PLN Tembilahan diperkirakan Baru Normal pada 15 April Mendatang

Manajaer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman
Manajaer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman

Tembilahan (detikriau.org) – Manager PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman memprediksi penghentian pemberlakuan pemadaman listrik bergilir baru bisa dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2015 mendatang. Diakuinya terjadi pemunduran janji GM PLN wilayah Medan yang akan menghentikan pemadaman bergilir pada 1 April 2015 disebkan masih diperlukan beberapa persiapan terutama masalah tempat kedudukan 4 unit mesin sewa baru yang masing-masingnya berkapasitas 1 MW.

“Kita masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan pembuatan tempat kedudukan mesin-mesin tersebut. Setelah terpasang, setidaknya masih diperlukan waktu untuk menginput ke dalam system. Kami prediksi, tgl 15 Maret 2015 pemadaman bergilir baru bisa dihentikan,” Terang Budi Warman dalam rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daeran (Forkompinda) bertempat diruang rapat Paripurna Gedung DPRD Inhil, selasa (17/3)

Ditambahkan Budi, berdasarkan informasi terakhir, ke 4 unit mesin sewa dari WIC itu kini sudah berada di Provinsi Jambi untuk selanjutnya akan meneruskan perjalanan ke Kota Tembilahan.

Menjelang menunggu kedatangan ke 4 unit mesin sewa tersebut, lanjut Budi, perusahaan penyedia daya Bima Golden yang sebelumnya mengalami defisit daya sebesar 800 Kw, 2 hari yang lalu mesin pembangkitnya sudah rampung diperbaiki dan sudah masuk ke sistem. Dengan baiknya mesin ini, jadwal pemadaman yang sebelumnya dengan durasi 8 jam hidup dan 8 jam mati kini sudah bergeser menjadi 16 jam hidup dan 8 jam mati.

“hanya saja tadi subuh mesin BG itu kembali terjadi gangguan pada system turbonya dan hari ini (selasa. 17/3. red) teknisi mereka masih mengupayakan untuk mengaktifkannya kembali,”perjelas Budi

Untuk mesin sewa Mega Power, 1 unit mesin barunya dengan kapasitas 350 Kw sudah selesai terpasang. Jika tidak ada halangan, besok (rabu, 18/3. red) sudah masuk ke system. Dengan penambahan daya ini, mulai rabu, pemadaman sudah bisa kembali bergeser menjadi 2 hari hidup dan 1 hari mati dengan durasi pemadaman selama 8 jam.

Kemudian untuk mesin sewa Tiga Bintang, material yang dibutuhkan untuk perbaikan mesin hari ini sudah berada di Batam. Dan esok (rabu 7/3) sudah mulai dikerjakan dengan masa perbaikan selama 7 hari. Jika pekerjaan perbaikan ini mampu diselesaikan tepat waktu maka akann ada penambahan daya sebesar 1 MW.

“Jadi kita prediksi pada tanggal 25 Maret 2015 giliran pemadaman bisa berubah menjadi 4 hari hidup dan 1 hari mati dengan durasi pemadaman selama 8 jam,” Tandas Budi Warman.

Rapat forkompinda Inhil yang dilaksanakan tanggal 17 setiap bulannya kalli ini disamping membahas masalah listrik juga membicarakan berbagai persoalan lainnya yang saat ini sedang terjadi.

Rapat ini juga di hadiri oleh Bupati Inhil, HM Wardan, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam beserta 4 ketua Komisi, Unsur Porkompimda, Sekda kabupaten Inhil, H Alimuddin RM, Sekretaris DPRD Inhil, H Fauzan Hamid beserta beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Inhil. (dro)




Jika Rohil Bebas Karhutla 2015, Bupati Nazar Undang 100 Anak Yatim

16Bagansiapiapi (detikriau.org) – Bupati Rohil H.Suyatno Bernazar, jika kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak melanda kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2015 ini, akan mengundang sebanyak 100 anak yatim.

