Dinkes Inhil Sampaikan Pentingnya Standar Pelayanan Kesehatan Persalinan

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) Provinsi Riau berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan persalinan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Ahad (11/8/24).

Standar pelayanan ini dirancang untuk memastikan ibu dan bayi mendapatkan perawatan terbaik selama proses persalinan, dari tahap awal hingga pasca persalinan.

Standar Pelayanan Kesehatan Persalinan

1. Fasilitas dan Peralatan

Setiap puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Indragiri Hilir dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan medis yang sesuai standar. Ini termasuk ruang persalinan yang steril, peralatan bedah, serta perangkat monitoring ibu dan janin. Semua fasilitas juga dilengkapi dengan listrik dan air bersih yang memadai.

2. Tenaga Medis Terlatih

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memastikan bahwa tenaga medis yang terlibat dalam proses persalinan, seperti dokter, bidan, dan perawat, memiliki kualifikasi dan pelatihan yang sesuai. Mereka juga diwajibkan untuk mengikuti pelatihan berkala guna memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka.

3. Prosedur Standar Operasional (SOP)

Setiap fasilitas kesehatan menerapkan Prosedur Standar Operasional (SOP) yang ketat dalam menangani kasus persalinan. SOP ini mencakup prosedur untuk persalinan normal, penanganan komplikasi, serta prosedur untuk operasi caesar jika diperlukan. Semua prosedur ini dirancang untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi.

4. Pendidikan dan Konseling

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir juga menyediakan program pendidikan dan konseling bagi calon ibu dan keluarga. Program ini mencakup informasi tentang kesehatan selama kehamilan, persiapan persalinan, serta perawatan pasca persalinan. Konseling juga diberikan untuk mendukung kesehatan mental ibu selama dan setelah kehamilan.

5. Aksesibilitas Pelayanan

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berupaya memastikan bahwa pelayanan kesehatan persalinan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil. Untuk itu, berbagai inisiatif seperti pelayanan kesehatan keliling dan kerjasama dengan posyandu di desa-desa terus ditingkatkan.

6. Pengawasan dan Evaluasi

Untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melakukan pengawasan dan evaluasi berkala terhadap fasilitas kesehatan. Feedback dari pasien dan keluarga juga diambil sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan layanan.

Dengan menerapkan standar pelayanan kesehatan persalinan yang komprehensif, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kesehatan bertekad untuk meningkatkan kualitas hidup ibu dan bayi, serta mengurangi angka kematian ibu dan bayi di daerah ini. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. (Adv)




Ketua Pandawa Dumai Hadiri Pergelaran Seni Budaya

ARB INdonesia, DUMAI – Ketua Paguyuban Pemuda Jawa (Pandawa) Agus Sunarto dan jajarannya serta berbagai macam paguyuban jawa di Kota Dumai menghadiri kegiatan pergelaran Seni Budaya Jawa, Sabtu (10/8/2024).

Dalam acara yang digelar di Taman Bukit Gelanggang, juga turut hadir dari Walikota Dumai, Kapolres, Dandim 0320, para tokoh masyarakat, Persaudaraan Jawa Indonesia ( PANJI) Kota Dumai dan para sesepuh yang ada di Kota Dumai.

Ketua Pandawa yang akrab disapa Kang Mas Agus ini mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara Gelar Budaya di Kota Dumai yang menampilkan berbagai kebudayaan adat Jawa.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, persaudaraan jawa di Indonesia khusus di Kota Dumai semakin erat,” tuturnya.

Selain itu Kang Mas Agus juga mengucapkan terimakasih kepada salah satu rekannya (Dwi) yang telah memberikan cendra mata berupa Keris Pusaka Kanjeng Kyai Sangkelat.

“Teriamakasih, Keris ini sebagai lambang dari Pandawa Kota Dumai dan sudah disahkan di Menkopolhukam,” tuturnya. (Dedi)

.




Dinas Inhil Tingkatkan Pelayanan Kesehatan untuk Orang Terduga Tuberkulosis

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir mengumumkan langkah-langkah baru dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi orang yang terduga terkena tuberkulosis (TB). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk memperbaiki deteksi dan pengelolaan TB di masyarakat. 10/08/24

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, menjelaskan bahwa langkah-langkah baru ini meliputi peningkatan fasilitas pemeriksaan, penyuluhan kesehatan, serta koordinasi yang lebih baik antara puskesmas dan rumah sakit.

