Masih Kumpulkan Bukti, Polres Inhil Ngaku Incar Salah Seorang Pejabat di Inhil

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga saat ini, Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir (Inhil) mengaku masih mengumpulkan bukti-bukti sebelum akan menangkap salah seorang pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Inhil sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Pasalnya, 2 alat bukti yang diharuskan ketentuan dan peraturan yang berlaku masih belum lengkap, sehingga pejabat yang disebut-sebut itu belum ditahan oleh Polres Inhil.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kasat Reskrim, AKP Ade Zamrah saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, namun ia tidak menyebutkan secara rinci persoalan ini.

“Masih kita proses, jadi belum dapat kita rincikan,” tutur Ade kepada awak media, Sabtu (21/2/2015).

Apabila seluruh berkas sudah lengkap, lanjut Ade, maka pihaknya akan memberikan informasi tersebut.

“Jika sudah P21 dengan kejaksaan, pasti kita undang semua teman-teman media untuk ekspose,” imbuhnya.(adi)




Yulizal : Desa Harus Manfaatkan Dana DMIJ Dengan Baik

Bupati Inhil, HM Wardan menandatangani prasasti fisik program DMIJ belum lama ini di Kecamatan Gaung Anak Serka
Bupati Inhil, HM Wardan menandatangani prasasti fisik program DMIJ belum lama ini di Kecamatan Gaung Anak Serka

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mengingatkan desa-desa penerima dana Program Desa Maju Inhil Jaya, untuk menuntaskan seluruh program pembangunan yang telah direncanakan.

Apalagi, sesuai dengan ketentuan besaran kucuran dana kepada masing-masing desa didasarkan kepada tipologi Desa. Dimana, Desa Swadaya mendapat dana sebesar Rp 350 juta, Desa Swakarya Rp 500 juta, Desa Swasembada Rp 750 juta dan Desa Mandiri sebesar Rp 1,2 milyar pertahun.

“Masing-masing desa harus mampu menuntaskan seluruh kegiatan yang sudah dianggarkan dengan baik. Kalau tidak, tahun depan terpaksa kami evaluasi,” tutur Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Inhil, H Yulizal, kemarin.

Dijelaskan Yulizal, lahirnya Program Desa Maji Inhil Jaya (DMIJ) ini merupakan implikasi dari visi dan misi kepala daerah, yang menginginkan pembangunan dapat terlaksana dengan baik dan merata hingga ke tingkat paling bawah.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kabag Keuangan Setwan Kabupaten Inhil ini, tidak mampunya desa untuk mengelola dana DMIJ akan berdampak dan berakibat fatal bagi pembangunan daerah. Pasalnya, selain diberikan sanksi administrasi, pengelola dana tersebut juga bisa terjerat kasus hukum.

“Jadi, setiap desa harus mampu memanfaatkan dana ini dengan baik dan maksimal, serta tidak melakukan hal-hal yang di luar ketentuan yang telah ditetapkan,” pungkasnya.(adi/adv pemkab inhil)




Cegah Karhutla, Bupati Wardan Wacanakan Jalin Kerjasama Dengan Imam Masjid

Bupati inhil, HM Wardan
Bupati inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mewacanakan akan bekerjsama dengan para imam Masjid.

Sebelum itu, dikatakan HM Wardan, dirinya akan membicarakan hal ini terlebih dahulu dengan Kementerian Agama Inhil, agar Kemenag memberi instruksi kepada imam-imam Masjid untuk membuat pengumuman setiap Salat Jumat.

“Jadi, nantinya bisa sebelum Shalat Jum’at di setiap Masjid diumumkan agar masyarakat jangan membakar lahan,” tutur Bupati Wardan, belum lama ini.

Dijelaskan, selama ini kebanyakan masyarakat Inhil terutama yang ada di daerah tidak mengetahui bahaya dari membakar lahan, maka dari itu Masjid adalah salah satu tempat yang strategis. Dimana, banyak Jamaah berkumpul terutama pada waktu Shalat Jum’at.

Selanjutnya, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini juga menginstruksikan kepada semua camat, untuk terus menjaga wiliyah kerja masing-masing, serta juga memberikan imbauan kepada kepala desa agar berperan aktif mencegah terjadinya Karhutla.

“Camat juga harus aktif, pantau terus keadaan wilayah masing-masing dengan bekerjasama bersama kepala desa,” imbuhnya. (adi/adv pemkab inhil)




Deretan Motor Jadul Ramaikan Kota Tembilahan

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh komunitas motor klasik se-Sumatera atau lebih akrab disebut para Bikers mendatangi kota Tembilahan untuk memenuhi undangan dari Bikers Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yakni The Mojic (Motor Jadul Inhil Club).