Hal tersebut disampaikannya saat memberi kata sambutan pada pembukaan secara resmi kegiatan Lembaga Pengabdian Masyarakat Institut Pemerintahan Dalam Negeri Pada Masyarakat Perbatasan di Rokan Hilir, di gedung Serbaguna,  Bagansiapiapi, Senin (16/03/15) kemaren.

“Kita tunggu tahun 2015 habis. Ada enggak asap atau ada ngak gejolak asap serta tidak ada kebakaran hutan. Kalau tidak ada, niat saya akan saya saya penuhi,” ungkap Suyatno kepada seluruh peserta dan undangan yang hadir pada acara tersebut.

Dirinya tidak ingin kejadian tahun 2014 terulang kembali di Rokan Hilir, karena atas kejadian itu banyak masyarakat yang susah beraktifitas dan anak sekolah diliburkan serta kerugian lainya yang cukup besar. [tris/adv]




Iwan Taruna : Inti Masalahnya Adalah Besar Pasak Daripada Tiang

Hearing Komisi III dan PDAM TI

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) mengelar rapat dengar pendapat atau hearing bersama management Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri (TI) di Gedung DPRD Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (16/3/2015).

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD, Iwan Taruna ini dihadiri Ketua DPRD, Dani M Nursalam, perwakilan Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat, serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Inhil.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi III DPRD, Iwan Taruna mempertanyakan apa solusi dari managemen PDAM TI, untuk mengatasi permasalahan ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat.

“Akhir-akhir ini, kita mendengar pelayanan dari PDAM TI kurang maksimal, sehingga dampaknya sangat dirasakan masyarakat, karena selain PLN mati, PDAM juga mati. Jadi, kita ingin mengetahui apa jalan keluarnya,” tutur Iwan Taruna.

Menjawab pertanyaan tersebut, Plt Direktur Utama PDAM, Abdul Muin yang baru menjabat 1 bulan ini mengakui bahwa pelayanan PDAM semakin menurun karena disamping permasalahan internal juga ada permasalahan dari luar, seperti kondisi pemadaman listrik PLN Rayon Tembilahan.

“Kita juga sangat bergantung dengan PLN. Jika PLN mati, maka otomatis distribusi air bersih dari PDAM ke pelanggan juga mati,” terang Abdul Muin.

Senada dengan itu, Kepala Bagian (Kabag) Produksi dan Distribusi PDAM TI, Kamusni menjelaskan bahwa sejak tahun 2010 lalu, PDAM TI sudah mengalami devisit, dikarenakan biaya produksi tidak balance dengan harga jual, ditambah lagi air yang diproduksi tidak ada penambahan kapasitas, yang ada hanya penggantian.

“Jadi, dari sisi produksi masih kurang ditambah lagi kebocoran watermeter kita masih tinggi, karena seharusnya dalam jangka waktu 5 tahun harus ada penggantian baru, hanya saja saat ini terkendala finansial,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, Iwan Taruna menyatakan PDAM TI harus diselamatkan. Tidak hanya seperti yang dilakukan Pemkab Inhil selama ini, yaitu hanya membantu di bidang infrastruktur, sedangkan kebutuhan PDAM TI yang paling penting adalah di bidang produksi.

“Inti masalahnya di PDAM TI adalah besar pasak daripada tiang. Dimana, pendapatan tidak imbang dari pengeluaran yang sangat besar. Jadi, permasalahan yang harus segera diatasai adalah terkait produksi,” imbuhnya.(adi/adv)




Bimtek KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni : Pengisian Formulir Data Harus Valid dan Tidak Direkayasa

Ket foto : Kasi KIA, KB dan Gizi Dinkes Inhil, Siti Munziarni memberikan pengarahan langsung tentang cara pengisian formulis data atau laporan kepada para bidan.
Ket foto : Kasi KIA, KB dan Gizi Dinkes Inhil, Siti Munziarni memberikan pengarahan langsung tentang cara pengisian formulis data atau laporan kepada para bidan.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna meningkatkan kinerja tenaga kesehatan di daerahnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi KIA, KB dan Gizi kembali menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para bidan, Senin (16/3/2015).

