Penilaian Kinerja Oleh BPKP, RSUD Puri Husada Tembilahan Masuk Kategori Sehat

Direktur RSUD Puri Husada, dr Irianto
Direktur RSUD Puri Husada, dr Irianto

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelayanan kesehatan yang disediakan dan diberikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Hudada Tembilahan bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinyatakan masuk dalam kategori sehat.

Hal itu diketahui dari hasil penilaian kinerja yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau pada rumah sakit berplat merah tersebut.

Direktur Utama RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto mengatakan, dari jumlah angka satu sampai seratus, RSUD Puri Husada Tembilahan berhasil mendapai nilai 74.

“Dengan nilai ini, Alhamdulillah pelayanan dan kinerja rumah sakit kita masuk kategori sehat,” tutur Irianto saat ditemui detikriau.org usai menghadiri salah satu kegiatan di Kantor Bupati Inhil, kemarin.

Diakui Irianto, memang masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan perbaikan dan penyempurnaan, dalam upaya meningkatkan status dan penilaian yang telah didapat RSUD Puri Husada Tembilahan saat ini.

“Ke depan, sesuai dengan hasil penilaian itu, kita akan lakukan peningkatan di berbagai bidang, seperti pelayanan, infrastruktur bangunan dan SDM-nya, supaya kinerja dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat terus dioptimalkan,” imbuhnya.(adi)

 




Pemakab Inhil Taja Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

10983152_879296475455363_9133453677399806562_nTEMBILAHAN (detikriau.org) – Ribuan warga Tembilahan ikut memeriahkan kegiatan haul akbar syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Muhammad Nawawi Shiddiq Berjan dan Syekh Muhammad Ali bin Syekh Abdul Wahhab yang digelar oleh Pemkab Inhi bertempat dilapangan upacara jalan Gadjah Mada Tembilahan, Sabtu (14/2/2015).

Kegiatan tajaan Pemkab Inhil sempena peringatan HUT Ponpes Albaqiatussa’adiyah ke-14 dan MT Al-Hidayah ke-XVIII Cabang Tembilahan ini, turut dihadiri oleh Bupati HM Wardan, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam, jajaran Forkopimda, pejabat eselon di lingkungan Pemrov Riau dan Pemkab Inhil, tokot masyarakat dan tokoh agama, guru dan siswa se-Kecamatan Tembilahan Kota dan Tembilahan Hulu, serta Al-Ustad KH Said Aqil Siroid.

Bupati Wardan dalam sambutannya menyinggung masalah krisis moral yang tengah melanda generasi muda. Dimana, arus globalisasi yang semakin canggih saat ini menghasilkan banyak dampak negatif terutama bagi generasi penerus bangsa.

“Saya menilai, saat ini generasi muda kurang dibentengi dengan ilmu agama, ini merupakan tugas kita bersama untuk memperbaikinya,” tutur Bupati.

Oleh karena itu, dengan banyaknya kegiatan bernuansa Islami seperti ini, diharapkan dapat menjadikan generasi muda di Negeri Seribu Parit lebih faham dengan nilai-nilai agama.

“Sumberdaya manusia harus terus kita tingkatkan kompetensinya, sesuai kebutuhan, kemajuan dan tuntutan zaman. Dan sya pikir untuk menghasilkan pembangunan yang baik, harus diawali dengan penanaman moral yang baik pula kepada generasi muda kita,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tanfziyah Pengurus Besar NU Pusat, KH Said Aqil Siroij dalam tausiyah menyatakan bahwa hanya orang berilmu yang bisa mencapai kebenaran dalam kehidupannya.

“Jadi sudah seharusnya kita mempelajari ilmu agama melalui kitab suci Al Qur’an dengan baik dan benar, guna memperoleh keberkahan dan keridhaan dari Allah SWT,” imbuhnya

Sementara itu, Ketua Pelaksana Haul Akbar KH Muis Kurnain menyampaikan untuk antisipasi dan menjaga keamanan haul akbar syekh Abdul Qadir Jailani, pihak panitia dibantu oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Inhil bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres Inhil menurunkan sebanyak 168 personil pengaman.

