Sosialisasi Belum Maksimal, Penerbangan Melalui Bandara Tempuling Masih Sepi

Susi-AirTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengharapkan kepada masyarakat Inhil untuk bisa memanfaatkan jasa transportasi udara untuk bepergian.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (dishubkominfo) Inhil, H Tantawi, sejak dibukanya penerbangan melalui Bandara Tempuling belum tampak antusias masyarakat untuk memanfaatkan sarana tranportasi ini. Dishubkominfo bekerjasama dengan Maskapai Susi Air sudah melayani penerbangan dengan tujuan Pekanbaru Tempuling PP sejak dua mingguan yang lalu.

“Mungkin masih baru, sosialisasi yang kita lakukan juga belum maksimal kepada masyarakat hingga menyebabkan antusiasme tersebut belum terlihat,”Ujar Tantawi melalaui sambungan selularnya, selasa (10/2).

Untuk mensosialisasi rute penerbangan Tembilahan-Pekanbaru tersebut, diakuinya telah melayangkan surat pemberitahuan kepada berbagai instansi yang ada di Kota tembilahan dan kecamatan dengan tujuan bisa turut serta mensosialisasikannya kepada masyarakat.

Hingga saat ini Bandara Indragiri yang ada di Tempuling itu hanya bisa melayani satu  rute penerbangan dan hanya satu kali dalam seminggu saja. Sebab, peraturan pemerintah bahwa Bandara yang baru merintis jasa penerbangan hanya bisa dilakukan satu kali dalam seminggu.

Namun lanjutnya, jika antusias dari masyarakat dalam memanfaatkan jasa penerbangan ini tinggi maka untuk tahun yang akan datang, jadwal penerbangan bisa ditambah lagi.(mirwan)




Lokasi Tak Memadai, Disdik Inhil Wacanakan Pisah SD 07 dan 08

SDN 007 dan SDN 008 berada pada satu lahan
SDN 007 dan SDN 008 berada pada satu lahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) wacanakan untuk memisahkan antara kedua Sekolah Dasar (SD) Negeri yang ada di Jalan Bunga Tembilahan, yakni SDN 007 dan SDN 008.

Rencana ini disampaikan Kepala Disdik Kabupaten Inhil Helmi D kepada awak media, Senin (9/2/2015) kemaren. Disebutkannya, rencana memisahkan antara kedua sekolah tersebut akan dilakukan pada tahun mendatang.

“Kita akan coba lakukan tahun depan, salah satu dari kedua lembaga pendidikan itu harus pindah kelokasi lain. kita upayakan bagaimana caranya nanti supaya tidak ada masalah,” kata Helmi.

Hingga saat ini ia belum bisa memastikan SD yang mana akan dipindah, bahkan rencana tempatpun juga belum bisa dipastikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 008 Tembilahan, Sumarta menyampaikan bahwa kondisi yang dialaminya saat ini proses belajar mengajar bagi murid menggunakan sistem double ship, yakni pagi dan siang hari.

“Sistem ini diberlakukan karena kurangnya ruang kelas belajar. Jumlah murid kami sebanyak 250 pelajar sedangkan jumlah kelas hanya 4 buah, kemungkinan kondisi SDN tetangga kita juga seperti ini,” ujarnya.

Dijelaskan Sumarta, lokasi yang ada ini tidak bisa lagi untuk melakukan penambahan ruang kelas, karena luas wilayah yang dimiliki pemerintah di tempat itu cukup sempit. Sehingga solusi memindahkan salah satu SD kelokasi lain adalah jalan terbaik.(mirwan)




Asisten III Setdakab Inhil Hadiri Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Bagi PNS

Asisten II Setdakab Inhil, H Afrizal saat menyampaikan arahannya
Asisten II Setdakab Inhil, H Afrizal saat menyampaikan arahannya

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten III Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Afrizal menghadiri serta membuka resmi acara sosialisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ketenagakerjaan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Inhil yang berlangsung di aula Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil di Jalan SKB Tembilahan, Selasa (10/2/2015).

Mewakili Bupati Inhil, Asisten III menyampaikan dalam sambutannya bahwa BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi resiko sosial ekonomi tertentu, dan penyelenggaraannya menggunakan mekanisme asuransi sosial.

Dimana dulunya kata Afrizal, lembaga negara yang bergerak dibidang asuransi sosial, BPJS Ketenagakerjaan ini bernama PT Jamsostek (Persero) yang merupakan pelaksana Undang-undang Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

Ia menyebutkan berdasarkan undang-undang Nomor 24 tahun 2011, BPJS ini menggantikan sejumlah Lembaga Jaminan Sosial yang ada di Indonesia, yakni Lembaga Asuransi Jaminan Kesehatan PT Askes dan Lembaga Jaminan Sosial Ketenagakerjaan PT Jamsostek.

“Transformasi PT Askes dan PT Jamsostek ini menjadi BPJS yang dilakukan secara bertahap. Perubahan dari PT Askes menjadi BPJS Kesehatan terjadi pada 1 Januari 2014 lalu, sedangkan perubahan PT Jamsostek menjadi BPJS akan dilakukan pada 1 Juli 2015 mendatang,” sampaikannya.

Dijelaskan, Perubahan tersebut tentu membutuhkan proses untuk memberi pemahaman lebih jauh tentang BPJS. Oleh karena itu ia sangat menyambut baik diadakannya sosialisasi ini. Dengan harapan. Kedepan bisa dimengerti dan memiliki pemahaman yang sama tentang BPJS Ketenagakerjaan.