Sekretaris The Mojic, Surya menyebutkan pada kesempatan itu penggemar motor klasik menggelar deklarasi perdana di Kabupaten Inhil, Sabtu (21/2/2015) sore hingga malam. Sebelumnya, ia mengaku selalu mengikuti berbagai kegiatan komunitas motor klasik di daerah lain seperti Palembang, Pekanbaru dan kota lainnya.

“Nah, dikesempatan ini kita lagi yang mengundang teman-teman pecinta motor klasik se-Sumatera untuk mengunjungi kota Tembilahan, mayoritas mereka belum tau dengan kota kita, ini waktunya kami memperkenalkan kampung halaman,” ujarnya kepada awak media.

Selain itu, adanya kegiatan ini secara tidak langsung juga diperkenalkannya kepada masyarakat Inhil khususnya kepada warga Tembilahan bahwa motor klasik ataupun motor jadul itu sedang nge-tren di Indonesia bahkan Dunia.

Diyakinkannya dari kehadiran para tamu luar daerah kala itu, karena cintanya dengan motor klasik, mereka rela meninggalkan sementara kampung halaman demi mengikuti kegiatan motor keluaran lama tersebut.(mirwan)




Dewan Dukung Pemkab Inhil Jalin MoU Bersama Pemkab Karimun, Tapi Harus Serius

Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said
Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan mendukung MoU yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) bersama Pemkab Karimun. Diharapkan hubungan kerjasama ini kedepannya benar-benar dijalankan dengan serius.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Inhil HM Yusuf Said usai mengikuti pertemuan antara dua pemerintah kabupaten di Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau itu di Kantor Bupati Inhil kemaren

“Kita tentunya berharap MoU ini tidak hanya sekedar MoU, tapi betul-betul dilakukan dengan baik untuk kepentingan daerah dan masyarakat. Intinya kita selaku dewan di Inhil sangat mendukung,” ungkap Yusuf Said.

Ia mengatakan jalin kerjasama antara 2 daerah ini jika dijalankan dengan benar tentu akan memberikan berpengaruh terhadap kenyamanan masyarakat. dicontohkannya seperti masyarakat yang ada di Kecamatan Pulau Burung. Dimana, kecamatan ini lebih terjangkau ke ibu kota Kabupaten Karimun dibanding ke ibu kota Kabupaten Inhil.

Artinya, jika dari 9 bidang yang telah dibahas waktu itu akan bermanfaat bagi masyarakat Inhil, begitu juga bagi masyarakat Karimun sehingga akan saling menguntungkan antar kedua pihak.

Selain antar Kabupaten, kerjasama ini menurut politisi dari Partai Golkar Inhil ini juga bisa disebut dengan kerjasama antara dua Provinsi. Jadi, alangkah bagusnya, MoU ini tidak sekedar hubungan antara dua Bupati, namun juga perlu diketahui oleh kepala daerah Provinsi Riau dan Kepri. “Jika begitu maka kerjasama ini akan lebih terasa manfaatnya,” imbuhnya.

Bahkan katanya, yang lebih positifnya kerjasama antara dua derah tersebut akan lebih mempermudah dalam mengajukan anggaran APBN ke DPR RI, karena hal seperti ini termasuk dalam kepentingan nasional.(mirwan)




Diterjang Longsor, 3 Rumah Warga di Tanah Merah Rusak

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bencana alam tanah longsor kembali menerjang wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Jum’at (20/2/2015) malam.

Pada musibah yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB ini, setidaknya 3 unit rumah warga yang terletak di RT 02 RW 02 Lorong Perigi, Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah mengalami kerusakan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian, kronologis terjadinya musibah yang cukup sering melanda daerah tersebut, berawal saat para korban yang rumahnya mengalami kerusakan sedang terlelap dalam tidurnya.

“Tidak berapa lama kemudian, korban terbangun karena mendengar teriakan dari warga, yang menyuruh korban keluar dari rumah,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kapolsek Tanah Merah, AKP Bahtiar.

Sesampainya di luar rumah, lanjut Bahtiar, korban baru mengetahui bahwa rumahnya sedang dalam keadaan longsor, sehingga ia pun bergegas meninggalkan rumah tersebut untuk menyelamatkan diri.

“Akibat bencana ini, para korban mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta,” terangnya.

Sementara itu, untuk seluruh korban yang rumahnya mengalami kerusakan, saat ini harus diungsikan ke tempat yang lebih aman, yakni di rumah tetangga dan keluarga dekat korban.

“Kita imbau kepada seluruh masyarakat sekitar, untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya, guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan,” imbuhnya.

Adapun 3 untir rumah warga yang rusak diterjang bencana alam tanah langsor ini, diantaranya rumah milik Samsudin (44) sebanyak dan rumah milik Nurdin (50) 1 unit. (adi)