Wabup Inhil Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Pulau Kijang

Wakil Bupati menyerahkan Piala Kepada Lomba pemenang  Lomba Magrib mengrib mengaji dan azan. foto: Humas Pemkab Inhil
Wakil Bupati menyerahkan Piala Kepada Lomba pemenang Lomba Magrib mengrib mengaji dan azan. foto: Humas Pemkab Inhil

PULAU KIJANG (detikriau.org) – Minggu malam (25/01/2015) Peringatan Maulid 1436 H yang di laksanakan di Kecamatan Reteh di pusatkan di Mesjid besar Pulau Kijang. Kegiatan ini turut di hadiri Wakil Bupati H.Rosman Malomo di dampingi beberapa Pejabat Eselon II di lingkungan Pemkab Inhil dan Camat serta Upika Kecamatan Reteh.

Dalam sambutannya Wabup berharap Peringatan Maulid Nabi 1436 H tidak hanya sekedar kegiatan seremonial belaka, tetapi juga harus mampu diisi dengan berbagai kegiatan atau perlombaan yang berbau islam seperti magrib Mengaji dan Lomba Azan tingkat anak-anak.

“karena dengan pembinaan terhadap generasi muda khususnya anak-anak akan membentuk karakter yang berakhlakul karimah kedepannya,” Ujar Bupati

Usai sambutan Wakil Bupati menyerahkan bantuan secara pribadi untuk pembangunan mesjid Jami’ pulau kijang yang masih dalam tahap pembangunan sebesar Rp 10 Juta dan di lanjutkan dengan pemberian piala kepada pemenang lomba Magrib mengaji dan azan tingkat anak-anak.

Pada peringatan Maulid Nabi di Mesjid Jami’ Pulau Kijang ini menghadirkan penceramah KH. Amirullah Amri, M.A yang dalam tausiahnya menyampaikan mengapresiasi program PEMDA Kabupaten Inhil seperti magrib mengaji, karena dari anak-anak inilah akan terbetuk ahklakul karimah. Sesuai dengan Pesan Nabi bahwa memabaca Al-Qur’an di anjurkan semenjak masih dalam kandungan

Panitia PHBI, pengurus Mesjid jami’ yang bekerjasama dengan BKMT dan TP PKK Kecamatan Retah Pulau Kijang dalam menyambut bulan Maulid 1436 H melaksanakan berbagai kegiatan perlombaan yang berbau Islam tingkat anak-anak, seperti; Magrib Mengaji dan lomba Azan dengan tujuan untuk membentuk generasi Muda yang berakhlakuk karimah. Perlombaan tersebut di laksanakan selama 1 bulan.(mirwan/adv pemkab inhil)




Dewan Pinta Masyarakat Teliti Tawaran Kerjasama dari Perusahaan

Sekretaris Komisi II DPRD Inhil, Edy Gunawan
Sekretaris Komisi II DPRD Inhil, Edy Gunawan

Tembilahan (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir meminta agar masyarakat untuk berhati-hati dan meneliti secara benar tawaran kerjasama dari pihak perusahaan perkebunan. Hal ini sangat penting agar masyarakat tidak sampai terjebak dengan perjanjian yang justru malah akan merugikan.

Dari beberapa kasus pola kerjasama yang ditawarkan perusahaan kepada pihak masyarakat dinilai Dewan sangat berat sebelah. Dengan hanya bermodal loby, perusahaan akan mendapatkanan keuntungan bagian tanah milik masyarakat dan nilai investasi secara gratis.

“Jangan tergiur dengan bujuk rayu. Tetapi pelajari dengan benar untung dan ruginya sebelum mengambil keputusan,” Ingatkan Dewan melalui Sekretaris Komisi II, Edy Gunawan ditemui di gedung DPRD Inhil jalan HR Subrantas Tembilahan, senin (26/1)

Didaerah guntung Kecamatan Kateman, Edi mengakui mendapatkan informasi adanya pola kerjasama bagi hasil yang sangat tidak logis. Untuk bermitra dengan perusahaan, masyarakat ditawari bagi hasil 60:40, 60 bagian perusahaan dan 40 bagian masyarakat. Artinya, jika memiliki 10 Ha lahan, perusahaan mendapatkan bagian 6 Ha lahan dan masyarakat 4 Hektar-nya.

“Padahal akte tanah milik masyarakat yang menjadi agunan kepada pihak perbankan untuk membangun perkebunan. Hanya bermodal dengkul, perusahaan malah mendapatkan bagi hasil yang jauh lebih besar. Ini kan aneh,” Kritik politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini

Disamping kerugian itu ditambahkannya, jika ada persoalan dibelakang harinya, secara hukum, masyarakat yang bertanggungjawab kepada pihak bank bukan perusahaan.

Namun meskipun begitu, Edy menyebutkan tidak semua perusahaan memberikan tawaran kerjasama yang merugikan masyarakat. Menurutnya ada juga perusahaan yang menawarkan kerjasama yang dinilai cukup menguntungkan.

