Pemkab Hargai Jasa Pejuang Inhil Sebatas Mie Instan dan Sejumlah Sembako

gambar ilustrasi anggota Veteran pejuang kemerdekaan RI
gambar ilustrasi anggota Veteran pejuang kemerdekaan RI

Tembilahan (detikriau.org) – Veteran Kabupaten Indragiri Hilir mengeluhkan semakin minimnya perhatian pemerintah setempat bagi kesejahteraan mereka.

Sekretaris Veteran Inhil, Mustain Billah bahkan menyampaikan penghargaan pemerintah daerah kepada jasa-jasa pejuang kemerdekaan RI di Inhil hanya berupa satu kardus mie instan dan beberapa sembako lainnya yang diterima pada peringatan HUT RI dan Hari Pahlawan.

“Kami hanya bisa menerima karena mungkin hanya sebesar itu penghargaan bagi kami,” Ujarnya, senin (9/2)

Disamping persoalan itu, pria lanjut usia ini juga menyampaikan bahwa penyediaan saran prasaran kantor veteran seharusnya bukanlah dibebankan kepada anggota Veteran tetapi menjadi tanggungjawab pemerintah khusus Pemda setempat. Namun saat ini, jangankan gedung kantor yang megah, organisasi naungan veteran ini WC pun tidak lagi dapat difungsikan.

“Malu saya kalau ada tamu mau buang air tidak ada tempat, kemaren sudah saya sampaikan melalui dinas terkait tapi sampai sekarang tidak ada respon,” keluhnya

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Inhil Nurlia melalui Kabid Pemberdayaan Sosial H Burhan menyampaikan bahwa kedepan Dinasnya akan lebih memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan para veteran dan janda veteran yang ada di Inhil.

Namun upaya tersebut katanya disesuaikan dengan anggaran yang ada. Sebab diakuinya, untuk saat ini dan sebelumnya anggaran untuk Veteran Kabupaten Inhil ini sangatlah terbatas. (mirwan)




Bupati Harapkan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Mampu Bekerja Maksimal

DSC_1993Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan berharap Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman akan dapat bekerja maksimal sesuai tupoksi yang diembannya. Untuk itu, apa yang menjadi kebutuhan Dinas termasuk intensif pekerja lapangan akan lebih diperhatikan.

“Kalau memang sekarang ini insentif yang kita bayarkan bagi para petugas hanya dua jam dalam satu hari, maka kedepan akan sesuaikan dengan kebutuhan yang akan ditingkatkan sesuai dengan peningkatan jumlah waktu kerjanya. Namun tentunya juga perlu diperhatikan keberhasilan tugasnya,” Ujar Bupati saat kunjungan perdananya pada salah satu Dinas pecahan dari Dinas PU Inhil ini di jalan Veteran Tembilahan, Senin (9/2/2015).

Ditambahkan Bupati, Dinas baru itu merupakan salah satu dinas yang menjadi harapan dan prioritasnya untuk penataan kota Tembilahan, terutama dalam hal penataan kebersihan kota.

“Dalam dua atau tiga hari kedepan saya ingin langsung bertemu petugas lapangan, mulai dari tukang sapu maupun pembersih got, ini penting saya lakukan karena kehadiran dinas baru ini diharapakan akan memberi perubahan terutama pada wajah kota,” tambah Wardan.

Untuk mencapai target, Bupati meminta agar Dinas memiliki rencana kerja yang baik serta harus memiliki target kedepan dalam melaksanakan tugasnya untuk menjadikan kota Tembilahan ini bersih sesuai harapan. (mirwan/adv pemkab inhil)




Warga Desa Kuala Sebatu Datangi Gedung DPRD Inhil

Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said
Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejumlah warga Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), guna menyampaikan aspirasi mereka terkait pemekaran Desa Berayun Jaya, Senin (9/2/2015).

Kedatangan rombongan yang diterima oleh Komisi I DPRD Inhil ini, dilanjutkan dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Inhil, M Yusuf Said.

Ketua rombongan warga, Abidin mengatakan, keinginan pemekaran dari Desa Kuala Sebatu menjadi Desa Berayun Jaya ini berangkat dari jumlah warga desa ini yang sudah terlalu banyak, sehingga diperlukan pemekaran wilayah.

