Keritang (detikriau.org) – Sebanyak lebih kurang 650 Kepala Keluarga di Desa Teluk Kelasa, Kecamatan Keritang memimpikan masuknya penerangan listrik yang bersumber dari PLN. Penglolaan listrik desa yang selama ini dimanfaatkan sebagai satu-satunya sumber listrik masyarakat semakin terasa berat. Terlebih lagi setelah naiknya harga BBM.
“Dengan biaya produksi tinggi akibat kenaikan BBM, harga jual kepada pelanggan pastinya juga akan meningkat. Banyak pelanggan kami yang saat ini menunggak tak mampu membayar tagihan,” ungkap Kades setempat, Riduan, Rabu (24/12).
Agar impian itu dapat terpenuhi, kata Riduan pihak desa sudah mengajukan permohonan secara resmi. Namun sampai saat ini belum ada realisasi.
Ditambahkan Riduan, dari jalur utama sumber aliran listrik PLN ke desanya berjarak sekitar lebih kurang 7 Km. jarak itu menurutnya tidaklah terlalu jauh jika pihak terkait memiliki niat baik. Apalgi memang sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.(dro/*1)
Akhir Desember, PLN Rayon Tembilahan Catat Rp 2,1 Milyar Tunggakan Pelanggan
Tembilahan (detikriau.org) – Hingga akhir tahun 2014, PLN Rayon Tembilahan mencatat adanya tunggakan pembayaran pelanggannya sebesar Rp 2,1 Milyar. Jumlah tungakan ini meningkat sebesar Rp 1,2 Milyar jika dibandingkan dengan akhir tahun 2013 yang lalu yang hanya tercatat sebesar Rp 900 juta.
Berdasarkan penjelasan Manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman melalui Supervisor ADM, Anton Ardianto kepada detikriau.org, rabu (24/12/2014), dari total jumlah tunggakan itu, RP 713 juta merupakan tunggakan dari pelanggan umum. Sedangkan sisanya merupakan tunggakan kantor pemerintah dilingkungan Pemkab Inhil.
“Untuk tunggakan Pemda, itu sudah dijanjikan akan dilunasi dalam waktu dekat dan ini saya yakini tidak ada masalah,” Ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Anton meminta kepada para pelanggannya yang masih menunggak pembayaran untuk segera melunasi.
Agar permintaan itu dapat dipatuhi pelangganya, pihak PLN mengaku dengan terpaksa akan melakukan pemutusan sementara bagi pelanggan yang belum melunasi tunggakan 1 atau 2 bulan, dan akan dilakukan pembongkaran Kwh Meter serta migrasi keprabayar bagi pelanggan yang menunggak hingga 3 bulan keatas.(dro/mirwan)
Bupati Inhil Apresiasi Keberhasilan Program DMIJ di Kecamatan GAS
Bupati Inhil, HM Wardan menandatangani prasasti program DMIJ. Foto: Syahrul Badrin/Humas Pemkab Inhil
Gaung Anak Serka (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan memberikan apresiasi positif atas keberhasilan Kecamatan GAS dengan tuntasnya program unggulan Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) tahun anggaran 2014.
Ucapan apresiasi yang disebutkan Bupati sebagai rasa kebanggaan ini disampaikan dalam kata sambutannya saat peresmian program DMIJ di Desa Harapan Makmur Kecamatan GAS yang juga disejalankan dengan Penyerahan RPJM-DES dan RKP-Des secara simbolis oleh kaban BPMPD ke Bupati Inhil, Rabu (24/12)
“Saya merasa bangga dengan keberhasilan program DMIJ di Kecamatan ini. Hasil evaluasi kita, program ini cukup baik dan pantas untuk dilanjutkan,” Puji Bupati
Saat ini ditambahkan Bupati, untuk legalisasi program DMIJ, Pemkab bersama DPRD Inhil sedang melakukan pembahasan yang nanti hasilnya akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Daerah.
Sementara itu, Camat GAS, Ridwan menjelaskan bahwa pada 3 Kelurahan dan 9 Desa dengan jumlah penduduk sebanyak 23.319 jiwa serta wilayah seluas 612,75 km2 ini, progress program DMIJ telah mencapai 98 persen. Sisa 2 persennya hanyalah penyelesaian masalah administrasi.
Selain Bupati, Kegiatan ini juga tampak dihadiri oleh Kapolres, Dandim, Ketua Pengadilan Agama, Ketua Komisi I serta sejumlah pejabat lainnya. (dro/adv pemkab Inhil)
BKD Inhil Taja Rakor Kepegawaian
Kepala BKD Inhil saat menyampaikan sambutan. Foto: Syahrul Badrin/Humas Pemkab Inhil
Tembilahan (detikriau.org) – Samakan persepsi dan pemahaman pejabat pengelola, menata serta meyelesaikan berbagai permasalahan kepegawaian di lingkungan pemerintah kabupaten Indragiri Hilir, Badan Kepegawaian Daerah melaksanakan rapat koordinasi.Selasa (23/12) malam.
Dalam sambutannya, Kepala BKD Inhil, Drs.H.Syaifuddin,MP membenarkan bahwa masih cukup banyak permasalahan kepegawaian belum sepenuhnya dapat teratasi, baik dari sisi internal maupun eksternal.