“Dengannya insyaallah suasanan aman dan kondusif akan terjaga baik,” imbuhnya. (wan/adi/adv Pemkab Inhil)




Awal Maret, Pemkab Wacanakan Gelar pameran dan Kontes Batu Akik

14Bagansiapapi (detikriau.org) – Pemerintah kabupaten Rokan Hilir bekerjasama dengan komunitas batu akik awal Maret berencana membuka pameran dan kontes batu akik.

Untuk mensukseskan acara tersebut, telah dibentuk panitia yang langsung dilakukan dipimpin bupati melalui Asisten II Setda Rohil Bidang Ekbang Hasrial.SE, M.Si, Jumat malam (14/2/1) bertempat dilantai 4 Kantor Bupati Rohil, di Bagansiapiapi.

Pameran dan kontes yang akan dilaksanakan di Pujasera Jalan Pulau Baru, Bagansiapiapi merupakan inisiatip bupati Rohil, H.Suyatno mengingat saat ini tengah boomingnya batu akik di semua daerah. Sesuai rencana bupati, daerah kabupaten Rokan Hilir setelah diamati ternyata alamnya memiliki kandungan meneral berupa batu yang bisa dipamerkan dalam ajang kontes dan pameran.

Seperti potensi batu akik dari Pulau Jemuar yang selama ini dikenal sebagai pulau terluar dan memiliki potensi wisata ternyata memiliki bahan batu akik yang tidak kalah dengan daerah lainya seperti di Rokan Hilir. Selain batu akik dari Pulau Jemur, daerah lain di Rokan Hilir yang memiliki potensi batu akik yaitu di kecamatan Pujut. Kedua daerah ini bisa dikembangkan sebagai daerah batu akik yang tidak kalah keindahanya dengan daerah lainya.

Dalam moment itu nantinya menurut Asisten II Hasial, Pemkab Rohil juga memiliki dua agenda penting, yaitu hari bersar Imlek dan Musyawarah Daerah Lembaga Adat Melayu Rokan Hilir. “Ini akan dilaksanakan awal Maret,” kata Hasrial.

Ketua Panitia, Iwan mengatakan bahwa pameran dan kontes batu permata dan akik atas inisitaif bupati Rohil H.Suyatno. Selain menggelar kontes batu permata dan akik. acara ini juga akan diikuti peserta luar Rokan Hilir. Pemkab Rohil dan panitia juga akan memamerkan bongkahan batu asal Pulau Jemur dan Pujud untuk dipromosikan kemasyarakat luar.

“Khusus untuk memamerkan batu asli Rohil, kita akan menyiapkan satu stand nantinya,” ujarnya.

Ia juga memberi kesempatan dengan kabupaten lain seperti Kuansing dan Rohul untuk memamerkan batu asal Kabupaten masing-masing. Kita akan siapkan stand untuk kabupaten lain yang ingin ikut serta dalam acara ini,” tandas Iwan selaku Ketua Panitia. [ tris/adv ]




Edy : Musrenbang Jangan Sebatas Kegiatan Seremonial Belaka

Anggota DPRD Inhil, Edi Haryanto Sindrang
Anggota DPRD Inhil, Edi Haryanto Sindrang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) merupakan salah satu wadah yang paling baik dan tepat untuk menyerap aspirasi dan usulan program pembangunan daerah dari seluruh lapisan masyarakat.

Oleh karena itu, pelaksanaan musrenbang baik di tingkat desa atau kelurahan, kecamatan hingga kabupaten haruslah dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh.

Menurut Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edy Haryanto Sindrang, selama ini rata-rata pelaksanaan Musrenbang terutama di tingkat kecamatan, hanya dihadiri oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat, Lurah dan Kepala Desa (Kades) saja.

“Saya harapkan Musrenbang ini jangan hanya sebatas kegiatan seremonial belaka. Jadi, seharusnya dihadiri oleh kelompok atau perwakilan masyarakat,” tutur Edy kepada detikriau.org, ditemui di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas, kemarin.

