsi tetangga Jambi dan perbatasan lain.

“Kita sudah sudah lihat jarak tempuhnya khusus untuk Riau bagian Selatan. Kalau dibandingkan dengan Pelabuhan Buton dan Dumai daerah ini jauh lebih dekat. Ini otomatis mampu meningkatkan daya saing,” Tandas Andi.(dro/*1)




Polsek Tanah Merah Ringkus Pelaku Curas, Ys

 

wna-xyz121015cTanah Merah(detikriau.org) – Polsek Tanah Merah meringkus satu orang pelaku curas (YS) di Desa Tanjung Harapan, RT 002 RW 001 Kecamatan Tanah Merah, Sabtu (13/12) sekitar pukul 17.00 WIB kemaren

Operasi penyergapan dengan 5 orang personil itu berada langsung dibawah pimpinan Kapolsek, Iptu Bachtiar.

“Petugas lakukan pengintaian, ternyata benar sesuai informasi pelaku memang berada di salah satu rumah dan langsung kita ringkus,”ungkap Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui  Paur Humas Ipda Warno Akman, Ahad (14/12).

Usai ditangkap, YS digelandang ke Mapolsek Tanah Merah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lannjut. Tidak menutup kemungkinan dalam aksinya pelaku ditemanani beberapa orang lainya.

“Setelah kita periksa baru kita bisa menyimpulkannya. Apakah pelaku beraksi sendiri atau ada temanya. Semua mungkin saja bisa terjadi,” jelasnya.

Sebelumnya disampaikan Paur Humas, pada hari Senin 1 Dsember 2014 sekitar pukul 15.00 WIB pelaku terlibat aksi Curas di Jalan Bhakti RT 04 RW 02  Kecamatan setempat terhadap satu orang korban bernama Jamilah.

Selain melukai korbanya dengan menusuk dibagai kepala, punggung dan tangan, pelaku juga berhasil membawa kabur uang korban sebesar Rp 3,3 juta.(dro/*1)