Secara umum sasaran penyelenggaraan negara adalah terciptanya tata pemerintahan yang baik, bersih, beribawa, propesional dan tanggung jawab yang diwujudkan dengan sosok dan prilaku birokrasi yang efesien dan efektif serta dapat memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat.
“Kelancaran peyelenggaraan tugas pemerintah dan pembangunan tersebut sangat tergantung pada kemampuan aparatur negara,khususnya pegawai negeri sipil, karena itu dalam melaksanakan tugasnya aparatur negara dituntut untuk melakukan pengayoman kepada masyarakat dengan baik dan dengan demikian aparatur harus pula menciptakan image ” Bersih dan Beribawa ” ditengah masyarakat,” Ujarnya
Menurutnya, keiukutsertaan seluruh peserta rakor adalah untuk bersama-sama melakukan suatu upaya perubahan terutama pada aspek pemberdayaan aparatur pemerintah yang harus difokuskan pada keahlian (profesionalisme), kemudian perubahan pola pikir, sikap dan prilaku, searah dengan berbagai perubahan dan dinamika perkembangan masyarakat yang sedang dan akan terjadi.
Tuntutan akan perubahan tersebut anatara lain berunjung pada upaya meningkatkan profesionalisme aparatur,dalam konteks inilah kegiatan rakor ini kita laksanakan. Sehingga upaya penataan kepagawaian dapat terwujud sesuai dengan harapan bersama.
“Saya berharap apa yang menjadi tujuan diselenggarakan rakor ini dapat tercapainya sebagaimana yang diharapkan,bukan hanya pertemuan yang kemudian tidak ada implementasinya, hanya sekedar acara seremonial,” Pesannya
Rakor ini diikuti oleh Sekretaris Camat atau kasi umum atau kasubag administrasi dan kepagawaian pada kantor camat Se-Kab.inhil dan Pejabat pengelola kepegawaian di lingkungan badan/dinas/kantor selama dua hari pada tgl.23 – 24 desember 2014. Bertempat di aula kantor bupati Inhil tembilahan.(dro/adv pemkab inhil)
Pelarangan Pungli Uang Raport di Inhil Masih Terkesan Basa-basi
Gambar ilustrasi pemberian rapor disebuah sekolah setingkat SMP
Tembilahan (detikriau.org) – Himbauan Disdik Inhil untuk tidak lagi memberlakukan pungutan penerimaan uang rapor kepada anak didik disemua jenjang pendidikan tampaknya belum sepenuhnya dipatuhi.
Berdasarkan pengakuan seorang warga Kempas, pada penerimaan rapor baru-baru ini, ia mendapatkan informasi bahwa setidaknya masih ada 12 sekolah negri mulai dari jenjang pendidikan setingkat SD hingga SMA di empat Kecamatan yang melakukan pungutan dengan nilai bervariasi, Rp 10 – Rp 50 ribu.
“Kita menerima informasi langsung dari orang tua siswa yang kapan saja siap memberikan pernyataan. Dan informasi pungli di sekolah ini sudah saya sampaikan kepada Dinas Pendidikan Inhil.” Sampaikan Oyonk kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, rabu (24/12)
Dengan disampaikannya praktik pungli itu ia berharap ada tindakan nyata dari Kadisdik untuk memberikan sanksi tegas. “Setidaknya dalam pemberitaan dibeberapa media Kadisdik sudah melontarkan kalimat akan memberlakukan sanksi tegas jika masih ada sekolah yang melakukan pungli uang raport. Tolong pernyataan ini dibuktikan,” Tuntut Oyonk
Menurut Oyonk, untuk sebagian orang, nilai uang sebesar Rp 10 – Rp 50 Ribu mungkin tidak berarti apa-apa namun ia meyakini masih ada ribuan masyarakat yang menilai sebaliknya.
“Intinya kalau memang benar pungutan uang raport dilarang, tegaskan dan beri sanksi bagi pelanggarnya. Jangan malah pelarangan terkesan hanya dilakukan hanya sekedar basa-basi.” Kritik Oyonk. (dro)
Pria Sebatangkara Ditemukan Dalam Kondisi Tubuh dipenuhi Belatung
TEMBILAHAN HULU (detikriau.org) – Belum diketahui penyebab pastinya, Abdul hamid (50) warga Jalan Mandiri RT 01 RW 1 Desa Pekan Kamis, Kecamatan Tembilahan Hulu ditemukan warga sudah dalam keadaan membusuk di dalam gubuk tempat tinggalnya, selasa (23/12) sekira pukul 10.00 Wib.
Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kapolsek Tembilahan Hulu, Iptu Faisal Syam, jika melihat dari kondisi si mayat, laki-laki yang hidup sebatangkara itu sudah meninggal sekitar 3 hari lalu. Disebahagian jasad korban sudah dipenuhi dengan ulat belatung.
Menurut Faisal, korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya Musa (30) dan Piare (50). Ke dua saksi bermaksud berkunjung untuk melihat kondisi korban. Namun setibanya di TKP mereka cukup terkejut melihat tubuh korban sudah tak bernyawa dan membusuk dalam kondisi tertelentang.
“Saksi hanya melihat jasad korban dari balik jendela. Merasa kurang percaya mereka memberitahukan kepada warga lain dan petugas kepolisian,” jelas mantan Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) itu.
Petugas yang datang ke lokasi langsung mengidentivikasi mayat korban dan mebawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan. Dugaan sementara korban meninggal akibat sakit tanpa adanya pertolongan.(dro/*1)