Kadis DPMPTSP Hadiri Ramah Tamah antara PJ Bupati Indragiri Hilir dan HIPMI

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – PJ Bupati Indragiri Hilir, H. Erisman Yahya, mengadakan acara ramah tamah bersama Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Indragiri Hilir Provinsi Riau. (21/08/24).

Acara yang berlangsung di sebuah lokasi strategis tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala dinas, termasuk Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Haryono, Kepala Dinas Perhubungan Indrawansyah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Umar, serta Kepala Dinas Pendidikan Irwan. Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Al Yusroni Pagta, juga hadir mewakili dinas tersebut.

Dalam acara tersebut, pengurus HIPMI menyampaikan ucapan selamat kepada H. Erisman Yahya atas amanatnya sebagai PJ Bupati Indragiri Hilir. 

Ketua HIPMI Indragiri Hilir menekankan pentingnya hubungan harmonis yang telah terjalin antara HIPMI dan pemerintah daerah, khususnya dengan Dinas Penanaman Modal dan PTSP. “Kami berharap ke depan, kolaborasi dan kerjasama antara HIPMI dan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dapat semakin ditingkatkan,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk membahas peluang kerjasama yang dapat mempererat hubungan antara HIPMI dan pemerintah daerah. 

Beberapa inisiatif yang dibahas meliputi pembangunan pusat kuliner dan bazaar serta penyelenggaraan temu bisnis untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). H. Erisman Yahya merespons positif usulan tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung setiap inisiatif yang dapat meningkatkan perekonomian lokal.

Haryono, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, menambahkan bahwa pengembangan pusat kuliner dan bazaar tidak hanya akan memberikan ruang bagi UMKM untuk berjualan, tetapi juga akan menarik perhatian pengunjung dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. 

“Kami ingin menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM, sehingga dapat bersaing secara sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Acara ramah tamah ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk bekerja sama dalam memajukan perekonomian daerah. 

Dengan sinergi antara pemerintah dan pengusaha muda, diharapkan Indragiri Hilir dapat berkembang menjadi daerah yang lebih inovatif dan berdaya saing. 

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan antara HIPMI dan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk masa depan yang lebih baik. (Galery) 




Dinkes Inhil Jelaskan 5 Dampak Utama dari Stunting

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik dan perkembangan otak pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang sering kali terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu mulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun. Rabu (21/8/24).
 

Dengan itu Dinas Kesehatan kabupaten Indragiri hilir provinsi Riau yang disampaikan oleh kasi Maria mengatakan kami terus memberikan informasi kepada masyarakat terkait Dampak stunting pada balita dan bayi sangat serius.

Berikut adalah lima dampak utama dari stunting:

1. Perlambatan  Pertumbuhan Pada Anak

Fisik: Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari anak-anak sebaya mereka yang tidak mengalami stunting.

2. Penurunan Kekebalan Pada Anak

Otak: Stunting dapat menghambat perkembangan otak anak, yang berpotensi mengurangi kemampuan kognitif dan prestasi belajar di kemudian hari

3. Penurunan Kecerdasan Pada Anak

Anak yang stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan kecerdasan, yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan interaksi sosial mereka.

4. Resiko Penyakit Metabolik di Masa Dewasa

Dewasa: Stunting pada masa anak-anak berhubungan dengan peningkatan risiko terkena penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit jantung ketika mereka dewasa.

5. Penurunan Kekebalan Pada Anak

Tubuh: Anak yang mengalami stunting rentan terhadap infeksi dan penyakit lainnya karena sistem kekebalan tubuh mereka tidak berkembang dengan optimal.Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui pemberian nutrisi yang cukup sejak kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak. Dukungan dan peran aktif dari keluarga, masyarakat, serta pemerintah dalam meningkatkan pemahaman dan akses terhadap gizi yang baik sangat penting untuk mengurangi angka stunting di Indonesia. (Adv Dinkes Inhil)




Diskes Inhil Terus Edukasi Masyarakat Terkait Dampak Stunting

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik dan perkembangan otak pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang sering kali terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu mulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun. Rabu (21/8/24).

Dengan itu Dinas Kesehatan kabupaten Indragiri hilir provinsi Riau yang disampaikan oleh kasi Maria mengatakan kami terus memberikan informasi kepada masyarakat terkait Dampak stunting pada balita dan bayi sangat serius.

Berikut adalah lima dampak utama dari stunting:

  1. Perlambatan Pertumbuhan Pada Anak

Fisik: Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari anak-anak sebaya mereka yang tidak mengalami stunting.

  1. Penurunan Kekebalan Pada Anak

Otak: Stunting dapat menghambat perkembangan otak anak, yang berpotensi mengurangi kemampuan kognitif dan prestasi belajar di kemudian hari.

  1. Penurunan Kecerdasan Pada Anak

Anak yang stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan kecerdasan, yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan interaksi sosial mereka.

  1. Resiko Penyakit Metabolik di Masa Dewasa

Dewasa: Stunting pada masa anak-anak berhubungan dengan peningkatan risiko terkena penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit jantung ketika mereka dewasa.