Bimtek yang dipusatkan di aula Kantor Dinkes Inhil, Jalan M Boya Tembilahan ini diberikan langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni, yang diikuti para bidan dari Puskesmas Sungai Iliran dan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).

Siti Munziarni dalam paparannya mengatakan, tenaga kesehatan terutama para bidan harus mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diembannya, dimanapun ia ditempatkan.

Tugas dan tanggung jawab tersebut, yakni selain memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, juga mengisi berbagai formulir data yang diperuntukan bagi laporan kesehatan di wilayah kerjanya, untuk kemudian menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program.

“Jadi, dalam pengisian formulir data ini harus benar-benar valid dan tidak boleh direkayasa,” tutur Munziarni.

Oleh karena itu, lanjut Munziarni, saat mengisi formulir data dan laporan tersebut, para bidan harus fokus dan serius, serta meninggalkan berbagai beban pikiran yang bisa menyebabkan konsentrasi dalam bekerja hilang dan teralihkan.

“Dalam bekerja, seperti saat mengisi formulir ini, jangan ketika kita sedang mengantuk, kondisi badan tidak fit atau lagi sakit, apalagi sewaktu lampu mati, nanti kalau salah, data ibu atau bayi yang hidup bisa masuk dalam kategori meninggal ataupun sebaliknya,” terangnya.(adi/adv)

 

 




Kunjungi PLTD Parit IV, Kadistamben Inhil Maklumi Terjadinya Pemadaman Bergilir

manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman (baju putih) memberikan penjelasan kepada Kepala Distamben Inhil dalam kunjungannya ke PLTD Parit IV Kec Tembilahan Hulu. Foto: Mirwan
manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman (baju putih) memberikan penjelasan kepada Kepala Distamben Inhil dalam kunjungannya ke PLTD Parit IV Kec Tembilahan Hulu. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Tengku Eddy Efrizal meninjau mesin pembangkit PLN Rayon Tembilahan di parit IV. Pada peninjauan ini langsung didampingi Manajer PLN Rayon Tembilahan, Senin (16/3/2015).

Kepala Distamben saat dikonfirmasi mengatakan memaklumi terjadinya pemberlakuan pemadaman bergilir akibat kerusakan yang begitu vatal pada mesin sewa PLN.

“Dengan kondisi kerusakan mesin yang kami pantau hari ini sepertinya pihak PLN tidak bisa menyelesaikan dalam waktu yang singkat, namun pihak PLN telah menyatakan akan kembali menormalkan aliran listrik kota Tembilahan pada pertengahan bulan April mendatang,” katanya.

Meski begitu, Eddy menyatakan akan kembali memantau kondisi mesin PLN ini beberapa hari kedepan. Sebab, berdasarkan keterangan pihak PLN hari ini (16 Maret, red) material mesin sewa Tiga Bintang dengan daya 1 Mw sudah masuk dan segera dipulihkan.

“namun kita tetap berharap dari kontrak mesin WIC pada bulan April mendatang, karena WIC ini 4 unit mesin dengan daya 4 Mw. Jika sudah beroperasional, insyaallah kota Tembilahan bebas mati bergilir,” imbuhnya.

Disamping hal itu, Kadistamben juga sempat menyatakan bahwa jika Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) parit 23 rampung maka aliran listrik tidak hanya mampu memasok kebutuhan listrik diseputaran kota Tembilahan, namun juga akan merambah ke Kecamatan-kecamatan.

“Pada kondisi normal, kebutuhan daya untuk kota Tembilahan ini cukup 13 Mw, PLTU yang direncanakan akan kembali dikerjakan pada bulan Mei mendatang itu mampu memasok daya hingga 14 Mw, maka dengan kelebihan daya itu tentunya akan mampu menerangi beberapa daerah selain kota Tembilahan,” terang Eddy.

Untuk pengoperasiannya lanjut Eddy, ditargetkan akan rampung pada bulan Desember 2015 mendatang. Artinya, PLTU tersebut sudah bisa dioperasikan pada tahun depan. “Jika dimulai lagi pekerjaannya pada bulan Mei ini, maka tahun 2016 sudah bisa kita fungsikan,” tutupnya. (mirwan/adv pemkab inhil)




Pemkab Rohil Sambut Positif Kegiatan LPM IPDN

16aBagansiapiapi (detikriau.org) – Pemkab Rohil menyambut positif kegiatan Lembaga Pengabdian Pasyarakat (LPM) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada masyarakat perbatasan di kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Pemkab Rohil dengan LPM Kampus Jati Nangor.

