Anngota DPRD Inhil dari Fraksi Partai Golkar, HM Yusuf Said
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Membangun suatu daerah tidak semudah membalik telapak tangan, karena itu dibutuhkan komitmen bersama antar seluruh elemen yang ada, mulai dari eksekutif, legislatif, yudikatif hingga masyarakat di daerah setempat.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said menanggapi adanya isu ketidakharmonisan antara para pemangku jabatan di Negeri Seribu Parit ini.
Dikatakan Yusuf Said, untuk membangun dan memajukan daerah ini tidak bisa sendiri-sendiri, harus ada kerjasama yang baik dengan seluruh pihak terkait. Jadi, jika ada berbagai persoalan yang terjadi, seharusnya tidak menimbulkan perselisihan.
“Mari kita terus bekerjasama dan saling mendukung, karena untuk membangun daerah perlu sinergi dari semua pihak,” tutur Yusuf Said.
Lebih lanjut dijelaskan politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, apapun permasalahan yang menyebabkan timbulnya pergesekan dan ketidakharmonisan, hendaknya dapat dikesampingkan.
“Sekarang ini, yang paling penting itu adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Oleh karena itu, Yusuf Said mengajak seluruh pihak terkait agar mengenyampingkan berbagai kepentingan pribadi dan golongan, serta lebih mengutamakan kepentingan orang banyak.
“Itulah kuncinya untuk membangun negeri kita tercinta ini,” imbuhnya.(adi/adv)
Bangun Asrama Pelatihan Paskibra, Wabup Impikan Putra Rohil Tampil di Istana Negara
BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil) Erianda, SE menjanjikan untuk mengupayakan pembangunan asrama pelatihan Paskibraka Rokan Hilir.
Menurutnya, bangunan asrama ini sangat penting karena setiap tahun dilaksanakan pelatihan. “Kalau memang jadi dibangun, maka hanya Rohil yang baru memiliki asrama pelatihan Paskibraka di Riau,” Ujar Wabup pekan lalu disela pelantikan Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Rokan Hilir periode 2014-2018
Untuk melakukan seleksi anggota Paskibraka, Wabup berjanji untuk melibatkan PPI Rohil. “PPI akan tetap dilibatkan jika tidak lapor ke saya,” tegasnya.
Wabup juga berharap Paskibra Rohil untuk berupaya lulus seleksi Paskibraka di Istana negara. “Siswa-siswi anggota Paskibraka harus sampai ke Istana Negera membawa nama harum daerah,” katanya.” Pinta Wabup. (*/adv)
Galeri Foto Pelantikan Kepengurusan SBH Kuaran Kec Kempas dan Keritang
Jika Listrik Terus Berulah, Mahasiswa Ancam Lakukan Aksi Demo
Gamba ilustrasi. Foto, Agsapto.wordpres.com
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kalangan mahasiswa menilai janji yang diungkapkan pihak PLN dalam pertemuan di awal tahun 2015 yang lalu untuk menstabilkan pasokan listrik terkesan hanya sebatas ucapan belaka.
“Pada minggu pertama bulan Januari kemaren kami telah datang baik-baik ke kantor PLN, janjinya akan mensegerakan perbaikan mesin yang rusak, apakah pekerjaannya memakan waktu berbulan-bulan seperti ini?,” kesal Presma Unisi, Pirman saat dijumpai usai menghadiri pelantikan ketua komisariat HMI Cabang Tembilahan, Minggu (8/3/2015).
Menurutnya, selama ini PLN Rayon Tembilahan ini sudah cukup dimaklumi. Namun dengan kondisi saat ini dinilainya keresahan masyarakat yang mesti dimaklumi, khususnya para pelanggan PLN yang terus mengeluhkan kondisi listrik yang terus berulah.
Ketua HMI Cabang Tembilahan, Zulhelmi menyatakan bahwa buruknya pengelolaan PLN Rayon Tembilahan ini memang harus segera disikapi.
“Besok (Senin 9/3/2015, red) kita memasukkan surat pemberitahuan ke PLN saja terlebih untuk kembali memintakan jadwal pertemuan dalam minggu ini. Jika juga tidak ada perobahan setelah pertemuan itu, mungkin kita akan lakukan aksi lain, ya bisa saja dengan unjuk rasa secara terbuka,” katannya.
Untuk sekedar memberitahukan, diperkirakan april 2015 mendatang diyakini pasokan listrik PLN Rayon Tembilahan sudah dapat kembali berjalan normal.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna kepada detikriau.org melalui sambungan BlackBerry, selasa (3/3) malam yang lalu. Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Inhil ini, penegasan itu diperoleh setelah dilakukannya pertemuan antara Komisi III DPRD Inhil dengan GM PLN Wilayah Riau di Pekanbaru, Doddy B Pangaribuan, rabu (25/2) yang lalu.
Berdasarkan penjelasan pihak PLN, defisit daya yang terjadi di Tembilahan disebabkan adanya kerusakan beberapa unit mesin sewa. Untuk mengatasi defisit tersebut, pihak PLN sedang melakukan proses perbaikan yang di perkirakan akan selesai dalam 2 minggu kedepan.