  1. Penurunan Kekebalan Pada Anak

Tubuh: Anak yang mengalami stunting rentan terhadap infeksi dan penyakit lainnya karena sistem kekebalan tubuh mereka tidak berkembang dengan optimal.

Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui pemberian nutrisi yang cukup sejak kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak. Dukungan dan peran aktif dari keluarga, masyarakat, serta pemerintah dalam meningkatkan pemahaman dan akses terhadap gizi yang baik sangat penting untuk mengurangi angka stunting di Indonesia. (Adv)




Kepala Dinkes Inhil Ungkap 5 Dampak Dari Stunting

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik dan perkembangan otak pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang sering kali terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu mulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun. Rabu (21/8/2024).

Dengan itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau yang disampaikan oleh Kasi Promkes, Maria mengatakan akan terus memberikan informasi kepada masyarakat terkait Dampak stunting pada balita dan bayi sangat serius.

Berikut adalah lima dampak utama dari stunting:

  1. Perlambatan Pertumbuhan Pada Anak

Fisik: Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari anak-anak sebaya mereka yang tidak mengalami stunting.

  1. Penurunan Kekebalan Pada Anak

Otak: Stunting dapat menghambat perkembangan otak anak, yang berpotensi mengurangi kemampuan kognitif dan prestasi belajar di kemudian hari

  1. Penurunan Kecerdasan Pada Anak

Anak yang stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan kecerdasan, yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan interaksi sosial mereka.

  1. Resiko Penyakit Metabolik di Masa Dewasa

Dewasa: Stunting pada masa anak-anak berhubungan dengan peningkatan risiko terkena penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit jantung ketika mereka dewasa.

  1. Penurunan Kekebalan Pada Anak

Tubuh: Anak yang mengalami stunting rentan terhadap infeksi dan penyakit lainnya karena sistem kekebalan tubuh mereka tidak berkembang dengan optimal.

Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui pemberian nutrisi yang cukup sejak kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak.

Dukungan dan peran aktif dari keluarga, masyarakat, serta pemerintah dalam meningkatkan pemahaman dan akses terhadap gizi yang baik sangat penting untuk mengurangi angka stunting di Indonesia. (Adv)




Sedang Dikerjakan, Sepanjang 1.7 Km Parit Padaidik Dinormalisasi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sepanjang 1.7 Kilometer Parit Padaidik Desa Suhada, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dilakukan normalisasi menggunakan alat berat, saat ini masih dalam proses pengerjaan, Selasa (20/8/2024).

“Allhamdulilah sudah mulai pengerjaannya pada hari Sabtu kemaren menggunakan alat berat. Panjangnya sekitar 1.7 kilometer yang dilakukan pendalaman parit yang dangkal,” tutur Lemok salah satu warga di Desa Suhada.

“Trimakasih kepada Kepala Desa Suhada atas peranya yang telah mengusahakan kemajuan di desa serta menjemput Aspirasi anggota DPRD (Edy Sindrang) sehingga parit yang sangat besar manfaatnya bagi kami bisa dinormalisasi,” tambah Lemok.

Kepala Desa Suhada, Muh. Ikhsan, S.Kom mengatakan tujuan dilakukan normalisasi pendalaman parit-parit yang dangkal agar memudahkan petani kelapa mengeluarkan hasil perkebunan mereka.

“Selain mempermudah petani, normalisasi ini juga sebagai upaya kita dalam pencegahan banjir dan penyuburan hasil perkebunan dengan kelancaran aliran air,” tuturnya.

“Terimakasih kepada wakil rakyat (Edy Sindrang) yang telah memperhatikan warga kami. Harapan kita kedepanya Wakil Rakyat tetap meperjuangkan kebutuhan masyarakat di khususnya di Desa Suhada, karena masih banyak parit-parit maupun sungai-sungai yang saat ini butuh dilakukan normalisasi,” tutup Muh Ikhsan. (Arb)




Semarak Hari Pengayoman dan HUT RI ke-79, Kantor Imigrasi Tembilahan Gelar Pertandingan Antar Pegawai

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tembilahan (Imigrasi Tembilahan) di akhir pekan ini gelar pertandingan antar pegawai.

Pertandingan antar pegawai ini digelar dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Pengayoman dan Hari Kemerekaan Republik Indonesia Ke-79.

Adapun pertandingan yang digelar yaitu olah raga tenis meja dan domino.

Kakanim Tembilahan, Yoga Aria Prakoso Wardoyo mengatakan melalui pertandingan olahraga antar pegawai ini, diharapkan tidak hanya untuk memeriahkan hari ulang tahun Kemenkumham dan Kemerdekaan Indonesia, tetapi juga untuk memupuk semangat kompetisi dan sportivitas.

“Selain dari memeriahkan HUT Kemenkumham dan HUT RI, pertandingan ini juga untuk memmupuk semangat kompetensi dan sportivitas antar pegawai Imigrasi,” tuturnya.

Untuk diketahui, kegiatan pertandingan antar pegawai ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Tembilahan, Yoga Aria Prakoso Wardoyo tepat setelah Upacara Peringatan HUT RI Ke-79 pada sabtu lalu.

Kakanim juga turut ikut serta berkompetisi bersama seluruh pegawai. (Arb)