TP PKK Inhil Gelar Rapat Persiapan Kegiatan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon

imagesTembilahan (detikriau.org) – Menghadapi Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat persiapan yang dilaksanakan di Gedung Wanita jalan Sungai Beringin Tembilahan, Kamis (08/01).

Rapat dihadiri oleh wakil ketua IV TP-PKK Inhil Dr Hj Raihana Ara, Wakil Sekretaris Hj Indraluswari Dianto, Hj Errawati Kuswari selaku Ketua Panitia dan anggota TP-PKK.

“Penanaman pohon ini merupakan program nasional yang dilaksanakan setiap tahun, dan ini akan dilaksanakan pada tanggal 20 Januari mendatang di Kecamatan Tembilahan Hulu di jalan Provinsi” jelas Hj Errawati.

“Seperti yang kita tahu, banyak lahan-lahan kritis, dengan penanaman pohon pastinya akan menjadi paru-paru dan menghasilkan oksigen.Dan semoga semua yang akan kita tanam nanti akan tumbuh subur” harapnya. (dro/adv pemkab inhil)




Tertimpa Kayu, Tug Boat Asenho Tenggelam

Kempas (detikriau.org) –Tug Boat Asenho 296 yang di nahkodai TB Pakpahan tenggelam, setelah tertimpa ratusan kayu cip ketika bersandar di salah satu sisi tongkang di perairan Indragiri Desa Bayas Kecamatan Kempas.

Dikatakan Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kasat Polair AKP Supendi mengatakan bahwa saat kejadian 8 anak buah kapal (ABK) sedang berada di sekitar tug boat malang tersebut.

“Untungnya tidak ada korban jiwa. Sesaat sebelum kejadian para ABK berhasil menyelamatkan diri,” kata Supendi, Rabu (7/1).

Dugaan sementara, kecelakaan tersebut akibat kelalaian nakhoda. Karena tidak terdapat unsur kriminal, Polair menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwenang seperti Syehbandar.

Menurut informasi, sebelumnya tug boat ini akan menarik Tongkan Java Sea Horse. Karena sesuatu dan lain hal, nakhoda mengarahkan tugboat untuk merapat ke bagian sisi tongkang yang sarat dengan muatan kayu.

“Serkitar 00.30 WIB tongkang terlihat miring karena ditimpa kayu, hingga akhirnya tenggelam setelah tak mampu menopang beban itu,” katanya. (dro/*1)




Dewan Usulkan Gedung Baru di Jalan Swarna Bumi Tembilahan Untuk Perkantoran

yusuf saidTEMBILAHAN (detikriau.org) – Daripada terbengkalai dan tidak digunakan, keberadaan bangunan megah enam lantai yang terletak di Jalan Swarna Bumi Tembilahan diusulkan, untuk menjadi wilayah perkantoran.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Inhil, Yusuf Said saat ditemui wartawan di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Yusuf, apabila sudah selesai diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), bangunan yang didirikan dengan menggunakan APBD Inhil itu, sebaiknya diperuntukan bagi perkantoran dinas dan instansi di lingkungan Pemkab inhil.

“Dari pada dibiarkan terbengkalai seperti itu, kita usulkan lebih bagus digunakan untuk perkantoran,” kata Yusuf.

Apalagi, lanjut Yusuf, saat ini di lingkungan Pemkab Inhil sudah ada 3 dinas baru, yang merupakan pecahan dari Dinas Perkerjaan Umum (DPU), yakni Dinas Cipta Karya, Dinas Bina Marga dan Dinas Kebersihan, yang tentu saja belum memiliki kantor.

“Jadi, daripada buat kantor baru, bagus yang ada saja dimanfaatkan,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Inhil ini, meskipun diawal pembangunan gedung ini direncanakan untuk Universitas Islam Indragiri (Unisi), namun tidak ada salahnya jika pada akhirnya gedung tersebut tidak digunakan untuk peruntukan awalnya, karena Gedung ini sendiri didirikan di tanah milik Pemkab Inhil.

