Persoalan Pupuk, Bupati Dukung Kebijakan Presiden

24Bagansiapapi (detikriau.org) – Bupati Rokan Hilir H. Suyatno mendukung penuh kebijakan presiden Jokowi dalam hal menyangkut pengadaan pupuk bagi kalangan petani.

Seperti diketahui salah satu persoalan yang menghambat perkembangan sektor pertanian karena adanya kendala atau keterlambatan ketersediaan pupuk bagi tanaman. Dalam beberapa kejadian misalnya ketika petani telah memulai penanaman, namun mengalamai hambatan karena belum terdistribusinya pupuk.

“Dengan adanya perintah presiden, dimana selama ini memang persoalan pupuk jadi momok juga karena sulit didapatkan. Hal ini terjadi karena adanya proses tender yang bisa memakan waktu lama bisa berbulan-bulan, nah dengan adanya kebijakan presiden untuk tidak ada lagi tender pupuk melainkan langsung penunjukkan, kami sambut baik karena bisa memudahkan petani mendapatkan pupuk,” kata Suyatno pada satu kesempatan di Bagansiapiapi.

Bupati menilai proses tender yang lama mengakibatkan terjadinya penumpukan pupuk di gudang dan akibatnya proses penanaman yang dilaksanakan menjadi terganggu karena tidak diberikan pupuk sesuai dengan waktunya.

“Kalau sudah menumpuk digudang lama-lama, kan terancam tidak bisa dipergunakan lagi. Mudah-mudahan dengan gebrakan Jokowi, persoalan menyangkut pupuk ini bisa ditanggulangi,” katanya. [tris/adv]




Doa Tatkala Dirundung Gundah, Sedih, dan Perasaan Tak Menentu

berdoa 

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي

Allaahumma innii ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatik, naashiyatii biyadik, maadlin fiyya hukmuk, ‘adlun fiyya qadlaa’uk, as-aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahuu fii kitaabika, au ‘allamtahu ahadan min khalqika, awis ta’tsarta bihii fii ‘ilmil ghaibi ‘indaka, an taj’alal Qur’aana rabii’a qalbii wanuura shadrii wajalaa’a huzni wa dzahaaba hammii

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku.”

Doa di atas didasarkan pada hadits dari Abdullah bin Mas’ud radliyallah ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seseorang tertimpa kegundahan dan kesedihan lalu berdoa (dengan doa di atas) . . . melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahannya serta menggantikannya dengan kegembiraan.

Ibnu Mas’ud berkata, “Ada yang bertanya, ‘Ya Rasulallah, bolehkah kita mempelajarinya?‘ Beliau menjawab, ‘Ya, sudah sepatutnya orang yang mendengarnya untuk mempelajarinya’.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya I/391, 452, Al-Hakim dalam Mustadraknya I/509, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya VII/47, Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2372, Al-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir no. 10198 –dari Maktabah Syamilah-. Hadits ini telah dishahihkan oleh Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim, keduanya banyak menyebutkannya dalam kitab-kitab mereka. Juga dihasankan oleh Al-Hafidz dalam Takhriij Al-Adzkaar dan dishahihkan oleh Al-Albani  dalam al-Kalim al Thayyib hal. 119 no. 124 dan Silsilah Shahihah no. 199.)

Apabila yang Berdoa Seorang Wanita

Bentuk lafadz doa di atas untuk mudzakar (laki-laki), Ana ‘Abduka (aku hamba laki-laki-Mu), Ibnu ‘Abdika Wabnu Amatik (anak laki-laki dari hamba-laki-laki-Mu dan anak laki-laki dari hamba perempuan-Mu).  Kalau yang berdoa adalah laki-laki tentunya lafadz tersebut tepat dan tidak menjadi persoalan. Namun, bila yang berdoa seorang muslimah, apakah dia harus mengganti lafadz di atas dengan bentuk mu’annats (untuk perempuan), yaitu dengan Allaahumma Inni Amatuk, Ibnatu ‘Abdika, Ibnatu Amatik (Ya Allah aku adalah hamba wanita-Mu, anak perempuan dari hamba laki-laki-Mu dan anak perempuan dari hamba perempuan-Mu)?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah pernah ditanya tentang seorang wanita yang mendengar doa di atas, tapi dia tetap berpegang dengan lafadz hadits. Lalu ada yang berkata padanya, ucapkan, “Allahumma Inni Amatuk . . . .” namun dia menolak dan tetap memilih lafadz dalam hadits, apakah dia dalam posisi yang benar ataukah tidak?

