Bintek KIA, KB dan Gizi, Tenaga Kesehatan Diminta Perbanyak Penyuluhan dan Konseling

konselingTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk memperbanyak pelaksanaan penyuluhan dan konseling tentang kesehatan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni saat membuka bimbingan teknis (bimtek) Program KIA, KB dan Gizi, Rabu (25/2/2015).

Bimtek yang digelar di aula Puskesmas Gajah Mada Tembilahan ini, turut dihadiri Kepala Puskesmas, Subowo Radianto, serta diikuti puluhan tenaga kesehatan dan bidang di lingkungan Puskesmas Gajah Mada Tembilahan.

Dikatakan Munziarni, bimtek yang rencananya akan dilaksanakan di seluruh Puskesmas yang ada di Negeri Seribu Parit ini, bertujuan untuk meningkatkan capaian program sesuai indikator program KIA, KB dan Gizi nasional, yang diberikan dalam bentuk penjelasan keseluruhan program bersangkutan.

Selain itu, juga dibahas tentang pengisian register dan format laporan, serta masalah yang ditemui di wilayah Puskesmas, khususnya ygang berkaitan langsung dengan bidan, sehingga berdampak pada pencapaian program dan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ditemui di lapangan.

“Berdasarkan data yang ada, untuk tahun 2014 lalu jumlah kematian ibu dan bayi di Inhil masih termasuk dalam kategori tertinggi di Provinsi Riau, yakni mencapai 24 ibu dan 183 bayi,” tutur Munziarni.

Oleh karena itu, lanjut Munziarni, tenaga kesehatan harus lebih banyak melakukan penyuluhan dan konseling di lapangan, agar masyarakat lebih mengetahui dan memahami apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatannya, terutama bagi ibu dan bayi.

“Kita harus tahu tugas dan fungsi kita, serta bertanggung jawab dalam mendukung dan menyukseskan berbagai program kesehatan. Jadi, ke depan tidak ada lagi bidan yang hanya bisa melaksanakan satu pekerjaan saja, tapi harus menguasai seluruh pekerjaan, khususnya terkait KIA, KB dan Gizi,” terangnya.

Sementara itu, Kelapa Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto menyatakan bahwa dirinya tidak ingin lagi mendengar adanya gizi buruk, serta kematian ibu dan bayi di wilayah kerjanya.

“Jadi, apabila ditemukan kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program di lapangan, harus segera kita pecahkan dan cari solusinya bersama-sama,” imbuhnya.(adi)




Wabup Inhil Hadiri Sosialisasi Peraturan Bersama di Pekanbaru

imagePekanbaru (detikriau.org) – Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hilir (Inhil), H Rosman Malomo menghadiri Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Bersama antara Kementerian Dalam Negeri (Mendagri), Kementerian Kehutanan (Menhut), Kementerian Pekerjaan Umum (MenPU) dan Badan Pertahanan Nasional (BPN) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Rabu (25/2/2015).

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Serindit, Kediaman Gubernur Riau, Pekanbaru ini dihadiri jajaran Forkompinda Riau, perwakilan KPK RI dan Kementerian terkait, Bupati atau Walikota se-Provinsi Riau, serta beberapa perwakilan dari daerah tetangga.

Dalam sosialisasi yang membahas tentang percepatan pengukuhan kawasan hutan dan penyelesaian penguasaan tanah yang berada di dalam kawasan hutan ini, Wabup Rosman turut didampingi Kepala Kejaksanaan Negeri (Kejari) Tembilahan, Lulus Mustofa, SH MH dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Inhil, AKBP Suwoyo Sik, M.Si.

“Kita dari Pemkab Inhil akan melaksanakan berbagai ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, khususnya dalam penerapan peraturan bersama ini,” tutur Wabup Rosman.

Sosialisasi tersebut menghadirkan pembicara dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Muhammad Said, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang, H Doddy Imron Cholid. (adi/ adv pemkab inhil)




Bupati Inhil Targetkan Pemilihan Kades Terlaksana Akhir November 2015

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menargetkan pemilihan Kepala Desa akan terlaksana pada akhir bulan November 2015 mendatang.

“Sebanyak 97 desa akan dilakukan pemilihan secara serentak diakhir bulan Nevember ini,” sebutnya usai melantik Badan Permusyarawatan Desa (BPD) se-Kecamatan Batang Tuaka di Desa Sialang Jaya, Rabu (25/2/2015).

Dikatakannya, sebanyak 197 desa se-Kabupaten Inhil ini, hanya 97 desa yang sudah habis masa jabatan dan akan dilakukan pemilihan secara serentak. Tidak hanya bulan yang sama, namun juga akan dilakukan pada hari yang sama bahkan jam yang sama.

Dari 97 desa diselenggarakan pemilihan secara serentak, Bupati menyebutkan sisanya akan dilakukan juga pemilihan serentak pada tahun 2017 mendatang.

“Jadi nantinya per Januari 2016 semua Kepala Desa yang telah terpilih sudah mulai bekerja,” tambah Bupati.

Dalam pemilihan nanti, BPD lah yang akan menyusun persiapan pemilihan Kades tersebut. Sangat diharapkannya kehadiran BPD ini mampu bermitra, bekerja dengan harmonis dan menjaga kekompakan.(mirwan/adv pemkab inhil)




Distamben Inhil Pastikan Pekerjaan PLTU Parit 23 Rampung Akhir 2015

Didampingi Bupati Inhil, HM Wardan, PLT Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman saat meninjau pembangunan PLTU Parit 21 Tembilahan beberapa waktu lalu
Didampingi Bupati Inhil, HM Wardan, PLT Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman saat meninjau pembangunan PLTU Parit 23 Tembilahan beberapa waktu lalu

TEMBILAHAN (detikriau.org)  – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pastikan pekerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Parit 23 oleh PT Adikarya rampung pada akhir tahun 2015 nanti.

