Wabup Inhil Buka Sosialisasi KLA

Penyerahan Plakat dari PEMDA Kabupaten Inhil oleh Wakil Bupati Kepada Asisten Deputi Partisipasi Kementrian PP dan PA Republik Indonesia
Penyerahan Plakat dari PEMDA Kabupaten Inhil oleh Wakil Bupati Kepada Asisten Deputi Partisipasi Kementrian PP dan PA Republik Indonesia

Tembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H ROsman Malomo membuka secara resmi kegiatan sosialisasi Kabupaten/Kota Layak Anak yang di taja Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Inhil. Pada kegiatan yang dilaksankan di lantai 5 Gedung kantor Bupati Inhil yang dilaksanakan dalam 1 hari kerja ini turut dihadiri oleh Asisten Deputi Partisipasi Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Drs. Darmawan M.Si, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Forkopimda, Kepala Dinas, Camat serta perwakilan dunia usaha yang ada di Kabupaten Inhil. Senin (29/12/2014).

Dalam sambutannya Wabup menyatakan bahwa seperti diketahui bahwa Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah mendesain dan mensosialisasikan sebuah system dan strategi pemenuhan hak-hak anak yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan mengembangkan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Kebijakan Kota Layak Anak bertujuan untuk mensinergikan sumber daya Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha, sehingga pemenuhan hak-hak anak Indonesia dapat lebih dipastikan. Kebijakan ini merupakan implementasi dari tindak lanjut komitmen dunia melalui “World Fit For Children”, dimana pemerintah Indonesia juga turut mengadopsinya.

Kebijakan pengembangan KLA saat ini telah memasuki tahun ke-5. Dalam kurun waktu tersebut pula KLA Indonesia telah memperluas jaringannya kedunia Internasional dengan tujuan utama memperoleh lesson learned dari pengalaman-pengalaman terbaik Negara-negara lain sehingga program dan kegiatan yang dikembangkan akan menjadi lebih inovatif.

Diterangkan Wabup, ada 31 indikator KLA yang didasarkan pada substansi hak-hak anak yang dikelompokkan kedalam lima kluster pemenuhan hak-hak anak dalam Konvensi Hak Anak (KHA) yakni Hak Sipil dan Kebebasan, Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Seni Budaya serta Perlindungan Khusus.

Wabup berharap indikator-indikator Kota Layak Anak (KLA) tersebut dapat dievaluasi dan dapat menjadi acuan bagi Kabupaten/Kota dalam memenuhi hak-hak anak melalui pengembangan KLA yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Saya ingin mengajak kita semua, dalam proses pengembangan KLA, yaitu koordinasi diantara para stakeholder pemenuhan hak-hak anak dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan.” Pesan Wabup

Wabup juga menyatakan sangat konsen pada penguatan koordinasi semua pihak baik Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha dapat terus ditingkatkan dan dapat melakukan koordinasi secara rutin, karena anak adalah investasi dimasa yang akan datang, maka menjadi kewajiban secara bersama untuk menjadikannya lebih berkualitas.

“Untuk itu peran seluruh Pemangku Kepentingan, Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha harus bahu membahu untuk dapat mewujudkannya,” Tandas Wabup

Usai menyampaikan sambutan Wakil Bupati menyerahkan Plakat kepada Asisten Deputi Partisipasi Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Drs. Darmawan M.Si.

Acara di lanjutkan dengan sosialisasi dengan menghadirkan narasumber dari Pemkab Inhil Wakil Bupati H.Rosman Malomo dan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. (dro/adv pemkab inhil)




Sekcam Pelangiran Apresiasi Semangat HIPPMAPEL Tembilahan

pelangiranPELANGIRAN (detikriau.org) – Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pelangiran mengapresiasi semangat kerja Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pelangiran (HIPPMAPEL) Tembilahan untuk ikut andil dalam memajukan kecamatan tanah kelahiran mereka.

 

“Kita mengapresiasi dan berterima kasih banyak kepada HIPPMAPEL Tembilahan yang begitu semangat membantu kami dalam membangun kecamatan ini untuk lebih baik lagi,” kata Sekcam Pelangiran, Abdul Fani S.Sos dalam sambutannya pada penutupan lomba Hafsyi se-Kecamatan Pelangiran yang digelar HIPPMAPEL Tembilahan di Gedung Serba Guna Pelangiran Besar, Sabtu (27/12/2014) malam.

Sebelumnya, ia menjelaskan bahwa pihak Kepemerintahan Kecamatan Pelangiran sangat mengharapkan ada upaya dan dukungan penuh dari mahasiswa yang berasal dari Kecamatan itu sendiri untuk meningkatkan kemajuan kecamatan dari segi pembangunan dan lainnya.

Saat ini, ia mulai merasakan berbagai bentuk kinerja dan upaya dari HIPPMAPEL Tembilahan dalam membantu memudahkan jalannya roda kepemerintahan Kecamatan dalam menghidupkan semangat masyarakat untuk lebih aktif lagi.

“Yang dulunya belum pernah menggelar lomba hafsyi, kini HIPPMAPEL Tembilahan mengadakan lomba perdana di ibu kota kecamatan, meski tidak sepenuhnya diikuti setiap desa, namun tahun-tahun berikutnya masih bisa kita lombakan lagi,” sebut Fani.