 “Kami fokus pada deteksi dini dan pengobatan yang cepat untuk mencegah penyebaran tuberkulosis. Dengan pelayanan yang lebih baik dan lebih mudah diakses, kami berharap dapat mengurangi angka kasus TB di Kabupaten Indragiri Hilir,” katanya.

Program baru ini melibatkan pemeriksaan rutin untuk deteksi awal, serta pelatihan bagi tenaga medis mengenai cara menangani dan merawat pasien TB. Dinas Kesehatan juga memperkenalkan layanan konseling dan dukungan untuk pasien dan keluarga mereka guna memastikan kepatuhan terhadap pengobatan dan mengurangi stigma yang mungkin ada.

Selain itu, kampanye edukasi masyarakat mengenai gejala tuberkulosis, pentingnya pemeriksaan dini, dan cara mencegah penyebaran penyakit ini akan digencarkan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial, seminar, dan penyuluhan di tingkat komunitas.

Dengan langkah-langkah ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir berharap dapat meningkatkan kesadaran, mempercepat diagnosis, dan mengoptimalkan pengobatan untuk pasien tuberkulosis, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan bebas dari penyakit menular ini. (Adv Dinkes Inhil)




Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Inhil Lepas Peserta Tri Lomba Juang

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Haryono hadir mendampingi Pj Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Herman memimpin melepas peserta Tri Lomba Juang dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-79 Tahun 2024.

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta tersebut dipusatkan di Lapangan Gajahmada Tembilahan, Sabtu, 10 Agustus 2024.

Sebelum melepas peserta lomba, terlebih dahalu dilakukan kegiatan upacara Pencanangan Kegiatan Olahraga yang dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Indragiri Hilir, Pejabat Ketua Tim Penggerak PKK Katerina Susanti Herman, Pejabat Eselon, serta peserta upacara dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam amanatnya, Pj. Bupati Indragiri Hilir Herman mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79 yang kita laksanakan pada tahun 2024 ini mengangkat tema “Nusantara Baru Indonesia Maju”.

“Sebagai wahana membangkitkan rasa kecintaan kita kepada Negara Republik Indonesia,” tuturnya.

Pencanangan kegiatan olahraga ini ditandai dengan pelepasan balon oleh Pj. Bupati Indragiri Hilir Herman bersama Unsur Forkopimda dan dilanjutkan dengan pelepasan Tri Lomba Juang yang diikuti Instansi, Organisasi BUMN/BUMD dan Pelajar. (Galeri Foto)




Pengabdian Akhir Jabatan, H Herman Tinjau Beberapa Perbaikan Jalan di Ibu Kota

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Di hari terakhir masa jabatannya sebagai Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H Herman SE, MT turun langsung meninjau perbaikan beberapa ruas jalan di Ibukota Kecamatan Tembilahan.

Hal ini dilakukan H Herman karena perbaikan jalan tersebut sangat penting bagi masyarakat, sehingga pengerjaan harus dipastikan berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.

“Hari ini saya sudah meninjau beberapa lokasi pengerjaan ruas jalan, mulai dari jalan SKB Sungai Beringin, di jalan H Amir termasuk di Jalan Sudirman ini. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengerjaan sudah sesuai dengan schedule yang sudah direncanakan,” terang Herman, Sabtu (10/8/2024).

Herman berharap pengerjaan infrastruktur yang telah diupayakan oleh Pemkab Inhil selama ia menjabat sebagai Pj Bupati Inhil dalam kurun waktu 8 bulan itu dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Insha allah kita masih memiliki waktu yang cukup panjang. Mudah-mudahan tidak ada lagi pengerjaan yang tertunda, kita harapkan doa dan dukungan dari semua pihak agar pengerjaan infrastruktur ini selesai tanpa adanya hambatan” harapnya.

