Fit And Proper Test Calon Dirut PDAM TI Hanya Diikuti 1 Orang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Meski terbuka untuk umum, namun yang mendaftar dan mengikuti fit and proper test untuk jabatan direktur utama PDAM Tirta Indragiri yang dibuka oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) hanya diikuti oleh satu orang.

Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM  usai melakukan fit and proper test bagi calon direktur PDAM Tirta Indragiri di Balai Utama Kantor Bupati Inhil, Rabu (11/2/2015).

“hanya satu orang yang mengikuti, padahal terbuka untuk umum. kalau Bupati anggap ini tidak layak maka bisa saja peluang untuk jabatan dirut ini dibuka lagi,” sampaikan Sekda.

Diterangkan, memang saat ini bukan Bupati langsung yang melakukan fit and proper test tersebut, namun hasil dari semua yang didapatnya akan disampaikan kepada pimpinan, dalam hal ini Bupati Inhil.

“Bupati yang menentukan layak atau tidaknya, kita hanya menyampaikan point-point serta nilai-nilainya saja yang didapat selama pelaksanaan fit and proper test ini,” tutup Alimuddin.

Sebagaimana diketahui, sejak ditinggalkan Dirut PDAM Tirta Indragiri sebelumnya, Kemas Yusfery yang kini menjabat sebagai Dirut PDAM Pekanbaru. Kursi Dirut perusahaan daerah pengelola air bersih di kabupaten Inhil ini hanya dijabat oleh Pelaksana tugas, Edywan Shasby.

Untuk memaksimalkan pelayanan PDAM TI, Pemkab Inhil mengupayakan untuk merekrut seorang Direktur tetap. Kesempatan untuk menduduki jabatan ini sebelumnya sudah disampaikan Pemkab Inhil secara terbuka. Namun sayangnya hingga batas akhir pembukaan lowongan ini nyatanya hanya mendaftar seorang calon.(mirwan)




Sekdes Dinilai Kerap lalai, Camat Pelangiran Lakukan Evaluasi Setiap Bulan

Suasana saat Sekdes dikumpulkan Pemerintah Kecamatan PelangiranPELANGIRAN (detikriau.org) – Setiap bulannya, Pemerintah Kecamatan Pelangiran mengumpulkan seluruh Sekretaris Desa (Sekdes) se-Kecamatan Pelangiran di aula Kantor Camat setempat. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus memberikan masukan yang dapat dipergunakan dalam menjalankan tugas-tugas Sekdes kedepannya.

Hal tersebut disampaikan Camat Pelangiran Sutarno Wandoyo S Sos MH melalui sambungan selularnya, Rabu (11/2/2015). Menurutnya, jika ini tidak dilakukan bisa menimbulkan kelalaian dalam bekerja.

“Sekdes itu penting keaktipannya dikepemerintahan desa. Jika tidak dilakukan evaluasi, mereka bisa lalai. Biasanya yang kita temui yang kerap lalai bekerja itu ada pada Sekdes. Namun hal ini juga tidak mengurangi perhatian kami terhadap kinerja para Kadesnya,” kata Camat.

Dengan melakukan evaluasi secara berkala ia berharap akan dapat lebih memicu para sekdes untuk dapat menjalankan tugas dan fungsinyansecara lebih maksimal. Jika tidak, dikhawatrikan akan menghambat misi Pemerintah Kecamatan dalam membangun daerah.

“Itu salah satu upaya kita untuk membangun Kecamatan Pelangiran,” tutupnya. (mirwan)




Kunjungi Lapas Tembilahan, Kanwil Kemenkumham Riau Puji Sistem Pengelolaan Kunjungan

Kakanwil Kemenkumham Prov Riau Frans Rizal didampingi sebelah kanan Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham Prov Riau Lilik Heri Sutrisno, dan kiri Kepala Lapas Tembilahan Tommy.Tembilahan (detikriau.org) – Kepala Kanwil Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Riau, Frans Rizal meminta agar lapas Tembilahan dapat lebih mengutamakan pelayanan yang baik terhadap warga binaan maupun keluarganya yang sedang berkunjung ke Lapas. Meski demikian, ia juga mengakui bahwa sistem pengelola kunjungan yang dilakukan petugas dinilainya sudah bagus.

“Berkunjung ke Lapas Tembilahan ini saya cukup senang karena tadi saya juga sempatkan mengecek secara langsung sistem pengelola kunjungan Lapas. di sini sudah dilakukan secara elektronik sehingga dapat berjalan teratur secara otomatis,” Puji Frans Rizal disela sambutannya saat berkunjung ke Lapas Kelas II A Tembilahan, rabu (11/2)

Menurutnya, tujuan pertama dalam kunjungan tersebut ditujukan untuk menguatkan terhadap pelaksanaan tugas-tugas Lapas Tembilahan serta memberikan energi baru kepada petugas agar dapat menjalankan tugas kedepannya dengan lebih baik lagi.(mirwan)




Buka Musrenbang, Plt Sekda, Kegiatan Jangan Sekedar Seremonial

11aBagansiapapi (detikriau.org) – Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Rohil, Riau, Drs.Surya Arfan.Msi secara resmi membuka musyawarah rencana pembangunan tingkat kecamatan di halaman Kantor Camat Bangko, Bagansiapiapi, Rabu (11/2/15).