Sementara itu, Ketua HIPPMAPEL Tembilahan Mistar Juyo saat dikonfirmasi mengatakan hingga saat ini Paguyuban yang dipimpinnya itu kedepan akan terus diupayakan untuk menjelma menjadi organisasi kebanggaan masyarakat Pelangiran, khususnya bagi orang tua yang meneruskan pendidikan anaknya di kota Tembilahan.(mirwan)




Ustaz Arifin Ilham: Sudah tidak Shalat Shubuh, Tapi Rayakan Kemirisan

Oleh: Ustaz Muhammad Arifin Ilham

tahun-baru-_141223073405-958JAKARTA — Dalam hitungan hari, kita akan meninggalkan 2014. Dan, kita yang telah tercahayai iman akan disuguhi hal-hal yang memiriskan hati. Inilah yang akan kita jumpai dari merayakan kemirisan itu.

Akan kita temui, di sudut-sudut kampung begadang semalam suntuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan diteruskan hingga pagi menjelang. Dan, kebanyakan mereka luput dari shalat Shubuh berjamaah di masjid. Bahkan, ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh karena serangan kantuk dan lelah. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban syar’i tanpa ditunaikan sama sekali. Na’udzu billahi min dzalik.

Ketahuilah ikhwah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Ia termasuk dosa besar. Nabi Muhammad SAW mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al-Aslamiy berkata, ”Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka dia telah kafir.’”

Apa sesungguhnya yang didapat dari merayakan perayaan yang tidak ada sumbernya sama sekali dalam agama kita kalau bukan hanya menjerumuskan dalam dosa besar?

Simak hadis dari Abi Barzah, “Rasulullah membenci tidur sebelum shalat Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi SAW tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat Subuh berjamaah.

Umar bin Khattab sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya. “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti pada akhir malam tertidur lelap?” Apalagi, dengan begadang ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?

Suguhan miris dari tingkah laku muda-mudi kita. Perayaan tahun baru tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur pria dan wanita) dan berkhalwat (berdua-duan), bahkan lebih parah dari itu terjerumus dalam zina. Inilah yang sering terjadi di hanya satu malam itu dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan jenis.

Merayakan tahun baru serasa tidak sempurna jika tidak ada suara mercon, petasan, terompet, atau suara bising lainnya. Ketahuilah, ini semua kemungkaran yang tidak ada tuntunannya. Bukankah perbuatan itu ada di dalamnya amal fasad yang mengganggu Muslim lainnya.

Saat saudaranya istirahat, boleh jadi ada yang sakit, anak bayi yang rewel, tapi karena suara yang memekakkan telinga itu jadilah mereka tidak bisa istirahat dan tidur. Sabda Nabi, “Seorang Muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”

Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran. Jika diperkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam itu Rp 10 ribu untuk membeli mercon dan segala hal terkait, lalu yang merayakannya sekitar 10 juta penduduk Indonesia, hitunglah berapa jumlah uang yang dihamburkan dalam waktu semalam?

Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp 10 ribu, bagaimana jika lebih dari itu? Seratus miliar jelas sangat bermanfaat untuk membantu mereka yang tidak bisa berobat yang rumah dan keadaannya rusak karena longsor atau banjir atau mereka yang putus sekolah dan lain-lain.

Wahai para pemangku kepentingan, orang-orang berpunya, simak firman-Nya, “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya, pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS al-Isra’: 26-27).

Merayakan tahun baru bagian amal membuang-buang waktu. Padahal, waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal manfaat, bukan sia-sia. Nabi Muhammad SAW telah memberi nasihat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang, “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”

Nasihat Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan, kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”

Seharusnya, seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Tapi, mensyukuri nikmat waktu dengan melakukan ketaatan dan ibadah, bukan menerjang larangan Allah. Wallahu a’lam.(rol)




Mengaku Anggota POLDA Riau dan Peras Warga, Oknum Kuli Tinta di Amankan Polisi

MA (kanan) saat diamankan petugas kepolisian
MA (kanan) saat diamankan petugas kepolisian

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mengaku anggota Polda Riau dan memeras warga, MA (26) oknum wartawan salah satu media cetak mingguan warga kota Tembilahan terpaksa diamankan pihak kepolisian Polres Inhil.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Kapolsek Batang Tuaka Ibda Suheri melalui telepon selularnya kepada detikriau.org menjelaskan bahwa terungkapnya aksi oknum wartawan nakal ini diawali dengan adanya laporan dari salah seorang warga yang mengaku kerap dimintai uang oleh pelaku.

“kepada korban, MA mengaku sebagai anggota Reskrim Polda Riau yang datang ke Tembilahan dalam rangka Natal dan Tahun baru. Ia meminta uang sebesar Rp 500 ribu dengan alasan untuk ongkos pulang ke Pekanbaru,” kata Suheri, sabtu (27/12)

Permintaan pelaku kepada korban dengan mengaku sebagai anggota Polda ini menurut Suheri bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya, pelaku juga pernah memintakan uang kepada korban sebesar Rp 200 ribu dan Rp 50 ribu.