“Kalau digunakan untuk Unisi juga tidak masalah, namun hingga kini pihak Yayasan Tasik Gemilng (YTG) yang menaungi Unisi belum ada meminta kepada Pemda untuk pinjam sewa gedung itu. Makanya, dari pada terbengkalai seperti ini bagus dimanfaatkan saja untuk perkantoran,” terangnya.(ad/adv dprd inhil)




Kasus Narkoba 2014 Alami Penurunan

narkobaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sepanjang tahun 2014 Polres Inhil mencatat terjadinya sebanyak 41 kasus tindak penyalahgunaan Narkoba dengan 70 tersangka. Jumlah ini mengalami mengalami penurunan dibangingkan tahun 2013 sebelumnya sebanyak 60 perkara dengan 85 tersangka.

Menurut Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK MSi melalui Kasat Narkoba AKP Detis Mayen, Rabu (7/1/14), dari 60 kasus di tahun 2013 terdata jumlah tersangka 80 pria dan 5 wanita yang bekerja diberbagai bidang seperti 5 PNS, 1 TNI-AD, 8 Swasta, 8 Petani, 1 Mahasiswa, 1 Pelajar, 8 Buruh, dan 7 Pengangguran serta Wiraswasta 45.

Sedangkan pada 2014 dengan jumlah tersangka 68 pria dan 2 wanita yang terdiri 2 PNS, 1 TNI-AD, 18 Swasta, 26 Wiraswasta, 9 Tani, 1 Pelajar, 10 Buruh dan 3 orang pengangguran.

Untuk upaya yang dilakukan Polres Inhil dalam mencapai tujuan untuk penekanan penyalahgunaan obat-obatan terlarang ini, mulai dari melakukan penyuluhan terhadap pelajar dan masyarakat. Selain itu juga dilakukannya kerja sama dengan instansi terkait lainnya.

“termasuk melakukan penyuluhan dan dan monitor terhadap napi yang tersandung kasus narkoba yang kini mendekam di Lapas Tembilahan. “ Tandasnya. (mirwan)




Mahasiswa Sebut Pelayanan PLN Tembilahan Mengecewakan

DSC_1586TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mahasiswa menilai pelayanan yang diberikan pihak PLN Rayon Tembilahan masih sangat jauh dari harapan.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Mahasiswa, Firman didampingi oleh 8 Mahasiswa lainnya yang tergabung dalam organisasi Badan Eksikutif Mahasiswa (BEM) UNISI, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Tembilahan saat menyambangi kantor PLN Rayon Tembilahan di jalan Gunung Daek Tembilahan. Kedatangan mahasiswa ini sehubungan kerapnya terjadi pemadaman listrik oleh perusahaan milik Negara ini. Selasa (7/1)

“Terus terang kita menilai pelayanan yang diberikan PLN kepada masyarakat masih sangat jauh dari harapan,” Sampaikan Firman

Firman juga meminta agar PLN Rayon Tembilahan dapat memberikan penjelasan secara tranparan mengenai kondisi satu-satunya perusahaan yang menjadi pemasok listrik untuk masyarakat itu.

Senada, Ketua DPM Unisi, Said Aniel Osman juga memintakan penjelasan dengan kerap terjadinya pemutusan pasokan listrik bagi pelanggan.

Dalam pertemuan itu, Supervisor ADM PLN Rayon Tembilahan, Anton Ardhianto mengakui bahwa dalam beberapa waktu belakangan pihaknya telah lalai memberikan kenyamanan kepada pelanggan. Penyebabnya sehubungan adanya kerusakan mesin sewa milik PT Bima Golden, PT Mega Power dan PT Tiga Bintang Mas Abadi. (mirwan)




Pemadaman Bergilir, PLN Rayon Tembilahan Alami Defisit 3.363 Kw

plnTEMBILAHAN (detikriau.org) – Lagi yang katanya akibat kerusakan mesin pembangkit, PLN Rayon Tembilahan kembali lakukan pemadaman begilir. Tidak hanya satu kali, dalam 1×24 jam, masyarakat akan mendapatkan pemadaman hingga beberapa kali.