“Kegiatan ini semacam sosialisasi kerjasama antara LPM IPDN Jatinangor dengan Pemkab Rohil kita sambut positif. Kita berharap bagaimana desa bisa maju, mandiri dan berkembang,” ujar bupati Rohil, H.Suyatno usai membuka acara secara resmi kegiatan Lembaga Pengabdian Masyarakat Institut Pemerintahan Dalam Negeri pada masyarakat perbatasan di kabupaten Rokan Hilir, di gedung Serbaguna Bagansiapiapi, Senin (16/03/15).

Ditambahkannya, sesuai dengan UU No 6 Tahun 2015 tentang Desa dudah disahkan. Jika mengacu pada UU tersebut, desa-desa yang ada di Indonesia khususnya yang ada di Rohil bisa maju.

“Kita tidak bisa maju sendiri tanpa didorong oleh pemerintah daerah, pusat dan provinsi. Saya pikir Desa di Indonesia pasti akan maju jika didukung pembangunanya oleh semua pihak,” terangnya.

“Dalam waktu yang tidak lama, kita mencoba akan mengangkat desa kita atau kelurahan kita atau kepenghuluan kita. Bagaimana profil-profil sebuah desa kita angkat, sehingga nanti kalau ini berhasil kita akan lakukan kerjasama dengan LPM Kampus Jatinangor,” sambungnya.

Dijelaskannya lagi. jika suatu desa maju dan berhasil, pasti desa tersebut akan ramai dikunjungi orang-orang luar dan daerah sendiri.

“orang-orang akan ramai datang ke tempat kita kalau desa itu berhasil.Kalau tidak berhasil bagaimana orang mau datang ke tempat kita. Makanya pembinaan pembinaan harus secara kontinyu, ini gunanya kerjasama bagaimana kita mengangkat desa itu sampai ketingkat nasional, jangan ke provinsi, langsung ketingkat nasional,” imbuhnya.

Bupati memberi contoh, Bagan Sinembah, merupakan daerah yang sangat berpotensi untuk daerah sentra peternakan sapi atau peternakan ayam telor. “Nah kalau ini kita kembangkan kepada seluruh masyarakat disana, saya pikir ini satu potensi yang akan membuat masyarakat bisa makmur. Jadi kehidupan masyarakat tidak pusing-pusing lagi karena mereka punya penghasilan. Kalau ini berhasil saya ambil contoh -contoh seperti itu inikan luar biasa,” tandas Suyatno.

Masih menurut Suyatno, dengan program itu, pengangguran tidak ada lagi. Kemiskinan pasti akan berkurang.”Contoh lagi, dibelakang rumahkan bisa kita buat kolam berukuran 3×4 meter mengunakan plastik. Kita berikan bibit ikan. Kita letakkan disitu dan tentu diberikan makan dan dimana-mana orang buat seperti itu,” paparnya.

Untuk mensukseskan program itu, Ia akan meminta Kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat (BAPEMAS) untuk memprogramkannya.

“Ini yang harus kita coba pelan-pelan melalui dinas teknis Bapemas, DPRD nya juga. Bagaimana kita mengangkatkan perekoniam masyarakat,’ ajaknya mengakhiri.

Acara kegiatan Lembaga Pengabdian Masyarakat Institut Pemerintahan Dalam Negeri Pada Masyarakat Perbatasan Rokan Hilir itu dihadiri langsung Kepala LPM IPDN, Dr.Hj.Diah Angraini.SH.MM, selaku penyelenggara acara. Turut menghadiri Wakil Bupati Erianda, Ketua DPRD Nasruddin, Plt.Sekda Drs.Surya Arfan.Msi dan seluruh Kepala SKPD, Camat, Lurah/Penghulu se-Rohil. [Adv-tris]