Razia Cipta Kondisi, Satpol PP Jaring 30 Muda-mudi

mesum-pacaran_20141209_092953TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berhasil jaring sebanyak 30 muda-mudi, dari jumlah itu yakni 16 laki-laki dan 14 perempuan pada razia cipta kondisi, Sabtu (14/2/2015) malam.

Menurut Kepala Satpol PP TM Syaifullah kepada awak media, Minggu (15/2/2015), razia ini ditujukan untuk mencegah Penyakit Masyarakat (Pekat) lebih khusus kepada kaum muda-mudi.

“Selain tugas, kami memenuhi laporan warga bahwa ada beberapa titik yang diduga dijadikan tempat miras, mesum dan lain sebagainya,” sebut Syaifullah.

Tempat-tempat tersebut, dikatakannya yakni Jembatan Sungai Luar, Pelabuhan Parit 21, sepanjang Jalan Pendidikan Tembilahan lebih khusus disekitar Kantor Pemerintah, kawasan Kantor DPRD Inhil, dan beberapa titik lainnya.

Mereka yang terjaring razia lanjut Kasatpol PP, telah dilakukan pendataan serta dikembalikan ke orang tua masing-masing. Sebelumnya, mereka itu terlebih dahulu dilakukan sedikit pembinaan dan pemahaman terhadap perbuatan yang telah mereka, dengan tujuan tidak terulang kemabali untuk kedua kalinya.

“Kami minta kerjasamanya dari orang tua masing-masing, jangan sampai prilaku seperti itu terulang lagi,” imbuhnya.(mirwan/adv pemkab inhil)




Pemprov Riau Kucurkan Dana Rp 44 Milyar Perbaharui Pasar Terapung Tembilahan

Didampingi Bupati Inhil, HM Wardan, (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman saat meninjau kondisi pasar di jalan Yos Sudaraso Tembilahan beberapa waktu lalu
Didampingi Bupati Inhil, HM Wardan, (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman saat meninjau kondisi pasar di jalan Yos Sudaraso Tembilahan beberapa waktu lalu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun 2015 ini, Bangunan Pasar Terapung yang ada di Jalan Yos Sudarso Tembilahan direncanakan oleh Pemerintah akan bongkar dan diganti dengan bangunan baru.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan dalam sambutannya pada acara peresmian Pasar Umbut Kelapa Jalan Kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu, Jum’at (13/2/2015) kemaren.

“Pasar Terapung di Jalan Yos Sudarso akan kita bongkar dan akan kita bangun dengan bangunan baru,” ungkap Bupati.

Disampaikannya juga, dana untuk pekerjaan pembangunan pasar terapaung ini didapatkan melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun anggaran 2015. Rencana ini sudah mapan, sebab dana yang akan direalisasikan itu telah disediakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas terkait.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau, Ramli Walid membenarkan hal ini. Menurtunya, dana yang disediakan pada pergantian pembangunan Pasar Terapung tersebut sebesar Rp 44 miliyar.

“Jadi, disamping membangun pasar yang sudah direalisasi tahun 2015 ini, kita berencana kembali membangun dan mengganti pasar ikan di Jalan Yos Sudarso Tembilahan dengan alokasi dana sebesar Rp 44 miliyar dari APBD Provinsi Riau,” terang Ramli.(mirwan/adv pemkab inhil)




2015, Inhil Tuan Rumah Pucak HUT Satpol PP dan Linmas

devile-satpol-pp-kab-inhil-saat-peringatan-hut-satpol-pp-ke-63-dan-hut-linmas-ke-51-tingkat-nasional-yang-diselenggarakan-di-jln-gajah-mada-pekanbaru-jumat-19-april-2013TEMBILAHAN (detikriau.org) – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-65 dan HUT Linmas ke-53 tahun 2015 tingkat Provinsi Riau rencananya dipusatkan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada bulan Maret mendatang.

Kepala Satpol PP TM Syaifullah menyampaikan dari rencana Kabupaten Inhil dijadikan puncak HUT Satpol PP dan HUT Linmas ini telah disepakati seluruh Satpol PP Kabupaten dan Kota se-Provinsi Riau. Dan kesepakatan ini merupakan hasil rapat di kota Pekanbaru pada hari Kamis (12/2/2015) kemaren yang dihadiri seluruh Kepala Satpol PP se-Riau.

“Pada rapat itu saya sudah ekspos disana dan sudah dapat persetujuan, seluruh Satpol PP Kabupaten dan Kota se-Provinsi Riau sepakat menunjuk Kabupaten Inhil sebagai tuan rumah HUT Satpol PP dan HUT Satuan Linmas tahun 2015 ini,” katanya kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, Minggu (15/2/2015).

Untuk rencana waktu pelaksaan acara, dijelaskan Syaifullah, ia mengagendakan penetapan harinya pada minggu ketiga dibulan Maret, dan ini telah diminta persetujuan dari Bupati Inhil.

Ia menerangkan dari agenda diminggu ketiga tersebut disebabkan hari puncak HUT Satpol PP dan Sat Linmas untuk tingkat nasional akan diselenggarakan pada tanggal 3 Maret di kota Bandung. Oleh sebab itu, untuk Provinsi Riau diinginkannya setelah terlaksananya puncak acara ditingkat nasional.