Sebelum membuka Musrenbang, dalam sambutannya Surya arfan berharap agar Musrenbang ini tidak hanya sekedar seromonial saja. Apa yang dibahas dalam Musrenbang ini harus bisa terealisasi pada tahun 2016 nanti.

“Kita harus mengupayakan usulan semua pihak harus kita terima dan kita programkan,baik itu usulan dari masyarakat melalui Lurah/Penghulu,dari SKPD atau Dari Dewan akan kita programkan,” tuturnya Surya Arfan di hadapan para peserta Musrenbang.

Ia juga berharap agar perbaikan drainase yang ada di sepanjang jalan utama (Kelurahan Bagan Barat) dilakukan dalam tahun ini atau tahun depan. Karna menurutnya hampir setiap tahun, jalan utama ini kebanjiran.

“Jika perlu, setiap tahunnya kita siapkan dana pemeliharaan,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan ini.

Tidak hanya itu, Surya Arfan juga berharap agar ibukota Rokan Hilir (Bagansiapiapi ) semakin diperindah, agar setiap orang luar yang datang ke Rohil merasakan hasil pembangunan dari tahun ke tahunya terus mengalami kemajuan.

“Setiap orang luar datang ke sini (Rohil ), pasti mereka mengunjungi Bagansiapiapi dulu. Mereka jarang ke kecamatan lain. Untuk itu kita perindah ibu kota kabupaten Rohil ini,” ajaknya kepada peserta Musrenbang.

Hadir pada Musrenbang seluruh kepala SKPD atau yang mewakili, dari legeslatif hadir juga anggota DPRD Rohil, Habib Nur, Hendra.ST dan Hj.Suryati. [tris/adv]




Plt Sekda Buka Muscab IDI dan Seminar

11Bagansiapapi (detikriau.org) – Pelaksana Tugas (Plt)Sekda Rohil, Drs.Surya Arfan, Msi secara resmi membuka Musyawarah Cabang ( Muscab ) Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) cabang Rokan Hilir dan sekaligus seminar penatalaksanaan kegawatdaruratan pada kehamilan dan bayi. Acara berlangsung dilantai 5 hotel Lion, Bagansiapiapi, Rabu (11/2/15).

Dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi Muscab IDI, Surya mengajak seluruh dokter yang bekerja dilingkungan pemkab rohil untuk mensukseskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Indikator keberhasilan kepala daerah dinilai dari segi kesehatan. Jika pelayanan bagus, maka kepala daerah terbilang berhasil,” ujarnya.

Menurutnya, jika para dokter, bidan atau perawat melayani para pasien dengan ramah tamah dan penuh dengan senyuman, pasti pasien cepat sembuh. Karena kesembuhan pasien bukan hanya karena obat.

“Coba dokter, perawat sangar dan galak, pasien yang sakit akan bertambah sakit. Jadi intinya kita berharap, jangan sampai ada lagi keluhan dari masyarakat mengenai kinerja dokter,” kata Surya. .

Dia juga mengatakan, untuk dokter spesialis, pemerintah kabupaten Rokan Hilir akan membuat kontrak kerja dengan tujuannya agar para dokter tidak keluar dari Bagansiapiapi.

“Saya juga berharap, usai seminar ini ada peningkatan dalam pekerjaan,” tutupnya. [tris/adv]




Sampah Menumpuk, Warga Keluhkan Kota Tembilahan Jadi Jorok

Tumpukan sampah di Jalan H Said Tembilahan. Selasa (10/2/2015)
Tumpukan sampah di Jalan H Said Tembilahan. Selasa (10/2/2015)

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat kota Tembilahan mengeluhkan keberadaan tumpukan sampah yang masih kerap didapati diberbagai sudut kota Tembilahan.

Salah seorang Ibu Rumah Tangga warga Jalan H Said Tembilahan, Yanti berharap Pemkab Inhil melalui Dinas Terkait untuk dapat bekerja lebih maksimal.

“Setiap hari tumpukan sampah berserakan. Bahkan kadang-kadang memenuhi hingga sepertiga jalan dan menutupi saluran drainase. Apalagi baunya sangat tidak nyaman,” Keluhkan Yanti, selasa (10/2)

Disebutkannya, efek dari tumpukan sampah, selain menimbulkan aroma tidak sedap, kota juga tampak djorok.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Inhil, Eddiwan Shasby menyatakan bahwa belum maksimalnya kinerja Dinas baru pecahan Dinas PU ini disebabkan waktu jam kerja yang masih sangat kurang.

Ia telah merencanakan kedepan menaikkan jam kerja, namun penambahan waktu ini akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Saat ini, ketersediaan anggaran baru diperuntukkan untuk dua jam kerja.

“Kita akan terus upayakan agar persoalan ini segera bisa diselesaikan,” Ujarnya. (mirwan)