Cabuli Anak Bau Kencur, Ir Terancam 15 Tahun Kurungan Penjara

Gbr Ilustrasi. Foto: Lensaindonesia
Gbr Ilustrasi. Foto: Lensaindonesia

PELANGIRAN (detikriau.org) – Diduga lakukan perbuatan cabul kepada anak dibawah umur, sebut saja namanya kembang (14), Ir (18), warga Parit Pulai 3 Kecamatan Pelangiran digelandang pihak kepolisian Polres Indragiri Hilir (Inhil) dengan tangan tergari, Rabu (4/3) kemaren.

Menurut keterangan Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman melalui sambungan selularnya, Kamis (5/3/2015), kejadian awalnya diketahui seorang saksi Hotler yang melihat korban berada di dalam rumah kosong milik saudara Hotler di Jalan H Isa Dermawan Kelurahan Pelangiran Besar Kecamatan Pelangiran.

“Rumah kosong itu belum ditempati, pada saat itu si saksi melihat korban sedang bersama dengan pelaku sedang berduaan di dalam kamar sekitar pukul 05.00 WIB,” kata Warno.

Lebih lanjut ia menerangkan, saat itu juga saksi mengaku menyaksikan sendiri kalau keduanya sedang berbuat mesum. “Ketika itu juga, saksi langsung menghentikan perbuatan cabul tersebut,” tukasnya.

Setelah itu saksi langsung memberitahu kepada orang tua korban yang langsung melaporkan ke Polsek Pelangiran dengan membawa barang bukti sehelai kaos warna pink dan celana pendek sekaligus menggiring pelaku cabul. Laporan itu diterima pihak kepolisian dengan nomor laporan LP: 08/III/2015/Riau/Res/INHIL/Sek Pelangiran tertanggal 4 Maret 2015.

Dari keterangan pelaku, sebelum ketangkap tangan, ia dan korban sudah pernah sekali melakukan hubungan intim.

“Akibat perbuatan ini, Pelaku dijerat dengan UU nomor 23 tahun 2002 pasal 81 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara. ,” tutup PAUR Humas. (mirwan)




BKD Inhil Segera Tempatkan Dokter PTT Untuk Puskesmas Kempas

Kepala BKD Inhil, H Syaifuddin
Kepala BKD Inhil, H Syaifuddin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) nyatakan untuk segera menempatkan tenaga dokter definitif untuk Puskesmas Kecamatan Kempas. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti surat yang dilayangkan Dinas Kesehatan terkait kekosongan Tenaga Dokter di Puskesmas Kecamatan tersebut.

Pernyataan ini diungkapkan Kepala BKD Kabupaten Inhil, H Syaifuddin, Kamis (5/3/2015). Ditegaskannya, ia tidak akan membiarkan tenaga-tenaga kerja di lingkungan Inhil ini sedang kosong, termasuklah tenaga Dokter.

“Walaupun sekarang ini belum bisa memastikan kapan penempatannya, tapi itu pasti kita tanggapi dan sesegera mungkin kita putuskan,” ujarnya.

Ia mengaku, belum mengetahui layangan surat pengajuan penempatan tenaga Dokter di Kecamatan Kempas oleh Diskes tersebut. Meski begitu, informasi kekurangan Dokter tersebut diakuinya telah ia terima.

“Mungkin surat dari Diskes sedang diproses oleh Staf saya, ketika sampai ke saya pasti akan saya putuskan,” tegasnya.

Saat ini lanjut Syafrudin, BKD Inhil sedang dalam proses penerimaan tenaga Dokter. Otomatis katanya dalam waktu dekat akan ada tenaga Dokter baru yang siap bekerja dan mengabdi untuk masyarakat Kabupaten Inhil.(mirwan/adv pemkab inhil)




Penyebab Kebakaran SMPN 1 Tembilahan Tunggu Hasil Forensik

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pihak kepolisian belum memberikan kepastian penyebab kebakaran yang menghanguskan 7 ruang di gedung SMP Negeri 1 Jalan Prof M Yamin Tembilahan, Rabu (4/3/2015) malam.

Hal itu diperoleh dari keterangan Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman kepada detikriau.org, Kamis (5/3/2015) sore.

“Belum kita ketahui penyebab pastinya. Kita baru mengirimkan surat permintaan kepada Laboratorium Forensik (Labfor) Medan untuk membantu penyelidikan,” ujarnya.

Diterangkan paur Humas, mulai awal terjadinya peristiwa kebakaran di TKP, jajaran Polres inhil sudah melakukan pengumpulan data yang nantinya akan digunakan sebagai bahan pendukung untuk mengetahui penyebab terbakarnya sebahagian gedung SMPN 1 yang dulunya dinamai SMP Indrapraja ini. (mirwan)




Tuntut diberikan Payung Hukum, FKB Bidan PTT Gelar Aksi Kampanye

Foto mirwan
Foto mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Forum Komunikasi Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lakukan aksi kampanye nasional yang dilakukan dibeberapa titik jalan Kota Tembilahan seperti Jalan Sudirman dan Jalan M Boya, Kamis (5/3/2015).