Hal ini disampaikan Kepala Distamben Kabupaten Inhil Tengku Eddy kepada awak media kemaren.

“Memang sejak bulan September 2014 kemaren kontraktor PT Adikarya sudah tidak ada lagi di lapangan, karena adanya persoalan antara PT Adikarya dan PLN. Saya sendiri tidak mengetahui apa permasalahannya,” ungkapnya.

Namun demikian, ia meyakinkan berdasarkan keterangan pihak PT Adikarya bahwa pekerjaan tersebut kembali dilanjutkan pada bulan Mei mendatang dan diperkirakan akan rampung pada akhir tahun 2015. (mirwan/adv pemkab inhil)




Pemadaman Listrik Juga Berimbas Terjadinya Laka Lalin

HematListrikTembilahan (detikriau.org) – Semakin parahnya kondisi listrik khususnya di Kota Tembilahan, kini tidak hanya mengganggu berbagai aktifitas rutin masyarakat. Terputusnya pasokan listrik ini, kini juga berdampak terganggunya fasilitas pelayanan publik lainnya, salah satunya traffic light. Akibatnya, lalu lintas menjadi tidak teratur dan kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

“Kondisi seperti ini sudah kita rasakan cukup lama. Kami khawatir jika persoalan ini tidak segera disikapi, bisa saja sewaktu-waktu akan menimbulkan kecelakaan bahkan lebih parahnya bukan tidak mungkin akan menelan korban jiwa,” Sampaikan salah seorang pengguna jalan warga Tembilahan, Udik, rabu (25/2)

Disampaikan Udik, akibat tidak menyalanya lampu pengatur lalu lintas dipersimpangan jalan itu, dengan mata kepala sendiri ia mengaku menyaksikan sendiri terjadinya kecelakaan. Untuk saja peristiwa itu menurutnya tidak sampai berakibat fatal.

“Karena tidak ada traffic light, lalu lintas menjadi sembraut. Pengguna kendaraan yang kurang sabar, berebut saling mendahului, akibatnya terjadi kecelakaan. Tapi untungnya belum berakibat fatal,” Ceritanya.

Tidak hanya kepada pihak PLN, Udik juga berharap pelayanan buruk pihak PLN Rayon Tembilahan ini juga disikapi oleh pemerintah setempat agar dapat dicaraikan jalan keluar. “Pemerintah daerah sebaiknya juga jangan hanya pasrah. Sikapi dan carikan solusi agar persoalan ini tidak semakin berlarut-larut,” Pintanya.

Terkait persoalan ini, Manajer PLN Rayon Tembilahan mengakui kerapnya terjadi pemutusan pasokan listrik. Kondisi ini menurutnya masih dikarenakan persoalan lama. Kerusakan mesin.

“Kondisi mesin sewa pada PLN Rayon Tembilahan hingga hari ini belum bisa diperbaiki secara menyeluruh. Sebagaimana yang telah kita sampaikan seblum-sebelumnya, beberapa alat pada mesin sewa masih terjadi gangguan.”Ujarnya melalui sambungan selular.

Kali ini ditambahkannya, gangguan terjadi kembali pada 1 unit mesin sewa milik Tiga Bintang dan 2 unit mesin sewa Bima Golden.

“Akibat adanya gangguan itu kita terpaksa memberlakukan pemadaman bergilir hingga dengan durasi 1 hari hidup dan 1 hari mati, baik siang maupun malam hari,” tambahkannya.

Dijelaskan, kebutuhan normal ketersediaan listrik khususnya untuk kota Tembilahan sebesar 13 Mw, kemampuan pembangkit kini hanya mampu memproduksi 9,5 Mw.

“Kita targetkan dalam minggu ini insyaallah semuanya mudah-mudahan sudah bisa diperbaiki,” pungkasnya.(mirwan)




Harga Beras Di Inhil Masih Stabil

foto0822Tembilahan (detikriau.org) – Kenaikan harga jual beras dipasaran dihampir seluruh daerah di Indonesia, hingga saat ini belum terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir khususnya di Kota Tembilahan. Harga jual beras dipasaran dipastikan masih diperjualbelikan dengan harga normal.

“pantauan kita disejumlah pasar dikota Tembilahan belum ada kenaikan harga. Kita berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan agar tidak memberatkan masyarakat,” Ujar kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy kepada awak media melalui sambungan selularnya, rabu (25/2)

Ditambahkannya, sebagai instansi yang bertugas dibidang perdagangan dan industri, mantan kepala Dinas Perhubungan Inhil ini menyatakan bahwa untuk memastikan perdagangan tetap berjalan dengan baik, pihaknya secara rutin melakukan pengawasan terutama terhadap komodity yang menyangkut kebutuhan pokok masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari sejumlah pedagang beras di pasar pagi jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, dibenarkan pedagang belum ada kenaikan harga. “Masih normal. Harga masih stabil seperti biasa. Harga beli kita dari pemasok juga masih normal,” Ujar salah seorang pedagang di pasar pagi, Herman, rabu (25/2)

Untuk beberapa merk beras asal jambi, seperti Cucak Rowo, Panda, Rambutan dan beberapa merk lainnya dipasarkan dengan kisaran harga Rp 10,5 ribu – Rp 11 ribu perkilo. Sedangkan untuk beras asal sumbar seperti KRS sebelumnya dipasarkan seharga Rp 13 ribu kini naik menjadi Rp 13,5 ribu.

“tapi kenaikan KRS ini sudah terjadi sejak beberapa minggu yang lalu. Biasanya kenaikan terjadi hanya disebabkan tingginya permintaan dari masyarakat,” Tandas Herman.(mirwan)