“Dalam rangkaian kegiatan disini nanti diisi dengan beberapa kegiatan Bhakti Sosial diantaranya gotong royong massal, pengecatan serta pembersihan rumah ibadah, kemudian donor darah dari Satpol PP se-Riau, kemudian kegiatan-kegiatan olahraga, kegiatan ini kurang lebih memakan waktu dua atau tiga hari,” tuturnya.

Untuk puncak kegiatan, diterangkannya, puncak kegiatan akan dilaksanakan upacara gelar pasukan yang dihadiri minimal 35 anggota Satpol PP yang dikirim disetiap perwakilan. Sedangkan untuk pelaksanaan upacara, ia menyebutkan hal itu menjadi alternatif, disamping memiliki lapangan upacara sendiri, kemungkinan akan dilaksanakan di lapangan Kantor Bupati Inhil.

Meski telah disepakati, namun saat ini ia meminta persetujuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. “Kita tinggal meminta persetujuan dari Gubernur Riau saja lagi, selain itu tidak ada lagi persoalan,” tutupnya.(mirwan/adv pemkab inhil)




Maksimalkan Pekerjaan, Rekanan Diminta Lengkapi Peralatan

proyek-DPU-Jalan-ilustrasi-ikonTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh rekanan atau kontraktor yang ingin melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk melengkapi berbagai peralatan yang akan digunakan untuk melaksanakan perkerjaan pembangunan.

Langkah tersebut dalam upaya meningkatkan dan memaksimalkan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh pihak rekanan.

Anggota Komisi III DPRD Inhil, Zulbahri mengatakan, peralatan yang lengkap adalah faktor pendukung paling penting yang harus dimiliki..

“Saya tidak mau rekanan itu dalam melaksanakan pekerjaannya ternyata peralatan banyak yang tidak punya,” tutur Zulbahri, belum lama ini.

Dijelaskan, memiliki peralatan yang lengkap merupakan kewajiban bagi rekanan, karena itu adalah konsekuensi yang harus dipenuhi jika memang ingin tetap eksis sebagai kontraktor.

“Kontraktor jangan menyalahkan Pemkab saja bahwa ULP dan segalanya bermasalah, namun kontraktor harus sadar, selama ini peralatan yang mereka miliki belum lengkap,” terangnya.

Oleh karena itu, politisi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Inhil ini meminta, baik Pemkab maupun rekanan untuk kedepannya lebih memperbaiki kinerja masing- masing, karena menurutnya APBD Inhil adalah hak yang harus dirasakan oleh masyarakat Inhil pula, jangan sampai karena kesalahan salah satu pihak masyarakat tidak dapat menikmati pembangunan sebagimana semestinya.

“Contohlah yang diluaran sana, mereka lebih profesional dalam bekerja. Jadi, ke depan saya harapkan hasil dari pembangunan harus lebih berkualitas lagi,” pungkasnya.(adi)




Ini Dia Penyebab Terbakarnya Speedboad di Perairan Guntung-Inhil

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir (Inhil), akhirnya diketahui penyebab terbakarnya Speedboad MYana di perairan Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Sabtu (14/2/2015) sekitar pukul 10.15 WIB.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian, kronologis terjadinya kebakaran tersebut bermula sekitar pukul 10.00 WIB Speedboad MYana datang dari arah Batam menuju Kuala Enok.

“Diperjalanan, speedboad bersandar di pangkalan BBM di Parit 12 Desa Air Tawar, untuk mengisi BBM jenis Bensin,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Paur Humas, Iptu Warno Akman.

Kemudian, pada saat speedboad tersebut melanjutkan perjalanan menuju Kuala Enok, sesaat setelah melepas tali dan berangkat meninggalkan Pangkalan BBM, supir speedboad Fachyuddun (40) menghidupkan mesin speedboad.

“Ketika menghidupkan mesinnya, terjadilah konsleting pada mesin, hingga menyebabkan kebakaran dan semua orang yang ada didalamnya terjun ke air menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Warno.

Adapun jumlah penumpang (korban) di dalam speedboad tersebut seluruhnya berjumlah 8 orang, 5 diantaranya penumpang, 1 supir dan 2 ABK speedboad.

“Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, sedangkan kerugian materil belum dapat ditaksir,” imbuhnya.(adi)




Sedang Diperjalanan, Speedboad Terbakar di Perairan Guntung-Inhil

imageKATEMAN (detikriau.org) – Belum diketahui apa yang menjadi penyebabnya secara pasti, sehingga membuat sebuah speedboad terbakar ketika berada di perairan Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (14/2/2015).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah seorang warga Guntung yang mengetahui kejadian tersebut, api yang membakar speedboad itu muncul karena kondisi mesin yang panas dan kebetulan terdapat jerijen minyak di dekat mesin, sehingga api langsung menyambar.

“Penumpang langsung melompat ke air dan diselamatkan oleh speedboat lainnya yang kebetulan berada dekat lokasi,” kata Ijunk.

Informasi sementara yang didapat dari pihak kepolisian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kasatpol Air Polres Inhil, AKP Supandi mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan data dan keterangan terkait kejadian yang baru saja terjadi ini, sehingga pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih lanjut.

“Masih dalam pengumpulan data. Tapi untuk sementara korban jiwa tidak ada, hanya yang menderita luka bakar,” terangnya.(adi)