Berdasarkan penjelasan Manajer PLN Rayon Tembilahan Budi Warman melalui Supervisor ADM, Anton Ardhianto, Rabu (7/1/2015) penyebab kerap terjadinya pemutusan suplay listrik kerumah-rumah pelanggan disebabkan adanya gangguan 3 unit mesin sewa yang dimulai terjadi sejak tanggal 3 Januari 2015 kemaren.

“Ke 3 jenis mesin sewa yang terdapat gangguan itu yakni milik PT Bima Golden, milik PT Mega Power, dan PT Tiga Bintang Mas Abadi,” sampaikannya melalui sambungan selular.

Dijelaskan Anton, untuk PT Bima Golden dengan daya mampu 1000 kw itu terdapat unit 3 gangguan yang disebabkan paristor pecah dan unit 2 gangguan autobreaker yang terbakar, sedangkan untuk PT Mega Power dengan daya mampu 1100 kw itu terdapat unit 1 dan 6 block bocor serta unit 7 block pecah, dan yang terakhir untuk mesin sewa PT Tiga Bintang Mas Abadi dengan daya mampu 5000 kw itu terdapat unit 9 gangguan radiator dan unit lainnya yang sedang beroperasi sering trip karena temperature air pendingin tinggi.

Dari ketiga mesin sewa itu, hingga kini terus diupayakan pihaknya dipercepat dalam penyelesaian perbaikan, bahkan untuk mesin sewa PT Tiga Bintang Mas Abadi segera beroperasi kembali mulai hari kamis (8/1), karena perbaikannya sudah rampung.

Namun, untuk mesin sewa PT Bima Golden dan PT Mega Power masih dalam proses pekerjaan berbaikan oleh teknisinya. “Mesin sewa PT Bima Golden ini teknisinya masih mempelajari penyebab kerusakannya, sedangkan mesin sewa PT Mega Power itukan terdapat kerusakan block bocor dan pecah, dan ini harus diganti dengan alat baru,” ujar Anton.

Biasanya pada kondisi normal dengan beban 13.143 kw, pemadaman bergilir sudah diberlakukan dengan defisit daya hingga 800 kw. Apalagi dengan gangguan yang terjadi saat ini, defisit daya yang terjadi hingga sebesar 3.363 kw.

Masih menurutnya, pihaknya telah mengirimkan surat yang ditujukan kepada PT PLN Area Rengat prihal Percepatan Mengatasi Gangguan Mesin Sewa dengan nomor 003/150/TTBL/2015. Jadi saat ini katanya, teknisi yang mengatasi gangguan mesin sewa tersebut sedang diupayakan. “Teknisinya sudah datang, materialnya saja yang masih ditunggu,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Mengatasnamakan PLN Rayon Tembilahan Anton meminta maaf kepada seluruh pelanggan PLN akibat timbulnya ketidaknyamanan. Selain itu, ia juga menghimbau untuk mengurangi serta penghematan pemakaian listrik dengan harapan bisa mengurangi durasi pemadaman bergilir.

Sebel;umnya, beberapa masyarakat kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu mengeluhkan kerap terjadinya pemadaman listrik PLN. Tidak jelasnya jadwal pemutusan pasokan daya menyebabkan masyarakat menjadi repot. Tidak hanya sekedar menggangu aktifitas keseharian masyarakat, kondisi ini juga menyebabkan timbulnya kerugian oleh sejumlah konsumen dunia usaha disebabkan tambahan biaya yang harus dikeluarkan untuk menghidupkan mesin diesel belum lagi kerusakan beberapa peralatan elektronik. (mirwan)