Pemkab Inhil diminta Lebih Utamakan Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

12969140891868087449TEMBILAHAN (detikriau.org) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) untuk lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakat baik sektor perekonomian maupun sektor lainnya.

“Kami dari mahasiswa sangat mendukung penuh Pemerintah memajukan negeri ini, tapi lihat masyarakatnya terlebih dahulu, apakah sejahtera atau tidak. Kesejahteraan itu lebih penting,” ungkap Ketua HMI Cabang Tembilahan, Zulhelmi dalam sambutan Milad HMI ke-68 yang dihadiri Asisten II Setdakab Inhil H Fauzar, kemaren.

Dari survey di lapangan, dikatakannya, mayoritas harapan masyarakat Kabupaten Inhil ini bukan pada peningkatan kemajuan daerah, namun kenyamanan dalam kesehariannya seperti, infrastruktur penghubung yang mendukung untuk beraktivitas.

Selain itu, juga disebutkannya mayoritas masyarakat tidak menginginkan nama Kabupaten menjadi Kabupaten ternama namun mereka yang menjadi korbannya.

Apalagi katanya negeri ini nantinya akan menghadapi pasar bebas asia tenggara, tentu Pemerintah harus memiliki strategi khusus untuk masyarakatnya agar mampu bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang direncanakan akan berlangsung 12 Desember mendatang.

“Mereka itu tidak banyak mintanya, cukup harga kelapa mahal, harga sembako murah, infrastruktur jalan bagus,” sampaikannya.

Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Inhil H Fauzar menanggapi bahwa mulai saat ini optimis pro rakyat, bahkan sudah dari dulu berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hanya saja menurutnya ada beberapa faktor sehingga hingga hari ini pihaknya belum bisa memaksimalkan peningkatan kesejahteraan tersebut.

Meski demikian, terkait pasar bebas, ia menegaskan dalam menghadapi pasar bebas tersebut diajaknya untuk dijadikan sebagai momentum dan sebagai peluang emas untuk kemajuan Kabupaten Inhil khususnya.

“Dalam menghadapi MEA ini harus optimis jadikan momentum dan peluang emas untuk membangkitkan dan memajukan berbagai sektor pembangunan infrastruktur, memajukan ekonomi, keamanan, pendidikan dan sosial budaya dengan kemampuan yang kita miliki,” imbuhnya.(mirwan)




SD 022 Kempas Memprihatinkan, Perlu Perhatian Pemerintah

DSC_0382 copyTembilahan (detikriau.org) – Warga Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir mengeluhkan kondisi bangunan Sekolah Dasar (SD) 022 yang kini sudah sangat memprihatinkan. Mereka berharap agar pihak pemerintah, melalui Dinas Pendidikan dapat segera melakukan perbaikan agar tidak sampai mengganggu jalannya aktifitas belajar mengajar.

Menurut penuturan salah seorang warga Kempas, Oyonk, kerusakan bangunan SD ini sudah cukup lama dirasakan oleh para pelajar. Untuk mendapatkan pendidikan, mereka terpaksa harus rela menuntut ilmu dalam ruang yang sudah tidak layak. Bahkan lebih dikuatirkan sewaktu-waktu bangunan semi permanen ini akan ambruk.

“Harus segera disikapi. Yang jelas dengan kondisi bangunan seperti ini bagaimana murid-murid bisa belajar dengan nyaman. Apalagi kita khawatirkan sewaktu-waktu bisa saja ambruk,” Ujar Oyonk melalui sambungan selularnya, kamis (26/2)

DSC_0368 copyDSC_0366 copySenada, Kepala Sekolah SD 022 Kecamatan Kempas, Asriadi membenarkan kondisi bangunan sekolah mereka yang sudah sangat memprihatinkan. Karena keterbatasan ruang belajar, mau tidak mau mereka harus tetap mempergunakan rumbel itu untuk menjalankan proses belajar mengajar.

“Yam mau bilang apa lagi, kondisinya memang sangat memprihatinkan. Agar dapat dimanfaatkan, kita terpaksa memanfaatkan dana BOS untuk melakukan perbaikan seadanya,” Jawabnya dikomfirmasi melalui sambungan selular, jum’at (27/2)

Bahkan menurut Asriadi yang mengaku baru menjabat sebagai Kepsek SD 022 sekitar tiga bulanan ini, untuk ruang kantor sekolah, mereka kini terpaksa harus menumpang diruang pustaka.