Kemudian beliau menjawab, “Selayaknya dia mengucapkan dalam doanya, “Allahumma Inni Amatuk, bintu amatik  . . .” dan ini adalah yang lebih baik dan tepat, walaupun ucapannya, ‘Abduka, ibnu ‘abdika memiliki pembenar dalam bahasa Arab seperti lafadz zauj (pasangan; bisa digunakan untuk suami atau istri-pent), wallahu a’lam.” (Majmu’ Fatawa Syaikhil Islam Ibnu Taimiyah: 22/488)

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah pernah juga ditanya tentang cara berdoanya seorang wanita dengan doa tersebut. Apakah wanita itu tetap mengucapkan, “wa ana ‘abduka wabnu ‘abdika” (dan saya adalah hamba laki-laki-Mu dan anak laki-laki dari hamba laki-laki-Mu) ataukah harus mengganti dengan, “Wa ana amatuk, ibnu ‘andika atau bintu ‘abdika“?

Beliau rahimahullah menjawab, “Persoalan ini luas Insya Allah, Persoalan dalam masalah ini luas. Apabila wanita itu berdoa sesuai dengan hadits, tidak apa-apa. Dan jika berdoa dengan bentuk yang ma’ruf bagi wanita, Allahumma innii amatuk, wabnutu ‘abdika, juga tidak apa-apa, semuanya baik. (http://binbaz.org.sa/mat/11509)

Kandungan Doa

Doa di atas mengandung persoalan-persoalan pokok dalam akidah Islam di antaranya:

  1. Rasa gundah dan sedih yang menimpa seseorang akan menjadi kafarah (penghapus dari dosanya) berdasarkan hadits Mu’awiyah radliyallah ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sabda,

مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ فِي جَسَدِهِ يُؤْذِيهِ إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ عَنْهُ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ

“Tidak ada sesuatu yang menimpa seorang mukmin pada tubuhnya sehingga membuatnya sakit kecuali Allah akan menghapuskan dosa-dosanya.” (HR. Ahmad 4/98, Al-Hakim 1/347 dan beliau menyatakan shahih sesuai syarat Syaikhain. Imam al-Dzahabi menyepakatinya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Shahihah 5/344, no. 2274)

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan dan duka, sampai pun duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya.” (Muttafaqun alaih)

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu berkata dalam Syarh Riyadhish Shalihin (1/94): “Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau berkeyakinan bahwa kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu, sampaipun duri yang mengenai dirimu, akan berlalu tanpa arti. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menggantikan dengan yang lebih baik (pahala) dan menghapuskan dosa-dosamu dengan sebab itu. Sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya. Ini merupakan nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga, bila musibah itu terjadi dan orang yang tertimpa musibah itu:

  1. Dia mengingat pahala dan mengharapkannya, maka dia akan mendapatkan dua balasan, yaitu menghapus dosa dan tambahan kebaikan (sabar dan ridha terhadap musibah).
  2. Dia lupa (akan janji Allah Subhanahu wa Ta’ala), maka akan sesaklah dadanya sekaligus menjadikannya lupa terhadap niat mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala.

Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau larut dalam kesedihan karena kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu, tak akan akan berlalu tanpa arti.

Dengannya Allah akan memberi pahala dan menghapuskan dosamu. . .

Dari penjelasan ini, ada dua pilihan bagi seseorang yang tertimpa musibah: beruntung dengan mendapatkan penghapus dosa dan tambahan kebaikan, atau merugi, tidak mendapatkan kebaikan bahkan mendapatkan murka Allah Ta’ala karena dia marah dan tidak sabar atas taqdir tersebut.”

