Anjing Belang Gigit 4 Warga GAS

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

Gaung Anak Serka (detikriau.org) – Sebanyak 4 warga Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menderita luka-luka akibat diserang dan digigit oleh seekor anjing liar, Jum’at (20/2/2015).

Kejadian yang terjadi di sekitar lokasi pasar Kelurahan Teluk Pinang ini, sontak saja membuat heboh warga setempat. Pasalnya, hal tersebut terjadi secara mendadak dan tanpa diketahui penyebabnya.

Menurut informasi yang diperoleh dari sejumlah warga, anjing yang menyerang dan menggigit orang tersebut tidak diketahui darimana asalnya, karena baru pertama kali melihat hewan yang gigitannya bisa menyebabkan penyakit rabies ini berkeliaran di daerah setempat.

“Tadi siang, ada seorang guru yang digigit oleh anjing itu dan sekarang sudah dibawa ke Rumah Sakit Tembilahan,” tutur Ison, warga Parit 8 Kelurahan Teluk Pinang.

Selain menyerang dan menggigit seorang guru, lanjut Ison, anjing belang berwarna hitam dan putih ini juga sempat menyerang dan menggigit 3 warga lainnya.

“Anjing itu sudah dibunuh oleh warga untuk menghindari terjadinya hal-hal lain yang tidak diinginkan,” imbuhnya.(adi)




Air Pasang Kembali Melanda, Masyarakat Diimbau Waspadai Berbagai Penyakit

image-1 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Naiknya volume air Sungai Indragiri beberapa hari belakangan ini membuat sejumlah ruas jalan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama Kota Tembilahan terendam.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya anak-anak untuk bermain di lokasi yang digenangi air. Padahal, air tersebut tidak bersih dan bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti penyakit kulit dan diare.

Oleh karena itu, seluruh masyarakat di Negeri Seribu Parit diminta mewaspadai penyakit-penyakit yang akan timbul disebabkan air pasang tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, air pasang yang naik kepermukaan jalan tersebut merupakan air kotor yang mengandung bakteri penyebab penyakit, seperti penyakit kulit dan diare. Selain itu, perubahan cuaca saat ini juga sangat rentan terhadap penyebaran penyakit-penyakit tersebut.

“Untuk itu, kita berharap warga selalu waspada dan terus menjaga kesehatannya, agar tidak terserang penyakit pada musim air pasang yang sedang melanda Kota Tembilahan saat ini,” tutur Alvi kepada detikriau.org, Jum’at (20/2/2015).

Selanjutnya, alvi juga berharap para orang tua dapat mengontrol anak-anaknya agar tidak bermain-main di air yang menggenangi permukaan jalan, apalagi saat air mulai pasang, karena disamping untuk menghindari berbagai penyakit yang akan timbul nantinya, juga untuk menjaga keselamatan anak-anak dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kepada orang tua kita imbau agar mencegah anak-anaknya untuk tidak mandi dan berenang saat air pasang. Karena apabila terminum air yang kotor itu, dikhawatirkan anak-anak akan mengalami sakit perut,” terang mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Sementara itu, salah seorang anak yang ditemui detikriau.org menjelaskan, bahwa ia dan teman-temannya sangat senang apabila musim air pasang tiba, karena mereka bisa bermain sambil mandi dan berenang di air yang menutupi badan jalan tersebut.

“Kalau banjir begini asyik maennya bang, kita bisa maen bola sambil basah-basahan dan berenang bersama-sama,” kata Ican, ketika sedang bermain bola dan bersenda gurau bersama teman-temannya di salah satu jalan yang digenangi air.

Pantauan di lapangan, di beberapa ruas jalan di Kota Tembilahan, seperti Jalan Baharuddin Yusuf, Jalan H Said dan Arsyad Ahmad, serta Jalan Gunung Daek Tembilahan. Sekitar pukul 16.30 WIB, jalan-jalan tersebut mulai digenangi oleh air, dan lama-kelamaan menutupi seluruh badan jalan. Kondisi jalan yang tergenang tersebut, banyak dimanfaatkan anak-anak untuk bermain-main air. (adi)




Wujudkan Kota Bersih, Pemkab Inhil Diminta Libatkan IRT

fcffa82e8576da1902d2a3bdh-28301TEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna mewujudkan Tembilahan sebagai kota yang bersih dan bebas sampah, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta melibatkan kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT).

Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPRD Inhil, Okta Hasanatan karena mengingat IRT merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar di Kota Tembilahan.

“Berbagai program Pemkab Inhil untuk menciptakan Kota Tembilahan yang bersih, tentunya harus melibatkan IRT didalamnya,” tutur Okta, belum lama ini.

Melibatkan IRT dalam program kebersihan lingkungan, lanjut Okta, dapat dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan, salah satunya dengan mendaur ulang sampah yang masih bisa digunakan.

“Caranya bisa melalui organisasi wanita atau kelompok yasinan ibu-ibu, dengan memberikan pemahaman kepada mereka, sehingga mendukung dan berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan,” terangnya.

Lebih jauh politisi dari Partai Golongan karya (Golkar) Inhil ini menyatakan, dirinya turut prihatin melihat kondisi Tembilahan yang terdapat banyak sampah di mana-mana. Padahal, banyak tersedia tong-tong sampah, baik sampah organik maupun non organik.

“Ini terjadi karena SDM kita yang kurang, itulah kenapa saya menekankan kepada intansi terkait, baik itu Badan Lingkungan Hidup maupun Dinas Kebersihan untuk mengikutsertakan IRT dalam mewujdkan Tembilahan sebagai kota bebas sampah,” imbuhnya.(adi)




Pemkab Inhil Jalin MoU Bersama Pemkab Karimun

DSC_2140TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkab Karimun. Kerjasama ini dibicarakan langsung antara kedua pihak di Balai Kantor Bupati Inhil, Jum’at (20/2/2015).

Kerjasama kedua pemerintah Kabupaten ini meliputi 9 bidang diantaranya, koneksitas antar dua daerah, pendidikan, kesehatan, perhubungan, perindustrian dan perdagangan, pariwisata dan budaya, perikanan dan kelautan, pertanian perkebunan dan kehutanan, dan terakhir tenaga kerja.

Dari 9 bidang tersebut telah disepakati oleh kedua belah pihak dan akan dilanjutkan pekerjaannya secara teknis oleh SKPD-SKPD terkait.

Pembahasan kerjasama ini dilakukan dalam pertemuan oleh Asisten I Setdakab Inhil Darussalam dan Asisten II Setdakab Karimun, Arnadi Supa’at serja jajaran SKPD kedua pihak. Selain itu, disaksikan juga oleh Ketua Komisi I, II, III, dan IV DPRD Kabupaten Inhil.

Asisten I Setdakab Inhil, Darussalam memaparkan bahwa sebelumnya Pemkab Inhil ini telah mencoba memikirkan kerjasama antar beberapa daerah. Kebetulan saat ini, pertama yang dilakukan kerjasamanya terhadap Kabupaten Karimun.

Pada MoU tersebut, dikatakan Darussalam ada beberapa hal yang perlu dicoba menjajaki, terutama dibidang pendidikan. “Intinya, pertemuan kita hari ini mencoba membahas lebih detail dan konkrit terhadap kerjasama ini. Yang jelas, kerjasama antara dua daerah ini saling menguntungkan,” katanya.

Untuk keuntungan kedua pihak dijelaskannya, gambaran awalnya ada pada beberapa bidang seperti dari sisi transportasi, kesehatan, pendidikan dan ketenagakerjaan. Apalagi katanya, diketahui bahwa Kabupaten Karimun itu sudah dikembangkan menjadi industry maritim dengan banyaknya investor-investor asing yang masuk dan ini membutuhkan tenaga kerja cukup banyak.

“Tentu saja kita akan mempersiapkan tenaga-tenaga kerja dari putra daerah sesuai kualifikasi yang mereka butuhkan nantinya,” pungkas Asisten I Setdakab Inhil.