“Kami datang kesini untuj meminta bantuan dari DPRD, kami berharap aspirasi kami ini diteruskan kepada Bupati Inhil,” tutur Abidin.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Inhil, M Yusuf Said menjelaskan, proposal pengajuan masyarakat tersebut masih terdapat kekurangan dibagian data kependudukan, sehingga harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu.

Oleh karena itu, politisi dari Partai Golkar Inhil ini meminta kepada warga Desa Kuala Sebatu, untuk mendata ulang jumlah penduduk yang ada di Desa induk, karena jika belum sesuai perundang-undangan dikatakan Politisi Partai Golongan Karya akan menyulitkan Pemerintah Kabupaten saat memperivikasi.

“Jumlah penduduknya masih dibawah 8000, saya kira masih banyak warga yang belum memiliki data kependudukan. Jadi, mereka yang belum memiliki harus membuat terlebih dahulu, sehingga proposal ini harus diperbaiki,” terangnya.

Kendati demikian, lanjut Yusuf, pihaknya sangat mendukung aspirasi masyarakat ini, apalagi jika data kependudukan sudah dibenahi oleh masyarakat yang menjadi perwakilan dari Desa Kuala Sebatu ini.

“Kami akan meneruskan keinginan masyarakat ini kepada Bupati Inhil,” imbuhnya.(adi)




Musrenbang Kecamatan GAS, Pembangunan Jalan Penghubung Paling Banyak Diusulkan

Camat GAS, Riduan saat memimpin Musrenbang tingkat Kecamatan GAS
Camat GAS, Riduan saat memimpin Musrenbang tingkat Kecamatan GAS

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan penghubung menjadi prioritas serta paling banyak diusulkan oleh masyarakat yang bermukim di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bagian utara, Khususnya masyarakat di Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).

Hal itu diketahui dalam paparan lurah dan kepala desa saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan GAS, yang dipusatkan di Teratak Sepakat Kelurahan Teluk Pinang, Senin (9/2/2015).

Musrenbang yang dipimpin langsung Camat GAS, Riduan ini dihadiri oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhil, Upika, lurah dan kepala desa, fasilitator dan pendamping desa, serta LPM dan tokoh masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Kuala Gaung, H Syarif. Dimana, saat ini kondisi jalan penghubung, baik antar kecamatan, kelurahan maupun desa sudah sangat memprihatinkan dan perlu perhatian serta penanganan khusus dari Pemkab Inhil.

“Contohnya saja jalan penghubung Teluk Pinang-Kuala Gaung, jangankan mau melewatinya dengan menggunakan kendaraan, jalan kaki saja sudah tertatih-tatih,” turur Syarif

Senada dengan itu, Kepala Desa Rambaian, H Ardi menyatakan bahwa pihaknya sudah menunggu-nunggu kedatangan pihak dari Pemprov Riau dan Pemkab Inhil, untuk segera mengukur jalan yang kerusakannya sudah sangat parah, seperti jalan poros Desa Rambaian-Simpanh Jaya.

“Jadi, melalui program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) yang merupakan program prioritas Pak Bupati, kami harapkan pembangunan dan perbaikan jalan penghubung antar desa ini dapat lebih diutamakan,” tambahnya.

Lurah Teluk Pinang, M Saleh yang didampingi Ketua LPM, Hasriansyah juga membenarkan tentang banyaknya kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan sangat parah, seperti jalan penghubung Kelurahan Teluk Pinang-Sungai Piring.

Oleh karena itu, mereka berharap agar usulan pembangunan dan perbaikan jalan penghubung ini dapat segera direalisasikan, guna mendukung kelancaran perekonomian dan aktifitas sehari-hari masyarakat.

“Belum lagi kerusakan badan jalan yang ada di Teluk Pinang, yang merupakan Ibukota Kecamatan GAS. Sepeti di Jalan M Thaib, Jalan Serai, Jalan M Taha, Jalan M Ruslan dan sejumlah jalan lainnya yang sangat membutuhkan perbaikan segera,” imbuhnya. (adi/adv pemkab inhil)




Satelit Tera dan Aqua Deteksi 10 Titik Api di Inhil

kebakaran_sebanagauTEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun dalam beberapa hari belakangan ini sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, namun tidak membuat daerah tersebut terbebas dari terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu terbukti dengan ditemukannya 10 titik api yang terpantau oleh Satelit Tera dan Aqua pada Minggu (8/2/2015), yang tersebar di 6 kecamatan di Kabupaten Inhil, yakni Kecamatan Pulau Burung, Pelangiran, Teluk Belengkong, Mandah, Gaung dan Kecamatan Kempas.

