Persoalan Pembagian Kompensasi PT Jatim, Tokoh Masyarakat Kubu Ngadu Ke Bupati

30Bagansiapapi (detikriau.org) – Sejumlah tokoh masyarakat dari kecamatan Kubu Muhazir, Abd Gani dan Amirullah melakukan pertemuan dengan bupati Rohil H Suyatno, Jumat (30/1/15) di Bagansiapiapi. Mereka menyampaikan persoalan pembagian dana kompensasi dari PT Jatim kepada masyarakat penerima.

Muhajir mengatakan pihaknya menyampaikan pada bupati persoalan pembagian dana kompensasi yang baru-baru ini telah menimbulkan kisruh ditengah masyarakat yang ditandai dengan adanya aksi unjuk rasa masyarakat pada pekan lalu.

“Kami juga surati pak bupati agar apa yang diperjuangkan oleh masyarakat dapat ditanggapi, karena perjuangan menyangkut pembagian plasma ini sudah berlangsung sejak lama. Dari akhir tahun 2006, di mana masyarakat dijanjikan untuk mendapatkan kebun plasma tapi terus menunggu,” katanya.

Menurutnya besaran dana kompensasi yang diberikan kepada masyarakat sekitar 200 ribu tidak memadai bila dibandingkan dengan persyaratan bahwa kebun plasma harus seluas sekitar 1 pancang atau 2 hektar.

“Jadi tidak ada kejelasannya, berapa hasilnya untuk dua hektar itu dan apakah ada pemotongan untuk ongkos angkut, pemanenan dan ini juga tak jelas,” katanya.

Dirinya juga minta agar pihak koperasi yang menjadi perpanjangan tangan dari perusahaan dalam hal penyaluran dana kompensasi bisa bersikap transparan. Tujuannya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat.

“Kami menilai bahwa bupati memberikan sambutan yang baik dari pertemuan tadi dan mendukung mudah-mudahan menyangkut persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Tokoh lainnya, Amirullah mengharapkan persoalan yang dikeluhkan warga itu bisa dijembatani pemerintah sehingga ada solusi antara kedua belah pihak dan tidak terus menjadi polemik di tengah masyarakat.

Amirullah juga mengancam,jika permasalahan ini tidak juga selesai walaupun pemkab sudah turun tangan,dirinya bersama tokoh lainnya akan melaporkan pihak terkait dalam permasalahan ini ke Badan Resort Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri berdasarkan data yang ada. [tris]




Mahasiswa Unisi Ingatkan Pemda Verifikasi Beasiswa Secara Prefesional

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Mahasiswa Universitas Islam Indragiri (Inhil) ingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk melakukan verifikasi beasiswa secara prefesional dan tidak ada beasiswa titipan.

Pernyataan ini ditegaskan oleh Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unisi, Said Aniel Osman, Kamis (29/1/2015).

“Setelah saya baca berita dimedia detikriau.org, bahwa proposal dari kalangan mahasiswa akan diverifikasi dalam waktu dekat ini, saya mewakili kawan-kawan sangat mengharapkan kepada Pemerintah jangan ada beasiswa titipan, tapi benar-benar dicairkan bagi yang tidak mampu,” pintanya.

Dari pernyataan kabag Kesra, Arifin, ia menangkap bahwa tidak seluruhnya pengajuan proposal mahasiswa akan dikabullkan. Sebab, dari sejumlah dana Bansos itu merupakan dana bantuan keperluan pendidikan yang dialokasikan tidak hanya untuk beasiswa, namun juga untuk keperluan pendidikan lainnya seperti pelatihan Qori’, untuk anak yatim yang berpendidikan, dan lain sebagainnya.

Dengan demikian, Aniel tidak menginginkan kawan-kawan mahasiswa terdapat kecemburuan sosial ketika pencairan nantinya tidak tepat sasaran. “Walau bagaimanapun, saya tetap apresiasi terhadap Pemerintah yang telah berupaya untuk membantu mahasiswa yang tidak mampu,” pungkasnya.(mirwan)




Jambret Kembali Beraksi, Honorer PN Tembilahan Digasak Rp 6 Juta

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jambret kembali beraksi, kali ini korbannya seorang tenaga honorer Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan,  Esyi Ratnasari (23), harabendanya digasak oleh orang tak dikenal yang menggunakan sepeda motor. rabu (28/1/2015) kemaren

Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas Polres Inhil Iptu Warno Akman saat dihubungi awak media mengatakan bahwa kejadian itu bermula saat korban hendak pergi bekerja menggunakan sepeda motor miliknya, tiba-tiba ada sebuah sepeda motor yang memhampirinya dari arah belakang dan langsung merampas tas milik korban.

Peristiwa ini tepatnya terjadi di jalan Pendidikan Tembilahan di depan Gedung Islamic Center. Setelah itu, korban langsung melaporkan ke Mapolres Inhil untuk tindak lanjut.