Aksi kampanye ini dilakukan serentak seluruh Indonesia yang diikuti sedikitnya 21 Provinsi. Pada aksinya, massa meminta kepada pihak terkait untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengangkatan Bidan PTT oleh Kemenpan-RB.

“Permintaan ini kami lakukan karena Bidan PTT ini tidak mempunyai payung hukum layaknya tenaga kesehatan yang lain,” kata Ketua Forum Komunikasi Bidan PTT Kabupaten Inhil, Nur Apriyeni.

Sebelumnya, ia mengaku Forum Komunikasi Bidan PTT yang dipimpinnya telah melakukan pertemuan dengan DPRD, Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta meminta kepada Bupati agar rekom mereka sampai ke Kemenpan-RB untuk pengangkatan Bidan PTT pusat menjadi PNS pusat.

“Bidan PTT di Inhil berjumlah 115 Bidan dengan wilayah kerja pada 19 Puskesmas,” tuturnya.

Setelah melakukan aksi, massa langsung menggelar kegiatan sosialisasi berupa pemeriksaan ibu hamil, pemasangan implant dan penyuntikan KB.(mirwan)




Dewan Minta Proses Belajar Mengajar Tidak Terganggu

Pasca Kebakaran di SMPN 1 Tembilahan,

Wakil Ketua DPRD Inhil, H Syahruddin
Wakil Ketua DPRD Inhil, H Syahruddin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) meminta agar proses belajar mengajar tidak terganggu dengan adanya musibah yang terjadi di salah satu sekolah di Kota Tembilahan kemarin.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Inhil, Syahruddin terkait dengan musibah kebakaran yang sempat menghanguskan 4 ruang kelas di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tembilahan, Jalan Prof M Yamin, Rabu (4/3/2015) malam.

Dikatakan Syahruddin, SMPN 1 Tembilahan ini merupakan salah satu sekolah dan bangunan yang telah berdiri cukup lama di Kota Tembilahan. Kondisi itulah yang diperkirakan menjadi penyebab kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke ruangan lain yang ada di sekitarnya.

“Inikan sekolah lama, jadi kayu dan papannya sudah banyak yang kering. Berkemungkinan, hal tersebut yang membuat banyak ruangan terbakar,” tutur Syahruddin kepada sejumlah awak media saat melihat langsung terjadinya musibah kebakaran di TKP, kemarin.

Kendati demikian, politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berharap, musibah yang cukup sering melanda sejumlah daerah di Negeri Seribu Parit tersebut tidak sampai mengganggu aktifitas belajar para siswa.

“Apalagi, tak lama lagi anak-anak kita ini akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Jadi, kita harapkan musibah ini tidak menghambat mereka untuk belajar dan mempersiapkan diri menjelang UN,” imbuhnya. (adi/adv)




Hadiri Rakerkesnas di Batam, Kadiskes Inhil Nyatakan Komit Bangun dan Tanggulangi Masalah Kesehatan

Alvi Furwanti AlwieTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie menyatakan tetap berkomitmen, untuk membangun dan menanggulangi masalah kesehatan yang ada di daerah setempat.

Pernyataan tersebut disampaikan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini saat menghadiri Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) Tahun 2015, Kamis (5/3/2015).

Kegiatanyang dipusatkan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini dihadiri jajaran Kementerian Kesehatan, Bappenas, Kemendagri, BPJS, Diskes Provinsi, Kabupaten dan Kota Wilayah Barat, serta perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah.

Adapun tema yang diangkat pada kegiatan tersebut, yakni “Pembangunan kesehatan dari pinggir ke tengah dalam pemantapan Program Indonesia Sehat, untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia”.

Dikatakan, saat ini pihaknya terus berupaya menghasilkan berbagai langkah dan terobosan, guna penanggulangan masalah kesehatan, perbaikan kinerja dan menyatukan langkah dalam pembangunan kesehatan di Negeri Seribu Parit ke depan.

“Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, kita semua perlu kerja lebih keras lagi, dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait, termasuk lintas sektor, pihak swasta dan masyarakat,” tutur Alvi.

Selain itu, diperlukan upaya-upaya yang lebih serius dan fokus dengan berbagai pendekatan, mulai dari perbaikan infrastruktur, pelayanan kesehatan beserta pendukungnya, kompetensi tenaga kesehatan, transportasi, penyehatan lingkungan, pemukiman sehat, pasar sehat, air bersih dan pelayanan kesehatan yang komprehensif.

“Program Indonesia Sehat adalah upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan sehat, serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, yang semuanya itu dapat tercapai dengan dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak,” terangnya.(adi/adv)