“Kemaren, ya bulan ini juga, saya sudah menyampaikan kondisi bangunan sekolah ini kepada pihak pemerintah. Kita juga berharap agar dapat segera dilakukan perbaikan.” Harapnya.

Dari pantauan, kondisi bangunan sekolah yang memiliki 142 orang siswa dengan 7 orang guru PNS dan 4 orang guru honorer ini memang sudah tampak rapuh dihampir semua sisi bangunan. Pada bagian lantai yang terbuat dari papan itu sduah banyak yang berlubang dan sebahagian besar sudah jelas tampak lapuk. Bagian dinding yang dibangun dengan kawat plasteran itu juga sudah tampak banyak yang berlubang. Belum lagi bagian atap dan bahkan pondasi bangunan juga sudah tampak rapuh. Sementara, perlengkapan sekolah seperti meja dan kursi belajar sudah banyak yang patah dan tidak bisa lagi dipergunakan akibat dimakan usia.

Memang dikhawatirkan dengan kondisi seperti ini bukan tidak mungkin sewaktu-waktu bangunan akan ambruk.(dro)




Tenang, Harga Elpiji 3 Kg Tidak Akan Dinaikkan

1542743_20140224032538Jakarta – Pemerintah menepis anggapan bahwa ada kelangkaan elpiji 3 kilogram di beberapa daerah. Pemerintah pun menekankan dua hal terkait isu kelangkaan elpiji 3 kg.

“Di beberapa lokasi ada situasi di mana elpiji 3 kg mungkin sulit didapat, yang sulit itu kasuistis, yang sangat terbatas seolah-olah menjadi isu besar. Malam ini kami mengklarifikasi apa yang terjadi. Ada dua hal yang ditekankan,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, dalam konferensi pers di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), di Jakarta, Kamis malam 26 Februari 2015.

Yang pertama, tidak ada isu kenaikan harga elpiji 3 kg. Sudirman mengatakan, bahwa pemerintah tidak menaikkan harga elpiji bersubsidi. “Tidak beralasan kalau harga elpiji 3 akan naik,” kata dia.

Yang kedua, permintaan elpiji bersubsidi ini aman. “Masyarakat dipermainkan spekulasi,” kata mantan dirut PT Pindad (Persero) itu.

Pelaksana Tugas Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja, mengatakan bahwa ada sembilan lokasi yang terjadi kelangkaan elpiji 3 kg, yaitu Binjai, Subang, Sumedang, Depok, Bogor, Bekasi, Jepara, Tebing Tinggi, dan Karet, Jakarta, selama beberapa hari ini. Tapi, setelah dicek, ditemui kejanggalan.

“Setelah dicek, daerah yang kesulitan memperoleh elpiji 3 kg, tapi tidak langka,” kata dia.

Kemudian, lanjut Wiratmaja, pemerintah dan Pertamina pun melakukan tiga langkah untuk menyelesaikan isu kelangkaan elpiji ini. Yang pertama, Pertamina menambah pasokan.

Di Depok, perusahaan pelat merah itu menambah pasokan 93 ribu tabung dan Bogor 260 ribu tabung. Kemudian, mereka juga menambah 50 persen pasokan di Majalengka, Cirebon, Kuningan, Cianjur, dan Garut. “Artinya, supply di masyarakat sangat cukup dan lebih dari cukup,” kata dia.

Yang kedua, Pertamina juga melakukan operasi pasar di Sukmajaya, Cinere, Cibinong, Cikarang, Depok, dan Bogor.

Yang ketiga, BUMN energi ini juga menyediakan elpiji 3 kg di SPBU Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Harganya Rp16 ribu per tabung dan pembeliannya dibatasi maksimal 3 kg.

“Untuk masyarakat semua, kami menyediakan call center. Kalau ada kesulitan, tolong telepon (021) 500 000. Kami akan bergerak cepat kalau ada kesulitan elpiji 3 kg,” kata dia.(vivanews)

 




Selain UGD, Puskesmas Gajah Mada Tembilahan Siapkan Ambulance dan Siaga Bencana 24 Jam

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, maka Puskesmas Gajah Mada Tembilahan berkomitmen untuk menyiapkan dan menyediakan jasa ambulance dan siaga bencana 24 jam.