Disamping melakukan perbaikan, pihak PLN juga sedang melakukan proses sewa mesin baru dengan pihak ketiga yang dalam hal ini sedang dalam pelaksanaan pekerjaan pondasi kedudukan mesin tersebut dengan kontrak daya sebesar 4 MW.
Berdasarkan perhitungan pihak PLN, beban puncak PLN Rayon Tembilahan sekitar 13 MW, sedangkan daya yang mampu diproduksi hanya sebesar 10,5 MW. artinya PLN masih mengalami defisit sekitar 2,5 MW.
Upaya perbaikan kerusakan mesin pembangkit yang di lakukan PLN saat ini yang di perkirakan akan selesai dalam 2 minggu kedepan adalah sekitar 1,8 MW. Setelah perbaikan mesin selesai, daya mampu PLN menjadi 12,3 MW. Dengannya PLN juga masih mengalami difisit daya sekitar 0.7 MW
“ namun menurut pihak PLN defisit tersebut akan teratasi dengan masuknya mesin sewa baru dengan daya mampu 4 MW, sekitar bulan april sesuai dengan kontrak pihak ketiga PLN akan memasok daya tersebut. Artinya nanti PLN rayon Tembilahan akan memiliki daya mampu sekitar 16,3 MW. ada surplus daya sekitar 3,3 MW,” Urai Iwan menerangkan penjelasan dari Pihak PLN
Dalam kesempatan pertemuan itu, Iwan juga memintakan kepada pihak PLN untuk merencanakan kontrak baru pada tahun 2016 menggantikan mesin yang sudah tua, seperti mesin yang disewa dari pihak PT. BPG, PT. MPI, dan PT. TBMA agar pasokan listrik terhadap masyarakat Inhil tidak lagi terjadi defisit di karenakan mesin sewa yang sering rusak.
“Alhamdulillah pihak PLN juga menyetujui peremajaan kontrak sewa mesin baru di tahun 2016,” Syukuri Iwan. (mirwan)
Inilah Kriteria Yang Memenuhi Prosedur Fogging
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Fogging adalah upaya pemberantasan nyamuk dan bukan upaya pencegahan, sehingga fogging baru akan dilaksanakan apabila tedapat hal-hal yang telah memenuhi kriteria fogging.
Oleh karena itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengajak seluruh masyarakat, untuk mengetahui dan memahami apa-apa saja yang menjadi kriteria fogging tersebut.
Adapun beberapa kriteria yang memenuhi prosedur fogging, yakni adanya laporan atau ditemukan kasus dan penderita DBD.
Kemudian, ditindaklanjuti oleh UPT Puskesmas terdekat, dengan melakukan pelacakan kasus / pencarian penderita DBD lainnya (Penyelidikan Epidemiologi) ke lokasi diduga terjadi penularan DBD dan pemeriksaan jentik dengue (DBD) pada rumah atau bangunan lainnya, dengan areal radius 100 meter dari tempat tinggal penderita DBD.
Jika ditemukan 1 atau lebih penderita DBD dan atau lebih dari 3 orang tersangka DBD lainnya, serta ditemukan jentik dengue sebanyak lebih atau sama di 5 dari rumah yang diperiksa, maka dilakukan gotong royong warga untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD, pemberian bubuk Abate, penyuluhan dan fogging dalam radius 100 meter.
Apabila tidak ditemukan penderita lainnya, tetapi ditemukan adanya jentik dengue, maka dilakukan gotong royong PSN DBD, pemberian bubuk Abate dan penyuluhan.
“Jika tidak ditemukan penderita lainnya dan tidak ditemukan jentik dengue, maka hanya akan dilakukan penyuluhan kepada masyarakat,” kata Alvi.
Selanjutnya, mantan Kepala Bappeda Inhil ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk terus menggalakkan pola hidup bersih dan sehat.
“Caranya, dengan selalu membersihkan lingkungan rumah dan sekitar,” pesannya.(adi/adv)
Disdik Inhil Seleksi Peserta OSN SMP 2015
TEMBILAHAN(detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir melakukan seleksi peserta Olimpiade Sain Nasional (OSN) pada jenjang SMP tingkat kabupaten. Seleksi ini diikuti sebanyak 120 pelajar yang berlangsung di SMP Negeri 1 Tembilahan Hulu, Sabtu (7/3/2015) kemaren.
“Seleksi ini dilakukan untuk mencari pelajar terbaik. peserta terbaik itu akan kita persiapakan untuk mengikuti OSN SMP tingkat Provinsi Riau mendatang,” ujar Kepala Disdik Inhil Helmi D melalui Kasi kurikulum SMP, M Nasir.
Dari 120 peserta lanjutnya, terdapat 3 mata pelajaran yakni, mata pelajaran dibidang IPA sebanyak 40 peserta, dibidang IPS 40 peserta dan bidang MTK juga sebanyak 40 peserta. Dimana, masing-masing Pemerintah Kecamatan mengirimkan 6 peserta terbaiknya.
Selain mencari bibit-bibit terbaik, OSN ini juga menjadikan satu motivasi untuk membangkitkan minat para peserta didik agar mencintai terhadap mata pelajaran yang digemari.(mirwan/adv pemkab inhil)