Kehadiran perwakilan masyarakat tersebut, lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, bertujuan untuk menyampaikan aspirasi dan keinginan masyarakat terutama dalam pembangunan daerahnya, untuk kemudian dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Seharusnya yang hadir pada Musrenbang itu adalah Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), RT dan RW. Kalau hanya perwakilan SKPD, Camat, Lurah dan Kades, lebih baik langsung diadakan di tingkat kabupaten saja,” pungkasnya.(Adi)




10 Hari Hilang, Wanita Lansia Ditemukan Membusuk

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

KEMPAS (detikriau.org) – Wanita lanjut usia atas nama Siti Masmura (75) warga Desa Pekan Tua Kecamatan Kempas ditemukan warga dalam keadaan sudah membusuk. Penemuan mayat ini ditemukan pertamakali oleh Salikin (40) pada hari Kamis (12/2/2015) kemaren di RW 08 kelurahan Kempas Jaya.

Kabarnya, wanita lansia ini telah meninggalkan rumah 10 hari sebelumnya atau sejak hari Selasa (3/2/2015) lalu, dan pada saat kepergiannya itu tanpa diketahui keluarga sehingga tidak diketahui keberadaannya, meski keluarga korban telah melakukan pencarian.

Menurut keterangan kepolisian, pada saat itu penemu mayat sedang mencari rumput di TKP, namun merasa ada aroma tak sedap, lantas si pencari rumput itu berusaha mencari tahu sekitar pukul 13.00 WIB.

“Saat itu juga ia menemukan asal bau bangkai, dan yang ditemukannya itu bangkai manusia berkelamin wanita yang telah hilang 10 hari sebelumnya,” ujar Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas Iptu Warno Akman, Jum’at (13/2/2015).

Dijelaskan Warno, setelah ditemukannya mayat itu, Saksi langsung mengabarkan kepada warga setempat, terlebih ia mengabarkan keluarga korban dan tidak lama kemudian kelurga korban langsung menghampiri TKP. “Keluarga korban membenarkan bahwa mayat itu salah satu anggota keluarganya yang hilang,” jelasnya.

lanjut Warno, Polsek Kempas jajaran Polres Inhil langsung membawa mayat ke Puskesmas terdekat dilakukan visum dan kemudian menyerahkan mayat ke pihak keluarga untuk dikebumikan sebagaimana layaknya.

“Penyebab kematian korban belum kita ketahui dan masih dalam proses penyelidikan.” Tandasnya.(mirwan/Adi)




Tingkatkan Pemahaman Masyarakat, Tenaga Medis Diminta Gencar Lakukan Promosi dan Sosialisasi Kesehatan

Sekretaris Dinas Kesehatan Inhil, Ridwan Ahim
Sekretaris Dinas Kesehatan Inhil, Ridwan Ahim

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tenaga medis di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk gencar melakukan promosi dan sosialisasi tentang kesehatan di wilayah kerjanya masing-masing.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, Ridwan Ahim dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat, khususnya di bidang pelayanan kesehatan.

Dikatakan Ridwan, para tenaga medis seperti dokter, bidan, perawat dan lain sebagainya harus benar-benar menyadari apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan atau abdi masyarakat.

“Salah satu tugas tenaga medis, yakni harus gencar melakukan promosi dan sosialisasi masalah kesehatan, karena ini sangat penting bagi masyarakat,” tutur Ridwan saat ditemui detikriau.org usai menghadiri prosesi penyerahan SK pengangkatan 32 tenaga honorer dokter sebagai CPNS di lingkungan Pemkab Inhil, yang digelar di aula Kantor Bupati, kemarin.

Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan oleh tenaga medis, khususnya para dokter adalah dengan meningkatkan kerjasama dan koordinasi bersama masyarakat serta fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di seluruh daerah di Negeri Seribu Parit.

Sementara itu, terkait dengan pengangkatan 32 tenaga honorer dokter menjadi CPNS, mantan Kabag Humas Setda Inhil ini mengaku bahwa pihaknya merasa sangat terbantu, apalagi penempatannya menyebar ke seluruh pelosok dan daerah terpencil.

“Kita harapkan para dokter ini dapat bekerjasama dan mendukung upaya peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, dalam rangka mewujudkan Inhil Sehat, menuju kabupaten yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat,” imbuhnya.(adi)