“Kemarin, jumlah titik api yang ditemukan di Kabupaten Inhil kembali mengalami peningkatan. Dimana, berdasarkan pantauan Satelit Tera dan Aqua, ditemukan sebanyak 10 titik api,” tutur Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil, melalui Kepala Bidang Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf saat dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya, Senin (19/2/2015).

Dijelaskan Ardi, munculnya titik api tersebut, dikarenakan kebakaran hutan dan lahan yang kebanyakan dilakukan secara sengaja oleh oknum masyarakat tertentu yang sedang membersihkan atau membuka lahan baru.

Oleh karena itu, munculnya titik api ini harus segera diantisipasi oleh semua pihak terkait terutama aparat dan masyarakat setempat, sehingga titik api yang ditemukan dapat segera diminimalisir dan tidak semakin meningkat jumlahnya.

“Untuk mengantisipasi meningkatnya titik api ini, kita minta masyarakat yang berkebun dan berladang, tidak melakukan pembakaran lahan, baik untuk membersihkan ataupun membuka lahan baru. Sebab, resiko yang ditimbulkan nantinya sangat besar, seperti terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” terangnya.

Adapun wilayah-wilayah yang ditemukan titik api, diantaranya 1 titik di Desa Sri Danai Kecamatan Pulau Burung, 1 titik di Desa Saka Palas Jaya dan 3 titik di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, serta 1 titik di Desa Gembaran Kecamatan Teluk Belengkong.

Kemudian, 2 titik di Kecamatan Mandah, tepatnya di Desa Pelanduk dan Batang Tumu, 1 titik di Desa Teluk Kabung Kecamatan Gaung dan 1 titik lagi di Desa Pekantua Kecamatan Kempas.(adi)




Puskesmas Pengalihan Enok Diresmikan, Alvi : Pembangunannya Dititikberatkan Pada Pelayanan Rawat Inap UGD 24 Jam

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Setelah selesai dibangun beberapa waktu yang lalu, akhirnya Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pengalihan Enok, Kecamatan Enok diresmikan penggunaannya bagi peningkatan pelayanan kesehatan di daerah setempat dan sekitarnya, Sabtu (7/2/2015) kemaren.

Peresmian yang langsung dilakukan oleh Bupati Inhil, HM Wardan ini turut dihadiri oleh Ketua dan Anggota DPRD, DANDIM 0314, beberapa pejabat eselon, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) dan staff serta tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Pengalihan Enok, Camat, Upika, Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Enok.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam sambutannya mengatakan, gedung ini merupakan aset dari Diskes Propinsi Riau yang sudah diserahkan kepada Pemkab Inhil beberapa waktu lalu.

“Pembangunan Puskesma di Pengalihan Enok ini dititikberatkan kepada Perawatan Pratama, yang melayani rawat inap Unit Gawat Darurat (UGD) 24 Jam, karena terletak di Jalan Lintas Samudra, dengan tenaga medis 1 Dokter Umum, 8 perawat, 24 bidan serta 4 orang bidan PTT,” tutur Alvi.

Sementara itu, Bupati Inhil, HM Wardan berharap dengan diresmikannya Puskesmas ini akan mampu menghadapi persaingan bebas asia di bidang kesehatan, khususnya kesehatan masyarakat.

“Maka dari itu, SDM kita terutama di bidang kesehatan harus siap,” kata Bupati.

Apalagi, Puskesmas Pengalihan Enok ini letaknya sangat strategis, yakni di jalan lintas sumatra, maka perlu ditingkatkan lagi, baik tenaga medisnya maupun fasilitas penunjang lainnya.

“Ke depan, diharapkan dengan perkembangan penduduk dan wilayah, Puskesmas tidak hanya melayani 6 Desa, tapi bisa menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan dengan adanya UGD 24 Jam, juga diharapkan dapat betul-betul memberikan pelayanan kesehatan masyarakat,” imbuhnya.(adi)