  1. Kedudukan ubudiyah merupakan tingkatan iman tertinggi. Karenanya, seorang muslim wajib menjadi hamba Allah semata dan senantiasa beribadah kepada-Nya, Dzat yang tidak memiliki sekutu. Hal ini ditunjukkan lafadz, Inni ‘Abduka Wabnu ‘Abdika Wabnu Amatik (Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu).

Kedudukan ubudiyah merupakan tingkatan iman tertinggi. Karenanya, seorang muslim wajib menjadi hamba Allah semata dan senantiasa beribadah kepada-Nya, Dzat yang tidak memiliki sekutu.

  1. Semua urusan hamba berada di tangan Allah yang diarahkan sekehandak-Nya. Dan masyi’ah (kehendak) hamba mengikuti kehendak Allah. hal ini ditunjukkan oleh lafadz, Naashiyatii biyadik (Ubun-ubunku berada di tangan-Mu).
  2. Allah yang berhak mengadili dan memutuskan perkara hamba-hamba-Nya dalam perselisihan di antara mereka. Hal ini ditunjukkan oleh lafadz, ‘Adlun fiyya qadla-uka (Ketetapan-Mu adil atas diriku). Allah Ta’ala berfirman,

إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ

“Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, . .” (QS. Yuusuf: 40)

  1. Ketetapan takdir-Nya adil dan baik bagi seorang muslim. Jika dia mendapat kebaikan, bersyukur, dan itu baik baginya. Sebaliknya, bila tertimpa keburukan (musibah atau bencana) dia bersabar, dan itupun baik baginya. Semua perkara orang mukmin itu baik, dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh ornag beriman. (HR. Muslim)
  2. Anjuran untuk bertawassul dengan Asmaul Husna (Nama-nama Allah yang Mahaindah) dan sifat-sifatnya yang Mahatinggi. Allah perintahkan sendiri bertawassul dengannya dalam firman-Nya,

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

“Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna itu . .” (QS. Al-A’raaf: 180)

  1. Nama-nama Allah dan sifat-sifatnya adalah tauqifiyyah yang tidak diketahui kecuali melalui wahyu. Allah sendiri yang menamakan diri-Nya dengan nama-nama tersebut dan mengajarkannya kepada para hamba-Nya.
  2. Nama-nama Allah tidak terbatas pada 99 nama. Hal ini ditunjukkan oleh lafadz, awis ta’tsarta bihii fii ‘ilmil ghaibi ‘indaka (atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu).

Sedangkan hadits yang menerangkan jumlah nama Allah ada 99,

إنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menghafalnya pasti masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim) Menurut imam al-Khathabi dan lainnya, maknanya adalah seperti orang yang mengatakan “Saya memiliki 1000 dirham yang kusiapkan untuk sedekah,” yang bukan berarti uangnya hanya 1000 dirham itu saja. (Majmu’ Fatawa: 5/217)

  1. Al-Qur’an memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus. Keberadaannya laksana musim semi bagi hati orang mukmin, memberi kenyamanan pada hatinya, menjadi cahaya bagi dadanya, sebagai pelipur kesedihannya, dan penghilang bagi kesusahannya. Hal ini menunjukkan kedudukan Al-Qur’an yang sangat tinggi dalam kehidupan manusia, baik individu, masyarakat, atau suatu umat.
  2. Siapa yang datang kepada Allah pasti Allah akan mencukupkannya, siapa yang menghaturkan kefakirannya kepada Allah, Dia pasti mengayakannya. Siapa yang meminta kepada-Nya, pasti Dia akan memberinya. Hal ini ditunjukkan lafadz hadits, “Melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kesusahannya serta menggantikannya dengan kegembiraan.”
  3. Wajib mempelajari Al-Sunnah dan mengamalkan serta mendakwahkannya. Sesungguhnya Sunnah memuat petunjuk kehidupan manusia secara keseluruhan. Hal ini ditunjukkan oleh kalimat di ujung hadits, “Ya, sudah sepatutnya orang yang mendengarnya untuk mempelajarinya.” Wallahu a’lam bil Shawab.