Untuk tindak lanjut kedepan lanjut Darussalam, Pemkab Inhil akan membuat rincian dan pajangan kerjasama ini untuk ditanda tangani oleh kedua kepala daerah nantinya.

Sementara itu, Asisten II Setdakab Karimun Arnadi Supa’at saat menyatakan bahwa kerjasama seperti ini memang harus dibahas secara detail oleh kedua belah pihak.

Terkait banyak investor yang masuk, Asisten II Setdakab Karimun membenarkan adanya hal tersebut. bahkan diyakinkannya, dari banyaknya investor tersebut sangat membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas. Untuk saat ini kebutuhan tenaga kerja itu belum bisa dipenuhi seluruhnya oleh Kabupaten Karimun.(mirwan/adv pemkab inhil)




Musim Tanam Kedelai, Rohil Wacanakan Undang Mentri Pertanian

BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Rokan Hilir rencanakan mengundang Menteri Pertanian, Amran Sulaiman untuk meninjau secara langsung daerah yang potensial untuk pengembangan budi daya tanaman kacang kedelai di Rokan Hilir.

Menurut Bupati, luas lahan tanaman pangan kacang kedelai di Rokan Hilir mencapai 1350 Hektar dan ini merupakan lahan budidaya kedelai terbesar di provinsi Riau. Bahkan dari jumlah itu direncanakan akan bertambah seiring meningkatnya harga kedelai dipasaran nasional.

Agar produksi kedelai bertahan, Suyatno meminta kepada camat dan penghulu se Kabupaten Rokan Hilir memberikan pemahaman agaar para petani tidak mengalihfungsikan lahan tanaman kedelai dengan tanaman lain karena akan berujung pada penurunan produksi kedelai.

“Bulan Maret nanti memasuki musim bercocok tanam kedelai. Pada saat itu, kita akan mengundang menteri pertanian untuk melihat secara langsung. Semoga dengan turunnya mentri akan berdampak langsung terhadap penambahan anggaran sesuai program yang dicanangkan swasembada kedelai hingga tahun 2017.” Sampaikan Bupati disela sambutannya pada acara konsolidasi pelaksana UPSU Padi, Jagung, dan Kedelai di Kantor Bupati Rokan Hilir, Lt 4, pada hari Rabu (18/02/2015) kemaren. (tris/adv)




Cegah Penyakit Dari Gigitan Nyamuk, Masyarakat Diimbau Gunakan Kelambu Saat Tidur

kelambuTEMBILAHAN (detikriau.org) – Mencegah penyebaran berbagai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, salah satu upayanya bisa dilakukan dengan mempergunakan kelambu saat tidur.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie. upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang biasanya muncul saat peralihan musim seperti sekarang ini.

Upaya lainnya agar tidak mudah tertular berbagai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, diantaranya adalah dengan menggunakan obat nyamuk atau memakai obat oles anti nyamuk.

“Namun, cara yang paling efektif dan sangat mudah untuk dilakukan adalah dengan menggunakan kelambu saat tidur, serta menjalankan pola hidup sehat dan bersih,” tutur Alvi kepada detikriau.org, belum lama ini.

Dijelaskan Alvi, kondisi cuaca saat ini merupakan saat-saat yang sangat tepat untuk meningkatkan pola hidup sehat dan bersih, dalam upaya mencegah perindukan vektor penyakit, serta penularan dan penyebaran penyakit tular vektor.

“Kita harapkan kerjasama dan peran aktif seluruh masyarakat, khususnya dalam mengendalikan berbagai penyakit tular vektor, seperti Malaria, Demam Berdarah Dengue (DBD), Filariasis, Chikungunya, Japanese Encepahlitis dan Pes,” terangnya.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, salah satu upaya konkrit di lapangan, terutama untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit tular vektor dapat dilakukan dengan pemberantasan sarang-sarang nyamuk, serta selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan masing-masing.

“Kita juga mengimbau masyarakat agar mendisiplinkan diri dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya, dengan melakukan 3M, yakni menguras bak mandi, menutup rapat tempat-tempat penampungan air dan mengubur kaleng-kaleng bekas, dalam upaya mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk,” imbuhnya.(Adi)