“Karena perbuatan pelaku meminta uang ini sudah berulang-ulang, akhirnya korban curiga dan melaporkan ke polsek Batang tuaka,” Tambahkan Kapolsek

Dengan adanya laporan ini, anggota Polsek Batang tuaka dan Anggota Opsnal Polres Inhil langsung melakukan pengintaian dan berhasil mengamankan pelaku saat akan menjemput uang kepada korban di jalan Sungai Pinang desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka pada jum’at (26/12)

Dikatakan Kapolsek, pelaku kini sudah diamankan di ruang tahanan Mapolres Inhil untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku terancam dijerat pasal 368 KUHP tentang pemerasan. (dro/mirwan)




Pementasan Teater Pungkat Meriahkan Malam Pembukaan HIPPMIH Expo 2014

para pemain teater pungkatPEKANBARU (detikriau.org) – Penampilan Teater Pungkat yang digelar ditaman Budaya provinsi Riau Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru yang mengawali malam pembukaan HIPPMIH EXPO 2014 sempat memukau ribuan pasang mata. Teater garapan sanggar seni Tanjak milik mahasiswa Inhil di Tembilahan ini mengangkat kisah nyata tentang penderitaan warga Desa Pungkat Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir dalam mempertahankan hak mereka untuk menyelamatkan hutan dari cengkaraman tangan Neokolonialisme. jum’at (26/12) malam

Ketua Umum PB HIPPMIH Pekanbaru yang diwakili Sekjen, Dian Pratama dalam sambutannya berharap penampilan teater pungkat dapat menyentuh hati para pemimpin di negeri ini untuk lebih berpihak kepada penderitaan rakyat.

“Semoga pesan yang disampaikan melalui pementasan teater ini dapat menyentuh hati para pemangku kebijakan di Inhil agar lebih berpihak kepada penderitaan masyarakat kecil” Sampaikannya

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina PB HIPPMIH Pekanbaru, H Said Syarifudin dalam sambutannya menyampaikan rasa kebanggaannya atas berbagai prestasi yang telah mampu diraih para generasi muda Inhil terutama yang tergabung dalam HIPPMIH yang salah satunya dibidang seni teater.

“Bahkan anak-anak Inhil sudah mampu meraih gelar juara satu dengan penghargaan sutradara terbaik nasional. pada Hippmih Expo ini juga menjadi bukti bahwa antusias mahasiswa  inhil dalam hal kesenian sangat besar, kita patut merasa bangga,” Pujinya.

Dikomfirmasi terpisah, Ketua panitia, Suhendra menyampaikan bahwa kegiatan mahasiswa inhil HIPPMIH EXPO 2014 berlangsung sukses dan sangat meriah, dengan dihadiri ribuan pengunjung yang jauh diluar dugaan

“Alhamdulillah, yang datang sangat ramai, ini berkat kerja keras kawan-kawan panitia dan dukungan dari semua pihak” Ujar Suhendra. (dro/rls)




Yayasan Tasik Gemilang Rencanakan Pendirian Universitas di Pekanbaru

Salah satu prosesi Wisuda Sarjana  UNISI Tembilahan yang berada dibawah Naungan yayasan Tasik Gemilang.
Salah satu prosesi Wisuda Sarjana UNISI Tembilahan yang berada dibawah Naungan yayasan Tasik Gemilang.

Tembilahan (detikriau.org) – Yayasan Tasik Gemilang Tembilahan kembali menggagas upaya pendirian sebuah Universitas yang direncanakan akan berdiri di Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru. Untuk rencana ini, YTG dibawah pimpinan H Edy Syafwannur semakin kokoh dengan meleburnya Yayasan Laman Emas Riau Bangkit.

Berdasarkan keterangan Sekretaris YTG, Elda Suhanura kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, jum’at (26/12), Wacana pendirian Universitas baru ini sudah disepakati seusai dilaksanakannya pertemuan antara Ketua YTG, H. Edy Syafwannur SE, MP dengan Ketua Dewan Pembina YTG Dr. H. Indra Muhclis Adnan SH, MH, MM dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Laman Emas Riau Bangkit Dr. Ir. H.M. Lukman Edy M.Si di Pekanbaru kemaren. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua YTG Kiai Jayadi, Sekretaris YTG Elda Suhanura SH, MH dan sejumlah pengurus lainnya.

Menurut Elda, Meleburnya Yayasan Laman Emas Riau Bangkit yang kini sedang mengelola Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) H.M. Lukman Edy di Pekanbaru ini dilatarbelakangi kepercayaan bahwa YTG Tembilahan telah memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi.

Jika rencana ini terwujud maka YTG selain memiliki Universitas Islam Indragiri (UNISI)  di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir  juga nantinya akan memiliki Universitas lainnya di Ibu Kota Provinsi Riau.

“Saat ini kita sedang dalam tahap persiapan dan studi kelayakan untuk pendirian Universitas baru tersebut” Sampaikan Elda sambil berharap agar proses dan tahapan-tahapan berjalan sesuai dengan apa yang telah direncakan. (dro)