Oleh: Badrul Tamam

– See more at: http://www.voa-islam.com/read/doa/2010/05/27/6439/doa-tatkala-dirundung-gundah-sedih-dan-perasaan-tak-menentu/#sthash.RZvYMU9q.dpuf

 




DKPP diminta Operasionalkan Mobil Angkutan Sampah di Jalan Kayu Jati

mobil-sampahTEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga jalan kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu berharap agar Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Inhil juga mengoperasikan mobil pengangkut sampah dilingkungan tempat tinggal mereka. Apalagi dengan telah diresmikannya pasar “Umbut Kelapa” belum lama ini oleh Bupati Inhil, dinilai keberadaan mobil angkutan sampah ini semakin dirasakan sangat penting untuk menjaga kebersihan.

“Pasar umbut kelapa kini semakin dipadati oleh pedagang dan pastinya akan menghasilkan tumpukan sampah yang tidak sedikit setiap harinya. Kami menilai adanya armada pengangkut sampah sudah mnejadi sebuah keharusan,” Ujar salah seorang warga jalan Kayu Jati dimana pasar ini berada, Amrullah, senin (23/2)

Ditambahkannya, dulu, dengan kapasitas pedagang yang masih sedikit, produksi sampah dipasar yang awalnya dinamai pasar Kayu Jati ini hanya dibuang berserakan dikolong bangunan pasar sistem panggung itu. Pembersihan tumpukan sampah selama itu hanya dikelola oleh masyarakat secara swadaya. Misalnya dengan cara dibakar. Namun kini dengan bertambahnya jumlah pedagang dan semakin ramainya pengunjung pastinya produksi sampah akan semakin meningkat.

“Tentunya tidak mungkin lagi bisa dibersihkan secara swadaya oleh masyarakat. Produksi sampah itu tentunya harus dibuang dengan memanfaatkan sarana angkutan sampah yang sudah dimiliki pemerintah daerah,” Harapnya.

Senada dengan Amrullah, Warga jalan kayu jati lainnya, Rizal-pun berpendapat senada. Menurutnya produksi sampah saat ini bukan saja dihasilkan dari aktifitas pedagang dipasar umbut kelapa tetapi juga dihasilkan oleh sampah rumah tangga.

“Pemukiman penduduk kini semakin padat. Jika tidak disikapi dengan segera oleh pemerintah melalui Instansi terkait tentunya lambat-laun kawasan ini akan menjadi kawasan yang tidak sehat disebabkan banyaknya tumpukan sampah.” Nilainya. (dro)




Capai Swasembada Pangan, Dandim 0314 Inhil Akan Dampingi Pemkab Inhil

Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf Jarot Subroto
Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf Jarot Subroto

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dandim 0314 Indragiri Hilir (Inhil) siap mendampingi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil dalam mengembangkan hasil pertanian daerah pada program Swasembada Pangan di Kabupaten Seribu Parit ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf Jarot Subroto dikesempatan salah satu rapat koordinasi unsur muspida belum lama ini. Ia menegaskan, untuk mencapai Swasembada Pangan itu perlu didukung oleh beberapa pihak, terlebih dukungan dari TNI. Dalam hal ini, pihaknya siap mendampingi Pemkab Inhil pada pengembangan bidang tersebut.

“Hal ini sesuai dengan perintah Komandan TNI secara nasional bahwa kami diminta untuk melakukan pendampingan dengan cara pengawasan dibidang pertanian,” ungkapnya.

Ditegaskannya lagi, bahwa pihaknya tidak hanya berkoordinasi pada Pemerintah, namun juga dilakukannya juga secara langsung pada kelompok-kelompok tani berupa pengawasan terhadap pendistribusian Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dan Pendistribusian pupuk. “Pada Swasembada ini kami targetkan terkejar dalam waktu dua tahun,” pungkasnya.

Menurutnya, pendampingan tersebut sangat perlu untuk dilakukan mengingat bahwa dibeberapa tempat di Indonesia  pada umumnya sudah ada ditemukan adanya pupuk yang dioplos, dan hal seperti ini diinginkannya tidak terjadi di Kabupaten Inhil.

“Kita akan koordinasikan hal ini bersama-sama dengan pihak instansi dan dinas terkait supaya Swasembada ini dapat dikejar sesuai dengan target. Kemudian apa yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat secara luas dapat terwujud,” tutup Subroto.(mirwan)




Kadisdik Inhil Buka Pelaksanaan UKK SMKN 2 Tembilahan

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Helmi D membuka secara resmi pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) SMK Negeri 2 Tembilahan, Senin (23/2/2015).