“Seperti di Kecamatan enok, eks lahan masyarakat yang terserang hama kumbang beberapa waktu lalu, salah satu anak perusahaan Sinar Mas Group justru menawarkan pola kerjsama yang menurut saya cukup menguntungkan,” Sebutkan Edy

Dalam tawaran kerjsama itu, seluruh lahan milik masyarakat seratus persen tetap menjadi haknya masyarakat. Setelah ditanami komodity perkebunan seperti kelapa sawit, masyarakat mulai mengembalikan angsuran setelah mendapatkan hasil. Angsuran ke pada pihak Bank hanya sebesar 30 persen dari total panen dan 70 persennya untuk masyarakat.

“Kewajibannya, masyarakat hanya diwajibkan untuk menjual hasil panen kepada perusahaan dan harganyapun ditentukan oleh pemerintah, bukan oleh perusahaan,”Terang Edy Gunawan

Dalam kesempatan itu, Edy juga meminta kepada pihak Pemerintah Daerah untuk tidak memberikan ijin kepada pihak perusahaan sebelum memperlajari secara benar untung ruginya kehadiran investor bagi masyarakat. Apapun alasanya, memang sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan jaminan keamanan dan upaya pensejahteraan bagi masyarakat.

“Kita ingatkan jangan lagi ada oknum yang pandai-pandai bermain mata untuk mempermudah pemberian ijin dan justru mengorbankan masyarakat.” Pungkas Edy. (dro)




Baru Dibentuk, Badan Ekonomi Kreatif Diberi Anggaran Rp 1 Triliun

150123183249-318JAKARTA — Badan Ekonomi Kreatif (BEK) yang dibentuk pemerintahan Jokowi-JK mendapat anggaran sekitar Rp 1 triliun. Kepala BEK Triawan Munaf mengatakan, anggaran tersebut akan dipakai untuk membiayai program-program yang diharapkan dapat meningkatkan penghasilan bagi negara.

“Kita diharapkan bisa mengakeselerasi pertumbuhan industri kreatif sehingga menyumbangkan lebih banyak lagi devisa dan menghasilkan penerimaan negara,” ujarnya usai dilantik di Istana Negara, Senin (26/1).

Dia menargetkan, kehadiran BEK dapat meningkatkan penerimaan negara dari sektor industri kreatif hingga dua kali lipat. Menurut Triawan, saat ini sektor industri kreatif baru menyumbang 7 persen dari PDB.

Lebih lanjut, dia menambahkan, BEK berada langsung di bawah presiden. Badan ini membawahi 16 subsektor di bidang industri kreatif, antara lain film, musik, tari, kuliner, fashion, kerajinan tangan, fotografi, game, arsitektur, desain interior, dan video.

Ayah dari penyanyi Sherina Munaf tersebut mengaku, saat ini ia tengah memetakan bidang mana yang akan dijadikan lokomotif untuk menggerakkan sektor lain. “Karena kalau semua ingin ditangani secara langsung hanya seperti membuang garam di laut. Jadi harus ada champion yang kita gerakkan,” ucap mantan anak band tersebut.

Jika itu dilakukan, ia optimistis industri kreatif Indonesia dapat menembus pasar internasional hingga bisa seperti Korea Selatan.

Sementara itu, mengenai struktur BEK, Triawan menjelaskan bahwa badan ini akan terdiri dari enam deputi, yakni Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan; Deputi Akses Permodalan; Deputi Infrastruktur; Deputi Pemasaran, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI); dan Deputi Hubungan dan Pengembangan antar Wilayah. Saat ini, Triawan mengaku tengah menunggu Keppres tentang penunjukkan orang-orang yang akan mengisi jabatan deputi tersebut. (republika)




Pemkab Wacanakan 2.042 Hektar Lahan Sinaboi Sebagai Sentra Pertanian

15bBagansiapapi (detikriau.org) – Kondisi geografis tanah di Kecamatan Sinaboi sangat cocok dijadikan areal sentra pertanian. Pemerintah daerah Kabupaten Rohil berencana menjadikan areal seluas 2.042 hektar sebagai lahan pertanian padi sawah.

Dari data diperoleh empat kepenghuluan di Kecamatan Sinaboi sudah dipetakan sebagai areal pertanian, seperti Kepenghuluan Sinaboi Darussalam luas lahan 441.56 m2, Raja Bejamu seluas 794.92 m2, Sungai Bakau 421.25 m2 dan Sungai Nyamuk 384.70 m2.

luas areal  tersebut dipastikan dapat mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Sinaboi kedepannya, karena itu lahan itu hendaknya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin serta mampu meningkatkan hasil dari pertanian tersebut.

“Jangan sampai masyarakat mengalih fungsikan lahan pertanian kelahan perkebunan, sebab hasilnya tidak akan bagus karena sering terendam banjir,” jelas Camat Sinaboi Julianda belum lama ini

Camat berharap dinas terkait lebih fokus dalam melakukan pembinaan bagi petani khususnya di Kecamatan Sinaboi melalui tenaga PPL.

“Kedepan daerah sinaboi akan mampu bersaing dengan kecamatan lain yang ada di Rohil dalam mengembangkan hasil pertanian secara maksimal,” paparnya. [tris/adv]




Taj Mahal dibangun karena rasa bersalah?