Atas keluarkannya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2013 tanggal 27 Desember 2013 yang diundangkan pada tanggal 27 Desember 2013 tentang penahapan kepesertaan program jaminan sosial. Dikatakannya, ada hal-hal yang perlu dicermati, terutama pada Bab II Pasal 5 ayat 1 sampai dengan ayat 3 bahwa Peraturan Presiden ini mengatur tentang kriteria pekerja pada pemberi kerja penyelenggara negara serta kewajiban mengikuti program jaminan sosial secara bertahap paling lambat tanggal 1 Juli 2015.

Dengan demikian, ia mengharapkan kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pembantu Tembilahan untuk dapat berkoordinasi dan bekerjasama dengan Dinas terkait, baik dari persoalan pemotongan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian maupun masalah manfaatnya.

“Dengan adanya kerjasama ini supaya dapat berjalan dengan baik sesuai amanah undang-undang. Selanjutnya kepada peserta sosialisasi, saya harapkan agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” harap Asisten III.

Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Inhil H Syaifuddin mengatakan peserta yang mengikuti sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan ini diikuti sebanyak 75 orang. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah seluruh pejabat pengelola kepegawaian pada SKPD di lingkungan Pemkab Inhil.(wan/adv pemkab inhil)




Pemkab Inhil Diminta Salurkan Bantuan Budidaya Ikan Bagi Petani

lele sangkuriangTEMBILAHAN (detikriau.org) – Selain memprioritaskan program pembangunan di bidang pertanian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) juga diminta untuk menyalurkan bantuan budidaya ikan bagi para petani di daerah setempat.

Langkah ini dalam upaya memaksimalkan pekerjaan para petani, serta membantu peningkatan perekonomian masyarakat dari sektor lainnya, sehingga mereka tidak hanya bergantung pada hasil pertanian seperti yang dialami selama ini.

Ketua Komisi II DPRD Inhil, Junaidi menyarankan agar disamping mengurus kebun kelapa yang hasilnya baru bisa dinikmati sekitar tiga bulan sekali, ada baiknya petani juga diberi bantuan untuk mengelola kolam ikan.

“Nantinya, di wilayah kebun kelapa masyarakat bisa dibuat kolam ikan. Jadi, sembari menunggu kelapa berbuah, petani bisa bergantung hidup dari hasil budidaya ikannya,” tutur Junaidi, belum lama ini di Tembilahan.

Usulan ini, lanjut Junaidi, tentunya butuh perhatian serius dari Pemkab Inhil melalui dinas terkait, khususnya dalam membuat program tersebut ke depan, sehingga bisa direalisasikan.

“Anggarkan dana bantuan untuk pembuatan kolam sekaligus benih ikannya, guna membantu meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat Inhil, yang hampir 70 persennya berprofesi sebagai petani,” imbuhnya.(adi)




Kuker ke Puskesmas Teluk Pinang, Saut : Diskes Anggarkan Pembangunan 3 Pustu dan 3 Rumah Paramedis

Perwakilan Diskes Inhi, Saut Pakpahan menyampaikan program Diskes untuk tahun 2015 di Kecamatan GASTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun anggaran 2015 ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah menganggarkan dana pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan rumah paramedis untuk Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) PMK, dr Saut Pakpahan saat melakukan kunkungan kerja (kuker) sekaligus menghadiri Musrenbang tingkat Kecamatan GAS, yang dipusatkan di Kelurahan Teluk Pinang, Senin (9/2/2015).

Dikatakan Saut, Diskes Inhil akan terus berupaya memenuhi dan merealisasikan berbagai kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan, khususnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pelayanan dasar kesehatan bagi masyarakat.

Salah satu kebijakan dan program pembangunan yang telah direncanakan untuk bidang kesehatan pada tahun ini, adalah pembangunan Pustu baru dan rumah paramedis bagi tenaga kesehatan yang ada di daerah.

“Untuk Kecamatan GAS terutama Ibukota Kecamatan di Kelurahan Teluk Pinang, kita telah menganggarkan pembangunan 3 Pustu baru dan 3 unit rumah paramedis,” tutur Saut.

Langkah ini juga dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi daerah yang jauh dari Ibukota Kabupaten Tembilahan.

“Selain pembangunan Pustu baru dan rumah paramedis, yang harus juga menjadi perhatian ke depan adalah ruang rawat inapnya, karena setelah saya lihat langsung kondisinya tadi sungguh tidak layah dan harus menjadi perhatian serius,” imbuhnya.(adi)




Hadapi MEA, Rohil Harus Persiapkan SDM Handal

BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Plt Setda Rohil, Drs Surya Arpan, MSi menginstruksikan untuk menyikapi serius penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dengan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan tenaga kerja asing yang nantinya diyakini akan membanjiri Rohil.

Sebelum MEA diterapkan, Rohil menurutnya sudah harus siap dengan tenaga kerja handal. Menurut Sekda, baru-baru ini sudah ada investor dari Cina, Taiwan dan Hongkong meninjau Pulau Jemur. Rencana pulau itu akan dijadikan lokasi pariwisata.
“Selain investasi, sambungnya, pemerintah berencana akan menggabungkan beberapa dinas yang ada di Rokan Hilir untuk menumbuhkembangkan usaha ekonomi kerakyatan dengan mempermudah perizinan dan pembinaan bagi pengusaha pemula agar bisa menghasilkan produk yang mampu bersaing dengan produk dari luar” Ujaar Plt Sekda.

Dia mencontohkan, Dinas perindag, Dinas Perikanan, Dinas Koperasi dan Kantor Bapemas bisa saja disatukan untuk mempercepat proses pelayanan serta bantuan kepada pelaku usaha untuk dapat memulai usahanya sebagai indikator guna mempercepat penanggulangan kemiskinan dan mengurangi pengangguran di Rokan Hilir. (*/tris/adv)