Kemudian Herman juga mengucapkan selamat kepada Pj Bupati Indragiri Hilir yang baru saja di tunjuk oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) menggantikan dirinya karena berniat maju di pilkada serentak nantinya. Ia berharap Pj Bupati yang baru dapat meneruskan pembangunan yang sudah berjalan di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Saya mengucapkan selamat kepada Pj Bupati Inhil yang baru Pak Erisman Yahya, kita harapkan dukungannya agar pembangunan di Indragiri Hilir ini dapat berjalan dengan lancar, karena semua pembangunan yang telah dilakukan ini sangat diperlukan oleh masyarakat,” Imbunya.***




Diskes Inhil Imbau Anak Lakukan Skirining Kesehatan

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Inderagiri Hilir (Diskes Inhil) menyampaikan kepada masyarakat pentingnya pendidikan dasar merupakan masa kritis dalam perkembangan anak, tidak hanya dari segi akademik tetapi juga kesehatan fisik dan mental mereka.

Untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses penuh terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia telah menerapkan standar penjaringan kesehatan.

Standar ini menetapkan bahwa setiap anak pada usia pendidikan dasar harus menjalani skrining kesehatan pada waktu kelas 1 dan kelas 7.

Mengapa Penjaringan Kesehatan Penting?

Penjaringan kesehatan pada anak usia pendidikan dasar adalah langkah preventif yang krusial dalam mendeteksi dini berbagai kondisi kesehatan yang mungkin memengaruhi perkembangan mereka. Dengan mengidentifikasi masalah kesehatan secara dini, seperti gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, atau masalah pertumbuhan, dapat dilakukan intervensi yang tepat waktu sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dalam proses pendidikan mereka.

Implementasi Standar Penjaringan Kesehatan.

Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bertanggung jawab untuk menyelenggarakan program penjaringan kesehatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Berikut adalah tahapan implementasi standar penjaringan kesehatan yang wajib dilakukan:

  1. Pengaturan Jadwal Penjaringan: Setiap anak pada awal masuk kelas 1 dan kelas 7 diwajibkan untuk menjalani skrining kesehatan secara rutin. Jadwal penjaringan ini diatur sedemikian rupa untuk memastikan semua anak dapat dijangkau tanpa terlewat.
  2. Kerjasama dengan Tenaga Kesehatan: Pemerintah Daerah bekerja sama dengan fasilitas kesehatan setempat, termasuk puskesmas dan dokter umum, untuk melaksanakan skrining kesehatan. Tenaga kesehatan yang terlatih akan melakukan pemeriksaan sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan.
  3. Pemberian Informasi kepada Orang Tua/Wali**: Sebelum pelaksanaan skrining, orang tua atau wali murid diberikan informasi mengenai pentingnya skrining kesehatan dan prosedur yang akan dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan partisipasi dan dukungan dari keluarga dalam proses penjaringan kesehatan anak.
  4. Analisis dan Tindak Lanjut: Hasil skrining kesehatan akan dianalisis secara cermat. Apabila ditemukan masalah kesehatan, seperti gangguan penglihatan atau gangguan pendengaran, anak akan dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tindak lanjut yang tepat waktu menjadi kunci dalam memberikan intervensi yang efektif bagi perkembangan anak.

Dampak Positif dari Implementasi Standar Penjaringan Kesehatan.

Implementasi standar penjaringan kesehatan ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi anak usia pendidikan dasar, antara lain:

Meningkatkan Kualitas Pendidikan : Anak-anak yang sehat cenderung memiliki tingkat kehadiran yang lebih baik dan dapat belajar dengan optimal di sekolah.

Mencegah Kecacatan yang Dapat Dicegah: Dengan mendeteksi dini masalah kesehatan, seperti cacat fisik atau gangguan sensorik, dapat dilakukan intervensi yang tepat guna mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.

Mengurangi Beban Finansial Keluarga : Intervensi dini dan perawatan yang tepat dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan keluarga untuk perawatan kesehatan jangka panjang.

Standar penjaringan kesehatan untuk anak usia pendidikan dasar merupakan komitmen nyata Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan generasi muda. Dengan melaksanakan skrining kesehatan secara teratur pada waktu kelas 1 dan kelas 7, diharapkan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, serta mencapai potensi terbaik mereka dalam proses pendidikan.

Dengan demikian, investasi dalam kesehatan anak-anak merupakan investasi dalam masa depan bangsa yang lebih sehat dan berkualitas. (Adv)