Dijelaskan, isi tas korban yang raib itu berisi sebuah dumpet yang berisi uang tunai kurang lebih Rp 400 ribu, dua buah Hand Phone, serta surat-surat penting lainnya. “Dari kejadian yang dialami korban kala itu mengalami kerugian sebesar  Rp 6 juta,” kata Warno.(mirwan)




Mudahkan Pengambilan Keputusan, Dewan Minta Hearing Dihadiri Kepala SKPD

Ketua Komisi II DPRD Inhil, AMD Junaidi
Ketua Komisi II DPRD Inhil, AMD Junaidi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meminta agar setiap pelaksanaan hearing atau rapat dengar pendapat, dapat langsung dihadiri oleh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan bukan perwakilannya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Inhil, AMD Junaidi saat melakukan hearing di ruang Komisi III Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Junaidi, sudah seharusnya pelaksanaan hearing di DPRD Inhil dihadiri langsung oleh Kepala SKPD, karena jika tidak perwakilan yang hadir saat itu akan sulit mengambil keputusan.

“Sudah seharusnya sebagai pimpinan Satuan Kerja bisa membedakan mana yang lebih prioritas untuk didahulukan,” tutur Junaidi.

Apalagi, lanjut Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, hearing merupakan wadah untuk membahas tentang program pembangunan Pemkab Inhil dan nasib masyarakat ke depan.

“Karena itu, sangat penting artinya kehadiran Kepala SKPD saat pelaksanaan hearing, supaya bisa diambil berbagai keputusan yang bertujuan untuk pembangunan dan kemajuan daerah di masa mendatang,” imbuhnya.(adi)




Disporabudpar Inhil Wacanakan Lomba Menongkah dibulan Juni

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) wacanakan lomba menongkah akan digelar pada bulan Juni mendatang. Perlombaan tersebut akan berlangsung di Kecamatan Concong.

“Kegiatan ini nantinya diadakan dalam rangka memperingati Milad Kabupaten Indragiri Hilir yang ke–50,” ungkap Kepala Disporabudpar Rudiansyah melalui Sekretarisnya, Palisman, Kamis (29/1/2015).

Ia menyebutkan waktu pasti pelaksanaannya memang belum ditentukan, jika nanti tertunda pelaksanaan di bulan juni, selambatnya akan laksanakan pada bulan Julinya.

“Yang jelas saat ini sedang kami upayakan bagaimanapun caranya lomba menongkah ini harus rutin dilaksakan, dengan tujuan untuk meyakin bahwa kegiatan ini merupakan ciri khas daerah Kabupaten Inhil,” paparnya

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa pihaknya sedang mengupayakan untuk kegiatan lomba manongkah ini menjadi salah satu even wisata Provinsi. Sebab, kegiatan manongkah tersebut dinilainya merupakan salah satu tradisi dan budaya unik  yang dimiliki oleh masyarakat Inhil, khususnya di daerah Kecamatan Concong dan Kecamatan Tanah Merah.(mirwan/adv pemkab inhil)




Perindag Nyatakan Apel Beracun Tidak Lagi Beredar diPasaran Inhil

apel beracunTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menegaskan tidak ada lagi apel import asal amerika terkontaminasi bakteri beracun yang diperjualbelikan di pasaran.

“Tadi kami bersama dengan Balai POM Dinas Kesehatan Inhil sudah turun untuk cek langsung ke lokasi, hampir kita pastikan apel tersebut sudah tidak lagi diperdagangkan dipasaran. Terkecuali kita temukan 3 biji yang diduga impor Amerika namun tidak lagi bermerk,” sebut Kadis Perindag Inhil, H Fahrolrozy, Kamis (29/1/2015).

Diterangkannya bahwa buah apel impor amerika itu ada dua jenis warna merah dan hijau yang biasa dijual dengan merek Granny’s Best dan Big B yang diproduksi oleh Bidart Bros, Bakersfield, California dengan kode produksi CA 93312, dan kedua jenis itu berbahaya untuk dikonsumsi karena mengandung bakteri yang bisa menggangu kesehatan. Menyikapi hal itu, pihaknya bersama Balai POM Diskes Inhil langsung mengecek ke lokasi penjualan buah.

Untuk kota Tembilahan ini masuknya buah tersebut melalui dua jalur yakni dari Pekanbaru dan Batam. Dikarenakan dua hari yang lalu baik Batam maupun Pekanbaru peredarannya sudah ditarik kembali, maka untuk kota Tembilahan dan sekitarnya aman dari masuknya buah berbahaya tersebut.

“Kita sudah tidak mendapatkan pasokan lagi dari pekanbaru dan dari batam. Karena 2 hari yang lalu dari kedua jalur itu sudah ditarik peredarannya,” Ujar salah seorang pedagang buah di kota Tembilahan.

Diingatkannya, dari berbagai informasi beredarnya apel impor Amerika ini untuk kota Tembilahan sudah aman. Meski masih banyak buah apel yang dipasarkan namun merupakan apel merah asal kota Malang. “Jadi, tidak semua apel warna merah dari amerika”. Tambah pedagang ini.

Sebagaimana ramai diberitakan, kkedua apel ini diduga terkontaminasi oleh bakteri Listeria Monocytogenes yang berbahaya bagi kesehatan manusia.  Bakteri yang ada dalam kedua jenis apel ini bisa menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan keguguran pada wanita hamil. Bahkan orang sehat juga dapat terinfeksi dan kemungkinan dapat menderita gejala jangka pendek seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, dan diare.(mirwan)