Hal itu diungkapkan Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto saat pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi para bidan di wilayah kerja setempat, kemarin.

Dikatakan Subowo, tenaga kesehatan mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengayomi serta memberikan pelayanan bagi masyarakat.

“Jadi, semua PNS, PTT dan honorer harus benar-benar melaksanakan tugasnya selama jam kerja,” tutur Subowo.

Oleh karena itu, Kepala Markas PMI Inhil ini menginginkan, selain menyediakan pelayanan UGD 24 jam, pihaknya juga akan menyiapkan ambulance dan siaga bencana 24 jam, sehingga masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis bisa segera terlayani.

“Dengan semangat baru ini, mari kita bekerjasama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, supaya masyarakat itu sehat semua dan pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan,” harap Subowo, yang baru saja menjabat sebagai Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan ini.(adi)




Pemkab Inhil Kembangkan Ekowisata Mangrove di Reteh

DSC_0060TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir  (Inhil) lakukan pengembangan kawasan hutan konservasi alam mangrove yang berpotensi mejadi ekowisata Alam. Konservasi ini dilakukan di Desa Sungai Asam Kecamatan Reteh.

Hal Ini disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Encik Kamal Syahendra melalui Kasubbid Kerusakan Pesisir dan laut, Riduan. Kamis (26/2/2015).

Ia menjelaskan dari konservasi alam mangrove yang ada di Desa Sungai Asam Kecamatan Reteh dilakukan secara swadaya masyarakat dan sekarang menjadi Ekowisata Alam yang telah ditetapkan oleh Provinsi Riau pada tahun 2013 lalu.

“Bermula dari swadaya masyarakat yang di motori seorang warga bernama Abas, hingga keberhasilannya mendapatkan penghargaan dari Presiden SBY beberapa tahun lalu, karena keberhasilannya dalam memulihkan ekosistem mangrove yang rusak pada saat itu,” jelas Riduan.

Ia menerangkan, sekarang ekowisata yang ada sudah di fasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Riau berupa jalan dan pemondokan, lanjutnya dari pemerintah kabupaten terus melakukan bimbingan kepada masyarakat.

“BLH terus melakukan bimbingan bagi warga pesisir tentang manfaat tanaman mangrove dan pelestariannya,” pungkasnya.(mirwan/adv pemkab inhil)




TNI Rencanakan Bantu Pembangunan PLTA di Kec Teluk Belengkong

Gbr Ilustrasi PLTA kapasitas kecil
Gbr Ilustrasi PLTA kapasitas kecil

Teluk Belengkong (detikriau.org) – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia berencana akan membantu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Indragiri Hilir.

Kebijakan tersebut karena mengingat tidak semua kecamatan yang ada di Negeri Seribu Parit ini mendapatkan aliran listrik, seperti Kecamatan Teluk Belengkong yang medan dan daerahnya berkanal serta sulit dijangkau.

Untuk mewujudkan rencana itu, ‎Kamis (26/2/2015) Panglima Komando Daerah Militer I ‎Bukit Barisan Mayor Jendral Edy Rahadi didampingi Danrem Wirabima Brigjen Prihadi Agus Irianto mengunjungi langsung kawasan Desa Saka Rotan, Kecamatan Teluk Belengkong.

Di kawasan ini akan dibangun 1 unit kincir air, yang mampu menghasilkan sekitar 40 ribu watt. Dari jumlah itu, diperkirakan mampu memasok kebutuhan listrik bagi 200 Kepala Keluarga (KK).

Pangdam TNI Wilayah I Bukit Barisan Mayjen Edy Rahadi mengatakan, Kecamatan Teluk Belengkong memang membutuhkan perhatian dalam bidang kelistrikan.

“Daerahnya memang memerlukan perhatian, oleh karenanya kami memilih disini untuk membangun PLTA,” katanya.

Pembangunan PLTA ini, diperkirakan akan selesai dalam jangka waktu 1 bulan setengah.

Untuk diketahui, kedatangan Pangdam bersama Dandrem ini menggunakan 2 helikopter dan mendarat sekitar pukul 09.30 WIB di lapangan sepak bola Desa Saka Rotan. Kedatangan petinggi TNI ini disambut langsung Bupati Inhil, HM Wardan beserta jajarannya.(adi)