140626032556_taj_mahal_india_512x288_bbc_nocreditdetikriau.org – Istana marmer putih Taj Mahal kerap disebut sebagai salah satu keajaiban dunia.

Bangunan itu didirikan oleh Kaisar Mughal Shah Jahan sebagai mausoleum untuk istri tercintanya, Mumtaz Mahal, yang meninggal dunia saat melahirkan.

Tetapi sebuah drama yang baru saja dipentaskan di India mengindikasikan bahwa ada motif lain di balik pembangunan Taj Mahal.

Mungkinkah gedung itu dibangun karena rasa bersalah?

“Konflik adalah pendorong dalam naskah saya,” kata Dilip Hiro, seorang penulis dan pakar hubungan internasional berbasis di London, kepada BBC.

Dalam kisah Taj Mahal, Hiro mengeksplorasi “konflik pada pasangan yang cintanya terukir sebagai sebuah kisah populer.”

“Sebagai orang India, saya terkesima oleh Taj. Kisah konvensional di belakangnya adalah cinta abadi Shah Jahan untuk Mumtaz.

“Secara sederhana, ini bukan drama tentang kecantikannya, drama ini adalah bagaimana meraih kekuasaan penuh sebagai kaisar.”

Hiro pertama kali menulis naskah drama Taj Mahal dalam bahasa Inggris pada 1970-an dengan judul Tale of Taj.

Drama ini pertama kali dipentaskan untuk pertama kalinya dalam bahasa Urdu, sebuah bahasa yang digunakan rakyat India di masa pemerintahan Shah Jahan dan masih digunakan oleh banyak orang India saat ini.

Pecatur hebat

Mumtaz adalah istri ketiga dan istri yang paling disayang Shah Jahan sehingga kisah cinta mereka menjadi legenda.

Mumtaz digambarkan sebagai istri yang cantik dan setia dan rela memiliki banyak anak dengan suaminya. Ia meninggal saat melahirkan anak ke-14.

“Tapi ada sisi lain yang tidak banyak diketahui, ia bukan istri yang cantik dan setia sama sekali. Ia adalah pecatur yang sangat hebat, jauh lebih hebat dari Shah Jahan, dan dia ambisius serta kejam,” kata sutradara M Sayeed Alam dari kelompok teater Delhi Pierrot’s Troupe.

Para ahli sejarah setuju bahwa perempuan-perempuan kerajaan pada periode Mughal menerapkan otoritas politik yang signifikan.

Kejutan dari drama ini berpusat pada permainan catur dengan taruhan tinggi.

Saat itu, Mumtaz yang sedang hamil tua menantang suaminya untuk mempertaruhkan takhtanya. Dan ketika sang kaisar kalah, ia pun naik takhta dan mewujudkan ambisinya yang kejam.

Sang kaisar menyadari bahwa ratunya harus dihentikan. Pertengkaran memperebutkan cap kerajaan berakhir dengan jatuhnya Mumtaz dari takhta dan meninggal saat melahirkan.

Namun apakah itu hanya sebuah kecelakaan atau apakah ia didorong?

Drama ini tidak memberikan jawaban pasti bagaimana Mumtaz tewas. Tetapi penonton pergi dengan membawa satu kecurigaan, bahwa mungkin Kaisar Shah Jahan berperan dalam kematiannya.

Jadi, apakah Taj Mahal benar monumen untuk cinta atau monumen untuk pembunuhan?(BBC)




Camat Enok Sebut Sekcamnya Tak Berfungsi

Camat Enok Surya Wirawan
Camat Enok Surya Wirawan

ENOK (detikriau.org) – Camat Enok Surya Wirawan sebut Sekretaris Kecamatan Enok tidak berfungsi diroda kepemerintahannya. Ia pun merasa persoalan itu menjadi kendala dalam menjalankan tugasnya sebagai Camat.

“Saya pikir Sekcam disini tidak dapat difungsikan, masak mengelola administrasi saja tidak paham,” keluhnya saat dijumpai awak media di rumah dinasnya, Sabtu (24/1/2015).

Selain itu, ia juga menyebutkan yang menjadi kendalanya seperti, bekerja tanpa koordinasi yang jelas dan lain sebagainya, sehingga ia kebingungan ketika ada persoalan saat ditanyakan oleh Kepala Desa dan Lurah.

Sebelumnya, diakhir 2014 kemaren, ia mengaku telah menyampaikan persoalan ini kepada Bupati Indragiri Hilir (Inhil) dalam kesempatan salah satu rapat koordinasi yang diikuti seluruh camat dilingkungan Kabupaten Inhil. Dalam penyampaiannya kepada Bupati, ia meminta Sekcam Enok untuk diganti dengan yang lebih profesional, artinya yang paham dengan tugasnya sebagai Sekcam.

“Saya menyampaikan seperti itu bukan karena ego ataupun lainnya yang mengatas namakan pribadi, namun saya menyampaikan secara professional atas nama Pemerintah Kecamatan untuk kelancaran tugas yang saya emban,” tutupnya. (mirwan)