Dalam pemaparannya, Kadisdik menyebutkan bahwa dari sejumlah Sekolah Kejuruan, SMK Negeri 2 Tembilahan ini merupakan salah satu SMK yang melaksanakan UKK di Kabupaten Inhil pada tahun ajaran 2014/2015 ini.

Menurutnya UKK tersebut memang harus dilaksanakan yang berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 144 tahun 2014 tentang kriteria kelulusan peserta didik dari satuam pendidikan dan penyelenggaraan ujian.

“ujian nasional itu sangat mempengaruhi hasil ujian teori di kelas dan ujian praktek kejuruan yang sesuai dengan jurusannya masing-masing,” ungkap Helmi.

Diharapkannya kepada para pelajar SMK yang mengikuti UKK tersebut benar-benar memiliki kompetensi yang berkompeten serta bakat keahlian dibidang masing-masing.  Selain itu, juga diimpikannya dari tamatan SMK di Kabupaten Inhil pada umumnya akan memiliki kreatifitas serta memiliki jiwa kewirausahaan yang bermutu.

“Di bangku kelas akhir inilah kembali keahlian dan kemampuan para siswa akan diuji kemampuan pada praktek di dunia industri,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 2 Tembilahan Sufriadi menyampaikan bahwa peserta UKK ditahun ini sebanyak 8 jurusan. Dari sejumlah jurusan tersebut, UKK dilakukan oleh penguji baik dari penguji internal maupun eksternal yakni para guru SMKN 2 dan dari dunia industri masing-masing.

Dari 8 jurusan tersebut, dirincikannya, untuk jurusan Terknik Gambar sebanyak 28 siswa dengan penguji dari Dinas Cipta Karya dan Perumahan Kabupaten Inhil, jurusan Teknik Survei dan Pemetaan sebanyak 11 siswa dengan tim penguji dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Inhil, jurusan Teknik Audio Video 22 siswa tim penguji Samudra Elektronik Tembilahan.

Sedangkan untuk jurusan Pemesinan sebanyak 51 orang dengan tim penguji dari PT Pulalu Sambu (PS) Kuala Enok, jurusan Kendaraan Ringan 37 siswa tim penguji RCM Grub Pekanbaru, jurusan Teknik Sepeda Motor 22 siswa dan komputer Jaringan 34 siswa dengan tim peguji dari PT Capela Pekanbaru dan Duta Interdata Tembilahan dan terakhir teknik Intalasi Tenaga Listrik sebanyak 24 siswa dari Tim Penguji PT PS kuala Enok.

“Para peserta ujian sebelumnya melakukan praktek kerja di sejumlah dunia industri, dan UKK akan berlangsung selama delapan hari mendatang. UKK ini wajib diikuti siswa sebagai syarat muklak untuk bisa lulus UN,” terang Kepsek SMKN 2 Tembilahan.(mirwan/adv pemkab inhil)




Daripada Bangun Pasar Tembilahan, Lebih baik Bangun Infrastruktur di Wilayahnya

csrMTEMBILAHAN (detikriau.org) – Keberadaan perusahaan di suatu wilayah terutama di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), tentunya diharapkan dapat membantu dan mendukung upaya pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Oleh karena itu, penyaluran dana CSR dari pihak perusahaan ini, sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang berdampak dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, seperti keberadaan infrastruktur.

“CSR yang telah diberikan perusahaan tersebut, daripada digunakan untuk membangun pasar di Tembilahan, lebih baik digunakan untuk membangun infrastruktur yang ada di daerah setempat,” Pendapat Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said saat menggelar rapat di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dengan begitu, lanjut Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, masyarakat yang berada di sekitar lokasi atau tempat perusahaan beroperasi, dapat benar-benar merasakan dan mengetahui apakah perusahaan tersebut sudah memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat atau tidak sama sekali.

“Jadi, dana CSR itu jangan hanya digunakan untuk pembangunan di daerah perkotaan saja, karena masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tidak akan dapat merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (adi)